
.
.
.
Adi menghentikan Motornya di tempat yang sangat rindang.
"kita berada di puncak sayang". Adi melepas helmnya setelah meletakkan helm Anna di kaca spion motornya dan memutar kepalanya melihat Anna yang menganga melihat pemandangan alam yang indah.
Adi terkekeh mengelus gemas leher Anna seperti kucing kesayangan saja.
"tempat ini bagus sekali Adi". Anna berkata sambil mencoba turun tapi karna matanya sibuk melihat pemandangan Ia hampir terjatuh karna tidak memijak pijakan motor dengan benar,
Adi dengan cepat menarik lengan Anna, "hati-hati Anna? apa sakit? ". tanya Adi khawatir.
Adi turun dari motornya dan memperhatikan tubuh Anna, Anna bukannya menjawab malah berjalan ke arah depan membentangkan tangannya menghirup udara segar yang masuk ke paru-parunya.
"kamu ini sayang". gemas Adi merasa Anna seperti anak kecil saja yang belum pernah melihat pemandangan Alam.
hap..!
Adi memeluk Anna dari belakang,
"bagaimana kamu bisa tau tempat seindah ini Adi? apa kamu pernah kesini? ". tanya Anna memegang lengan kekar Adi yang merangkul mesra dirinya dari belakang.
"aku tau dari Sekretaris Im, katanya Annaku ini suka pemandangan tapi tidak ada waktu untuk jalan-jalan seperti ini, jadi aku menghabiskan waktu sehari untuk Istriku ini dengan membawamu kesini". jawab Adi dengan lembut.
Anna tersenyum lebar, "terimakasih..! ". ucap Anna dengan tulus.
"mana hadiahku hmm? ". tanya Adi mengeratkan pelukannya.
Anna mendengus, "hadiah apa? ".
"ciuman boleh juga". jawab Adi berbisik.
"kenapa aku yang menciummu? seharusnya kamu yang menciumku". jawab Anna dengan kesal.
Adi tertawa lebar, "baiklah..! aku yang menciummu".
Anna tertawa kegelian saat Adi menciumi leher yang masih pakai jaket dan bahunya, Adi membalik tubuh Anna menghadap padanya lalu menangkup kedua pipi Anna dengan mesra dan bibir Adi menciumi wajah Anna begitu gemas.
"Adi..? geli.. cukup". pekik Anna tertawa geli.
Adi meradukan keningnya dengan kening Anna,
"ini impianku sayang". kata Adi dengan lembut.
"impianmu? apa? ". tanya Anna tersenyum manis melingkarkan tangannya di pinggang Adi.
"bersamamu seperti ini". jawab Adi.
"pasti otakmu kotor kan saat memikirkanku? ". tebak Anna menunjuk pelipis Adi.
__ADS_1
"tidak, siapa bilang pikiranku kotor? ". tanya Adi dengan gemas menduselkan hidungnya dengan hidung Anna.
"benarkah? ". tanya Anna tak percaya
"iya". jawab Adi tersenyum.
Anna terpekik saat Adi menggelitikinya,
"aah..? tidaakk, ampun Dii Gelii". Anna segera kabur sambil tertawa lepas dari pelukan Adi.
"mau kemana Annaa?". teriak Adi juga ikut berlari mengejar Anna.
"aahhh? ". pekik Anna saat ia tergelincir, Adi yang kaget segera menarik tangan Anna tapi karna terlalu jauh Ia juga ikut terjatuh sampai terguling-guling ke dataran yang lebih rendah.
"kamu tidak apa sayang? ". tanya Adi diatas tubuh Anna.
Anna memejamkan matanya sambil tertawa cekikikan, "senang sekali rasanya Adi". gemas Anna malah tidak nyambung.
Adi mengerutkan keningnya, "apanya yang senang? jatuhnya? kamu terluka Anna? ".
"aku baik-baik saja, kamu melindungiku dengan baik". kata Anna membuka matanya dan bertatapan dengan mata Adi.
Adi menghela nafas lega, "jangan berlarian Anna". peringatan Adi dengan serius.
"iya". jawab Anna tersenyum lebar namun seketika Anna menyadari posisinya dengan Adi cukup intim.
Adi menatap lekat wajah Anna lalu perlahan bibirnya mendarat di bibir Anna.
cup..!
"boleh kah? ". tanya Adi dengan nada setengah berbisik.
Anna terpaku beberapa saat lalu menganggukkan kepalanya dengan kikuk, Adi langsung menci*m lembut bibir Anna menarik tengkuk Anna supaya Ia lebih leluasa ******* bibir manis madu Anna.
Anna memejamkan matanya, Ia belum bisa membalas ciuman profesional Adi yang menguasai seluruh bibirnya, lama-lama Anna kehabisan nafas dan Adi melepaskan ******nnya.
"huh...! huh.. huh.. ". Anna mengambil nafas sebanyak-banyaknya.
Wajah Anna benar-benar memerah, Adi mengelap bibir Anna yang basah.
"manis sekali". Gumam Adi tersenyum lebar menunjukkan kedua lesung pipinya sampai Anna semakin malu saja ditatap oleh Adi yang sangat tampan.
"apa aku berat? ". tanya Adi
"i.. iya". jawab Anna dengan malu, sungguh malu.
Adi berdiri membantu Anna bangkit,
"ekheem..! ekhemm..! ". Anna menggigit bibir bawahnya dengan gugup tidak berani menatap mata Adi.
Adi mengelus kepala Anna, "jangan takut Anna..! Perasaanku jauh lebih besar dari Perasaanmu".
Anna beralih menatap mata Adi, "hmm..? hmm". Anna menganggukkan kepalanya sambil merapikan rambutnya masih gugup dan kikuk.
__ADS_1
jujur saja itu adalah ciuman pertama Anna begitu intens dengan Adi, wajar Ia gugup bercampur malu.
.
Anna dan Adi menghabiskan waktu bersama seperti pasangan kekasih yang baru saja jadian bukan suami istri, Adi tidak mau terburu-buru memiliki Anna yang memang sudah menjadi miliknya.
.
sementara di tempat lain,
Roben mengamuk tak tentu arah saat semua rencananya gagal.
"sebenarnya siapa dia?? kenapa dia bisa lolos dari rencana ku?? kenapaaa? ". teriak Roben menggema.
"sayang, tenang ya?? aku benar-benar tidak suka pada Pria itu, dia bisa membuat Anna melupakanku juga menolakku Sayang, dia sangat licik". geram Besta yang pernah berhadapan dengan Adi dimalam acara pesta.
"diam kau besta..! sekarang bagaimana wanita bernama Layla itu? apa dia bisa diandalkan ha? ". tanya Roben membentak.
"sabar sayang..! pikirkan semuanya dengan kepala dingin, jangan terlalu memikirkan amarahmu waktu kita masih panjang untuk menghabisinya". bujuk Besta.
"bagaimana aku bisa sabar hah?? bagaimanaa? ". teriak Roben dengan wajah marahnya.
Besta mengelus-ngelus punggung Roben, Ia hanya bisa menenangkan Roben yang semakin pemarah karna Adi yang sulit untuk dijatuhkan.
"dia sudah berlagak sebagai Tuan Besar Asia Group, tingkahnya membuatku muak, dia hanya pendatang di Keluarga Anna berani-beraninya dia mencuci otak Anna, aku tidak bisa membiarkannya tetap hidup". geram Roben mengepalkan tangannya.
"iya sayang..! iya..! aku juga akan membantumu ya? tapi tolong tenangkan dirimu". bujuk Besta.
"hanya memberi saham Perusahaan Asia Group 5% saja padaku begitu sulit dia melakukannya, dia merasa sudah menjadi pemilik asli Asia Group, bedeb*h tidak tau diri itu benar-benar tidak tau posisinya". desis Roben dengan wajah memerahnya.
mereka sibuk dengan dunia keirian dan dengki tentang apa yang dimiliki Aditya hanya sebuah keberuntungan semata, Adi harus disingkirkan supaya Anna bisa kembali diperbudak oleh mereka lagi.
.
sementara Adi dan Anna masih asik dengan kencan mereka, tidak memikirkan dunia yang rumit.
"bagaimana? ". tanya Adi tersenyum menatap gadis yang ia Cintai.
Adi mereservasi Restaurant di sekitar Puncak dengan pemandangan yang indah.
"bagus..! sangat bagus". puji Anna melompat-lompat senang.
"ayo makan..! bukankah tadi sayangku ini bilang sudah lapar hmm?? ". Adi merangkul pinggang Anna.
mereka makan siang dengan nikmat, hari berlalu begitu cepat saat mereka kencan dihari itu juga dan kembali malam itu juga ke Kota.
di Mansion Anna,
Anna tertidur pulas di mobil, Ia terlalu bersemangat bersenang-senang dengan Adi sampai tidak sadar Anna menghabiskan banyak energi berlari, melompat saat bersama Adi dan kini kelelahan sedangkan Adi tertawa pelan bercampur gemas mendengar dengkuran halus Anna.
"Istriku lelah sekali ya? ". gumamnya pelan mengelus kepala Anna dengan penuh kasih sayang.
.
__ADS_1
.
.