
.
.
.
"ternyata naik mobil". gumam Nana.
"iya kak, apa perlu kita telusuri mobil itu kak?". tanya Anna.
"Ibu ini pasti tidak ingat Plat nya atau mungkin orang itu menutupi plat mobilnya". sahut Nana.
"benar neng..! saya mah tidak ingat platnya". jawab Mbak itu dengan malu-malu.
"tidak apa bu, kami akan cari lagi ya bu? terimakasih atas informasinya". ucap Nana dengan sopan.
"terimakasih bu". sambung Anna juga menangkupkan kedua tangannya.
"sama-sama neng". jawab mbah itu dengan senang.
Nana dan Anna jalan bergandengan tangan, mereka terlihat sangat menawan saat serius bahkan kecantikan mereka sekarang bisa mengalahkan gadis yang masih kuliah, betapa beruntung dan menggilanya para suami mereka yang puas dengan Istri seperti Anna maupun Nana.
"bagaimana cara kita mencari tau kak?". tanya Anna serius.
"kakak rasa mereka bersembunyi ditempat-tempat sunyi, tapi disini tidak akan celah untuk mereka mencari kontrakan, mungkin mereka memang punya markas sendiri". Nana.
"iya kak..! hisshh.. apa mereka tidak membeli bahan bakar kendaraan?". gerutu Anna.
"pasti ada rekan mereka yang lain, kita harus bergerak cepat". jawab Nana
"iya kak kita bergerak cepat tapi dimana kita cari? bahkan untuk menghack mereka saja kita tidak tau, apa mereka tidak punya ponsel untuk dilacak?". dumel Anna.
"kamu benar Anna, seharusnya kakak lacak saja lewat ponsel mereka". jawab Nana seakan mengerti sesuatu.
"kita Hack juga KTP kak, selagi WNI mudah bagi kita temukan untuk seorang Hacker hebat seperti kakak". Anna.
"tapi kita harus balik ke kota". jawab Nana.
__ADS_1
Nana dan Anna pun berpamitan pergi pada warga juga pada polisi yang berjaga untuk memberitau yang lain, mereka akan datang kembali karna ada urusan yang mendesak di kota.
mana ada yang berani menahan kedua Penguasa itu, lebih baik mereka mengangguk dan tersenyum saja, selepas kepergian Anna dan Nana dengan mobil detik itu juga para warga langsung ricuh mengomentari hati malaikat kedua wanita cantik itu bak dewi khayangan secara nyata, dizaman sekarang mana ada perempuan cantik yang hatinya juga cantik, sangat jarang di temukan.
para polisi pun mendatangi mbah yang punya kedai kecil itu untuk mencari bukti lebih akurat, tadi mereka tidak berani mendatangi Saksi karna Anna dan Nana terlalu dihargai oleh para polisi itu yang kemungkinan besar karna takut.
.
di Mobil Nana,
"kakak melupakan hal penting itu". gerutu Nana yang sekarang menjadi wanita cantik pelupa.
Anna malah tertawa, "sipikun cantik". jawab Anna.
Nana mendengus tapi lama-lama mereka berdua tertawa seketika, setibanya di Mansion Arkatama, Nana langsung bergerak ke Ruangan kerjanya membawa Anna. tidak ada yang mengganggu mereka karna tau Anna bersama Nana sangat sibuk dengan masalah yang sedang Viral, teman-teman Anna dan Nana hanya mampu mendoakan sebab mereka tidak punya kelebihan apa-apa.
Anna melihat layar ponselnya yang bergetar lalu mengangkat panggilan itu, "iya?". sahut Anna saat terhubung.
"Nyonya, ini saya Tim penyidik dari Perusahaan Swasta". sahut orang disebrang sana.
"iya, ada apa pak?". tanya Anna.
"kami menemukan bukti transaksi si pelaku di ATM Kota Kecil Nyonya". jawab Ketua tim penyidik.
"aah.. iya juga, dia pasti akan memakai atm". gumam Anna menyadari hal itu juga bisa menjadi celah menemukan komplotan penculik.
Anna mendengarkan semua laporan pekerja swasta yang sudah Ia sewa untuk membantunya menyelesaikan kasus penculikan anak, sampai sekarang laporan anak hilang semakin banyak di setiap desa kecil, Anna pun mulai geram dan akan meminta hukum memenggal para penjahat itu.
"terimakasih". ucap Anna lalu Ia mematikan panggilannya.
"mereka benar-benar kejam, di kota sudah diburu sekarang malah mengincar anak didesa". geram Anna yang berusaha menahan amarahnya saat ini.
Anna membayangkan perasaan seorang Ibu yang anaknya di culik benar-benar membuatnya takut lalu segera menghubungi Leonard menanyakan keadaan Fitri, dan tak lupa menghubungi Adi yang sedang bekerja sambil mengawasi anak-anak kembarnya berlatih dengan guru pertapa putih dan mengatakan Fitri bersama Leonard.
"kenapa sayang? apa semua baik-baik saja? kan aku udah bilang jaga dirimu baik-baik, sisanya biar aku yang urus". tanya Adi cemas dengan keadaan Istrinya tapi Adi tidak mau juga terlalu mengekang Anna yang sangat ingin menolong Ibu-Ibu yang kehilangan anak.
"aku baik-baik aja By..! terimakasih By! aku akan jaga diriku baik-baik dan aku mohon jaga anak kita ya?". pinta Anna memelas.
__ADS_1
"iya sayang.. ! mereka sedang berlatih, mau VC?". tanya Adi.
Anna pun menerima tawaran sang suami, Ia bahagia melihat ketiga anak kembarnya bersemangat latihan ilmu beladiri untuk pertama kalinya masih memakai pakaian beladiri khusus dibuat untuk anak mereka yang masih kecil dan memakai sabuk warna putih sedangkan guru mereka sabuk hitam.
"Anna sayang?". panggil Nana.
"iya kak". sahut Anna lalu izin pada sang suami melanjutkan tugasnya dan mematikan panggilan vidio dengan Adi.
Adi juga ingin membantu Anna tapi pekerjaannya terlalu banyak di Perusahaan Asia Group dan Mal ANA karna sering menunda pekerjaannya, sementara Anna yang tau kesibukan suaminya hanya meminta Adi melindungi anak-anak mereka, Adi terpaksa menuruti permintaan Anna asalkan Anna baik-baik saja.
Anna berlari memasuki Ruangan Nana, "iya kak ! apa ada petunjuk?". tanya Anna.
"lihat!". tunjuk Nana sambil menebarkan senyum puas dan bahagianya.
"ponselnya? kakak berhasil melacaknya?". tanya Anna berbinar.
"iya.. tapi sinyalnya sangat kuat pasti dia menghidupkan ponselnya sekarang lemah sudah jelas dia mematikan ponselnya, ciih..! mau bersembunyi dari Nana? tidak akan bisa". Nana menarik sudut bibirnya menatap kerlap-kerlip lampu merah itu.
Anna melihat itu cukup serius, "berarti berdasarkan peta mereka memang ada didekat warung kecil itu ya kak".
Nana segera mengirim sinyal itu lewat ponselnya untuk memudahkannya mencari sinyal lemah itu.
"hmm...ayo kita kesana!". ajak Nana segera berkemas dan Anna mengangguk semangat.
Nana dan Anna berpegangan tangan berlari ke Lift, saat keluar dari Lift pun mereka kembali berlari sementara anak-anak Nana yang sedang libur sekolah ada di Ruangan khusus dijaga oleh pengawal bayaran Arka.
"hati-hati sayangg?". teriak Diah.
"iya mom". sahut Nana dan Anna tapi mereka berdua tidak juga berhenti berlari.
Diah menggeleng kepalanya, "semoga kasus itu cepat selesai..!". gumam Diah yang tau naluri seorang Ibu membuat Nana dan Anna turun tangan membantu kasus penculikan anak itu.
Nana dan Anna memasuki mobil dan memasang seatbelt langsung tancap gas menuju lokasi sebelumnya, demi naluri seorang Ibu mereka berdua rela mondar-mandir untuk membantu Seorang Ibu menemukan anak mereka, jika masih hidup alangkah lebih baiknya tapi jika tiada seharusnya pelaku penculikan itu harus di hukum mati.
mata dibalas mata, gigi dibalas gigi, apalagi nyawa sudah jelas nyawa mereka yang harus menjadi bayaran atas kematian anak-anak mereka.
.
__ADS_1
.
.