Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
siapa?


__ADS_3

.


.


.


"alasanmu saja". ketus Nana.


"sayang..? kamu sendiri yang bilang kalau Adi sangat mencintai adikmu, seharusnya kamu tau perasaan Adi yang ingin punya anak dengan Anna, aku tidak bersalah sayang, aku malah membantu mereka". jelas Arka.


"sudahlah..! sudah terjadi mau bagaimana lagi?". Mommy Diah menengahi.


Adi masuk ke Ruangan dokter Heny yaitu dokter yang sama dengan Dokter yang merawat Nana, hanya saja Nana tidak mau menggunakan koneksinya cepat diperiksa oleh Heny lebih baik menggunakan jalur menunggu saja sama seperti pasien lainnya.


"Nona Anna? ". senyum ramah Heny.


"iya dok..! saya Anna". jawab Anna dengan perasaan malu bercampur gugup duduk di depan Heny.


"ada yang bisa saya bantu Nona? ". tanya Heny yang tau Anna adalah adik kesayangan Nana.


Adi melepas jasnya dan duduk disamping Anna, "kami ingin melakukan program kehamilan dok". kata Adi dengan sopan namun raut wajahnya datar tidak bisa ditebak pemikiran Adi.


Anna memukul paha Adi, Anna menundukkan wajahnya yang merah karna Ia sungguh malu membawa suaminya.


Heny tersenyum lalu meminta Anna untuk pergi ke brankar segera diperiksa, setelah melewati berbagai pemeriksaan ternyata Anna baik-baik saja bahkan sangat subur.


"apa perlu saya diperiksa juga dok? ". tanya Adi dengan serius.


Heny tersenyum lalu dengan tenang menjawab Adi harus periksa ke dokter laki-laki karna Heny hanya bisa merawat pasien perempuan, Adi tidak tersinggung hanya menganggukkan kepalanya mengerti.


Heny menahan senyum melihat Anna yang malu tidak bisa berkata-kata saat Adi menjelaskan tanpa malu tentang hubungan suami-istri yang mereka lakukan baru-baru ini.


"umur pernikahan Tuan dengan Nona masih sangat muda jadi menurut saya tetap bersabar dan rutin saja melakukannya, saya yakin dalam waktu dekat Nona akan hamil juga". kata Dokter Heny dengan sopan.


mereka berbicara banyak hal tapi Anna tidak berbicara hanya sibuk menundukkan wajahnya yang merah, inilah yang membuatnya malu mengajak Adi ke Rumah Sakit untuk alasan ingin melakukan program kehamilan.


"jadi intinya kita lihat 2 bulan kedepan ya Nona..? Tuan? kita lihat apakah ada perkembangan jika belum maka kita bisa lanjut melakukan program kehamilan, karna menurut saya Nona sangat subur dan tidak ada masalah sama sekali". kata Heny.


"te.. terimakasih dokter". ucap Anna.


"terimakasih dok". ucap Adi juga.

__ADS_1


"sudah sayang? kenapa wajahmu merah begini hmm? kamu sakit? ". Adi mengangkat dagu lancip Anna dan kaget melihat wajah Anna yang sungguh merah.


"aku malu". cicit Anna.


Adi mengerutkan keningnya, "kenapa malu sayang? kita suami istri bukan selingkuhan".


Dokter Heny tertawa pelan mendengar perkataan Adi yang memang benar tapi Anna kan masih muda dan belum pernah berhubungan dengan pria manapun, jadi wajar saja Anna masih punya rasa malu karna itu insting Anna yang memang polos.


"ayo sayang..! ". ajak Adi merangkul pinggang Anna.


tak lama kemudian suster memanggil Nana, terpaksa Anna dan Adi meminta izin pulang duluan tentu Nana membiarkan mereka pergi karna Anna sudah punya suami.


.


jam makan siang, Ruangan Pribadi Adi di Mal ANA.


Anna menatap makanan yang tersaji didepannya, Ia perlahan menatap Adi yang tengah tersenyum hangat padanya.


"ayo makan sayang..! aku ingin menjaga pola makanmu, bukankah tadi kamu dengar apa kata dokter? biasakan banyak makan-makanan sehat dan bernutrisi supaya cepat hamil". kata Adi


Anna menghela nafas, "aku sungguh malu..! kenapa kamu harus datang tadi Adii? kan aku malu".


Adi mengulum senyum tampannya, "sayaang..? cinta dan keinginanku memiliki anak darimu jauh lebih besar dari keinginanmu, apa menurutmu aku bisa bekerja dengan tenang saat Istriku sedang ada di Rumah Sakit melakukan Program kehamilan? kamu hamil juga tidak bisa sendiri sayang itu juga campur tangan diriku, cepatlah makan ya? setelah ini kita gempur lagi diatas ranjang sana".


setelah makan benar saja Adi terus menggempurnya berulang kali sampai Anna hampir pingsan, didalam kamar mandi pun masih bisa-bisanya melakukan hal yang sama.


Adi meraup wajahnya kasar melihat Anna kini tertidur pulas di ranjang saking kelelahannya, Ia mengutuk diri sendiri yang begitu berhasrat.


"sepertinya aku harus ke dokter memeriksa hasratku yang tidak normal". Adi merasa bersalah pada Anna yang menjadi lelah karna ulahnya yang semakin buas saja.


.


sekitar jam 9 malam,


"sayang? kamu bangun? ". Adi tersenyum melihat Anna keluar dari Ruangannya.


Adi bangkit dan berjalan ke arah Anna merapikan rambut istrinya yang berantakan, Anna mengucek kedua matanya.


"kenapa aku tidak dibangunin? ". tanya Anna mendongakkan pandangannya menatap mata Adi.


Adi mengecup lama kening Anna, "aku minta maaf karna membuatmu kelelahan sayang, sepertinya aku sedang sakit".

__ADS_1


"sakit? sakit apa? ". tanya Anna mengerjabkan matanya sambil menikmati belaian lembut Adi yang mengelus rambutnya.


"akhir-akhir ini hasratku semakin tidak terkendali". jawab Adi.


"iya..! kamu terlalu kuat, tenagaku langsung habis padahal kamu yang banyak beraksi". gerutu Anna dengan pipi merona.


Anna benar-benar tidak menyangka kehebatan Adi diatas ranjang nyaris membuat tubuh Anna tidak bertulang, betapa kuatnya Adi yang tidak ada lelahnya malah Anna yang tidak tahan.


"ayo kita pulang..! aku sudah siapkan makanan spesial untukmu di jalan". Adi melepaskan jasnya lalu memasangnya di tubuh Anna.


mereka jalan bergandengan tangan lalu tanpa malu Anna mau diajak makan dipinggir jalan oleh Adi,


"pelan-pelan makannya sayang..! tidak ada yang merebut makananmu". Adi mengelus pipi Anna yang gembung.


"tenagaku benar-benar habis Adi..! kamu menguras semua kekuatanku, aku harus banyak mengisi kekuatan". jawab Anna meracau dengan mulut penuhnya itu.


Adi terkekeh mengelus kepala Anna,


brakhhh...


semua orang menoleh ke pinggir jalan, mereka memekik dan bergosip-gosip, ada juga yang berlari melihat sesuatu yang mereka kira ada kecelakaan.


Adi menaikkan sebelah alisnya.


"ada apa itu? ". tanya Anna hendak bangkit namun Adi menahan tubuh Anna.


"disini saja sayang...! aku akan lihat sendiri". pinta Adi serius.


Anna menganggukkan kepalanya, Ia kembali fokus makan, sementara Adi beranjak dari sisi Anna mendekati tempat parkiran yang ternyata kaca spion mobilnya hancur.


"Tuan..? mobil tadi sepertinya tidak sengaja menabrak kaca spion anda". kata salah satu pembeli makanan pinggir jalan.


"apa kalian bodoh? yang hancur cuma kaca spionnya saja yang lainnya tidak ada yang lecet sedikitpun". sahut pembeli lain ke temannya itu merasa kalau pengendara tadi sengaja melakukannya.


Adi bersidakap dada memperhatikan itu, Ia menoleh ke arah jalanan dimana mobil yang menabrak merusak kaca spion mobilnya tadi tidak terlihat lagi beruntung Adi tadi sempat melihat plat mobil itu walau hanya sekilas tapi daya ingat Adi sangat kuat.


"apa dia bosan hidup?". batin Adi dengan wajah dinginnya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2