Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
hari spesial


__ADS_3

.


.


.


di kamar,


Anna melambaikan tangannya melihat kepergian mobil Mia dengan David bersama Sartika,


Sartika tinggal di Apartemen Mia sebelumnya sedangkan Mia tinggal di Rumah David bersama Gudono (Ayah mertua).


Anna menghapus air matanya seketika jatuh begitu saja, Ia tidak menyangka Impiannya benar-benar menjadi kenyataan bahwa Anna dan Mia akan akur tanpa menginginkan harta satu sama lain malah ingin didoakan supaya cepat hamil.


hap,


Adi memeluk Anna dari belakang, Adi menyadari ada yang berbeda dengan Istrinya segera Ia membalikkan tubuh Anna hingga Adi bisa melihat Anna tengah berkaca-kaca.


"kenapa sayang? ada apa? kenapa menangis? apa ada yang sakit?". cecar Adi khawatir menangkup pipi Anna.


Anna menggeleng kepalanya pelan, "bukan, aku hanya terharu melihat Mia yang seperti itu".


Adi menghela nafas lega ternyata Anna tidak sedang sakit, "kenapa dengan Mia hmm? bukankah kamu mau dia bahagia?".


Anna mengangguk, "sangat, aku sangat ingin dia bahagia dan itu semua berkatmu suamiku".


Adi menaikkan sebelah alisnya, "aku tidak melakukan apapun". jawab Adi merasa dirinya tidak terlibat dengan kebahagiaan sepupu Anna itu.


"karna kamu membawa David padanya, awalnya aku ragu kalau Mia akan bahagia tapi ternyata dia sangat bahagia walaupun punya suami lumpuh dan aku pikir dia akan kurus karna kerepotan tapi ternyata dia malah berisi dan terlihat menggemaskan". oceh Anna tersenyum lebar.


Adi mengulum senyumnya, "itu karna David juga mencintainya sayang, jika cinta berbalas itu akan lebih indah seperti memiliki dunia ini". jelas Adi.


Anna tertawa, "sepertimu?". celutuk Anna.


Adi mengangguk lalu membalik tubuh Anna lagi ke depan dan memeluk Anna dari belakang, tangannya mengelus perut Anna.


"aku tidak sabar bayi-bayi kita lahir sayang". bisik Adi.


"aku rasa kamu akan kerepotan suamiku". kikik Anna.


"hmm? kerepotan apa sayang?". tanya Adi yang belum mengerti.


Anna menjelaskan bahwa wanita setelah melahirkan akan mengalami fase pendarahan juga tidak akan bisa melakukan hubungan bad*n, tak lupa Anna menjelaskan lainnya hingga Adi tercengang dengan raut wajah bodoh.


Anna tertawa, "bagaimana? masih mau merawat anak-anakku?".


"tentu saja sayang, hal itu tidak akan menggoyahkanku". jawaban Adi membuat Anna mengulum senyum mengelus rahang Adi yang tengah memeluknya dari belakang.


"aku akan sambut anak-anakku dengan suka-cita, sekalipun aku jarang bekerja aku bisa mengatasinya sayang sambil membuat tempat tidur untuk anak-anakku di Ruangan Kerjaku, aku bisa mengawasi mereka nanti". ujar Adi lagi serius.

__ADS_1


Anna mengangguk-nganggukkan kepala, Ia tidak mengatakan bahwa Adi membual sebab Ia tau kalau suaminya itu selalu jujur dan berbicara sesuai fakta.


"besok adalah hari pernikahan kita sayang, aku tidak menyangka sudah 1 tahun saja umur pernikahan kita". bisik Adi dengan gemas memeluk belahan jiwanya itu.


Anna tersenyum lebar, "tapi aku masih memberimu calon bayi bukan bayi, jika aku hamil 1 bulan setelah pernikahan kita pasti kamu sudah punya anak sekarang".


"pernikahan kita banyak drama nya sayang, kalau kata Caca drama si polos dan si Arogan". kekeh Adi.


Anna juga ikut tertawa, "iya juga".


"aku pikir aku yang paling pintar diantara mereka berdua tapi aku tidak pernah menyangka kalau aku yang paling bodoh diantara mereka tentang cinta". rutuk Anna mencebikkan bibirnya.


Adi menggeleng gemas, "itu semua masalah yang harus kita hadapi kan? lagian kamu juga tidak mencintaiku saat itu".


mereka berbicara tentang masa lalu, merasa dingin Anna minta masuk ke kamar tentu Adi menurutinya, mereka terlalu asik bercerita sampai lupa situasi yang sudah larut malam.


.


ke esokan paginya,


"kok nggak kerja? kenapa?". tanya Anna memicingkan matanya curiga.


"apa kamu tidak mau bertemu dedek kembar nya Rose sayang? aku akan mengantarmu kesana". tanya Adi mengelus pipi Anna.


Anna seketika langsung berbinar, "benarkah? kamu tidak bohong suamiku?". tanya Anna sekali lagi.


Anna memekik kegirangan hingga Adi khawatir memegang perut Istrinya sementara Anna terus saja melompat-lompat kegirangan melupakan suaminya yang sedang cemas memegang perutnya itu.


.


.


.


sesuai dengan janji Adi, Anna tengah bersiap-siap berganti pakaian dengan yang paling nyaman yaitu daster nya dan memakai sendal tipis berkat drama sang suami yang tidak ingin Anna tergelincir.


"Linda..?". panggil Adi.


"saya Tuan". Linda melangkah ke arah Adi dan berhenti tepat 2 meter batasan mereka berdua.


"kau ikut dan awasi Istriku nanti". titah Adi.


"baik Tuan". jawab Linda yang tidak menolak sebab sudah menjadi tugasnya.


"ayo suamiku..! sekarang tanggal merah, aku yakin Ren dan Rose tidak sekolah". desak Anna memelas.


"iya sayang, bukan yakin lagi tapi memang mereka tidak sekolah". kekeh Adi merangkul bahu Anna berjalan menuju mobilnya.


mereka sudah berpamitan dengan Leonard, Adi yang meminta Izin pada Leonard dihari pernikahannya dengan Anna, dirinya akan memberi hadiah istimewa untuk Istrinya yang dicintai sepenuh hatinya itu.

__ADS_1


di tengah jalan Anna minta berhenti membeli makanan yang menggiurkan bagi Anna melihat Cover dari toko itu.


"apa itu sehat sayang?". tanya Adi khawatir makanan yang diinginkan Anna tidak sehat.


"keinginan anakmu suamiku". jawaban Anna seperti pukulan mematikan bagi Adi hingga Pria berlesung pipi itu tidak bisa mencegah kemauan istrinya itu.


Linda ditugaskan membeli makanan itu untuk Anna yang dilahap langsung oleh Anna seperti orang kelaparan.


"kemana makananmu itu sayang? aku sudah bilang makannya pelan-pelan". omel Adi.


Anna menyeringai lebar menjilati jemari tangannya tapi Adi meminta Linda mengelap tangan Istrinya sebab Ia sedang berkendara.


"Nona..? jangan dijilatin lagi". pinta Linda dengan gemas dengan tingkah anak-anak Anna.


"sayaang". pinta Adi yang fokus berkendara.


alhasil Anna mengerucutkan bibirnya melihat tangannya sudah bersih karna ulah Linda yang cekatan membersihkan tangannya.


"enak aku mau lagi". rengek Anna.


"nanti kepulangnya kita beli ya?". bujuk Adi.


Anna manggut-manggut percaya perkataan Adi dan tangan Adi mengelus kepala Anna dengan lembut.


"kenapa Istriku yang anggun hilang sejak mengandung hmm?". kekeh Adi.


"karna ulahmu". jawab Anna menunjuk perutnya yang besar.


Adi tergelak, "baiklah sayang, aku minta maaf ya? aku akan bertanggung jawab dengan ulahku".


Anna mencebikkan bibirnya, "Lin aku haus".


"iya Nona". Linda mengambilkan sebotol air minum dan membukanya memberikan minuman itu pada Anna yang diteguk habis oleh Anna.


Linda mengambil lagi botol mineral yang sudah diminum oleh Anna, Anna tampak mengedarkan pandangannya.


"kenapa lama sekali sampainya?". gerutu Anna.


"iya sayang, ini masih pagi maka nya macet dan lagi sekarang tanggal merah, banyak keluarga yang sedang liburan". jawab Adi dengan sabar.


"huh..! terus kenapa nggak lewat jalan pintas tadi?". tanya Anna dengan kesal.


Linda menjatuhkan rahangnya, sudah jelas Ia sangat ingat bahwa Anna yang ingin lewat jalan Kota supaya bisa melihat makanan sekarang malah menyalahkan Adi yang melewati jalan kota yang ramai.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2