Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
tidak penting


__ADS_3

.


.


.


Adi melirik ke samping saat ada seseorang yang mendekatinya.


"siapa? ". tanya Radit.


"oh.. aku Mia sepupu Anna". jawab Mia tersenyum manis mengedipkan matanya ke Radit.


Radit bergidik lalu melihat ke arah Adi yang terlihat tidak peduli dengan wanita itu,


"Tuan? dimana Anna? kenapa dia tidak datang di acara besar seperti ini? bukankah dia Istrimu? seharusnya dia ikut di semua acaramu". tanya Mia.


"jangan sok ikut campur. !". perkataan Adi membuat Mia merasa tertohok padahal hanya bicara singkat dan padat.


Radit seketika mengeluarkan suara tawa tertahan nya namun segera ia melihat arah lain dan melangkah pergi dari sana.


"Tuan, aku membawa Tante kesayangan Anna". kata Mia dengan bangga.


Adi melirik arah tatapan Mia, "kenapa wanita ini bisa disini? bukankah dia ada di Singapura? kenapa datang kesini?". batin Adi jengah dengan manusia serakah itu.


Adi terikat janji dengan Anna tidak akan terlibat permasalahan dengan perempuan, jika Adi melanggar maka Anna akan balas dengan mendekati lawan jenisnya dan hal itu bisa membuat Adi gila karna cemburu.


"Maaa?? ". teriak Mia.


Wanita yang dipanggil itu menoleh, walau tempat itu berisik tapi masih bisa didengar oleh Sartika yang merupakan tante kesayangan Anna.


Sar mendekati Mia, Mia merangkul Mama nya dengan manja.


"ini Ma..! Suami Anna". kata Mia menunjuk Adi.


Adi melirik tangan Mia yang tidak sopan padanya, Ia ingin sekali mematahkan jari telunjuk wanita itu tapi karna memikirkan tempat ini sangat ramai membuatnya harus berpikir 2 kali.


"oh ini suami Anna..! tampan juga pantas saja kamu memujinya ya sayang? ". Kata Sartika memperhatikan penampilan Adi.


Radit tiba-tiba datang lalu berbisik ke Adi yang mengangguk lalu tanpa berpamitan Adi pergi dari sana.


"apa-apaan itu? kenapa Pria itu sombong sekali? ". tanya Sartika dengan kesal melihat Adi pergi tanpa basa-basi berpamitan padanya.


"dia memang begitu Ma, tapi dia sangat seksi kan?". gemas Mia.


"ayo kita pergi..! ". ajak Sartika.


"tidak mau Ma, nanti saja kita ke Jakarta nya". tolak Mia.


"Mama harus menemui teman Mama". Sartika menarik tangan Mia dan membawanya menemui temannya.

__ADS_1


Adi naik ke panggung dan berbicara sepatah dua kata tentang bisnis yang kini melambungkan nama nya.


Bunga melihat Adi dengan seksama, "apa dia berubah karnaku? tapi kenapa dia tidak menjawabku tadi? apa dia dendam padaku? ". gumam Bunga menelisik.


Adi mengatakan bahwa semua kesuksesannya berkat dukungan Istrinya yang sangat sempurna untuknya, Adi tidak tanggung-tanggung memuji Istrinya sampai Ia mengulum senyum hingga para wanita terkesima melihat ketampanan Adi saat tersenyum.


Bunga terkesima, "tidak mungkin itu dia, jauh berbeda". Bunga geleng-geleng kepala.


Radit yang mendengar perkataan Adi pun tercengang, Atasan serta sahabatnya itu seperti sengaja memagari diri supaya tidak ada wanita yang berani mendekatinya.


"kalau dipikir-pikir Caca imut juga". batin Radit lalu menggeleng kepalanya.


"apa yang kau fikirkan Raditt?? dia merebut Mamimu, sama sekali tidak imut, tidak imut". oceh Radit menutupi kedua telinganya sambil menggeleng kepalanya.


"aah". Radit kaget saat ada yang menyentuh bahunya.


"ada apa? ". tanya Mia.


"kenapa anda memegangku? ". tanya Radit mengendus-ngendus bau bahunya.


"hei.. tanganku bersih dan tidak bau". Mia merasa tersinggung melihat tindakan Radit.


"Mamiku bisa marah kalau ada bau wanita di tubuhku". jelas Radit lalu mengambil tisu basah di meja dan mengelap bahunya sambil menjauh dari Mia yang menganga.


"kenapa sulit sekali mendekati kedua Pria itu? ". gerutu Mia.


.


"benarkah Nona Anna berhenti menjadi dokter karna anda Tuan?". tanya Rekan kerja Adi yang usianya setara dengan Leonard.


Adi mengangguk sambil tersenyum, mereka semakin kagum pada Leonard yang berhasil mendidik cucu tunggalnya tanpa mereka ketahui Pribadi Anna seperti itu karna Nana, sosok malaikat tak bersayap bagi Anna.


Bunga tersenyum manis saat Adi melihat situasi dan tak sengaja melihat Bunga, Ia menatap dingin saja wajah manis Bunga lalu membuang muka.


Bunga tersenyum kecut, "apa dia benar Aditya si gendut? mereka berbeda sekali". gerutu Bunga.


.


makan malam bersama,


Adi menatap datar makanan yang diberikan Radit, "siapa yang memberimu? ". tanya Adi.


"lahh? aku yang ambil sendiri, kalau tidak mau ya aku makan seorang diri". ketus Radit hendak merebut piring untuk Adi namun tangan Radit dicekal oleh Adi.


"kenapa??". tanya Radit pura-pura tidak tau.


"aku makan". jawab Adi dengan tampang datarnya.


"uuh..! sok dingin sama makanan padahal lapar juga". celutuk Radit ditatap tajam oleh Adi, Radit malah acuh.

__ADS_1


"dasar anak mami". ketus Adi.


"emang". jawab Radit enteng.


"ciih". Adi mendecih lalu menatap makanan itu cukup lama.


"kenapa belum makan? ". tanya Radit melihat Adi belum menyantap makanan itu.


"aku menunggu Istriku mengirim pesan". jawab Adi sambil mengeluarkan ponselnya lalu meletakkannya diatas meja.


Radit terkekeh sambil geleng-geleng kepala, "dasar pak Su Bucin".


"apa itu pak su? ". tanya Adi melirik Radit sekilas namun matanya sibuk melihat layar ponselnya.


"Pak Suami BudaK Cinta". jawab Radit malas.


Adi menahan senyumnya, "aku suka".


Radit memutar bola matanya dengan jengah padahal Ia tau kalau Adi memang bucin sekali pada Istrinya itu.


Adi segera mengambil ponselnya dan melihat pesan dari Linda, betapa gemasnya Adi melihat potret Anna sedang makan nasi+ sayur sehat dengan posisi bersila memakan buah-buahan segar, matanya fokus melihat layar TV.


Adi tidak membalas lagi, Ia senang melihat Istrinya sudah makan habis bangun tidur bahkan bersantai.


Radit melirik Adi yang sudah mau makan, "apa kalau sudah jatuh Cinta begitu ya? mengutamakan Istri dibanding diri sendiri? ". batin Radit ingin juga jatuh Cinta tapi Istrinya sekarang terlalu menyebalkan dan menurut Radit mustahil dirinya jatuh cinta pada Caca.


Mia sudah dibawa pergi oleh Sartika ke Jakarta dan akan menginap di Hotel lalu pagi-pagi menemui Anna, sebab Anna selalu menuruti Sartika.


saat Sartika mendengar permintaan Mia di tolak oleh Anna membuatnya tak terima sebab kekayaan Anna tidak akan habis walau mereka meminta dibelikan 1 pulau pribadi, seharusnya Anna tidak akan sesombong itu sehingga tidak mau memberikan uang untuk pesta pernikahan anaknya.


sementara Bunga berjanji akan mencari tau kebenaran tentang Aditya apakah Aditya Pria yang sama dengan Si gendut yang Ia kenal atau tidak, jika Iya? bukankah itu hal bagus.


.


di kamar Anna,


"kenapa? ". tanya Anna ke Linda.


"tadi saya memotret Nona dan mengirimnya ke Tuan Muda". jawab Linda.


"apaa?? foto seperti apa?? ". tanya Anna melototkan matanya.


"Nona silahkan Tidur! ". alih Linda.


"tidak mau, cepat berikan ponselmu". Anna menarik tangan Linda dan mencari ponsel Linda dengan meraba tubuh Linda.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2