Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
baik-baik saja


__ADS_3

.


.


.


"sayang..? anak kita sudah lahir..! sayang? anak kita sudah lahir". Adi menghapus air matanya.


Adi mengelap air mata Istri dan keringat Istrinya, Anna menebarkan senyum kelegaan tapi wajahnya masih sangat pucat.


"be.. benarkah?". tanya Anna dengan lemah.


"iya sayang..! anak kita sudah lahir, kata dokter Henny anak kita 2 laki-laki dan 1 perempuan". jawab Adi lagi.


Anna tersenyum, "aku bahagia telah memberimu anak suamiku, terimakasih sudah membuatku menjadi wanita yang istimewa". ucap Anna yang masih terdengar lemah.


Adi menggeleng kepalanya, "aku tidak mau kamu hamil dalam waktu dekat ini sayang, aku belum siap melihatmu seperti tadi lagi, aku belum siap hiks... hiks". Adi seperti bocah berbicara dengan Anna.


Anna mengelus rahang suaminya, "berkatmu aku bisa melahirkan dengan normal Hubby, kamu selalu rajin menemaniku senam ibu hamil".


"apa-apaan itu, tidak ada guna nya sama sekali". gerutu Adi.


"aku pikir kamu tidak akan kesakitan jika ikut senam itu tapi senam itu sepertinya tidak ada guna nya sama sekali". sambung Adi lagi.


"otot-otot rahimku menjadi lebih mudah dan lentur saat melahirkan anak-anakmu Hubby". jelas Anna tersenyum mengelus rahang Adi yang seperti bayi saja dimatanya.


Anna bahagia memiliki suami seperti Adi, Ia tidak menyangka akan mendapatkan suami yang sangat mencintainya melebihi nyawanya sendiri, jika Pria diluar sana pasti lebih memikirkan keturunan saja tapi Adi terlalu memikirkannya sampai suara tangis anaknya saja tidak terdengar lagi olehnya.


.


Anna keluar dari Ruang persalinan, para suster menghentikan Brankar di Luar sebab Keluarga Anna sudah menunggu.


"kak Nana?". senyum lebar Anna melihat Wanita yang sangat Ia panuti ada di dekatnya.


Nana mendekati Anna dan mengelus kepala Anna, "akhirnya kamu sudah menjadi wanita sempurna sayang, selamat ya? kamu telah menjadi seorang Ibu".


Adi melihat Leonard yang menatap ketiga anak kembarnya di pelukan Anna hanya tersenyum lalu berbisik pada Leonard untuk lebih bersabar memberi waktu pada Anna berbicara dengan keluarga Nana.

__ADS_1


"sayang?". Dewi dan Diah mengelus kepala Anna dan mencium kening serta pelipis Anna.


Anna merasa bahagia dengan dukungan keluarganya, semua keluarga Nana membantu mendorong brankar Anna sampai tiba di Ruangan VVIP 1, disana sudah ada Sekar yang tidak mau berpindah ke Ruangan VVIP 2 disebelahnya sebab Ia menunggu Sahabat baiknya yang sedang berjuang melahirkan 3 anak kembarnya.


"Annaa?". Sekar mengulurkan tangannya.


keluarga Nana terkekeh lalu memberi jalan untuk Sekar dan Anna bersama, Reyhan menyatukan Brankar sang Istri pada Anna.


"bantu aku suamiku". pinta Sekar memelas.


Reyhan pun membantu Istrinya duduk, Sekar memegang perutnya dan tersenyum lebar ke arah Anna, tangan mereka saling bertautan.


Adi memberikan anak pertamanya pada Leonard yang terharu dengan cicitnya yang mirip sekali dengan Anna padahal laki-laki, tapi anak perempuan Anna malah sangat mirip dengan Adi.


Sarah dan Aman tidak bisa datang, mereka harus menjaga Baby kembar dan Ren serta Rose yang harus sekolah esok hari, mereka akan datang ke Mansion Anna di hari Ren dan Rose libur sekolah.


"Anna? selamat ya?". ucap Sekar masih menggenggam tangan Anna.


Anna tidak bisa duduk, Ia hanya memutar kepalanya dan tersenyum hangat wajahnya tak sepucat sebelumnya lagi.


"ternyata melahirkan tidak sulit Sekar hanya menunggu buka jalannya yang sangat menyakitkan, beruntung aku ikut senam ibu hamil". senyum lebar Anna.


Anna terkekeh, "bersenang-senanglah punya mertua Sekar, aku cukup iri padamu".


Sekar mengerucutkan bibirnya,


"selamat ya Anna..! kamu wanita yang hebat, ku mohon beri semangat juga pada Istriku saat aku tidak waras melihat rasa sakitnya, seperti Adi yang kehilangan akal melihatmu kesakitan". pinta Reyhan dengan tulus.


Anna tersenyum dan menganggukkan kepalanya, "tentu saja, Sekar adalah sahabatku bersama Caca".


"dimana Caca? apa tidak bisa datang?". tanya Anna celingukan.


"sepertinya drama nya pada mertuanya itu tidak berhasil". jawab Sekar terkikik.


mereka tertawa bersama, Anna masih bisa tertawa pelan tidak bisa tertawa keras atau lepas.


Adi menoleh ke Anna dan mengecup pelipis Anna yang memutar kepalanya ke arah Adi,

__ADS_1


"terimakasih sayang". ucap Adi dengan tulus.


"maafkan aku yang melukaimu Hubby!". ucap Anna yang mengingat dirinya berkali-kali menyakiti Adi.


"aku tidak apa-apa sayang". jawab Adi mengambil tangan Anna dan mengecup punggung tangan Anna.


"aku akan menjaga dengan baik harta yang tidak ternilai itu harganya, pemberian Istriku sangat menakjubkan sampai aku tidak bisa berucap apa-apa". kata Adi lagi.


Anna tersenyum lalu mengelus rahang suaminya, "obati lukamu ya? pipimu tergores".


Adi menggeleng kepalanya, "biarkan aku seperti ini sampai sembuh sendiri, lukaku ini akan sembuh dalam beberapa hari tapi luka mu ini sembuh berhari-hari bahkan sampai berminggu-minggu sayang".


"tapi Hubby? ". Anna lalu Adi menutup bibir Anna dengan jari telunjuk Adi yang menggeleng-geleng kepala dengan senyuman.


"kamu segalanya bagiku sayang". kata Adi dengan serius lalu Anna tersenyum.


Anna dan Adi melihat ke arah Sekar yang tengah disayang oleh Reyhan juga, mereka mendengar Reyhan tengah memohon pada Istrinya untuk berjuang bersama Reyhan seperti Anna yang berjuang untuk Adi dan anak kembar mereka, lalu Anna dan Adi melihat ke arah Nana, Dewi, Diah tampak asik menimang, menatap Putra kedua Anna yang mirip dengan Anna.


Arka dan Yardan malah menggendong si putri bungsu Anna yang mirip Adi, sungguh paras ketiganya sangat lucu juga menggemaskan, Adi dan Anna juga melihat ke arah Leonard yang menimang-nimang Putra pertama nya dilihat oleh Mama Eve bersama Papa Andi begitu gemas dengan paras Putra sulung Anna yang mirip dengan Anna.


"kita main bola nak? kita akan main bola cicitku". senyum lebar Leonard menimang Putra Pertama Anna yang begitu Ia sukai, Ia sayang dengan semua cicitnya tapi harus memikirkan yang lainnya seperti Keluarga Nana juga sangat menyayangi Anna seperti keluarga sendiri jadi harus berbagi kebahagiaan.


.


"kenapa sayang?". tanya Reyhan mengelus pipi Sekar.


"aku yakin Caca pasti menangis saat ini". gumam Sekar dengan sedih.


"kenapa dia menangis? asalkan Anna baik-baik saja itu tidak masalah kan?". tanya Reyhan.


"tapi Caca dan Anna seperti saudara kandung, bahkan Mama dan Papa nya saja tidak pernah melarang Anna bersama Caca, mereka malah mendukung Caca yang ingin tinggal dengan Anna, Caca itu pengawal bayangan Anna sejak kecil". jelas Sekar lagi.


"iya, tapi aku yakin dia pasti bisa mengatasi segalanya". jawab Reyhan menyemangati Istrinya.


Sekar pun mengangguk lalu melihat ke arah Adi dan Anna yang tampaknya belum mau memberi nama pada ketiga anak kembarnya, Anna pasti ingin menunggu Caca datang untuk mendengar nama ketiga anak-anaknya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2