
.
.
.
Bayu meraup wajahnya frustasi, "kenapa kau berkata begitu Bayu? ampun dahh...! kenapa jadi kacauu? bukannya kau mau mengungkapkan perasaanmu?".
Bayu tidak habis fikir mengapa Ia tidak bisa mengatakan perasaannya pada Linda, Ia takut Linda akan menolak Cintanya seperti saat Bayu di masa SMA cintanya di tolak oleh Bunga.
"aku takut". gumam Bayu.
.
di dalam mobil,
Linda menatap pergelangan tangan nya, "cantik sekali". gumam Linda tersenyum senang.
Linda menepuk kedua pipinya, "sadar Lin.. sadar..!".
Linda melanjutkan perjalanannya pulang ke Mansion Anna lalu mendengar perkataan para pelayan bahwa Keluarga Nana akan datang dan menginap di Mansion Anna.
"pantas saja para pelayan dan pengawal sibuk". gumam Linda mengangguk-ngangguk mengerti.
Linda membawa pesanan Anna dan Anna makan dengan lahap walau tidak terlalu enak tapi demi membuat asi nya banjir harus dilakukan, harus ditelan dan tidak boleh dimuntahkan.
Linda memberikan gelas air minum ke Anna, Anna menerima dan meneguknya sampai tandas.
"terimakasih Lin". ucap Anna memberikan gelas air minum yang sudah kosong ke Linda.
Linda tersenyum lebar menerima gelas itu membuat mata biru Anna melihat gelang cantik yang terpasang di pergelangan tangan Linda, Anna yakin tidak melihat gelang itu sebelum Linda berangkat ke Perusahaan tapi sekarang gelang itu muncul?
"apa mereka udah pacaran? seperti yang dikatakan Adi? dia membeli sebuah gelang untuk mengungkapkan cinta kan?". batin Anna menebak.
"apa kalian sudah pacaran?". celutuk Anna.
Linda menoleh ke Anna, "tidak Nona".
Anna menautkan kedua alisnya, "benarkah? itu gelang pemberian Bayu kan?".
"Nona kok tau?". tanya Linda kaget.
"bagaimana aku tau bukankah sudah jelas". kekeh Anna membuat Linda tersenyum kikuk mengingat Bayu bekerja pada Adi.
"benar Nona". jawab Linda mengakui.
__ADS_1
"lalu apa yang dia katakan padamu?". tanya Anna penasaran.
jika gelang itu sudah terpasang di pergelangan tangan Linda bukankah itu artinya mereka sudah pacaran, tapi Linda mengatakan mereka belum berpacaran lalu mengapa Linda mau menerima gelang itu?
"Dia bilang tidak tau cara membalas budi jadi memberikan ini, aku jawab ini sudah jauh lebih cukup dan mengucapkan terimakasih padanya". Linda.
Anna menganga lebar makin melebar saat mengingat cerita Bayu ke Adi berbeda dengan Bayu ungkapkan ke Linda.
"aku mau ke tempat suamiku". pinta Anna menjalankan kursi rodanya.
Linda menggaruk-garuk kepalanya melihat kepergian Anna, Ia tersenyum senang memeluk pergelangan tangannya sendiri.
Anna tiba di Ruangan Kerja suaminya, Anna mengunci Ruangan sang suami membuat Adi menoleh dan segera bangkit mendekati Istrinya.
"sayang?". Adi berjongkok di hadapan Anna yang duduk di kursi roda.
"apa yang dikatakan Bayu saat membeli gelang itu padamu Hubby?". tanya Anna to the point.
"oh, dia bilang mau mengungkapkan perasaannya ke Linda terus memintaku untuk menyuruh Linda mengantar dokumen kerja itu". jawab Adi sambil berdiri mendorong kursi roda Anna dan Adi duduk di kursi kebesarannya berhadapan dengan Anna.
"benarkah? tapi Bayu tidak mengungkapkan perasaannya malah bilang gelang itu untuk balas budi". jawab Anna kesal.
Adi mengerutkan keningnya, "benarkah?".
"iya Hubby". jawab Anna makin kesal saja.
Anna pun terdiam memikirkan hal itu, "iya juga".
"lebih baik kamu fokus ya? bukankah nanti malam kita akan adakan pesta kecil-kecilan untuk keluarga kita saja hmm? kak Nana dan yang lainnya akan menginap para pelayan dan pengawal sudah bergerak menyusun semua kamar yang ada di mansion ini untuk para tamu istimewa kita itu". Adi berkata dengan lembut menatap penuh cinta sang Istri.
Anna seketika berbinar cerah, "kenapa aku melupakan itu". Anna memukul kepalanya sendiri.
Adi menggeleng kepalanya memegang tangan Anna, "jangan sakiti dirimu sayang, pukul aku aja! ". Adi menggerakkan tangan Anna di kepalanya.
Anna malah mengelus kepala sang suami lalu menarik rahang Adi mengecup lama kening Adi.
"aku mencintaimu suamiku". ucap Anna dengan ceria.
Adi mencium bibir Anna, "aku lebih mencintaimu sayang, 3 kali lipat dari perasaanmu itu". kata Adi dengan dahi menyatu pada Anna.
Anna tertawa lebar lalu melingkarkan tangannya di leher Adi, mereka berpelukan dengan mesra.
.
.
__ADS_1
malam harinya,
Keluarga besar Nana memang datang ke Mansion Anna, mereka hanya membawa baju 2 stel saja.
"kakaaaakkk?". pekik Rose dengan ceria berlari ke arah Anna yang merentangkan tangannya, Ren dengan wajah datarnya itu duduk disofa seperti Rumah sendiri Ia malah memainkan ponselnya.
Anna dan Rose berpelukan sangat erat, "sayaaaangg? kakak kangen banget".
Rose tersenyum ceria, "kakak aku mendapatkan Juara umum bersama kak Ren, aku dan Kak Ren naik ke kelas 4 kami masih sangat muda tapi sudah lompat kelas". oceh Rose dengan ceria.
"huuuh..? pintar dan jeniusnya kesayangan kakak nih". gemas Anna.
Caca, Radit, Mami Erie dan kedua orangtua Caca datang diantar ke kamar masing-masing sebelum acara di mulai. Sekar, Reyhan dan kedua orangtua Reyhan juga datang diantar ke kamar masing-masing, disusul Intan dan Celvin bersama anak-anaknya, Ara dan Abi juga menginap di Mansion itu membawa anaknya laki-lakinya.
Anna sangat bahagia Mansion Anna begitu ramai, Leonard asik menggendong Fiona yang mengerjab-ngerjabkan mata biru nya ke Leonard.
"ini sayang..! kakak membuatkan kue khusus untukmu tanpa ada kandungan ayamnya". Anna menunjukkan semua makanan untuk Rose.
Rose tersenyum lebar lalu mengecup pipi Anna, "kakak harus merawat dedek ya? jangan terlalu memperhatikan Rose nanti dedeknya cemburu".
Anna tertawa keras, "tidak sayang, dedek tidak akan cemburu".
Rose tersenyum ceria, "benarkah kak?". tanya Rose semangat.
"hei.. hei.. aku juga mau ikutan". Sekar di kursi roda pun datang diantar oleh Reyhan lalu Pria itu mengelus kepala Istrinya dan pergi memberi waktu untuk Sekar bersama Anna dan Rose.
Radit juga merangkul Istrinya yang masih harus dijaga karna belum melahirkan seperti Anna dan Sekar, Ia juga mendudukkan Caca dengan hati-hati di kursi dekat Sekar dan Anna yang duduk dikursi roda, Radit mengecup puncak kepala Caca lalu pergi.
keributan pun terjadi saat mereka berkumpul dan masih sama memperebutkan Rose, mereka menciumi Rose yang tertawa cekikikan membuat Keluarga Nana tersenyum melihat kebahagiaan itu.
"lihatlah sayang..! mereka sudah punya anak tapi masih saja memperebutkan Rose". bisik Arka di telinga sang Istri.
Nana mengulum senyumnya, "memang kenapa? sama seperti mereka sangat menyayangi Rose maka aku yakin Rose akan menyayangi anak-anak mereka seperti Rose yang sangat menyayangi Maycelly".
"tapi kenapa suami mereka membiarkan Istri-Istri mereka berkumpul?". tanya Arka tidak mengerti melihat Adi, Radit, Reyhan sibuk dengan bayi-bayi mereka.
"itu karna sudah mengerti arti persahabatan ketiga wanita itu". jawab Nana santai.
Arka menggeleng kepalanya lalu melihat Bayu yang minum dengan santai tapi sorot mata pria itu hanya tertuju pada 1 perempuan yaitu Linda membuat keningnya mengkerut.
"bukankah itu asistennya Adi sayang?". tanya Arka menunjuk Bayu dengan ekor matanya.
Nana menoleh ke arah tatapan sang suami dan menganggukkan kepala.
.
__ADS_1
.
.