Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
berkumpul


__ADS_3

.


.


.


Anna meminta izin pada sang suami untuk keluar mansion, Ia akan makan bersama dengan sahabat baiknya yaitu Sekar, Caca, Linda dan Mia.


"benarkah? lalu aku bagaimana sayang?". tanya Adi.


"maksudnya?". tanya Anna balik tidak mengerti.


"apa kaum pria tidak di undang?". tanya Adi celingukan kesana kemari seperti malu-malu.


Anna melihat gelagat suaminya pun tertawa lepas, Ia memeluk sang suami dan mencium pipi dan bibir Adi hingga wajah Adi kian memerah tapi bibirnya tetap tersenyum.


mereka berciuman dengan mesra, seakan menyadari sesuatu mereka berdua melihat kesamping dimana Fitri tengah memandang mereka dengan raut wajah menggemaskannya.


"Ehh?". Anna mendorong tubuh Adi hingga bersandar di dinding.


Adi garuk-garuk kepala melihat tatapan polos Putri kecilnya membuatnya gemas tapi tak bisa berbuat apa-apa karna Ia benar-benar tidak sengaja mengotori mata suci Putrinya itu.


"sayang?". Anna berlari kecil ke arah Fitri.


"Mom". sapa Fitri


"iya sayang, ini Mommy". jawab Anna lalu mencium pipi serta bibir Putrinya dan memeluk Fitri dengan gemas.


.


siang harinya,


Anna berangkat ke Restaurant tempat janjiannya bersama para sahabatnya, Adi mengizinkan Istrinya itu jika menyangkut bersama teman-temannya sebab Anna tidak pernah bermain bersama Ibu-ibu sosialita yang lain hanya bersama dengan para sahabatnya saja.


"Annnaaaaa?". pekik Mia dengan heboh dan memeluk Anna dengan erat.


Linda, Caca dan Sekar menoleh tersenyum lebar sambil menyusul Mia. mereka berpelukan bersama seperti teletubis, sudah lama sekali mereka tidak berkumpul bersama seperti ini.


"bagaimana keadaanmu sepupuku?". tanya Anna ke Mia yang senyam-senyum.


"baik dong, uuh.. senang banget rasanya bisa berkumpul lagi sama kalian". jawab Mia dengan senang.


"kamu sih mondar-mandir ke Luar Negri". ledek Caca.


"jadi istri ngekooor terus suami". gerutu Sekar.


"hihi". Linda tertawa cekikikan.


"kalian tidak tau sih, suamiku itu harus berjuang dari nol karna Perusahaannya sempat bangkrut waktu dia kakinya sakit sementara dia tidak mau pisah dari anak- anakku". jawab Mia membela diri.


"heleee". ejek mereka semua yang tidak percaya memilih pergi ke arah bangku masing-masing.

__ADS_1


"kenapa tidak percaya? apa aku terlihat seperti penipu heh?". dumel Mia sambil mengekori teman-temannya itu.


"ayo kita mulai!". kata Sekar dengan senang.


Mia mengerucutkan bibirnya tidak dipercayai oleh mereka semua, memang benar jika Mia harus mondar-mandir keluar Negri membawa anak-anaknya karna ikut suaminya, sebenarnya teman-temannya itu tidak iri hanya kesal saja setiap diajak bertemu Mia selalu saja berada di negara lain.


"aku mau pesan Lobster!". seru Linda tiba-tiba.


"huuh..! dasar Nyonya Bayu". ledek Caca, Sekar dan Anna.


Linda menjulurkan lidahnya saja ke mereka semua, setelah puas memesan makanan pintu di tutup para pelayan keluar sambil menyiapkan pesanan, sementara mereka kembali membuka topik pembicaraan.


"bagaimana caramu lepas dari Mamimu Ca?". tanya Anna tertawa.


Caca memberengut, "aku harus izin sama suamiku tapi Mami huh..! ya sudahlah, aku rasa Posesifnya tidak terlalu padaku tapi pada anakku saja". jawab Caca.


"aku rasa Mama mertuaku juga, mereka sangat posesif pada Kania". kekeh Sekar


"tentu saja, kan Kania masih umur 2 tahun". jawab Anna mendengus.


"kalian akan mengabaikanku? aku butuh perjuangan kesini". tanya Mia dengan kesal.


"heheheh". Sekar, Caca, Anna dan Linda cengar-cengir sambil menggeleng kepala dengan serentak.


Mia membuang muka, "ketiga anakku tinggal dirumah loh, untung saja Papinya lagi tidak bekerja". gerutu Mia.


"Iya Papinya". jawab mereka serentak mengulang perkataan Mia.


"apa kalian akan terus menggodaku?". tanya Mia kembali dengan kesal.


"Haiissshh". sentak Mia dengan geram dan kesal.


"sudahlah jangan menggodaku lagi". pinta Mia memelas dengan tampang imutnya malah membuat keempat teman baiknya itu memutar bola mata dengan malas.


"Anna?". rengek Mia memelas.


"iya iya". jawab Anna dengan pasrah.


Mia tersenyum lebar, "aku dengar Triple kembar sekolah Anna, apa itu benar?". tanya Mia semangat.


"iya". jawab Anna menganggukkan kepalanya.


"itu sebabnya kamu menjadi pahlawan Ibu baik sedunia?". tanya Sekar menggoda Anna.


Anna menatap mereka semua satu persatu, "aku tidak terima kalian menggodaku ya? aku hanya tulus membantu".


"iya Ibu yang punya hati paling mulia". jawab Caca mengangguk-nganggukkan kepalanya.


"hiissh.. kenapa kalian jadi mengejekku?". kesal Anna.


mereka semua malah saling mengejek bergantian, giliran Mia tertawa cekikikan, semua kebagian dapat jatah ledekan memang berawal dari Mia tapi ujung-ujungnya yang lain juga dapat giliran.

__ADS_1


.


"jadi kamu menghabisi Para preman itu?". tanya Caca dengan bangga.


"iya, aku geram! anak itu udah meninggal aku teringat sama Rose, memang dia berumur 15 tahun tapi besar badannya seperti Rose". jawab Anna.


"itu karna Rose tinggi tidak seukuran anak seumurannya". jawab Sekar serius.


"seharusnya kamu cincang saja Anna". geram Mia.


"aku saja menyesal kehilangan kemurnianku tapi mereka merampasnya? tidak ada akhlak sama sekali, manusia seperti itu harusnya dibakar hidup-hidup saja terus hatinya diambil berikan pada Harimau buas biar dicincang-cincang sekalian". sambung Mia lagi.


"mungkin mereka nggak punya hati". sahut Linda.


"bisa jadi". jawab Sekar setuju.


"kalau kalian ada disana bersamaku mungkin kalian juga akan melakukan hal yang sama, lebih sadis lagi, kak Nana menembak mereka sampai 7 peluru bersarang di tubuh mereka". kekeh Anna mengingat penggerebekan hari itu.


mereka saling pandang lalu tertawa, "Kak Nana main selow tapi ngenak juga". sungut merek kompak.


Anna tertawa, memang Nana tidak seperti Anna yang saat itu menyerang dengan batu dan kayu tapi Nana bermain tenang main tembak saja langsung ke titik mematikan.


"bagaimana keadaan Kakekmu Anna? apa baik-baik saja?". tanya Mia penasaran.


"tentu saja, Kakek jadi rajin olahraga tau, katanya biar berumur panjang dan tubuh sehat". jawab Anna


yang lain hanya tertawa menanggapinya,


"selagi tidak perokok, aku rasa Kakekmu akan berumur panjang". jawab Sekar tersenyum.


"iya Kakek kan suka hidup sehat walau sempat jatuh sakit karna terlalu banyak bekerja". sahut Caca.


"beruntung kamu menikah dengan Adi, Anna". jawab Mia.


"semua cepat diambil alih lalu Kakekmu bisa fokus dengan kesehatannya.. dan....??? ". sambung Linda juga.


"dan?? ". beo mereka semua melihat ke arah Linda


"aku tidak akan bertemu dengan Pria sebaik Bayu suamiku". jawab Linda malu-malu.


"haiisshh". geram mereka semua dengan kesal akan kebucinan Linda terhadap suaminya.


"kenapa?". tanya Linda dengan pongah.


kebaikan hati mereka menerima Linda sebagai teman adalah sebuah Anugerah, Ia dengan senang hati mau terbuka pada orang-orang baik itu.


"kami mendengarnya serius kenapa jadi berakhir dengan pembahasan suamimu?". kesal Sekar


Caca menggigit ganas kerupuk yang ada didekatnya, begitu juga yang lainnya hanya Linda saja malu-malu karna membuat mood mereka tergores.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2