
.
.
.
di tempat lain,
Adi, Bayu dan Radit pergi ke Restaurant dan bertemu klien penting utusan Tuan Damanik.
Bayu takjub dengan jumlah pemasukan Asia Group berkat Ide Adi yang mencurahkan semua kejeniusannya untuk memutar uang masuk Perusahaan Asia Group sebelumnya, Bayu tidak menyangka otak Adi sangat encer hinggga bisa berbisnis.
"siapa yang akan menyangka saat tampangnya Adi dulu semasa SMA dia dibawahku sekarang menjadi Pria nomor 1 di idamkan oleh Para wanita sebelumnya Tuan Arkatama, Wanita menyukai Pria Kaya-Raya saja, karna Adi Penguasa Asia Group yang kekayaannya berlimpah-limpah". batin Bayu.
Tuan Vano (Arka) sangat kaya tapi kekayaan Asia Group melebih-lebihi kekayaan Perusahaan Arkatama Group namun jika digabung dengan kekayaan Istrinya mungkin akan setara tapi namanya saja perempuan suka akan sesuatu tidak bisa menetap pasti rasa kagum dan suka mereka berpindah-pindah mengikuti zaman.
Radit menepuk bahu Bayu yang terkejut menoleh ke Radit,
"kenapa? kau lamunkan apa?". tanya Radit.
"maaf Tuan Radit, saya hanya kagum dengan pemasukan Uang Perusahaan Asia Group, harap maklum Tuan batas saya menghitung uang hanya 100 Juta saja tapi sejak bekerja menjadi Asisten Tuan Adi, pemasukan uang Perusahaan sampai Triliunan". cengir Bayu.
Radit terkekeh, "jadi wajar banyak manusia serakah kan? orang jujur itu sulit dicari kalau sudah membahas uang keluarga pun bisa menjadi musuh terbesar". bisik Radit.
Bayu tidak mengerti mengangguk saja, Ia tidak tau arti perkataan Radit yang membahas keluarga Anna saat menjabat sebagai pimpinan tertinggi Asia Group.
(Pembicaraan Translete dari bahasa Asing)
"apa ini?". tanya Adi menerima sebuah kotak cantik dibaluti kotak kado yang sangat indah seperti di tata oleh orang yang sangat profesional.
"itu adalah Pemberian Nona Sarla, mohon Tuan berikan pada Nona Anna". jawab orang utusan Damanik itu.
Adi mengulum senyumnya, "baiklah..! sampaikan rasa terimakasihku padanya".
"baik Tuan, akan saya sampaikan". jawab Utusan itu seorang Pria paruh baya.
"bagaimana keadaan anak itu?". tanya Adi.
"seperti yang anda tebak Tuan, Nona Sarla sedang menikmati hidupnya sebagai gadis yang periang, dia hoby bernyanyi, balet, berdansa juga punya cita-cita yang tinggi akan menjadi seorang dokter hebat seperti Nona Anna". jawab Pria itu dengan senyuman.
"baiklah..! Istriku pasti bahagia mendengarnya". Senyum tipis Adi.
Adi mengerutkan keningnya saat ada kado lagi dari Damanik dan Istrinya (Rheiny), ada juga kado dari Samta (abang kandung Sarla).
__ADS_1
"apa Istriku ulang tahun? kenapa mereka memberi kado pada Istriku?". cecar Adi dengan Bahasa sendiri.
Si Utusan Damanik tidak mengerti perkataan Adi tapi menebak Adi sedang kesal karna melihat banyaknya hadiah yang diberi keluarga Damanik, lalu Ia mengatakan bahwa apapun yang mereka berikan belum ada apa-apanya dibanding dengan kebaikan Anna yang sudah menyembuhkan harta berharga mereka.
"baiklah..! sampaikan rasa terimakasihku pada mereka dan katakan pada Sarla, dia harus menjalankan hidupnya dengan bahagia tanpa harus dipaksa oleh apapun, Anna-Ku tidak meminta dia harus menjadi dokter lakukan saja semua yang membuatnya bahagia karna itulah tujuan Anna menyembuhkannya". kata Adi dengan bahasa asing.
"baik Tuan, akan saya sampaikan pesan itu tanpa ada yang tertinggal". jawab Pria Paruh Baya itu mengulurkan tangannya dan Adi menyambutnya.
mereka pun berjabat tangan lalu berpisah sebab Pria itu harus langsung terbang ke Luar Negeri.
"kenapa Di?". tanya Radit duduk disamping Adi layaknya sahabat baik.
Bayu juga duduk disisi lain Adi tapi tidak bersuara, walaupun Adi sangat baik padanya tapi Bayu tidak berani berbicara tidak sopan pada Adi yang telah mengangkat derajatnya dari seorang lulusan dari kampus biasa bukan kampus elit atau ternama.
"aku tidak mengerti saja dengan hadiah mereka, aku merasa hadiah mereka pasti barang-barang mahal lagi". jawab Adi memijit pangkal hidungnya.
"memangnya kenapa kalau barang mahal? bukannya bagus ya?". tanya Radit terkekeh.
"jangan mengejekku Dit..! aku tau kalau istrimu pasti sudah mengatakan bagaimana watak Istriku itu, aku pasti yang kena sembur bisa nya kalau aku yang memberikan hadiah itu padahal bukan aku yang membelinya". gerutu Adi.
(Bisa Ular maksudnya berceloteh dan mengomel)
Bayu tersenyum, "kalau begitu Tuan terima saja Bisanya".
"ayo kita pulang..! sejak kita bekerja bertiga semua masalah cepat kita selesaikan, kita bisa pulang cepat". ajak Radit.
Adi mendengus tapi Ia juga ingin pulang.
di Parkiran,
Adi, Bayu dan Radit tidak sengaja bertemu Bunga.
"Adii?". Bunga berlari mendekati Adi dan tersenyum lebar.
"kenapa pula Rubah betina ini disini". umpat Bayu dibalas kekehan oleh Radit.
"kami pergi!". Izin Radit.
Adi menarik kerah baju Bayu lalu mendorongnya ke Bunga yang tersungkur seketika, Bayu bergidik ngeri segera bangkit dan berlari seperti orang kesetanan masuk ke mobil Adi.
"awwh..? sial*n kau Bayuu!". teriak Bunga dengan geram.
di dalam mobil,
__ADS_1
"kenapa Tuan melemparku padanya?". tanya Bayu seperti sedang protes dengan kelakuan Adi yang semena-mena.
"bukankah kau menyukainya dulu? aku hanya membantu mu dekat dengannya". jawab Adi tanpa beban.
"terimakasih atas kebaikan Tuan tapi bukankah Tuan yang menyukainya sampai dipermalukan didepan umum?". ledek Bayu dengan tangkupan tangannya.
Adi menatap tajam ke Bayu yang mendengus menatap arah lain, Radit dibelakang mereka tertawa lepas.
"itu hanya masaku saat masih naif". bela Adi.
"memang anda pikir saya sudah dewasa saat itu? saya juga masih naif jadi berhenti berbicara saya suka padanya, dia lebih mengerikan dari seorang jal*ng dan pelac*r". gerutu Bayu.
"hmm". sahut Adi tidak peduli.
Adi memberhentikan mobilnya di halte bus lalu mengusir Bayu dan Radit seperti mengusir ayam, mereka terpaksa keluar dari mobil bos pelit dan perhitungan itu padahal mereka jalan juga satu arah.
"kenapa Tuan Adi kejam sekali?". tanya Bayu dengan kesal ke Radit.
"dia memang kejam karna hidup yang dia lalui lebih kejam dari apapun, kalau kau mau kaya harus tahan dengan sikapnya itu". kata Radit dengan enteng.
Bayu menganga melihat Radit naik taksi tapi tidak mau membawa Bayu, Bayu harus mencari taksi sendiri, angkot atau Bus sendiri.
"Kepribadian mereka mirip maka nya bertahan lama, pantas mereka bersahabat karna sama satu aliran menyebalkan". kekeh Bayu yang tidak merasa tersinggung.
menurut Bayu bekerja dengan Adi lebih baik dari atasan Bayu dulu yang cerewet dan kejam dalam hal gaji padahal gaji tidak seberapa, berbeda dengan Adi yang perilakunya suka-suka, sikap kejam bukan memukul atau memotong gaji padahal gaji Bayu besar, walaupun sempat dibentak dan dimarahi oleh Adi itu masih batas wajar karna Bayu memang salah.
"mana taksi nya?". gumam Bayu.
Bayu melihat angkot pun malah naik angkot, Ia akan menabung 2 bulan lagi supaya bisa membeli mobil dengan kontan tanpa bayar cicilan.
.
Adi membeli martabak mesir untuk Istri juga teman-teman Istrinya, Ia tinggal disana juga tau diri membeli banyak perlengkapan makanan di Supermarket untuk menjadi cemilan istrinya nanti saat ingin makan, itu sebabnya Ia mendepak kedua bawahannya dijalanan supaya naik mobil lain saja.
Bayu yang ada didalam angkot melihat mobil Adi keluar dari Supermarket lalu terkekeh pelan membayangkan Adi membawa belanjaan emak-emak.
"belanja toh". kekehnya geli.
.
.
.
__ADS_1