Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
akhirnya kalah


__ADS_3

.


.


.


"yah.. perempuan memang selalu benar". balas Radit pasrah.


"ini lebih rumit dari pada ditolak oleh klien". sungut Adi.


Bayu menahan tawanya, rasa Cinta kedua Pria itu kepada Istri mereka sangat besar sampai mereka terlihat menyedihkan seperti cinta di tolak saja padahal mereka akan menjadi seorang Ayah.


"kalau menurut saya lebih baik kalian ikuti saja aliran sungai yang mengalir". kekeh Bayu.


"kau tidak mengerti masalah kami yang lebih frustasi didiami oleh mereka". ketus Adi.


"hmm.. sangat tidak enak seperti kami ini hantu yang tidak ada dilihat ataupun dijawab". sungut Radit yang terlihat lebih menyedihkan saja.


Bayu menggeleng kepalanya pelan, "kalian memang sudah stres karna perempuan ya? seharusnya Tuan bersyukur Istri kalian hanya diam saja bukannya kabur dan meledak-ledak amarahnya seperti Kakak saya".


"apa kami harus bersyukur ha? itu lebih baik daripada di diamkan". oceh Radit.


"kami sudah menuruti permintaan mereka, semoga saja saat kembali semua sudah baik-baik saja". ucap Adi juga penuh harap.


Bayu diam saja sambil tertawa pelan, Radit dan Adi terlalu stres hanya didiami Istri sementara mereka tidak berpikir kalau perempuan yang kabur dari Rumah lalu saat ditemukan bukannya Suami atau keluarga yang marah-marah malah yang Kabur marah-marah padahal kelakuan perempuan itu sudah membuat pecah kepala 1 keluarga memikirkannya.


memang Pasal Perempuan selalu benar itu memang nyata bukan hanya bualan semata.


.


.


di tempat lain,


"aku senang kita bisa tidur bersama, main bersama seperti dulu lagi". oceh Caca bahagia.


"aku senang tapi apa kita tidak keterlaluan? suamiku sampai tidur di Apartemen lain demi aku". sahut Sekar.


"itu karna dia sadar kalau dia itu salah, udah tau kita ini bersama sejak umur 17 tahunan, mereka tidak tau arti persahabatan kita yang sama-sama berjuang dari nol". gerutu Caca.


"iya..! kita bahkan sudah bersama sejak dulu sebelum kita bertemu dengan mereka". Sekar mengangguk membenarkan.


"biarkan saja..! kita akan sapa mereka nanti kalau Mood kita sudah baik". sahut Anna.

__ADS_1


Sekar mengangguk begitu juga Caca,


selama 3 hari mereka menghabiskan waktu bersama-sama dan itu sangat menyenangkan seperti mengingat masa-masa saat muda saat masih di awal-awal kuliah.


di Meja makan,


Linda menggeleng kepalanya melihat tingkah Anna, mau diomeli pun tidak bisa karna Anna sedang mengandung dan memang sangat sensitif dan keras kepala, padahal suami Anna tidak terlalu salah tapi Anna yang membesarkan masalah sampai tidak sadar diam nya itu membuat Adi stres.


"lebih baik aku foto saja Nona lalu mengirimnya ke Tuan Adi, kasihan Tuan Adi yang pasti memikirkan Nona Anna disini". batin Linda lalu mengeluarkan ponselnya dan memotret Anna yang tengah tertawa lepas makan enak dengan Sekar dan Caca.


Linda melihat foto yang Ia kirim ke Adi dibaca langsung oleh Adi seolah Pria itu memang menunggu telfon atau pesan seseorang saja, Adi pasti tengah menunggu Telfon Anna tapi Istrinya Itu malah sibuk dengan kedua sahabatnya.


"syukurlah Tuan melihatnya, pasti Foto Nona di Perbesar oleh Tuan dan dilihat sampai rindu nya terbayarkan". batin Linda tersenyum tipis.


Anna memang keterlaluan begitu juga dengan kedua temannya, mau bagaimana lagi? Istri yang baik juga punya batas kesabaran apalagi sedang hamil, jangankan mengerti suami memikirkan Perasaan suami pun sulit bagi perempuan hamil hanya memikirkan perasaan mereka saja apalagi jika sudah tersinggung.


di kamar,


mereka bertiga terdiam sambil menatap ponsel masing-masing.


"hiks... hiks.. aku merindukan suamiku". isak tangis Sekar seketika seperti anak kecil.


"aku juga". sungut Caca berkaca-kaca mengelus perut datarnya.


"ini semua gara-gara kalian". kesal Sekar.


"kenapa jadi menyalahkanku? bukankah kemarin itu aku sudah bilang kalau kamu mau memaafkan suamimu ya sudah maafkan saja". sambar Caca tak terima.


"kalian ini kenapa selalu ribut sih? lebih baik kalian pergi saja dari kamarku". usir Anna.


"ini Rumahku dan suamiku". kesal Caca.


"ini sekarang kamarku..! sana kalian keluar aku mau mengheningkan Cipta". usir Anna tanpa hati.


Sekar mengotak-ngatik ponselnya lalu menangis menghubungi suaminya seperti anak-anak yang di tinggalkan orangtua ke luar kota, Sekar beranjak keluar dari kamar Anna dan pergi ke kamarnya.


Caca menunggu telfon sang suaminya yang biasanya Caca abaikan, Ia menatap layar ponselnya sambil keluar dari kamar Anna berjalan ke kamar Caca.


Linda tidur di sofa pun mendengar tangisan Sekar, "ada apa?". gumam Linda mengucek-ngucek matanya.


Linda mengerjab melihat Sekar menangis menghubungi Reyhan, sementara Caca tengah menatap layar ponselnya seperti menunggu telfon seseorang.


"apa mereka sudah tidak marah?". gumam Linda seketika tersenyum lebar.

__ADS_1


Linda yang melihat Caca dan Sekar keluar kamar Anna pun mencoba mencari tau keadaan Anna, Ia menahan senyum melihat tangisan Nona nya, dengan cepat Linda mengeluarkan ponselnya dari saku baju depannya lalu merekam moment Anna menangis merindukan Adi dan mengirimnya ke Adi.


"Hubby..? hiks.. hiks.. hiks... aku kangen". Anna seketika menangis saat kedua sahabatnya sudah keluar dari kamarnya tanpa menyadari Linda tengah merekamnya.


.


Adi yang sedang dalam perjalanan kembali ke Kota pun tersentak melihat Vidio yang dikirimkan oleh Linda.


"Ba.. Bayu..! cepat pulang..!". titah Adi memukul-mukul bahu Bayu.


"ke..kenapa Tuan?". tanya Bayu khawatir.


"ada apa?". tanya Radit yang terbangun saat mendengar keributan Adi.


sejak bertengkar dengan Istri yang selalu diam membuat mereka sulit tidur nyenyak,


"lihat...??". Adi memamerkan vidio Istrinya tengah merindukannya.


"kan sudah saya bilang ikuti saja alur sungai itu Tuan". kekeh Bayu akhirnya melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi.


Adi tersenyum bangga, Ia tidak sabar sampai di Apartemen Radit dan menemui Istrinya yang tengah merindukannya sama seperti Adi yang juga sudah gila merindukan Istrinya.


Radit mengucek-ngucek matanya pun mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi Caca sambil menggigit ujung kukunya dan langsung diangkat oleh Caca membuat senyumnya kian melebar.


"sayang? aku sangat merindukanmu". ucap Radit dengan nada bergetar.


"huaaahhhh... Hiks.. hiks.. aku juga, kamu dimana suamiku?? aku rindu". tangis Caca meledak seketika.


Radit berdiri seketika dan meringis saat kepalanya terbentur atap mobil, Ia terlalu khawatir sampai lupa tempatnya kini.


"maaf sayang.. aku baik-baik saja, aku akan segera pulang tunggu sebentar ya? aku akan pulang sayang". jawab Radit.


"j.. ja.. jangan dimatikan.. hiks.. hiks.. nanti kita putus nih". pinta Caca dengan sesegukan.


"iya sayang.! tidak akan aku matikan". jawab Radit cepat karna Ia tidak mau Istrinya marah lagi.


Bayu menggeleng kepala tak sengaja mendengar perkataan Caca yang mengancam akan putus padahal mereka suami Istri bukan pacaran lagi, Ia juga melihat Adi yang tak sabaran ingin cepat sampai menemui Istrinya itu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2