Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
di undang


__ADS_3

.


.


.


berita Nana dan Anna berhasil menangkap para penculik anak tersebar luas di medsos, mereka di undang di acara penghargaan terbesar di indonesia di datangi oleh para pejabat tinggi negara.


teman-teman Anna dan Nana mengucapkan selamat dengan memberi segala kado istimewa yang mahal dan limited ke masing-masing tempat tinggal Anna maupun Nana, dan banyak juga para Ibu-Ibu tidak dikenal mengirim hadiah juga ke Mansion Anna sehingga Ruangan Khusus Yoga Anna sangat penuh.


di Mansion Anna,


Anna memijit pelipisnya melihat banyaknya kado di Ruangan khusus miliknya, Fitri tampak asik membuka kertas kado itu dibantu oleh Fiona yang juga bahagia membuka isi-isi kado itu seperti berasa ulang tahun kembali.


sebenarnya anak-anak mereka ulang tahun hanya mengundang keluarga dekat saja, dan Pesta ulang tahun besar mereka akan dirayakan saat berusia 17 tahun supaya spesial dan istimewa.


Leonard bersama kedua cucu laki-lakinya sedang main basket di Ruangan khusus, kedua anak laki-laki Anna dan Adi itu suka berolahraga.


"kenapa sayang?". tanya Adi mengulum senyum.


"jangan berpura-pura tidak tau Hubby..! ini kenapa kadonya sebanyak ini? kan aku udah bilang tidak usah diterima". kesal Anna.


"aku sudah berusaha menolak sayang tapi mobil box besar berisi paketan datang sendiri ke Mansion ini dan menurunkan semuanya, supir dan petugas Paketan itu tidak minta apapun langsung pergi saja meninggalkan semua didepan Mansion". jawab Adi.


"haissh". Anna mendelik sebal.


"lihatlah !! sebagian dari mereka membelikan boneka, pakaian, untuk anak-anak kita, walau murah tapi pemberian mereka tulus". tunjuk Adi dengan gemas melihat kedua putri kecilnya sedang tertawa riang membuat sampah kado berserakan disekitar.


Anna melihat itu pun tak lagi sebal tapi tidak juga bahagia, Ia tidak pernah berniat ingin menjadi pahlawan tapi mengapa semua orang mengatainya pahlawan?


"aku sudah tau semua ini akan terjadi sayang". jawab Adi lalu Anna memutar kepalanya melihat ke Adi.


"kok bisa tau? kado-kado ini juga tau?". tanya Anna.

__ADS_1


"aku tau Istriku akan terkenal karna kasusnya ini memang sedang lagi viral, puluhan anak meninggal dengan perut kosong diberbagai daerah di kota kita tapi kamu berhasil menyelamatkan puluhan anak yang disekap oleh mereka, berkat Kak Nana penjualan anak itu di tutup". Adi.


"apa dokter yang terlibat sudah tertangkap?". tanya Anna dengan geram.


"sudah". jawab Adi yang membantu Arka dalam menangkap dokter yang ikut memperjualkan org*n tubuh dengan ilegal.


mereka senang terlibat dengan masalah yang sedang ditangani oleh Istri mereka berdua walau hanya menangkap tikus besar, bukan Raja.


"semua sudah selesai tapi kenapa mereka memberiku masalah ini? apa aku minta hadiah pada mereka?". sungut Anna.


Adi menghela nafas lalu menjelaskan pada Anna bahwa hampir setiap tempat penduduk Indonesia mayoritas perempuan dan sudah menikah juga memiliki anak, mereka yang seorang Ibu juga ingin membantu Ibu para Korban penculikan anak, tapi tidak bisa bertindak seperti Anna dan Nana yang turun langsung kelapangan, alhasil mereka membantu doa.


Anna yang mendengar penjelasan Adi pun mengerti, ternyata bukan hanya Nana atau dirinya saja merasa sedih dengan Ibu-Ibu yang kehilangan anak, banyak dari mereka yang membantu dengan doa dan mengumpati pelaku tidak manusiawi itu, mereka yang hanya rakyat jelata bisa nya bantu doa dan memaki saja.


Anna dan Nana adalah perwakilan Para Ibu-Ibu di Negara ini, memiliki Hacker hebat, kepintaran, kekayaan, kekuasaan yang mampu menangkap markas besar-besaran para penjahat itu, jika rakyat biasa? mereka hanya bisa bantu doa.


.


"tapi kan mereka kan bisa bantu doain aku juga kenapa harus mengirim kado segala". gerutu Anna memanyunkan bibirnya.


Anna menganggukkan kepalanya lalu melihat ke Fitri membuatnya menganga begitu juga Adi tertawa lebar, putri bungsu mereka memakai topi berlapis-lapis, kacamata, jaket, sepatu berbeda sebelah kiri dan kanan, celana miring.


Fiona memakaikan semua kado-kado sederhana itu ke tubuh mungil adik perempuannya, mereka tidak memilih harus mendapatkan kado mahal, baik Fiona maupun Fitri terima hadiah apapun tidak memikirkan harga hadiah itu.


"kenapa anakku jadi seperti itu?". tanya Anna ke Adi.


Adi tergelak gemas, Fiona pun tak berbeda jauh memakai semua kado-kado pemberian fans Mommynya, Adi memotret moment menggemaskan putri-putrinya dan mengouploudnya ke sosmed yang langsung di komentar baik oleh para netizen yang gemas dengan tingkah Fiona dan Fitri.


"kenapa kamu menyebarkannya ke medsos Hubby? anakku seperti orang tidak waras". amuk Anna memukul bahu Adi.


"tapi aku mau menunjukkan pada fans-fans mu kalau barang pemberian mereka sudah melekat di tubuh anak-anak kita". jawab Adi tidak marah dengan pukulan sang Istri malah membela diri.


Anna terdiam lalu mengeluarkan ponselnya dan melihat postingan sang suami yang membuat Caption ucapan terimakasih pada mereka yang memberi hadiah untuk anak-anaknya.

__ADS_1


"bagaimana sayang? mau aku hapus?". tanya Adi menaik-turunkan kedua alisnya.


Anna menekuk alisnya lalu mendekati Fiona dan Fitri, kedua anak-anaknya mengocehi sang Mommy tentang kado-kado itu.


Adi bergabung dengan keluarga kecilnya, "apa nanti malam kamu datang ke acara itu sayang?". tanya Adi.


"apa aku punya pilihan untuk menolak? aku bisa diseret oleh para tentara kan?". gerutu Anna.


Adi tertawa kecil, "kalau ada yang menyeretmu sayang, aku akan jungkir balikkan kepalanya". jawab Adi serius.


"ini negara Hubby..! aku akan datang, lagian kak Nana pasti datang". jawab Anna.


"mau aku datang juga?". tanya Adi serius.


"bisa? apa kamu tidak sibuk By?". tanya Anna balik.


Adi menggeleng kepalanya membuat senyum Anna langsung melebar, tentu saja Ia senang kalau Adi ikut bahkan Ia tidak takut membawa anak-anaknya ke acara itu.


"sayang? ini apa nak?". tanya Anna ke Fiona melihat gelang kaki yang bertengger di kedua kaki Fiona.


Fiona nyengir kuda, "mom..! sualanya cantik banget, gemelincing-gelemelincingnya Piona cuka".


Anna mengelus kepala Fiona lalu beralih ke Fitri, Ia mengangkat topi yang menutupi wajah super imut putri bungsunya lalu Ia juga melepas kaca mata Fitri, sementara Fitri sibuk membuka kertas kado dan membuangnya kesamping.


"nak..? ini Papa disini". Adi merengek.


Fitri menoleh lalu menyeringai lebar dengan pekikan kecilnya yang pura-pura kaget sungguh menggemaskan dimata Adi sambil mengambil sampah kado itu dan membuangnya kebelakang, parasnya yang sangat imut membuat Adi gelisah.


"aku harus siapkan 20 pengawal untuk menjaga putri-putriku nanti, aku akan habisi laki-laki yang mendekati anakku". kata Adi dengan serius.


Anna menjatuhkan rahangnya, "kamu tidak mau bermenantu? kenapa dibunuh?". bentak Anna.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2