
.
.
.
"sayangg? mungkin sikembar besar akan datang di Mansionmu sayang sekalian menginap di hari libur, mereka ujian sekolah jadi pasti kesiangan dan sibuk belajar, maafkan mereka ya sayang, Kakek dan Nenek juga tidak bisa datang demi menjaga mereka". kata Nana dengan memelas.
Anna tersenyum lebar, "iya Kakak..! tidak apa, waktunya ujian sekolah mau bagaimana lagi? yang penting saat libur sekolah mereka harus main ke Mansion".
Nana mengelus pipi Anna, "kamu sangat hebat bisa melahirkan 3 anak kembarmu dengan jalan normal".
"terimakasih kak..! semua berkat ajaran kakak memintaku untuk ikut senam ibu hamil". jawab Anna tersenyum lebar.
"itu karna tekadmu sendiri sayang, kakak hanya memberi saran". sahut Nana lagi sambil tersenyum lembut.
Nana memang sangat menyayangi Anna, perasaannya sudah tulus sejak merawat Kaki Anna sampai sembuh, begitu juga Anna yang sangat menyayangi Nana melebihi dirinya sendiri, mungkin jika Nana laki-laki dengan senang hati Anna menikah dengan Nana tapi sayangnya kakaknya itu perempuan yang pantas menjadi sosok ibu dan kakak perempuan baginya.
"Kak? tungguin aku juga ya?". rengek Sekar memelas.
Nana dan Anna tertawa, mereka pun menggoda Sekar hingga wanita manis itu mengerucutkan bibirnya membuat Reyhan mengulum senyumnya.
sekitar jam 8 pagi,
Bayu dan Linda datang membawa 3 Box bayi dan diletakkan disamping tempat tidur Anna, Anna dan Adi akan menginap beberapa hari sambil menunggu kelahiran Sekar. sejak hari Istri mereka mendiami para suami sampai membuat para lelaki sadar bahwa persahabatan mereka sangat erat, bukan sekedar tertawa bersama tapi mereka saling memberi kekuatan satu sama lain.
"Annaaa?". pekik Mia yang baru datang dengan Mama dan Suaminya.
semua keluarga Nana pun menoleh dan memberi jalan untuk sepupu Anna itu, Nana sudah tau tentang Mia yang sudah berubah dan kini telah menemukan kebahagiaannya sendiri.
"pergilah sayang". pinta David.
Mia berlari ke arah Anna dan memegang tangan Anna, "kenapa tidak mengabariku ha? kenapa aku harus tau lewat sosmed? hiks. hiks.. kamu tidak menganggapku sebagai sepupumu ya?". Mia menangis seperti anak-anak.
Anna dan Sekar saling melirik lalu tertawa pelan,
"maafkan aku sepupuku, tenang saja anak-anakku belum diberi nama, aku menunggumu dan Caca". Anna.
"benarkah?". tanya Mia menatap Anna dengan serius.
Anna tersenyum lalu menghapus air mata Mia, "aku terlalu takut sementara suamiku terlalu khawatir, Kakek juga sangat takut, kami terlalu sibuk dengan masalah sendiri sampai melupakan kalian".
__ADS_1
Mia mengangguk, "ya sudah..! aku maafkan, tapi kenapa Caca tidak datang? aku pikir dia belahan jiwamu".
"aku belahan jiwa nya". sungut Adi.
Mia memutar bola matanya dengan malas, "hei.. Tuan.. apa anda tidak tau kalau sejak lahir Caca dan Anna sudah diikatkan sumpah pengabdian, Caca itu sudah seperti bayangan bagi Anna". cerocos Mia.
"sudah..! kenapa kalian jadi berdebat". gerutu Anna.
"maafkan kami Anna". ucap Adi dan Mia serentak tapi mata mereka saling menatap sengit satu sama lain membuat Reyhan menggeleng, Anna dan Sekar tertawa pelan.
"aku yakin Caca juga sedang sedih, mau bagaimana lagi? dia punya mertua yang sangat menyayanginya". sahut Sekar.
"iya sih". jawab Mia yang juga tau dari Papa dan Mama Caca.
"dimana Mama dan Papa Caca?". tanya Anna penasaran.
"mereka juga sedang dalam perjalanan menjemput Caca, aku rasa mereka akan membawa Caca kesini". jawab Mia.
"syukurlah". jawab Anna dan Sekar lega.
jika Kedua orangtua kandung Caca yang jemput Caca mana mungkin Mami Erie menolak? otomatis Caca bisa ke Rumah Sakit bersama Radit juga kedua orangtua Caca.
"bukankah kamu ingin punya anak Mia? gendong bayiku". pinta Anna dengan gemas.
"biar kakak ajari". Nana tiba-tiba menyahut membuat Mia menoleh ke Nana yang sangat cantik hingga pipinya merona.
Anna tau yang dipikirkan oleh Mia hanya terkikik pelan, sebab yang Mia lihat dan rasakan kini sama seperti Ia saat pertama kali melihat Nana ketika Anna lumpuh.
David sudah bisa berjalan normal (sembuh), saat ini tengah berada disamping Leonard dan Adi melihat anak Adi yang mirip dengan Anna, tapi anak perempuan Adi lah yang mirip dengan Adi.
.
Nana mengajari Mia lalu setelah mengerti Mia pun mencoba menggendong bayi perempuan Anna, tapi baru beberapa saat baju Mia menjadi basah.
"ada apa?". tanya Anna.
"anakmu sepertinya dendam padaku Anna, hiks...hiks". Mia memasang raut wajah lucunya.
Sekar dan Anna melihat baju Mia yang basah pun tertawa, lalu Nana mengambil bayi perempuan Anna memberinya ke Dewi yang segera mengganti bedongan sang bayi.
"itu bukan dendam nak..! itu hal baik". sahut Diah.
__ADS_1
"sepertinya sebentar lagi kamu juga akan hamil Mia". sambung Nana tersenyum lebar.
"benarkah?". Mia terdengar bahagia mendengar perkataan mereka semua.
"pakai bajuku saja Mia, Linda banyak membawa baju ganti untukku". pinta Anna.
Bayu dan Linda sudah membawa Box Bayi tapi tampaknya tidak ada yang mau meletakkan bayi-bayi Anna di dalam box bayi sebab mereka semua masih asik menggendong anak-anak Anna, malah berebutan.
Mia pun berjalan ke arah Linda lalu David mendekati Istrinya, "ada apa Honey?". tanya David khawatir.
"dedek bayi kencingi aku, kata mereka hal baik". jawab Mia tersenyum cerah.
David pun lega karna bukan hal buruk, "aku akan belikan pakaian baru".
"biar Mama aja Vid". sahut Sartika.
"tidak usah, tadi Anna minta aku pakai bajunya saja, Linda bawa banyak baju". tolak Mia dengan senyuman.
beberapa saat kemudian, Kedua orangtua Caca dan Caca bersama Radit pun datang.
mata Caca terlihat bengkak seperti sehabis menangis, Caca mendekati Anna dan Sekar mereka saling berpegangan tangan satu sama lain dan menangis haru bersama namun masih bisa tertawa pelan, untuk berkumpul bersama banyak drama yang harus mereka lakukan.
"maafkan aku yang terlambat Anna, Sekar". ucap Caca merasa bersalah pada kedua temannya itu.
"kenapa harus sedih sih? lihatlah matamu jelek sekali". kekeh Anna.
"aku menangis sungguhan nih, Mami tidak mengizinkanku". gerutu Caca menekuk alisnya.
Sekar tertawa pelan, "lalu Mama dan Papamu yang bisa membawamu kesini?". tanya Sekar.
"iya, beruntung saja Mama sama Papa datang membawaku, nanti aja sama Mami akan datang siang hari katanya aku bisa mati bosan memikirkan kalian tanpa tau keadaan kalian berdua". jawab Caca kesal.
mereka bersama tertawa bersama walau ada air mata tapi mereka bahagia bisa berkumpul di hari yang mereka nantikan itu, suka-cita akan mereka lalui bersama dan itu terbukti sampai sekarang, janji yang mereka buat tidak bisa tergoyahkan oleh apapun.
"karna Caca dan Mia sudah datang, maka aku Aditya Pratama akan memberi nama untuk anak-anakku bersama Anna". ujar Adi tiba-tiba membuat semua orang tersenyum bahagia dan tidak sabar menunggu nama buah hati Anna dan Adi itu.
Anna menangkupkan kedua tangannya tidak sabar menunggu nama untuk sang buah hatinya.
.
.
__ADS_1
.