Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
kesal


__ADS_3

.


.


.


mereka jalan bergandengan tangan, Adi membawa semua belanjaan Anna dengan sebelah tangannya saja sehingga para wanita yang melihat mereka gemas, Anna sangat hebat bisa memerintah Adi membawa banyak barang belanjaan Anna padahal Adi adalah pemilik Mal ini.


"eeh..? ada apa sayang?". tanya Adi kaget melihat Anna menghentikan langkah kakinya.


Anna menatap lama kedepan dan ia sedang meneliti Pria yang cukup jauh darinya lalu Adi melihat arah tatapan Istrinya membuat matanya melebar kaget.


"sayang..? kenapa kamu memandang Pria lain hmm?". tanya Adi dengan nada cemburu menutupi pemandangan yang tengah ditatap Istrinya itu.


"bukan Hubby..! dia itu Ridwan". jawab Anna menyembulkan kepalanya melihat Pria yang pernah Ia suka.


"Ridwan? cinta monyetmu saat masa SMA?". tanya Adi tak suka.


"iya.. tapi kenapa dia bisa ada disini ya? bukannya dia punya pesantren besar di Luar Kota?". tanya Anna dengan tatapan bingung malah tidak menyadari perbuatannya membuat Adi panas-dingin karna cemburu.


"mungkin saja dia ada urusan sayang, yang jelas bukan urusan kita kan?". jawab Adi dengan serius.


"iya.. pasti ada masalah, bukankah mereka orang kaya ya? kenapa pakaian dia berubah?". gumam Anna penasaran masih asik memperhatikan Pria itu.


Anna yakin semasa SMA pakaian Pria yang pernah Ia taksir itu tidak pernah berpakaian seperti mereka melainkan berpakaian (baju) Koko yang dalam dan panjang tapi kini Anna malah melihat Pria yang Anna kenal bernama Ridwan itu berpakaian tidak seperti dulu lagi, tentu saja Anna penasaran.


Anna hendak mendekati Ridwan dan bertanya dengan kondisi Ridwan tapi dicegah oleh Adi yang tampak memelas dengan menggeleng kepalanya.


"kenapa Hubby? aku hanya bertanya untuk berbasa-basi pertemuan teman sekolah dulu kan?". tanya Anna yang tidak sadar.


"sayang..? aku mohon jangan mendekatinya ya? aku sangat cemburu apalagi dia Pria yang pernah kamu taksir pasti dia punya kelebihan kan?". pinta Adi memelas.


"tapi aku hanya bertanya Hubby..! dia berubah bahkan berani menatap mata lawan jenisnya padahal dulu dia tidak berani menatap kami perempuan yang tidak menutup aurat katanya". balas Anna memelas.


Adi menggeleng kepalanya, "sayangg? ayo kita pulang ya? pasti Kakek merindukanmu". bujuk Adi memelas.


Anna menatap mata Adi yang terlihat terluka seolah Anna telah melakukan kesalahan, alhasil Anna mau menuruti permintaan Adi dan pulang ke Mansion Anna.

__ADS_1


.


"sayang..?". Leonard tersenyum lebar menyambut Anna yang baru saja pulang dari Apartemen Radit dan Caca.


"kakek?". Anna memeluk Leonard dengan manja hingga Leonard tertawa mengelus perut Anna yang sudah membesar seperti hamil tua saja.


"bagaimana nak? hubungan kalian baik-baik saja kan?". tanya Leonard serius.


"baik Kek". jawab Anna cepat tanpa mengizinkan suaminya berbicara.


Adi hanya tersenyum mengelus kepala Anna, bahkan jika dirinya ditanya pun Adi tidak akan mengatakan pada Leonard mereka sempat berdebat karna Adi yang terlalu mengekang Anna sampai Anna marah dan mendiaminya.


"oh.. iya nak..! tadi Mia menelfon katanya ingin datang mau makan malam dengan kita". Leonard.


"Mia Kek?". tanya Anna berbinar.


"iya..! suara anak itu terdengar lantang sepertinya dia bahagia". kekeh Leonard.


"tentu saja Kek! David pasti mencintainya walau tau dia merepotkan Istrinya". sahut Adi.


Adi dan Leonard tertawa bersama,


Adi meminta Linda membawa belanjaan Istrinya dan Linda segera mengambil belanjaan Anna dimobil Adi setelah itu diantar ke Kamar Anna, awalnya Linda mau menyusunnya tapi melihat ada Lingerie tipis membuatnya malu lalu segera menyimpan belanjaan Anna tanpa berniat menyusunnya lagi, Linda mengira Lingerie itu belanjaan Anna padahal sebenarnya Adi lah yang memaksa membeli baju yang tidak tau fungsinya itu, bahkan menurut Linda lebih baik tidak usah berpakaian saja.


.


"ada apa Lin? kenapa wajahmu memerah gitu?". tanya Anna yang tiba-tiba muncul mengelus perutnya.


"eehh..? Nona? apa Nona butuh sesuatu? kenapa Nona sendirian? dimana Tuan Adi?". cecar Linda.


Anna mengerutkan keningnya, "Suamiku sedang berbicara dengan Kakek, aku kesini karna meminta bantuanmu untuk menyusun pakaian baruku". jawab Anna.


"aah.. baik Nona". jawab Linda sekuat tenaga menutupi wajah malunya padahal Anna tau wajah Linda sedang malu tapi tidak tau apa permasalahan Linda hingga bisa malu begitu.


Anna meminta Linda membawa belanjaannya ke Ruang ganti bajunya lalu menyusun semua daster cantiknya di lemari paling bawah dan di gantung saja supaya Anna tidak kesulitan mencari pakaian ganti setelah membersihkan diri (mandi).


Anna mengerutkan keningnya melihat paperbag besar lalu membalik semua itu untuk mengeluarkan isinya hingga mata Anna terbelalak melihat pakaian yang berserakan itu.

__ADS_1


"i.. ini?". Anna mengambil salah satu pakaian,


"hah?? Hubbbyyyy". Anna melepaskan pakaian yang baru saja Ia pegang lalu melihat pakaian lainnya.


"apa-apaan ini? kenapa dia beli banyak sekali? hah? warna hitam, merah, Pink, Biru? apa ini? kulit? ini..? ini apaaa??". sambar Anna yang merasa geli dengan pakaian yang dibelikan suaminya sangatlah banyak.


Anna mengira Adi hanya membeli pakaian itu 1 atau 2 paling banyak tapi tanpa diduga, Adi membeli nya sangat banyak dan berbagai warna mencolok, ada juga Br* berwarna kulit hal itu membuat Anna geli.


"hmmfft..! ". Linda menutup mulutnya dengan cepat.


Anna mendelik tajam ke arah Linda, "kenapa bisa sebanyak ini Lin?". tanya Anna seolah Protes ke Linda.


"saya tidak tau Nona, bukankah Nona yang belanja dengan Tuan?". tanya Linda dengan wajah memerahnya.


"tapi ini bukan perbuatanku Lin, kamu jangan salah faham padaku ya? aku benar-benar tidak tau simesum itu membeli banyak jaring-jaring ikan ini". cerocos Anna dengan kesal.


Linda seketika menyemburkan tawa nya yang sejak tadi Ia tahan-tahan akhirnya lepas juga saat Anna mengatai suaminya sendiri itu Si mesum, biasanya perempuan yang menggoda laki-laki tapi mengapa tingkah pasangan ini malah Pria yang ingin Istrinya menggoda si Pria nya.


"kenapa kamu tertawa Lin? aku tidak mau tau..! buang ini cepat..!". titah Anna dengan mata melotot.


"tidak bisa Nona..! saya takut". ucap Linda buru-buru memasukkan pakaian aneh bin ajaib itu ke dalam laci lemari Anna yang kosong.


"Lindaaaa?". teriak Anna menggema.


"ampuni saya Nona". ucap Linda memelas lalu berlari keluar saat Adi muncul di pintu ruangan ganti.


"ada apa Lin? kenapa Istriku berteriak? kau apakan dia?". sambar Adi.


"Nona meminta saya membuang pakaian seksi itu Tuan, saya permisi Tuan". jawab Linda lalu segera melarikan diri dari sana.


Anna menatap tajam si pelaku yang membuatnya malu didepan Linda, Ia mengomeli sang suaminya yang malah tersenyum mendengar omelan Istrinya itu, menurut Adi yang sudah tergila-gila pada Anna, Anna sangat seksi saat mengomel dan melototkan matanya itu ke Adi.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2