
.
.
.
Anna menatap kesal ke arah Balkon, Adi datang memeluk Anna dari belakang.
"apa lagi sayang?". tanya Adi.
"aku kesal sama dia". jawab Anna yang memang efek kehamilannya mudah kesal.
Adi tersenyum, "lalu kamu mau aku apakan dia? ". tanya Adi dengan sabar.
"tidak mau, aku malas menemuinya lebih baik aku di Kamar aja". jawab Anna.
Anna membalik tubuhnya menghadap Adi, "aku mohon Hubby cari Tante Sartika ya? aku tidak mau dia balas dendam padaku, aku sangat mengenal wataknya By..?". pinta Anna memelas.
"lalu? setelah aku menemukannya?". tanya Adi menaikkan sebelah alisnya.
"aku mau Hubby jelaskan sama dia kesalah fahaman kami, aku hanya ingin hidup bahagia By..? dia berpisah dengan Mia yang merupakan kehidupannya, aku tau dia salah tapi aku yakin dia tidak akan menyalahkan dirinya sendiri, dia pasti menyalahkanku atau Hubby". Anna.
"memang kenapa kalau dia menyalahkanku sayang? apa Tante kesayanganmu itu lebih kejam dari Tante Bestamu? ". tanya Adi.
Anna menjelaskan kalau Sartika lebih baik dari Besta tapi Sartika punya perhatian khusus yang tidak memerasnya diluar batas hanya Mia saja yang selalu meminta hal ini dan itu.
Adi mengerti mengapa Sartika menjadi Tante kesayangan Anna tapi kelakuan Sartika itu yang terlalu kelewat batas.
"dia hanya menyayangi Mia, itu sebabnya aku kaget saat tau Brian selingkuhannya padahal selama ini aku tau kalau Mia itu sangat disayang oleh Tante Sartika". jelas Anna lagi.
Adi terpaksa menuruti kemauan Anna, demi kebahagiaan Anna akan Ia lakukan apapun itu.
Adi keluar dari kamar Anna dan meminta bawahannya mencari Sartika, tidak butuh waktu lama Pengawal yang dipercaya Adi menemukan tempat tinggal Sartika.
"lepaskan aku..! ". teriak Sartika di tarik paksa oleh 2 pengawal sampai tiba di hadapan Adi.
"kauu? ". Sartika melototkan matanya melihat Adi berdiri angkuh didepannya.
__ADS_1
"ya, kenapa kau tinggal di Indonesia? apa kau mau membalas dendam? ". ledek Adi.
"terserahku mau balas dendam atau tidak, kalian sudah menghancurkan hidupku terutama kau..? kalau bukan karna kau kami semua akan baik-baik saja, Mia tidak akan tau kebenarannya". teriak Sartika dengan nyalang.
"kau fikir rahasia busukmu tidak akan terbongkar? jika kau memang tulus menyayangi anakmu. kau sadar telah melakukan kesalahan itu aku yakin kau seharusnya tidak meneruskannya tapi kau tetap melakukannya". sindir Adi sinis.
"bangkai selama apapun kau tutupi tidak akan bisa disembunyikan selamanya, bau nya pasti akan tercium".
Sartika terdiam,
"jika ada yang harus kau salahkan itu adalah kekasih gelapmu itu, dia sudah menipu 12 perempuan di negaramu dan kalian adalah korban yang ke 13". sambung Adi lagi.
"apaa?? ". Sartika melototkan matanya tak percaya.
Adi menunjukkan bukti-bukti kesalahan Brian, Adi hanya menuruti perintah Anna dengan tidak membunuh Sartika karna sebenarnya Sartika sangat menyayangi Putrinya tapi nama nya manusia yang sudah lama tidak dicintai pasti terlena dengan rayuan Pria apalagi Pria itu profesional.
Sartika membelalak melihat bukti-bukti itu, "ini..? ".
"Anna sangat menyayangi Mia, dia sudah bicara dengan Mia tapi tidak bisa membujuk Mia untuk memaafkanmu, bukankah kau seorang Ibu? bagaimana perasaannya yang terluka karna penghianatan Ibu yang selama ini dibanggakannya berselingkuh dengan Kekasihnya? kalau sama ayah kandung Brian mungkin Mia terima tapi lelaki yang sama".
"aku tidak bermaksud menceramahimu karna kau jauh lebih lama hidup dari kami, Anna tidak punya keluarga kandung bahkan kerabatnya sendiri memusuhinya dengan membuat Orangtuanya meninggal, kalian tau penyebab meninggalnya Keluarga Anna tapi masih menyalahkannya karna dia yang pembawa sial".
"haiissh..! kenapa aku harus menjelaskan semuanya padamu hah? kalau bukan karna permintaan Anna aku tidak akan mengeluarkan suaraku untukmu, Anna sangat tulus pada kalian". kesal Adi yang harus belajar sabar demi Anna.
Adi tidak mau membunuh orang lagi karna tidak mau ada yang menyalahkan Anna itu pembawa sial, setiap ada orang yang menyerang Anna pasti mati, padahal bukan kesialan Anna namun perbuatan Adi sendiri yang tidak suka ada orang yang menindas Istrinya.
Sartika terdiam,
"aku berikan Pria itu untukmu, mau kau bunuh atau tidak terserahmu". ujar Adi membuat Sartika melihat ke arah Adi.
"Bawa dia ke Penjara buatanku untuk Pria itu". titah Adi.
"baik Tuan".
Sartika tidak memberontak dibawa ke suatu Ruangan yang dikatakan penjara oleh Adi hingga matanya seketika menyala melihat Brian.
"kurung saja mereka berdua". pinta Pengawal yang lainnya.
__ADS_1
"anda bebas melakukan apapun padanya Nyonya, mau anda bunuh terserah anda, kami akan selesaikan sisanya". kata salah satu Pengawal.
Brian melebarkan matanya melihat tatapan Sartika yang tidak biasa, Sartika memanas teringat perkataan Adi kalau Ia dan Mia adalah korban yang ke 13.
keributan pun terjadi, Sartika melempar semua barang dan menjerit seperti orang gila di Ruangan itu, Para Pengawal yang berjaga segera pergi dan akan kembali 1 jam kemudian.
Adi langsung pulang ke Mansion Anna setelah menyelesaikan masalah itu, Ia tidak mau melakukan itu tapi demi Anna terpaksa Ia lakukan kalau Sartika masih bertingkah juga dan belum berubah, maka Adi tidak punya pilihan selain mengakhiri nyawanya saja.
"bagaimana Hubby?? ". tanya Anna menyambut kepulangan suaminya.
Adi menghela nafas melihat wajah khawatir Istrinya, "sebenarnya hatimu terbuat dari apa sayang? kenapa masih bisa memikirkan wanita itu?".
"hatiku terbuat dari apa? memangnya setiap manusia punya pahatan hati berbeda-beda? ". rajuk Anna merangkul lengan Adi dengan bibir mengerucut.
"aku melakukannya sesuai permintaanmu sayang". jawab Adi mengecup pelipis Anna.
Anna tersenyum lebar, "aku yakin setelah ini Tante Sartika juga akan berubah".
"kalau tidak bagaimana? apa kamu masih memaafkannya juga? ". tanya Adi membawa Anna ke Ruangan kerjanya.
"Hubby..? kan aku udah bilang Pengen punya anak kayak Ren dan Rose, aku harus berbuat baik pada semua orang seperti Kak Nana yang baik pada orang lain". jelas Anna dengan serius.
"ya.. ya.. ya..! hatimu memang baik sayang". jawab Adi dengan pasrah mendengar ceramah sang Istri.
"mau aku buatkan minuman Hubby? ". tawar Anna tersenyum cerah.
Adi mengelus kepala Anna, "jangan terlalu lelah ya? setelah itu duduk disini temani aku saja".
Anna mengangguk lalu berbalik pergi meninggalkan Adi yang bekerja di Ruangan itu, Adi selalu menuruti permintaan Anna diatas segala pekerjaan Adi, bahkan Adi rela menunda pekerjaannya demi Anna.
Adi sudah berjanji akan menuruti permintaan Anna yang rela mundur dari karirnya sebagai Dokter bedah terbaik, apalagi dipuncak kejayaannya setelah mengoperasi Sarla, padahal sudah berulang kali Direktur Joy di Rumah Sakit Anna bekerja meminta Anna untuk kembali bekerja lagi menjadi dokter.
.
.
.
__ADS_1