
.
.
.
Pelayan yang minumannya di tolak tadi mendatangi Besta,
"gagal?? sialan...! cari cara supaya minuman ini sampai ke dia". bisik Besta dengan geram.
"baik Nyonya". jawab pelayan itu takut.
"kenapa? ". tanya Roben ke istrinya.
"pelayan rendahan itu gagal memberikan minumannya". jawab Besta
"sudah aku bilang, Suami Anna yang sombong itu tidak menerima wanita bekerja disisinya tapi kenapa dia bisa menerima Anna? apa kelebihan Anna? apa yang dia inginkan dari Anna? dimana mereka bertemu? jarak jauh? ciih...! cinta monyet mereka memang berakhir di pernikahan". Roben mengepalkan tangannya menatap tajam Adi yang tengah berbincang serius dengan Arka dan kawan-kawannya.
"Anna kaya raya sayang..! siapapun mau bersamanya termasuk pemilik Mal ANA itu".jawab Besta.
"kita harus cepat menyelesaikannya sayang, kita harus bebaskan anak kita kalau sudah mendapatkan saham kecil di Perusahaan Anna". desak Besta.
"iya aku tau..! anakmu itu susah dibilangin, apa dia menyinggung orang lain? kenapa ada orang yang menjebloskannya dipenjara?". Roben.
"tidak sayang..! tapi aku yakin pasti pelakunya Anna". kata Besta menebak.
"Anna?? tidak mungkin dia pelakunya, dia penakut dan tidak akan berani melakukan hal seperti itu pada kita, kamu tau sendiri kan selama ini aku bisa menjadikannya boneka ku". Roben tidak percaya kalau Anna lah pelaku yang berhasil membuat anaknya masuk penjara.
"kalau bukan dia siapa lagi coba? kita tidak punya masalah dengan orang lain hanya Anna saja". Besta pun bertanya balik ke suaminya.
memang benar Anna dianggap bodoh oleh mereka semua, Anna mau dibodohi padahal Ia Pintar dan bisa dikatakan jenius. mereka tidak tau Anna hanya ingin hidup tenang dan bebas dari perebutan tahta mereka semua, Jika Anna melawan pasti gadis bermata biru itu selalu saja dalam bahaya jika keluar mansion dan tidak bisa bekerja di Rumah Sakit.
tapi satu hal yang tidak diterima oleh Anna adalah perjodohan itu sehingga Anna meminta Adi menikahinya tanpa ada ikatan Cinta.
seketika Roben dan Besta saling pandang ditempat seolah menebak semua yang terjadi pada anak mereka adalah perbuatan Adi.
"tapi bagaimana bisa sayang? dari mana dia dapat bukti-bukti kejahatan anak kita? ". Besta bertanya melalui pemikiran logika nya merasa Adi tidak terlalu punya kuasa sehebat itu sampai bisa menemukan bukti begitu cepat.
"sebelumnya dia juga menyebarkan bukti kejahatan Fendy sampai anak bodoh itu bunuh diri, aku yakin dialah pelakunya". geram Roben semakin geram saja ingin menghabisi Adi lebih cepat.
"aku tidak mengerti kenapa Fendy bunuh diri ya sayang? apa dia pikir hidupnya bisa berakhir hanya karna kejahatannya terbongkar? dia bukan anggota dewan". Besta berpikir bahwa Fendy seharusnya tidak akan mengakhiri hidupnya.
"sama saja dia pembunuhnya". Roben menunjuk Adi dengan ekor matanya.
__ADS_1
segala cara telah Pelayan itu lakukan untuk memberikan minuman, Kue atau apapun ke Adi tapi tidak ada satupun diterima Adi.
Adi mengedarkan pandangannya lalu melihat Besta dan Roben tengah berbicara serius, mereka keliatan sangat marah seolah baru menyadari kebodohan masing-masing.
"ckk..! ". Adi berdecak pelan.
"kenapa kau? ". tanya Arka heran.
Abi dan Celvin menatap ke arah Adi,
"Aku hanya merasa kerabat Anna yang haus tahta semakin gencar mengincarku ". kata Adi dengan santai.
"lawan saja mereka, cekik dan bunuh saja". saran gila Arka.
"iya.. orang seperti mereka hanya parasit dan harus dibumi hanguskan, Anna sudah berbaik hati tidak pernah melawan mereka demi mencari kehidupan nyamannya tanpa dihantui metode pembunuhan dan jebakan orang licik dan kejam seperti mereka". Celvin.
"kalian tau kejahatan kerabat Anna? ". tanya Adi kaget Celvin dan Abi tau tentang kehidupan Anna.
"Anna sudah seperti keluarga bagi kami". kata Abi.
"Anna adik kesayangannya Nana tentu saja kami tau". sungut Celvin.
Adi nyengir kuda, "aku melupakan fakta penting itu, maaf bang".
ketiga Pria tampan itu hanya membuang muka dengan raut wajah malas, Adi senang bersama 3 Pria tampan itu yang mengetahui banyak hal tentang Anna.
Adi pamit pada ketiga Pria tampan itu untuk mendekati Anna, mereka tentu mengekor untuk mendatangi Istri kesayangan mereka sebab acara puncak akan segera dimulai yaitu berdansa.
Arka kembali ke Nana, Abi merangkul bahu Ara, dan Celvin menggenggam tangan Intan.
"ada apa Adi? ". tanya Anna penasaran.
"sebentar lagi acara puncaknya dimulai, berdansa". jawab Adi.
"berdansa? kok bisa memangnya ini acara apa? kan bukan pernikahan". cecar Anna.
Adi terkekeh, "tapi disini apapun bisa terjadi sayang, ini kan acara orang kelas kakap".
Anna mendengus, "kamu kenapa kesini? ". tanya Anna.
"aku haus". jawab Adi jujur.
"haus? lalu kenapa menolak tawaran minuman para pelayan itu? ". tanya Anna.
__ADS_1
"kamu melihatnya Anna? ". tanya Adi dibalas anggukan polos oleh Anna.
"apa kamu bawa minuman Anna? aku tidak percaya minuman disini". bisik Adi begitu mesra di telinga Anna.
Anna memejamkan matanya, lalu mengambilkan botol mineral kecil dari sampingnya dan memberikannya ke Adi.
"ini? ". tanya Adi dengan tatapan serius.
"apa terjadi sesuatu? aku sejak tadi disini, kami minum botol mineral kecil itu baik-baik saja, memangnya ada apa? apa yang kamu curigai?". tanya Anna.
Adi mengulum senyum tampannya lalu duduk bersandar di meja, ia menatap Anna saja sambil meneguk minumannya padahal MC pria dan wanita didepan sana sudah banyak berbicara mengenai acara puncak malam ini.
Layla dipanggil sebagai selebriti pendatang dan menyanyi diatas panggung,
"kenapa Layla menatapmu Adi? kamu menggodanya ya? ". sambar Anna ke Adi.
Adi mengerutkan keningnya, "kapan aku menggodanya sayang? aku bahkan tidak kenal siapa dia".
Anna memberengut tapi tubuhnya beringsut mendekati Adi dan suaminya itu sadar kalau Anna tidak suka Adi ditatap oleh perempuan lain.
Abi, Arka dan Celvin sibuk acara suap-suapan buah untuk istri mereka yang hamil jadi tidak terlalu peduli siapa yang bernyanyi.
"kenapa hmm? ". bisik Adi kini sudah merangkul pinggang Anna dengan mesra.
"kamu yakin tidak kenal Layla?". tanya Anna dengan raut wajah kesal.
"tidak..!". jawab Adi merapikan rambut Anna dan menyisirnya dengan jemari tangannya.
"dia selebriti pendatang, suaranya sangat bagus kan? kamu tidak tau lagu yang membuatnya booming? ". cecar Anna.
"tidak tau Anna..! kenapa kamu seperti memaksa aku harus mengenalnya? aku tidak kenal dengannya". gemas Adi.
"yakin? ". tanya Anna serius.
"sangat yakin". jawab Adi.
Anna mendelik tajam ke Layla yang terlihat jelas sedang menatap suaminya, Anna segera berpindah tempat duduk tentu menutupi wajah tampan Adi yang ditatap oleh Layla.
Adi mengulum senyum manisnya, "sayang...? kamu cemburu padaku?? percayalah cintaku hanya untukmu". batin Adi dengan gemas ingin memakan bibir Istri nya itu.
"enak aja natap suamiku? Adi milikku". batin Anna tidak sadar dirinya mengakui Adi adalah miliknya.
.
__ADS_1
.
.