Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
bertemu


__ADS_3

.


.


.


Reyhan memberikan lengannya ke Sekar, dengan hati-hati Sekar melingkarkan tangannya di lengan Reyhan lalu mereka berjalan dengan Nana paling depan dibelakang Nana ada Anna dan Caca yang mengiring pengantin sampai ke mimbar pengantin pasangan yang sedang berbahagia.


Eve tersenyum bahagia, Ia merasa terhormat diacara pernikahan anaknya di perhatikan oleh Wanita terhormat seperti Nana si Penguasa Wijaya Group yang kini disebut sebagai Perusahaan terkaya setelah Asia Group, bahkan Leonard pun datang di acara pernikahan Anaknya.


"anakku benar-benar hebat menjatuhkan hati pada Sekar yang disayang oleh Asia Group dan Wijaya Group". batin Eve


"kenapa sayang? ". tanya Andi sang suami Eve.


"aah..? aku tidak menyangka pernikahan Putra Kita akan semewah ini sayang, anakmu itu memiliki selera yang sangat tinggi, lihatlah dia mencintai Sekar yang disayang oleh Nana dan Anna". jawab Eve.


"karna kejujuran nya itu maka nya dia pantas disayang". kekeh Andi menatap Reyhan yang memancarkan cahaya Cinta ke Sekar yang tulus dan jujur.


"aku akan memanjakan Sekar Sayang, aku akan perlakukan dia seperti Tuan Putri di Rumah kita nanti". Eve merangkul suaminya dengan erat.


"ya.. iya..! ayo kita sambut tamu lagi, kenapa kamu menemui Putramu hmm? apa kamu lupa dia sudah besar". Andi membawa Istrinya pergi menjauhi pasangan yang sedang berbahagia itu.


.


"kalian mau kemana? ". tanya Sekar dengan canggung melihat Anna, Caca membantu Nana untuk turun dari panggung pengantin.


"hah? kenapa kami disini? kamu yang menikah kan?". tanya Caca dengan heran.


"pengantinnya hari ini kamu Sekar bukan kami, kami sudah menjadi Istri orang". jawab Anna meledek.


"sudah-sudah..! kalian selalu saja mengejek teman kalian". Nana menengahi.


"kak? ". rengek Sekar memelas tanpa mengeluarkan suara.


Nana tersenyum, "sayang..? kami harus kembali pada suami serta keluarga kami kan? ".


Sekar perlahan melihat ke arah Reyhan yang tersenyum ke arahnya, sungguh Sekar sangat gugup dan tegang saat ini, Ia belum terbiasa dengan situasinya.


"aku akan jaga dia dengan baik kak". Reyhan merangkul pinggang Sekar yang kaget di sentuh oleh Reyhan.


Sekar tersenyum kikuk hal itu membuat Caca dan Anna tertawa cekikikan,


"kalian sudah sah menjadi suami Istri kan? jadi jangan malu-malu ya?". gemas Nana.

__ADS_1


Sekar mengerjabkan matanya melihat ketiga perempuan cantik itu benar-benar meninggalkannya sendirian di panggung pengantin bersama Reyhan.


"ayo duduk! nanti kakimu pegal, sebentar lagi para tamu undangan akan datang memberi ucapan selamat". ajak Reyhan membantu Sekar duduk di sofa mewah yang sudah di tata rapi dengan hiasan khasnya yang indah.


Anna dan Caca mengantarkan Nana yang sedang hamil ke Arka, Arka mencium sayang kening Nana.


"kenapa kamu suka sekali menyibukkan diri padahal kamu sedang hamil sayang". Arka tak habis fikir dengan tingkah Istrinya ini yang sulit di atur jika sudah keras kepala.


Adi tiba-tiba memeluk Anna dari belakang, dan tinggallah Caca yang memutar bola matanya dengan malas melihat kedua pasangan itu.


"lebih baik aku mencari sikembar". celutuk Caca.


Caca memilih pergi dari sana, Ia tidak mau menjadi penonton melihat kemesraan Anna dan Nana dengan suami-suami romantis mereka lebih baik Caca bermain dengan Rose.


Caca tersenyum lebar melihat Rose tengah marah-marah mengomeli El yang terus saja menggoda gadis kecil itu.


"abang...? pergi..! jangan ganggu Rose! ". usir Rose dengan mata melotot menggemaskan.


El tertawa cekikikan, Ia mencubit kedua pipi Rose yang dengan ganas menginjak kaki El.


El mengaduh kesakitan sementara Ren duduk santai didekat mereka, Ia tak heran lagi melihat perkelahian El dengan Rose yang akan dimenangkan oleh Rose.


"kenapa sih abang nyebelin banget? apa tidak ada kerjaan lain hah? bukannya Mama Abang sedang punya dedek? kenapa terus garain Rose meluluk?". omel Rose dengan galak.


"Rose? sakit". rengek El.


Rose bersidakap dada sambil membuang muka dengan angkuh, sungguh gadis kecil bar-bar yang menggemaskan.


"sayangg? ". Caca mendekati Rose.


"kakak? ". senyum lebar Rose seketika berubah ceria merentangkan tangannya sambil berjalan ke arah Caca namun tiba-tiba El muncul di hadapan Rose sehingga Rose memeluk El.


"abaaaanggg". pekik Rose menggema.


beberapa orang yang melihat Rose malah gemas, bukannya marah karna Rose berteriak memecahkan gendang telinga mereka padahal suara Rose sangat halus saat menjerit.


"hahah". El berputar mengangkat tubuh Rose dengan tawa puasnya.


Ren menggeleng-geleng kepala melihat tingkah El yang tidak pernah menyerah menggoda Rose.


Caca tertawa lebar melihat wajah kesal Rose memukul-mukul bahu Elvin.


Elvin menurunkan tubuh Rose lalu menciumi wajah Rose dengan gemas dan berlari meninggalkan Rose yang sudah merah padam, gadis kecil itu sudah begitu merah dengan nafas naik-turun karna El membuatnya geram sehingga wajahnya yang marah malah terlihat menggemaskan.

__ADS_1


Caca buru-buru memeluk Rose, "sayang..? kamu kemana aja hmm? kakak kangen banget padamu sayang".


wajah merah Rose perlahan membaik, Ia berubah kesal dan menekuk wajah imutnya itu.


"Kakak? Rose ingin membunuhnya". oceh Rose dengan kesal.


Caca tertawa lebar, "jangan sayang". bujuk Caca mengelus kepala Rose yang terlalu menggemaskan.


"kenapa Kak Ren diam aja ya sayang? ". tanya Caca penasaran melihat Ren terlihat acuh adiknya digoda oleh El.


"aah.. Kak Ren mah teman sama Bang El, mereka sepertinya sudah bekerja sama membuli Rose kak". jawab Rose dengan tatapan tajam melihat Kakak kembarnya yang tersenyum tipis saja.


Caca mengajak Rose berjalan ke arah makanan, membuat mood Rose berubah ceria.


"hanya makanan saja yang membuat Rose bahagia". gumam Ren dengan santai.


Ren selalu saja seperti itu membiarkan El menggoda Rose tapi tidak mengizinkan orang lain menggoda adik kembarnya, jika ada maka Ren lah yang pertama kali maju melindungi adiknya.


"aah..!". Caca terlalu asik menemani Rose makan jadi saat mundur ia tidak melihat orang dibelakangnya sehingga Caca menabrak orang.


"maaf, maaf". ucap Caca membalik tubuhnya ke orang itu.


"iya tidak apa". jawab Radit dengan senyuman ramah.


Caca seperti mengenal suara itu lalu mendongak ternyata Radit dan Ia terkejut, "k.. kau? ".


"aah.. hai..? siapa namamu gadis kecil? ". Radit berjongkok di hadapan Rose.


"Rose Abang". jawab Rose tersenyum manis.


Radit tersenyum cerah, "oohh..ternyata kamu lebih menggemaskan sekali sayang".


Radit suka dipanggil Abang oleh Rose yang menilai dirinya masih muda.


Radit sebelumnya tidak melihat Rose secara langsung dan tidak terlalu jelas melihat wajah Rose apalagi Rose menata rambut berbeda-beda jadi wajah imut Rose tidak terlalu dikenali Radit yang hanya sekali dua kali melihat Rose bahkan tidak melihat dari dekat.


"Rose memang cantik abang". jawab Rose menangkupkan kedua pipinya hingga Radit tertawa.


Rose mengenal Radit yang seorang Asisten kepercayaan Adi, Rose banyak belajar meretas data-data orang terdekat kakaknya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2