
.
.
.
malam hari, di Mansion Arkatama.
Kini Anna, Adi dan Nana ada di Ruangan bermain Rose, Anna memang sangat menyayangi Rose dan memilih bermain dengan Rose.
Adi dan Nana duduk disofa, "ada apa kak? apa kakak mau bertanya tentang Perusahaan? bukankah sudah ada Boy? ". tanya Adi tersenyum ramah.
Nana terkekeh pelan, "awalnya kakak bisa menyelesaikan masalah Anna tapi Kakak menghargaimu sebagai suami Anna, Suami kakak mengatakan harga diri lelaki akan rusak jika dianggap remeh? apa itu benar? ".
Adi mengulum senyum, "percayalah aku tidak pernah terluka jika kakak membela Anna, berkat Kakak aku mendapatkan bukti kejahatan Pria itu".
Nana tersenyum manis, "bersabarlah menghadapi Anna, saat ini hanya kamu yang dipercayainya perlahan dia pasti mencintaimu". kata Nana yang tau betapa besar Cinta Adi pada adik angkat kesayangannya itu.
Adi tersenyum membuat Nana ikut tersenyum,
"kamu tampan sekali". gemas Nana memuji Adi
Adi terdiam lalu melihat kebelakang ada seorang Pria tampan tengah berapi-api mendengar Istrinya memuji lelaki lain.
"sayang..? ". panggil Arka
Nana terlonjak kaget, "aduuh..! kenapa tidak bilang ada Suamiku? hmm? dia cemburuan, nanti senyummu menghilang dari muka bumi ini".
Adi menahan tawanya,
Arka datang langsung memegang dagu Adi, "kau dengar Adi? Istriku memuji lubang di kedua pipimu ini, perlu aku hilangkan? ". tanya Arka dengan datar dan matanya terlihat memerah geram dengan ketampanan khasnya Adi.
lubang Pipi maksud Arka adalah Lesung Pipi.
Adi menaikkan sebelah alisnya, "aku sudah punya Istri bang..!"
"Sayang sudah..? apa salahnya sih aku cuma memuji dia tampan, dia memang tampan tapi kamu suamiku jauh lebih sempurna, apa kamu masih cemburuan aja padahal udah punya anak, sikembar juga calon bayi didalam perutku ini? ". omel Nana menarik lengan Arka berusaha menjauhkan Arka dari Adi.
"sayang kamu memujinya..! aku akan musnahkan senyumnya ini, dia bisa jadi pebinor". kesal Arka
"aku udah punya Istri bang Arka..! lagian kamu lebih tampan dariku, apa yang membuatmu cemburu hmm? aku hanya menghormati Kak Nana sebagai Wanita yang sangat disayangi oleh Istriku seperti ibu kandungnya sendiri". jawab Adi dengan tenang.
Nana terkekeh pelan, "kamu dengar sayang?? jangan cemburuan ya? ". bujuk Nana.
Arka mendelik kesal, Ia tak menyangka wajah Adi begitu menyebalkan karna pancaran wajahnya Adi merasa tidak berdosa,
__ADS_1
sungguh Adi tidak ada niat sedikitpun menyukai Nana sebagai lawan jenis hanya menghormati saja tidak lebih.
Nana memang sangat cantik tapi namanya Cinta mau bagaimana lagi? Adi sudah terlanjur jatuh Cinta pada Anna yang juga sangat cantik dengan bola matanya berwarna biru.
Anna dan Rose mendengar keributan pun mendekat,
"ada apa sih? ". tanya Anna
"Papaa? ". panggil Rose
"sayang? ". Arka tersenyum lebar merubah ekspresi geramnya menjadi manis.
"ada apa Pa? kenapa Papa marah-marah sama Om Adi? ". tanya Rose dengan serius malah terlihat menggemaskan.
"mamamu memuji Pria ini sayang..! apa perlu Papa singkirkan Pria ini? ". tanya Arka membuat Nana memukul kepala suaminya.
"berani mengajari anakku seperti itu hah? mau aku suruh tidur diluar? ". peringatan Nana yang tak terima perkataan lisan suaminya.
"tidak sayang! tidak". jawab Arka cengar-cengir lalu menggendong Rose dan membawa pergi Putri kecilnya.
"bawa pergi suamimu Anna..! jangan sampai abang menghancurkan lubang pipinya itu". ancam Arka dengan serius didepan pintu.
Nana memijit pelipisnya, apa salah jika Nana memuji orang? bukankah Arka juga sering dipuji wanita? Nana tidak cemburu sama sekali karna percaya dengan suaminya tapi Arka? katanya percaya tapi masih saja mengancam akan menghabisi siapa saja yang membuat bibir Nana memuji Pria lain.
"ada apa kak? apa kakak memuji Adi? ". tanya Anna memicingkan matanya curiga.
Anna menggeleng kepalanya, "saat pertama berjumpa dengan Adi pun kakak memujinya sangat tampan".
"masa sih? ". Nana malah tidak ingat hari dimana Nana pertama kali bertemu Adi di Pesta pernikahan Ara dan Abi pernah memuji ketampanan Adi saat mengulum senyum padanya.
"tidak apa Kak..! kakak datangi saja bang Arka, menurut Adi wajar dia cemburu karna Laki-laki sejati memang tidak suka Wanita yang dicintainya memuji Pria lain". kata Adi dengan senyuman.
"aaah..? ". Nana hendak memuji Adi lagi tapi Anna segera membawa pergi Nana hingga masuk ke kamarnya.
Anna kembali ke Adi lalu berkacak pinggang, "kenapa tebar pesona? kamu mau membuat Kak Nana dan Bang Arka berantem ya? ".
"tidak Anna..! aku kalau menghormati seseorang memang tersenyum masa aku marah dan datar sih bicara dengan orang yang aku hormati". jawab Adi dengan tampang seriusnya.
"hormati gimana? kamu salah faham, lain kali senyum tipis saja sama Kak Nana". titah Anna dengan serius dan terlihat masih kesal.
"kenapa? kamu cemburu? ".celutuk Adi.
"cemburu dari mana? aku malah kesal karna kamu memisahkanku dengan Rose". geram Anna rasanya ingin mencakar-cakar wajah Adi.
Adi kembali tersenyum, "maafkan aku..! lain kali aku tidak akan tersenyum selebar ini pada wanita manapun".
__ADS_1
Anna menatap sengit Adi, "cepat..! aku mau pulang aja".
di kamar Nana dan Arka tidak ada pertengkaran sama sekali, hanya Arka yang mengomel karna tak terima Adi mempunyai lesung pipi membuat mata Istrinya berbinar saja, Nana meminta maaf pada sang suami sebab Ia tidak bisa menjaga lisan memuji Pria lain padahal bagi kebanyakan orang normal saja memuji Pria lain, tapi bagi Nana petaka karna suaminya itu cemburuan, kalau ketahuan Arka akan mengomel panjang tanpa rem merutuki si pemilik wajah tampan.
"sayang..? memuji bukan berarti kita harus memiliki nya kan?". kata Nana dengan senyuman.
Arka memeluk Istrinya dengan sayang, "aku tau..! jangan pikirkan aku sayang, aku terlalu panas tadi jangan sampai kamu stres hingga membahayakan anak kita".
.
sementara Adi dan Anna sudah tiba di Mansion Anna tepatnya berada dikamar,
"Anna? ". panggil Adi
Anna memberengut terus saja melangkah ke kamar mandi mengabaikan panggilan Adi, Adi berlari dengan langkah lebar dan menarik tangan Anna sampai Anna masuk kepelukan dan keningnya terbentur ke dada bidang Adi.
"aaahh? ". Anna meringis memegang keningnya.
"kan aku sudah bilang jangan berlari, sejak tadi kamu mengabaikanku". Adi mengelus kepala Anna.
Anna mendongakkan wajahnya, "kamu membuatku kesal". keluh Anna lalu menekuk wajah cantiknya.
Adi tersenyum, "hukum aku".
Anna menautkan kedua alisnya, "hukum? ". beo Anna.
"iya..! kalau kamu kesal padaku, hukum aku". pinta Adi perlahan melepaskan tangannya dari pinggang Anna.
Anna tampak berpikir, sepertinya Anna tertarik akan menghukum Adi malah sedang memikirkan hukuman yang pantas untuk Suaminya.
"kalau begitu tidur dikarpet". titah Anna.
"apa kamu akan memaafkanku besok paginya? ". tanya Adi seperti anak kecil memelas pada ibunya.
"hmm". jawab Anna mengangguk
benar saja setelah Anna menghukum Adi tidur dikarpet, Pria itu tanpa ragu menjalani hukumannya sampai Anna tersenyum di balik selimut.
"dia lucu sekali". batin Anna
sebenarnya Adi tidak bersalah karna Ia memang tidak tau cara bersikap hormat pada Orang yang Ia hormati hanya berpikir senyuman adalah yang terbaik karna Adi jarang tersenyum bahkan tidak pernah, sekarang Adi baru tau kalau senyumannya itu malah lebih berbahaya hingga membuat Anna kesal namun Ia dengan senang hati mau diajari oleh Anna karna gadis itu yang bisa mengaturnya bahkan memerintahnya sesuka hati.
.
.
__ADS_1
.