Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
menjaga


__ADS_3

.


.


.


"hati-hati sayang? jangan sampai Fiona jatuh nak". teriak Anna pada Fauzan.


"iya mom". jawab Fauzan yang tengah bermain kejar-kejaran dengan Fiona tapi dengan langkah kecil.


Fiona menaiki tangga dan Fauzan mengikutinya masuk ke terowongan anak-anak lalu meluncur bebas kebawah, mereka terlihat bahagia berlarian bermain di tempat itu.


"adekkk? jangan kencang-kencang lalinya". Fauzan berteriak.


"hehe.. iya". sahut Fiona.


dan Hap,


"aaahh?". Fiona terpekik saat tubuhnya terangkat tinggi dan Fiona menyeringai lebar pelakunya adalah Adi.


Fauzi bermain ayunan dengan Anna, mereka berdua jalan bergandengan tangan mendekati Adi begitu juga Fauzan.


"uuh..? Siapa yang minta anak Papa lari-lari? kalau jatuh bagaimana? mau buat Papa sedih?". Adi menduselkan hidungnya dengan hidung Fiona.


Fiona tertawa riang di gendongan Adi, "apa cemuanya lancal papa?".


"lancar sayang". jawab Adi.


"Papa siapa dulu dong?". sambung Adi lagi dengan bangga.


Anna memukul punggung suaminya, "ajari apa? kalau sampai anakku jadi sombong karnamu Hubby? aku tidak akan mengizinkanmu masuk kamar". ancam Anna dengan mata melotot.


"eeh.. tidak sayang". jawab Anna cepat.


ketiga anak-anak Anna hanya diam, sikembar 3 memang takut Mommy mereka marah terlebih lagi Papa mereka yang terkenal tegas dan menakutkan di media begitu takut saat Anna marah, mereka tidak tau saja kalau Adi itu Papa yang sangat Bucin terhadap Mommy mereka.


"kalian jangan dengarkan Papa ya? kalian mengerti maksud papa kan nak?". tanya Adi ke anak-anaknya.


"mengerti Papa". jawab ketiganya serentak.


Adi mencium sayang bibir Fiona yang menyeringai lebar, Anna menggeleng kepalanya saja melihat hal itu, Ia tidak cemburu melihat Adi menciumi Putri kecilnya beda dengan Adi yang sangat cemburuan jika Anna mencium bibir anak laki-lakinya.


"Papa pauji lapal". Fauzi memegang ujung jaket Adi.


Adi menggendong Fauzi dan mencium hidung Putranya, "kita makan yuk! ".

__ADS_1


"ayuuk". sahut Fauzan paling bersemangat memeluk Mommynya.


Anna tersenyum mengelus kepala Fauzan, mereka berjalan bergandengan tangan ke mobil sementara Adi menggendong Fauzi dan Fiona dengan kedua tangannya.


.


di Restaurant Caca,


Fauzan, Fauzi dan Fiona bersorak gembira melihat Restaurant yang mereka inginkan untuk makan bersama.


"Papa.. papa.. gendong! ". pinta Fauzan.


Adi berjongkok, segera Fauzan memeluk leher Adi dari belakang, Fauzi pun minta di gendong di sebelah bahu Adi yang tak terpancar rasa takut dimata nya itu, padahal Adi sangat tinggi biasanya anak-anak takut ketinggian, Fiona pun di gendong juga Oleh Adi.


Anna mengomeli mereka tapi Adi mengatakan Ia bisa menggendong ketiga anaknya dan tak lupa Adi meminta Fauzi memegang kepalanya erat-erat supaya Fauzi tidak terjatuh.


"iya Pa". jawab Fauzi dengan senang.


"sayang? pegang tangan Mommy ya? tangan Papa penuh". pinta Adi ke Fiona.


"baik Papa". jawab Fiona mengulurkan tangannya ke Anna.


Anna menyambutnya dengan senyuman manisnya, Ia terpaksa mengizinkan anak-anaknya di gendong oleh Adi walau takut tapi Ia tidak mau anak-anaknya sedih, cukup Anna saja yang tidak dapat kasih sayang kedua orangtua saat seumuran anaknya sekarang.


mereka berjalan memasuki Restaurant, beberapa orang yang ada di dalam hotel begitu gemas dan iri dengan kemesraan mereka itu, sayangnya Fitri tidak ada sebab Anna tidak mau anaknya yang terlalu aktif itu terkekang, jika di tempat ramai tentu Anna akan mengekang kebebasannya.


.


"sayangg? jangan lari-lari, jangan terlalu dekat dengan pagar nya nak?". omel Anna.


"iya Mom". jawab mereka serentak.


Anna mengawasi anak-anaknya, Ia tidak lepas tangan walau tempatnya aman tapi ada saja rasa takut Anna sebagai seorang Ibu.


Adi memesan makanan yang disukai anak dan Istrinya lalu Para pelayan segera pergi menyiapkan sarapan untuk keluarga bahagia itu. setelah itu Adi bergabung dengan mereka semua dan tak lupa saling berfoto bersama dengan gaya khas masing-masing.


.


.


.


ke esokan harinya,


Anna memakaikan seragam cantik untuk ketiga anak-anaknya itu dengan warna yang sama, beda nya hanya Fiona mengenakan rok pendek, Fauzan dan Fauzi celana.

__ADS_1


"kapan mommy buat baju ini mom?". tanya Fauzan dengan raut wajah penasaran.


"Mommy selalu membuatkan baju pada desaigner langganan Mommy untuk kalian bertiga sayang bahkan untuk Fiona juga ada, tapi kalian hari ini sekolah sementara seragam sekolah kalian belum ada jadi Mommy pakaikan ini saja. bagaimana? kalian suka?". tanya Anna merapikan dasi anak-anaknya.


"suka". jawab mereka serentak lalu memeluk Anna dengan ceria.


Anna tertawa pelan, Ia pun membawa ketiga anak-anaknya sarapan, Adi menyuapi Fitri makan nasi yang sudah sesuai dengan umurnya walau nasi itu terkadang harus lama di **** oleh Putri nya, Adi begitu sabar menyuapi Fitri karna tau Anna sedang sibuk mengurus ketiga anak kembar mereka.


"selamat pagii?". sapa Sikembar 3 dengan ceria membuat Leonard, Adi menoleh sedangkan Fitri masih asik dengan emutannya menatap makanan yang tersaji khusus untuknya telah di potong-potong kecil.


"pagi". jawab keduanya serentak lalu kembali sarapan.


Leonard terkekeh, "bahagia sekali kalian ya?". goda Leonard dibalas cengiran oleh ketiga anak kembar itu.


Anna menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya dan mereka makan sendiri tapi berhati-hati karna tidak mau baju mereka kotor, Anna mendekati Adi dan akan mengambil alih menyuapi Fitri.


"kamu udah sarapan sayang?". tanya Adi.


"belum". jawab Anna dengan polos.


"sarapan lah, aku udah sarapan tadi". pinta Adi.


Anna pun mengangguk patuh, Ia pun segera sarapan setelah itu mengambil alih tugas nya yang diambil alih oleh Adi.


.


.


Leonard memberi uang jajan yang banyak pada anak-anaknya Anna membuat Anna menggeleng-geleng tak terima, tapi Leonard meminta ketiga anak kembar itu untuk mau berbagi lalu Anna tak bisa berkata-kata dan membiarkan Triple kembar membawa uang jajan pemberian Leonard.


sesampainya di sekolah, Anna dan Adi menjadi sorotan apalagi Anna membawa semua anaknya termasuk Fitri yang di gendong oleh Anna, Adi mengantarkan ketiga anaknya ke kelas lalu memberi peringatan berhati-hati pada anak-anaknya jangan sampai membuat Mommy mereka marah dan sedih.


"baik Papa, baik Mom". jawab ketiganya serentak menyalami Anna dan Adi, ketiga bocah itu berlari riang mencari tempat duduk mereka yang berdekatan.


Anna berbicara dengan wali kelas anaknya perempuan bernama Yunita, lalu bertanya tentang semua kekhawatirannya sebagai seorang Ibu.


.


"kenapa kesini sayang?". tanya Adi melihat ke Anna yang memasuki Kantin sekolah TK itu.


"aku mau lihat apa makanannya sehat-sehat". jawab Anna memasuki Kantin itu setelah memberikan Fitri ke Adi.


Adi menggeleng kepalanya sambil terkekeh, Anna memang sangat menjaga pola makan anak-anaknya yang sekarang lagi berada di masa pertumbuhan.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2