
.
.
.
"Mommy akan macukkan kami ke pelguluan peltapa putih?". tanya Fauzan berbinar.
"iya sayang..! kalian mau berlatih beladiri kan? sebelumnya Mommy minta maaf karna tidak mengizinkan permintaan kalian sayang". Anna berucap dengan lemas.
Fauzan, Fauzi dan Fiona memeluk Mommy mereka dengan erat.
"Mommy tidak ucah takut". kata Fauzi.
"kami akan belajal dengan baik Mom, kami akan lakukan yang telbaik". kata Fiona juga.
Anna sangat bahagia memiliki anak-anak seperti mereka yang sangat pengertian, setidaknya sifat anak-anaknya tidak berbeda jauh dengan Rose hanya tingkat kejeniusan mereka berbeda-beda, tapi Anna tidak menuntut anak-anaknya harus sempurna seperti Rose.
Anna hanya ingin anaknya baik hati dan suka menolong sesama, tidak merendahkan derajat orang lain, tidak memandang remeh penampilan orang lain, Anna tidak mau anak-anaknya tumbuh menjadi Pribadi yang sombong walau hidup dengan bergelimangan harta, jadi Anna tidak memaksa anaknya harus jenius seperti Rose yang ahli dibidang Hacker.
.
Leonard ternganga mendengar cerita triple kembar yang akan berlatih di perguruan pertapa putih, awalnya Ia menentang tapi melihat semangat berkobar dimata mereka membuatnya mengalah.
"sayang? kamu yakin mau kesana sayang? disana kalian harus tinggal diasrama di hari sabtu dan minggu, kalian yakin? apa tidak terlalu lelah nanti? tidak takut pisah dari Mommy?". tanya Adi ke Fiona dan anaknya yang lain.
"kalau begitu biar guru pertapa putih saja yang kesini..! Eyang akan bayar berapapun yang diinginkan guru kalian nanti". ujar Leonard tiba-tiba serius.
"iya Kek..! itu ide bagus". balas Anna tersenyum ceria.
sikembar pun mengangguk setuju jika Mommy mereka bahagia, sungguh anak yang sudah tau cara menyenangkan mommynya.
ke esokan harinya,
Anna menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya berangkat sekolah, Ia membeli banyak kotak makanan cantik dan lucu khusus untuk buah hatinya.
"mommy? bagaimana cala pasang dasinya?". tanya Fauzan dengan raut wajah lucu.
Anna menoleh lalu tersenyum lebar melihat tampang lucu buah hatinya itu, Ia mematikan kompor lalu berjongkok dan memasang dasi untuk anaknya yang mengangguk-ngangguk seperti mempelajari sendiri.
"telimakacih mom". ucap Fauzan mengecup pipi Anna yang tertawa mengecup bibir putranya lalu Fauza berlari keluar dapur menemui adik-adiknya, Ia sudah tau cara memasang dasi.
__ADS_1
Anna kembali melanjutkan aktifitas memasaknya sambil tersenyum.
"akhirnya selesai juga". senyum manis Anna meraba ukiran nama anak-anaknya yang sudah Ia desain khusus untuk triple kembar.
Anna memasukkan bekal-bekalnya ke tasnya jinjingnya masing-masing, sama dengan bekalnya ada ukiran nama di setiap tas nya pun ada nama triple kembar, Anna mengatur pola makan anak-anaknya berdasarkan selera makan sang buah hati.
meja sarapan,
"ini cemilan kalian nanti sayang! ". Anna membagikan bekal yang sudah disiapkan.
"iya Mom, telimakacih". ucap mereka serentak membuat Anna tersenyum tampan.
Adi datang menggendong Fitri lalu Anna mengambil Fitri dari Adi.
"kesayangan Mommy udah wangi ya?". Anna mencium sayang kening Fitri yang menyeringai senang.
Adi mengantarkan anak-anaknya sekolah, setelah melihat suami dan anaknya pergi Anna membawa Fitri keluar Mansion mendatangi Perusahaan Swasta terbaik.
Para Agen Swasta yang mendengar perintah Anna langsung bersemangat, sebab mereka memang sangat ingin memberantas kasus penculikan anak itu tapi atasan mereka tidak mau memberi kasus itu kepada mereka karna tidak dibayar, pekerja swasta kan kerjanya di gaji oleh perorangan bukan pemerintah tapi kualitas kerja mereka sangat bagus supaya klien tidak menyesal.
"aku TF 1 M, jika kalian berhasil menangkap sampai ke akar-akarnya akan aku tambah lagi, bagaimana?". tanya Anna dengan raut wajah serius.
"baik Nyonya". jawab si pemilik gedung agen swasta terbaik itu dengan senang.
"kalian dengar?? sudah saatnya kalian menunjukkan kejeniusan kita dalam menyelesaikan kasus". titah di pemilik agen.
"baik Pak". jawab mereka semua begitu semangat.
"bergerak..!".
"siappp". sahut mereka semua lagi segera membubarkan diri dan melakukan penyelidikan langsung.
mereka semua seperti sudah terlatih dengan tugas masing-masing tanpa harus diberi perintah lagi.
.
Anna langsung ke Mansion Asiantama dan bertemu dengan Nana yang menyambut dengan baik, Fitri bermain Diah sementara anak-anak Nana yang lain sedang sekolah.
"kakak akan membantumu sayang". jawab Nana berubah serius.
"terimakasih kak". ucap Anna dengan senyuman manja lalu memeluk Nana seperti Ibu kandungnya saja.
__ADS_1
Nana membawa Anna ke Ruangan komputer miliknya, walau anaknya sudah besar tapi Ia tidak mau kehilangan atau kekurangan dengan kemampuannya.
"kemarin kakak sudah cari tau tapi masih butuh banyak bukti". kata Nana.
"jadi kakak juga mencari tau ya?". tanya Anna takjub.
"tentu saja sayang, saat Ren dan Rose cerita membuat Kakak begitu marah, beruntung yang kena mereka dan bisa membunuh penjahat itu bagaimana jika anak lain? pasti menjadi korban kan?". Nana.
Anna mengangguk, "apa Ren dan Rose tidak bertanya bos mereka kak? kenapa langsung dihabisi?". tanya Anna penasaran.
Nana menggeleng kepalanya, "Ren kalau sudah melihat Rose tergores sedikit saja pasti marah seperti orang kesurupan". gerutu Nana.
mereka pun saling tertawa satu sama lain, Rose yang diculik saat itu memang tergores duri pepohonan saat berusaha menghindar, Rose tidak sengaja terkena duri itu tapi Ren langsung marah dan menghabisi mereka semua tanpa ada yang tersisa.
"rasa sayang Ren itu berbeda Kak..! dia keliatan cuek tapi saat Rose terluka langsung bertindak, Rose mungkin pusing dengan jalan pikiran kakaknya itu". kekeh Anna.
"hmm, dingin-dingin perhatian". jawab Nana dibalas senyuman oleh Anna.
mereka kembali melihat layar komputer, Anna melihat gerakan Nana yang sangat cepat saat mengotak-ngatik komputer sepertinya tidak ada yang berkurang sama sekali tapi kemampuan anak-anak Nana jauh lebih hebat dari Nana sekarang, seperti kata orang kalau anak akan tumbuh menjadi lebih jenius dari Ibunya sendiri.
"kemarin aku dengar cerita ibu-ibu pedagang di pasar kak". kata Anna.
"bagaimana ceritanya?". tanya Nana.
Nana melebarkan matanya mendengar cerita Anna membuat telinganya berasap, sungguh hatinya begitu panas mendengar cerita itu.
"dasar tidak manusiawi..! kakak akan membantumu sayang, akan kakak lakukan segala macam cara untuk menemukan markas besar mereka". Nana berkata dengan nada serius.
Anna mengangguk, "aku ingin memenggal langsung kepala bos nya kak".
"dokter yang terkait juga harus dibasmi". kata Nana juga.
"ini menyangkut orang-orang penting, kita hancurkan organisasi mereka tanpa tersisa". sahut Anna juga terdengar kejam.
mereka seorang Ibu, jika perampok atau pencopet mungkin mereka masih bisa toleransi tapi tidak untuk penculikan anak, menyangkut anak itu tidak akan termaafkan oleh Ibu manapun.
memangnya apa salah anak-anak? mengapa mereka mengincar anak-anak? mati adalah keputusan yang sangat diinginkan semua Ibu-ibu yang ada di muka bumi ini untuk menghukum para penjahat tidak manusiawi itu.
.
.
__ADS_1
.