
.
.
.
Adi dipuji habis-habisan oleh para pejabat penting, para Perusahaan yang memiliki anak perempuan meminta anak mereka menyapa Adi.
Adi turun dari panggung membawa pialanya yang terbuat dari logam emas dan ada berlian di titik puncak pialanya itu, Adi mengerutkan keningnya melihat para wanita berkumpul di bawah panggung.
"Tuan? kenalkan saya Cerly". kata seorang wanita seksi.
"saya Arnite Tuan Muda". sahut wanita lainnya.
seorang perempuan yang melihat hal itu segera menarik kedua wanita itu lalu berhadapan dengan Adi.
"aku masih gadis kalian minggir, Tuan aku adalah Ery". sapa gadis seksi yang masih berumur 18 tahun.
Ery masih SMA, Ia paling muda dan paling cantik menurutnya, Adi pasti menyukai gadis murni, seksi serta cantik.
Adi memutar bola matanya melihat bertengkaran mereka semua, Ia mengedarkan pandangannya banyak wanita yang mengelilinginya bahkan para model dan artis dibelakang Anna dan Nana tadi tanpa ragu mau ikut mengeroy*k Adi.
"Tolong aku..! mereka tidak waras". batin Adi yang terkurung, Adi tidak mungkin memukul wanita didepan umum yang membuat Image nya hancur nanti sebagai Penguasa berdampak buruk pada saham Mal ANA.
pelanggan setia di Mal ANA itu sebagian besar wanita, jika Adi berbuat kasar semua perempuan akan ilfil dan tidak mau membeli apapun di Mal nya yang sekarang semakin berjaya saja.
di bangku Anna dan Nana, Nana melirik Anna yang memerah sepertinya adik kesayangannya itu sedang cemburu, Leonard melihat Anna yang seperti itu dari jauh menahan tawa saja, walaupun Adi sudah punya Istri dan anak tak menutupi ketampanan Pria itu dipuja oleh para wanita, baik gadis maupun janda.
"kamu tidak mau menyusulnya sayang?". tanya Nana.
"iya kak". jawab Anna lalu berdiri dengan anggun lalu melangkahkan kakinya menuju ke arah suaminya yang sedang terkepung.
"apa mereka semut?". gumam Anna dengan kesal.
Anna yang seksi dengan penampilannya kini melewati banyak lelaki yang tak bisa berhenti memandang Anna, mata mereka terus bergilir mengikuti langkah kaki Anna.
"minggir...!". Anna menerobos wanita-wanita yang tengah heboh bertengkar memperebutkan Adi.
__ADS_1
"siapaaa...?". marah mereka tapi saat melihat pelakunya membuat mereka terdiam.
"hebat ya? kalian berani menggoda suamiku saat berada di atap yang sama denganku". puji Anna dengan nada sarkas.
glek...
Ery yang tengah berusaha merangkul lengan Adi, Adi sudah berusaha menolak tapi gadis itu sepertinya sudah jatuh cinta pada Adi.
Adi melihat Anna pun lega, Ia berlari ke arah Anna dan memeluk Istrinya dengan erat sambil tersenyum tampan hingga kedua lesung pipinya terlihat jelas menambah ketampanannya berkali-kali lipat.
"aaaahhh". jerit para wanita histeris melihat senyum menawan Adi.
Anna dipelukan Adi hanya menekuk kedua alisnya, Ia sebagai perempuan sudah tau mengapa para wanita itu menjerit, pasti karna senyuman suami nya itu.
Ery dibuat tak berkedip memandang itu, "aduuh... paa... sepertinya aku tidak ada celah diantara mereka, kenapa aku harus terlibat hal ini kalau ingin dibelikan mobil lamborghini yang aku mau". batin Ery.
"terimakasih sudah mendatangiku sayang". kata Adi dengan bahagia.
Anna tidak lagi marah padanya, pastilah Adi bahagia sehingga tidak sadar dengan situasinya.
"kamu pasti tersenyum kan? kamu sengaja menggoda para wanita disini ya? kenapaa? mau nambah Istri lagi?". cecar Anna dengan kesal.
Anna melirik situasi lalu menurunkan tangan Adi dan menggenggamnya, "ayo kita pergi dari sini..!".
Adi dibawa pergi oleh Anna keluar dari kerumunan wanita itu, Sikembar 3 terlihat menggemaskan dengan kesibukan mereka terutama Fiona yang senang di gendong oleh Ren berpindah tempat duduk disamping (Nana) Mommy nya, sementara Fitri dipangkuan Leonard asik dengan mainannya.
semua yang melihat kemesraan Adi dan Anna hanya bisa gigi jari saja, Anna dan Adi terlihat seperti sepasang kekasih yang belum punya anak dilihat dari tubuh Anna yang kembali ramping seperti gadis saja yang belum pernah mengandung.
"bawa aku kemana sayang? anak kita bagaimana?". tanya Adi.
"aku ingin memberimu pelajaran". jawab Anna ketus membuat Adi mengulum senyum.
Adi senang jika dirinya di hukum saja oleh Anna bukan di diami seperti tidak terlihat saja dirinya dimata Anna.
"pelajaran seperti apa sayang?". tanya Adi.
namun beberapa saat mereka hendak melangkah keluar aula, para pembawa acara mengumumkan bahwa Anna dan Adi adalah Best Couple dunia Nyata, mereka berdua keheranan mengapa bukan artis atau pemain film yang memenangkan hal itu. dengan sangat terpaksa mereka kembali menaiki panggung dan tak lama kemudian Mc wanita mengumumkan bahwa penghargaan Couple terbaik sepanjang masa jatuh pada Nana dan Arka, Nana tersenyum ramah lalu disusul oleh Ren yang menggendong Fiona mengikuti Nana.
__ADS_1
"berikan padaku Ren!".pinta Adi saat mereka berpapasan jalan.
Fiona pun berpindah ke Adi memeluk Papanya dengan erat juga, Nana dan Anna berpelukan saling mengucapkan selamat satu sama lain.
.
Nana yang berjalan dengan Ren kini menjadi pusat perhatian, mereka tidak terlihat seperti sepasang Ibu dan anak melainkan seperti Kakak dan Adik yang sangat manis.
"terimakasih atas penghargaan ini, suami saya tidak bisa datang karna sedang ada urusan mendesak di Luar Negri".
Nana terus mengatakan semuanya dengan sopan, lugas dan cepat tanpa bertele-tele, lalu Mc wanita menggoda Ren yang terlihat datar saja bukan maksud apa-apa tapi karna Ren terlihat lucu seperti Arka versi muda saja, sama-sama dingin dan datar.
"ayo Mom!". ajak Ren memperlakukan Mommynya sebagai Ratu.
Nana meminta maaf pada mc wanita itu dan mengatakan bahwa Ren sulit untuk digoda membuat mc wanita itu tertawa gemas.
perlakuan Ren pada Nana menjadi pemandangan yang sangat mengagumkan, Ren terlihat seperti pengawal untuk Mommynya itu yang tidak bisa ditemani oleh Arka.
acara terus berlanjut penyambutan-penyambutan dari pejabat negara, Anna yang mengantuk memilih tidur di bahu suaminya.
"kenapa sayang?". tanya Adi yang senang Anna kembali bermanja dengannya.
"ngantuk". jawab Anna dengan mata setengah terpejam.
Leonard melihat kemesraan mereka pun memutar bola mata dengan malas, aneh sekali dirinya itu saat melihat Anna dan Adi bertengkar membuatnya tidak suka tapi saat akur pun Leonard tidak suka karna pasangan itu seakan-akan lupa sudah punya anak.
"mau sama Papa nak?". tanya Leonard ke Fitri.
Leonard melihat Fitri menguap lebar, "sepertinya anak-anak mengantuk, bagaimana? apa perlu tidur disini saja?". tanya Leonard ke Adi dan Anna.
"kalau begitu kita pulang saja". jawab Adi.
"kalian gila?". Leonard menyelah membuat Adi dan Anna saling pandang.
"biar aku yang pulang bawa cicit-cicitku kalian disini saja, acara belum selesai". titah Leonard melihat ke arah panggung.
.
__ADS_1
.
.