Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
berhasil


__ADS_3

.


.


.


"cek Ponsel kalian masing-masing". pinta Adi


4 wanita diantara mereka segera melarikan diri mengambil ponsel yang terjatuh, mereka tau di TF dari satu diantara mereka yang memekik dapat uang masuk 50 Juta apalagi Adi menanyakan gaji juga minta nomor rekening, mereka tentu berpikir akan digaji namun tak mereka duga Adi membayarnya selama 10 bulan penuh.


"bertahanlah selama 3 hari lagi..! aku akan selesaikan semua dengan cepat". kata Adi dengan serius lalu meninggalkan mereka semua yang terjatuh dilantai.


brakkkhh..


kelima wanita itu pun terduduk lemas dilantai, mereka ada yang berusaha mengucek kedua mata memperhatikan nominal itu yang ternyata tidak salah, ada yang gemetaran memegang ponselnya ada juga yang terdiam memikirkan mau dikemanain uang itu? uang segitu bagi mereka sangat menakjubkan.


mereka semua sibuk dengan dunia fantasi mereka masing-masing, sedangkan Adi tiba di Ruangannya terlihat tidak mempermasalahkan uangnya yang keluar tadi, bahkan Adi punya hutang 3 M pada Anna, anggap saja tadi adalah bunga selama beberapa tahun Adi kembali ke sisi Anna sebagai Pria sukses.


selama 3 hari penuh Adi berhasil mengganti Karyawan Asia Group yang sebelumnya orang-orang setia Roben menjadi orang setia Leonard, mereka ditendang oleh Adi tanpa berperasaan hingga semua yang digusur oleh Adi malah menuntut pada Roben yang malah kewalahan.


Roben sedang dalam masalah karna Anna tidak mau menceraikan Adi pun membuatnya terlibat perkelahian dengan keluarga Fendy, Fendy sudah menyebarkan undangan tentu nama Annastasia tertera di undangan itu namun tidak ada profil.


Anna tidak pernah menerima pernikahan itu jadi tidak ada foto prawedding atau foto untuk undangan pernikahan, mereka mencerca Roben segera bertanggung jawab karna pernikahannya malam ini juga.


Putri kandungnya Roben tidak mau menikah dengan Fendy yang Ia (Putrinya Roben) ketahui Pria suka main tangan, Roben menikahkan Fendy dengan Anna supaya bisa memperbudak Fendy juga membuat Anna menderita dalam pernikahannya tapi semua rencananya kacau-balau karna Adi yang tiba-tiba diperkenalkan sebagai Suami Anna, Pria yang dicintai Anna.


"pergilah kalian..! jangan mengacaukanku! ". usir Roben menggelegar.


"tidak bisa..! kami butuh pekerjaan baru". jawab mereka semua serentak.


"sialan kalian..! pergilah kalian, biarkan aku memikirkan sesuatu". maki Roben


mereka akhirnya pergi namun mengambil semua benda yang ada di Ruangan Roben sebagai jaminan, betapa kacaunya Roben saat ini bahkan mereka semua minta digaji jika Tidak? barang-barang Roben akan dijual untuk biaya makan mereka selama beberapa bulan sampai Roben memberi mereka semua pekerjaan baru.


Sekretaris Im sangat bangga dengan kehebatan Adi dalam memimpin Perusahaan Asia Group, Adi memang pantas menjadi Presdir mereka.

__ADS_1


"semoga anda akan baik-baik saja Tuan..! jangan sampai masalalu terulang kembali". gumam Sekretaris Im mengingat masa Kedua orangtua Anna saat kecil.


awalnya semua baik-baik saja namun masalah tiba saat orang-orang serakah yang haus akan tahta bertindak kejam demi mendapatkan apa yang mereka inginkan, wajar saja Sekretaris Im takut hal yang sama menimpa Adi.


Adi berada di Ruangan Rapat mengumpulkan semua karyawan yang baru saja ia bentuk, mereka tidak duduk melainkan berdiri karna kursinya tidak cukup, beruntung Ruangan Rapat itu sangat luas dan bisa menampung semua Karyawan yang ada walau mereka berdiri, namun tak memudarkan rasa bahagia masing-masing diantara mereka yang akhirnya kembali bekerja.


"aku adalah orang yang dipercaya Tuan Besar Leonard, ku harap kalian bisa mempercayaiku dan mari kita bekerja sama membangun Perusahaan Asia Group menjadi lebih baik". kata Adi dengan tegas dan berwibawa.


"baik Tuan Muda..! salam hormat kami kepada Presdir baru Asia Group..! ". ucap mereka semua serentak menundukkan kepala sebagai rasa hormat mereka pada Adi.


"hmm..! kalian kembali ke Kursi masing-masing, kita mulai bekerja dengan serius". titah Adi.


"baik Tuan Muda". jawab mereka semua semangat hingga Adi menyunggingkan senyum tipisnya.


mereka semua segera membubarkan diri dengan tertib kembali ke Ruangan kerja awal, Radit menghela nafas di samping Adi.


"semua sudah berhasil kan? boleh aku pulang? dan kau juga pulang Adi..! entah bagaimana Nona Muda saat ini". omel Radit


"aku sudah mengatakan pada Kakek dan juga sudah mengirim pesan pada Anna, dia tidak mempermasalahkan pekerjaanku". jawab Adi.


"jangan menipuku..! pernikahannya nanti malam". ketus Adi menatap tajam Radit yang mempermainkannya.


Radit tertawa keras lalu pergi meninggalkan Adi yang dalam keadaan marah.


setelah selesai dengan urusan Adi di Perusahaan Asia Group, Adi langsung mendatangi Rumah Sakit tempat Anna bekerja.


Adi tidak menemukan Anna di Ruangan kerjanya, salah satu Suster mengatakan kalau Anna baru saja pulang, tanpa berpikir Adi langsung mencari Anna di tempat parkiran dan melihat Fendy tengah mencoba memaksa Anna ikut dengan Fendy.


"lepaskan aku brengs*k...!". teriak Anna dengan geram.


"lepaskan Nona Muda Kami! ". seru beberapa Pria berbadan besar sekitar 10 orang tiba-tiba keluar dari tempat persembunyiannya.


"siall...! jadi kau memang punya Pengawal bayangan". decak Fendy tak menyerah menyeret Anna.


Anna yang marah segera menendang bagian inti Fendy hingga Pria itu terpekik tapi Fendy segera mengeluarkan sesuatu dari saku celananya seperti alat suntik, dengan segala kemampuannya mencoba menyuntikkan benda itu ke Anna namun gagal saat Adi datang memutar pergelangan tangan Fendy dengan wajah memerah seperti marah.

__ADS_1


Anna memutar tubuhnya yang tadi berlari ingin bersembunyi di belakang para pengawal bayangannya tapi malah mendengar teriakan pilu Fendy.


betapa terkejutnya Anna melihat Adi ada di tempatnya kini, "Adiii? ". gumam Anna pelan.


"Nona. !". Para pengawal bayangan Anna segera menyeret Anna untuk menjauh.


4 diantara Pengawal bayangan Anna mengelilingi Anna sementara yang lainnya mengepung Fendy yang tengah di cengkram kuat oleh Adi.


"sialaan..! tanganku remuk". batin Fendy yang merasa tangannya begitu sakit sampai menjatuhkan alat suntik itu.


salah satu pengawal bayangan yang mengepung Fendy mengambil alat suntik itu,


"biarkan kami yang urus Tuan Muda..! anda perlu antar Nona Muda kembali ke Mansion".


Adi melepaskan tangan Fendy dengan kasar, segera keenam Pria berbadan besar menyeret Fendy yang menjerit kesakitan karna tangannya yang dicengkram kuat oleh Adi lebih sakit dari tendangan Anna di inti tubuhnya, memang intinya berdenyut tapi masih bisa ditahan namun beda saat tangannya dicengkram Adi seperti tulangnya diremukkan.


"Adii? kamu disini? ". tanya Anna memegang lengan Adi dan tersenyum lebar


"masih bisa tersenyum hmm?". Adi menatap tajam senyuman Anna yang tidak menyiratkan rasa takut itu.


"aku sudah biasa..! lagian ada pengawal bayanganku". jawab Anna tanpa beban.


"jadi ini bukan pertama kalinya? ". tanya Adi dengan serius.


Anna menganggukkan kepalanya, "Fendy bukan pria pertama yang mendatangiku". jawab Anna.


Adi menautkan kedua alisnya, "ceritakan padaku apa saja yang kamu hadapi".


Anna mengangguk lalu memutar tubuh Adi, Ia memekik girang meloncat ke punggung Adi yang segera menahan tubuh Istrinya supaya tidak jatuh.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2