
.
.
.
Anna sedang menonton TV di Ruang tamu, Ia menoleh ke Linda saat Pengawalnya itu mengatakan ada Bunga dan Bambang datang ke Mansionnya meminta dipertemukan dengan Adi.
"memangnya kenapa mereka? apa suamiku punya urusan dengannya? aku yakin suamiku tidak berurusan lagi dengan mereka". gumam Anna tidak mengerti.
"apa yang harus kami lakukan Nona?". tanya Linda dengan hati-hati.
"suamiku sedang tidur, antar aku ke gerbang saja". jawab Anna.
Linda kaget sesaat lalu mengingat ocehan Anna sebelumnya saat Adi tidak tidur semalaman demi Anna juga demi pekerjaan.
"kenapa diam? ayo kita ke gerbang! wanita ular itu nanti akan marah-marah terus suamiku akan terbangun karna suara cemprengnya itu". cerocos Anna.
"baik Nona, ayo..!". ajak Linda menuruti permintaan Anna walau sebenarnya terdengar lucu tapi Ia harus mendengarkan juga titah Tuan Putrinya itu.
Para Pengawal penjaga Mansion mengantar Anna dengan mobil sampai ke gerbang Mansion, lalu Ia dipayungi oleh Linda saat keluar dari dalam mobil berjalan memegangi perutnya ke arah Bunga dan Bambang yang ada diluar gerbang.
"hebat ya? berani calon pelakor mendatangi Rumah Istri Sah". Anna tersenyum miring.
"aku bukan pelakor Nona..! aku teman baik Adi, bisakah Nona izinkan aku masuk? aku harus bertemu dengan Adi, Nona ku Mohon!". pinta Bunga memelas.
"kenapa aku harus mengizinkan mantan Cinta Pertama suamiku harus menemui suamiku? tidak akan aku izinkan". jawab Anna tersenyum manis.
"Nona jangan egois Nona, ini masalah Perusahaan kami". Bambang bersuara.
Anna tertawa, "aku Egois? atas dasar apa suamiku harus bertanggung jawab dengan Perusahaanmu hm? kalian bahkan tidak bekerja sama". sahut Anna dengan sinis.
"Perusahaan kami benar-benar sudah jatuh bangkrut Nona, biarkan kami bertemu dengan Tuan Adi, kami yakin Tuan Adi akan menolong kami demi anakku". kata Bambang tak tau dirinya.
Anna melirik Bunga yang memucat, Ia terlihat ketakutan seolah tidak mau jatuh miskin jadi harus meminta bantuan pada Adi bagaimanapun caranya.
__ADS_1
"kau begitu yakin suamiku akan menolongmu? bukankah Suamiku sudah membantumu sebelumnya?". sambar Anna lagi.
"sebelumnya itu kata Tuan Adi hanya cuma-cuma Nona bukan bantuan yang sebenarnya". jawab Bambang.
"Nona aku ingin bertemu dengan Adi, Nona". pinta Bunga memelas.
"aku tidak mau jatuh miskin". sambung Bunga lagi.
"tidak peduli kalian akan jatuh bangkrut atau tidak aku tidak akan membiarkan kalian mengganggu suamiku". ujar Anna dengan tegas.
"Nona ini demi keselamatan Perusahaan kami..! jangan mementingkan rasa cemburu saja, pikirkan kami sebagai manusia". bentak Bambang dengan mata memerah.
Anna tertawa pelan, "sebagai manusia? cemburu? demi keselamatan Perusahaan Kalian?". cibir Anna.
"Tuaaan...Tuan Adiiii?". teriak Bunga di ikuti oleh Bambang juga membuat Anna tertawa sedangkan Linda ingin sekali mengambil batu lalu memukulnya ke wajah orang yang tidak tau diri itu.
"heii? kalian pikir jarak Mansion dan pagarku dekat? kalian berteriak sampai suara kalian habis pun tidak akan didengar oleh suamiku maka nya aku kesini, kalau aku izinkan kalian masuk ke Mansionku aku yakin kalian akan berteriak dengan suara cempreng kalian itu". kata Anna dengan tenang.
"Tolong Nona..! beri kami izin untuk bertemu dengan Tuan Adi..! jangan cemburu lagi karna ini menyangkut Perusahaan kami". desak Bambang.
"tolong Nona..! kami memang bukan keluarganya tapi aku temannya Nona..! bangunkan Adi Nona, hanya 1 jam saja apa itu sulit?". tanya Bunga.
"sulit..! jika dia sudah terbangun maka sulit untuk dia tertidur lagi, kalau kalian merasa butuh datang saja besok.!". jawab Anna mulai muak lalu berbalik pergi.
Anna menghentikan langkah kakinya saat Bambang mulai menyambarnya mengatai dirinya cemburu pada anaknya sehingga melarang mereka bertemu dengan Adi, Anna menoleh tajam ke arah Bambang.
"kenapa aku harus cemburu dengan anakmu? apa dia istimewa?". tanya Anna bersidakap sebisanya karna perutnya sudah membesar.
"anakku sangat cantik dan seksi tidak gendut seperti Nona". jawab Bambang.
"dasar sinting". maki Linda yang sejak tadi diam lalu Anna memegang lengan Linda.
"aku gendut seperti ini karna ulah suamiku". jawab Anna dengan santai.
"dan kau..? setelah apa yang kau lakukan pada suamiku dulu semasa SMA masih berani kau menemuinya sekarang? bahkan mengemis meminta bantuan orang yang kau permalukan didepan umum sampai dia menderita, hah? hebat sekali muka tembokmu itu". Anna menatap tajam dan jijik ke Bunga.
__ADS_1
"dan Kau Pak Tua..! berhenti mencari masalah denganku atau aku akan hancurkan kau sekarang juga". ancam Anna ke Bambang.
"kalian..?". Anna melihat ke beberapa pengawalnya.
"iya Nona". jawab mereka serentak.
"periksa tubuh mereka, ambil ponsel mereka yang merekam pembicaraan ini". titah Anna.
"ba.. baik Nona". jawab mereka serentak.
Bambang terkejut saat Anna mengetahui dirinya merekam pembicaraan mereka yang mengemis untuk merusak nama Anna, Bambang menjerit memaki Anna bukan manusia saat ponselnya berhasil diambil oleh para pengawal dan diberikan pada Linda.
"kalau aku bukan manusia lalu kalian apa?". sinis Anna.
"Nona tolong..! aku tidak mau jatuh bangkrut". pinta Bunga memelas.
"maka nya jadi perempuan itu jangan terlalu sombong, hidup wanita seksi itu belum tentu bahagia karna Ia ditatap remeh oleh Pria lain apalagi dia pernah tidur dengan banyak lelaki". kata Anna dengan tatapan datarnya.
"aku berterimakasih padamu sudah menolak dan mempermalukan suamiku dulu yang gendut dan jelek kan? aku yang memberinya uang untuk menjadi tampan, kau datang setelah dia menjadi tampan? cihh lucu sekali.. kau cari uang yang banyak lalu kau bisa mempercantik diri dan bisa merubah penampilan bebek jelek menjadi angsa yang indah". Anna menangkupkan kedua tangannya lalu berbalik meninggalkan mereka semua.
Bambang berteriak memaki Anna yang tidak bisa memikirkan rasa manusiawi padahal dia sendiri bukan manusia yang sebenarnya, tidak tau diri.
"sekarang kau lihat?? kita tidak akan bisa bertemu dengan Tuan Adi kalau ada istrinya itu, kenapa kau mendesak ku bertemu Tuan Adi disini ha?". marah Bambang ke Bunga.
"kenapa Papa merekam pembicaraan kita ke dia?". tanya Bunga dengan kesal.
"kau berani membentakku ha? aku tau dia akan menolak kita bertemu dengan suaminya maka nya aku merekam dan menyebarkannya nanti ke media tapi entah bagaimana dia bisa tau kalau aku merekamnya". geram Bambang menatap benci ke mobil yang sudah berlalu darinya.
"kalian pergilah..!". usir Para pengawal Mansion Anna ke Bambang dan Bunga.
.
.
.
__ADS_1