
.
.
.
beberapa hari kemudian,
Adi diundang di acara besar sebagai Presdir Asia Group yang baru, suami Anna yang merupakan cucu tunggal Asia Group berprofesi sebagai dokter bedah ternama.
"aku ikut juga? kenapa? ". tanya Anna dengan heran padahal pertanyaan Anna sangat konyol.
"bukankah kamu pemilik sebenarnya Anna? aku hanya ingin membawamu kesana, bagaimana jika ada yang tidak aku kenal hmm? ini Perusahaan besar". pinta Adi.
Anna diam memikirkan, "coba aku pikirkan ya".
Adi dengan gemas mengelus kepala Anna, "masih bisa berpikir hmm? ".
"ya iyalah..! lepaskan dulu aku Adi, aku akan lihat situasinya". omel Anna menepis pelan tangan Adi.
"Anna...? temani aku ya? aku takut ada Perempuan jahat yang sedang menggodaku, kamu tau sendiri kan banyak orang yang tau kalau aku suamimu, otomatis banyak wanita yang mengejarku karna tahta yang sedang aku pegang kini". bela Adi masih berusaha membujuk Anna.
"baiklah". jawab Anna tidak berpikir lagi,
membayangkan Adi didekati banyak wanita membuat Anna segera berpikiran buntu langsung menyetujui permintaan Adi yang ingin membawanya pergi ke acara besar.
Adi tersenyum lebar, sebenarnya alasan Adi saja yang ingin Anna ikut dengannya karna kalau memang ada wanita yang mendekatinya pasti Adi sudah usir dengan kejam tanpa peduli penilaian orang terhadapnya.
dulu Adi ditatap jijik oleh banyak wanita karna sebagian wajah dan tubuhnya yang jelek sekarang giliran Adi yang jijik didekati banyak wanita yang masing-masing punya tujuan untuk bisa bersamanya apalagi sekarang Adi berada di Puncak kejayaannya yaitu sebagai Presdir di Perusahaan milik Anna.
malam harinya,
"Anna? kenapa lama sekali? ". panggil Adi di sofa menunggu Anna yang sibuk di Ruang ganti.
"iya..? aku tinggal pakai lipstik doang". jawab Anna.
Adi mengangguk sambil menyibukkan diri memainkan ponselnya sesekali Ia melihat jam tangannya yang seharga mobil (uang Adi sendiri sebagai Pemilik Mal ANA).
"Anna..? sudah jam 8 sayang, acara sudah dimulai nih". panggil Adi sekali lagi.
__ADS_1
"iya..! udah siap, cerewet banget sih". Anna keluar dari Ruangan ganti dan Adi melihatnya langsung terpana juga takjub memandang penampilan Anna.
Anna sangat cantik dengan gaun berwarna Cream melekat di tubuhnya, ditambah perhiasan yang Adi berikan untuk Anna menambah kesan elegan nya Anna, tatanan rambut Anna juga tidak berlebihan hanya digerai kebelakang memamerkan bahu cantik dan anting-antingnya.
"dari tadi kamu dandan seperti ini Anna? apa kamu nyaman? ". tanya Adi setelah tersadar dari situasinya yang sempat menganga menatap Anna.
"tentu saja aku nyaman, aku harus tampil mewah lah, kan aku diundang sebagai Istri Presdir Asia Group". jawab Anna tanpa beban tengah tersenyum lebar membuat jantung Adi berpacu cepat saja.
Adi berjalan mendekati Anna karna ia sudah terbiasa dengan debar jantungnya itu jika bersama Anna lalu Ia memberikan lengannya ke Anna, Anna melingkarkan tangannya sambil tersenyum cerah.
"mari kita berangkat Nyonya". kata Adi dengan senyuman tampannya.
"hmm". Anna mengangguk sambil terkekeh anggun.
setibanya di Acara Besar itu, ternyata banyak tamu dari kalangan papan atas ada juga artis dan model menghadiri acara ternama itu, Adi yang diundang sebagai Pimpinan tertinggi Asia Group.
Adi jalan bergandengan tangan dengan Anna, mereka berdua terlihat mesra membuat para lelaki dan wanita iri saja dengan paras pasangan baru naik daun itu.
"lihat apa? ". tanya Adi berbisik ke Anna yang tampak sibuk mengedarkan pandangannya.
"aku..? hmm? hehe.. cari abang Arka siapa tau Kak Nana datang hari ini". cengir Anna.
mata Anna langsung berbinar melihat sosok idola serta panutan dalam hidupnya menghadiri acara ini walau tengah mengandung, perut Nana terlihat jelas sedang mengandung 3 bulanan.
"ayo aku bimbing kesana". ajak Adi dengan cepat Anna mengangguk-anggukan kepalanya.
Anna terkekeh melihat Arka yang tiada melepaskan Nana dari sisinya, sesekali Anna melihat tangan Nana mencoba melepaskan tangan Arka di pinggangnya yang mana asik mengelus perut Nana tapi ada saja kelakuan Arka yang tidak mau melepaskan Nana.
"Kak? ". panggil Anna dengan ceria.
Nana menoleh seketika senyumnya kian melebar, "Anna?? sayang?? kamu cantik sekali". Nana menangkup kedua pipi gadis bermata biru yang dianggap sebagai adik kandung Nana.
"kakak lebih cantik". jawab Anna juga memuji Nana.
Nana dan Anna berpelukan walau terganjal oleh perut Nana tapi tidak membuat mereka terganggu.
"bagaimana keadaanmu sayang? ". tanya Nana dengan gemas suka sekali memanggil Anna sayang.
"Anna baik-baik saja Kak..! kakak kok tumben datang? drama apa yang kakak rencanakan? biasanya Bang Arka tidak akan kasih izin kakak keluar demi nih si calon baby". Anna tertawa kecil mengelus perut buncit Nana.
__ADS_1
Adi dan Arka tampak akur dan berbicara hal bisnis, sementara Anna dan Nana berdua telah mengasingkan diri ke tempat makanan, sesekali Arka dan Adi memperhatikan Istri mereka dari jauh.
"Anna? ". panggil Roben.
Anna dan Nana menoleh, "Om Roben? ". beo Anna.
Nana tersenyum miring, "kenapa bedeb*h jahat ini disini? apa rencananya? ciih.. kalau emang iya aku tidak akan membiarkan orang jahat ini berhasil menjalankan rencananya". batin Nana yang bisa merasakan Roben punya rencana busuk.
"kenalkan Om.. ini Kak Nana kakak kesayanganku". Anna merangkul manja Nana dan menduselkan sisi kepalanya di bahu Nana.
"Saya Roben Om nya Anna Nyonya Muda". sapa Roben dengan ramah.
"iya..". Nana menganggukan kepalanya tanpa tersenyum menatap Pria didepannya.
"Om ngapain kesini? apa om bekerja di Perusahaan lain? ". tanya Anna
"Om mau bicara empat mata denganmu Anna". kata Roben dengan serius.
"Tidak bisa Om..! kak Nana bisa dong ikut dalam pembicaraan Kita, Kak Nana sudah seperti Kakak kandungku bahkan Kakek sangat menyayangi Kak Nana, tidak ada rahasia diantara kami". tolak halus Anna yang tidak mau pisah dari Nana terlebih lagi mereka berdua jarang bertemu karna kesibukan.
Roben gelagapan apalagi mata cantik Nana tengah menatap tenang dirinya namun tidak tersenyum, ia menyadari Nana terlihat tidak menyukainya jadi memilih mundur terlebih dahulu sampai Anna sendirian dan Roben bisa bicara dengan Anna.
"kenapa dia pergi sayang? apa dia takut kakak tau pembicaraannya? ". tanya Nana dengan sinis melihat kepergian Roben.
sebenarnya Nana cukup ramah tapi sejak hamil Ia tidak suka orang seperti Roben yang ingin menguasai sesuatu yang bukan miliknya, hal itu mengingatkannya pada mendiang Emma dan Celinne.
"biarkan saja Kak..! Anna tidak suka sama Om Roben". keluh Anna dengan manja.
Nana tersenyum lembut, "kakak juga tidak suka padanya, dia angkuh dan sombong saat menduduki Posisi Presdir Asia Group sementara".
"sekarang sudah ada Adi kak..! dia sangat hebat mengelola Perusahaan, semoga saja dia baik-baik saja dalam menghadapi penjahat seperti Om Roben". Anna tersenyum sambil membawa Nana ke meja tatanan buah segar.
"Anna tidak tau Fendy dibunuh oleh Adi? hama seperti Roben mudah dihabisi oleh Adi tapi semoga saja mereka tidak memancing kesabaran dan amarah Adi hingga akhirnya mereka tanpa sadar sudah menggali kuburan sendiri". batin Nana tersenyum tulus ke Anna.
Nana tau kekejaman Adi tapi mau bagaimana lagi? Nana tidak berhak ikut campur masalah Adi yang tidak suka terhadap orang yang menyakiti orang terdekatnya.
.
.
__ADS_1
.