
.
.
.
pagi-pagi sekali,
Anna terbangun dan tersenyum melihat wajah Adi yang tertidur pulas dilantai, perlahan bola mata Adi bergerak pelan membuat Anna kaget segera memejamkan matanya.
Adi membuka matanya dan melihat Anna yang posisinya begitu dekat dengannya, Ia tau Anna berpura-pura tidur karna jujur Adi terbangun karna merasakan Anna tengah memandangnya.
Adi meletakkan bantal dan selimutnya di atas wajah Anna, "uuughhhh? ".
Adi menahan tawanya lalu pergi ke kamar mandi, Anna memindahkan bantal yang selimut yang dilempar oleh Adi kesamping.
"apa dia kesal padaku? ". Anna terduduk dengan raut wajah kesal.
.
"loh..? kamu mau kerja?". tanya Anna saat Adi keluar dari kamar mandinya.
"iya..! hari ini aku harus ke Mal ANA, kamu mau ikut?". tanya Adi
"ngapain? ". tanya Anna balik.
"bukankah hari ini adalah syuting iklan kita? aku kesana hanya sebentar saja". Adi berkata dengan serius.
"lalu kenapa aku harus ikut? ". tanya Anna.
Adi tersenyum, "aku ingin membawamu".
Anna menautkan kedua alisnya, tapi Ia mengangguk saja. entah mengapa Anna mau ikut dengan Adi ke Mal ANA.
di Mal ANA, Adi menggenggam tangan Anna seperti sepasang kekasih turun dari mobil, sementara Anna sibuk memperhatikan sekitar banyak para pekerja Adi yang berjejer rapi telah menunggu Adi seolah sudah tau saja mereka bahwa Adi akan datang.
"bagaimana mereka tau kamu datang? ". tanya Anna berbisik.
"mungkin Radit yang beritau". jawab Adi
"selamat datang Tuan, Nona". ucap mereka semua serentak membungkukkan kepala dengan hormat.
Anna mengangguk, Ia merasa disambut ramah oleh para pekerja Adi.
Adi membawa Anna ke Ruangan Pemilik Mal ANA yaitu Adi sendiri, Radit datang membawa banyak hidangan mewah untuk Anna.
"apa ini Adi? ". tanya Anna
"itu karna kita tidak sempat sarapan tadi Anna! makanlah, aku akan lakukan pekerjaanku dengan cepat lalu kita langsung ke lokasi syuting". Adi
"apa kamu tidak sarapan? ". tanya Anna
__ADS_1
"maukah kamu menyuapiku? aku tidak bisa sarapan karna pekerjaanku, aku harus selesaikan dengan cepat supaya tidak membuatmu menunggu terlalu lama". Adi berkata dengan serius.
Anna melihat Radit yang melihat arah lain seolah tidak peduli sama sekali sementara para Pelayan lainnya segera menundukkan kepala karna takut membuat Anna tidak nyaman.
"baiklah". jawab Anna
Radit segera menyiapkan kursi lain disamping Adi, betapa cekatannya Radit melayani Tuannya saat ini hingga Anna bertanya-tanya siapakah Radit ini? Pelayan? Asisten? atau sahabat Adi?.
.
.
di Lokasi Syuting,
"maaf kami datang terlambat". ucap Adi dengan sedikit menundukkan kepala pada para kru iklan yang dipercaya oleh Sekretaris Imran.
"tidak Tuan, Nona..! syutingnya 30 menit lagi, Tuan dan Nona bisa berganti pakaian terlebih dahulu". kata si Sutradara dengan senyuman ramah.
mereka bergerak cepat membagi pelayan laki-laki pada Adi dan pelayan perempuan pada Anna, seolah semua sudah diatur supaya tidak ada drama atau masalah apapun.
beberapa menit menjelang syuting Leonard datang diantar oleh Sekretaris Im,
semua kru termasuk sutradara ketar-ketir memberi hormat pada Leonard, dengan tegas Leonard meminta mereka semua fokus bekerja mengabaikannya saja karna tujuannya datang ingin melihat Cucu nya.
selama syuting Anna dan Adi banyak sekali drama yang mereka lewati, hingga tak kuasa membuat Leonard tertawa terbahak-bahak dan Sekretaris Im tersenyum lebar, dan para kru pun menahan tawanya dengan sikap polos Anna seperti tidak bisa akting saja, mereka tau Anna gugup karna syutingnya bersama Adi.
"kakekkk?? kenapa skripnya berubah lagi? ". protes Anna dengan kesal.
Leonard duduk dikursi goyang, Ia punya Kursi Roda tapi tidak dibawa namun membawa kursi santainya.
"kenapa nak? bukankah iklan ini akan membuat dunia tau kalau kalian sudah menikah hmm? kita tidak punya banyak waktu untuk mengadakan pesta pernikahan". Leonard.
Adi diam tapi wajahnya tetap ramah dengan senyuman tipis menghiasi wajah tampannya.
"tambah lagi adegan ciumannya pak Sutradara". teriak Leonard.
"hah? ". Anna gelagapan saat dimintai adegan ciuman.
Leonard tertawa keras melihat wajah merah merona Anna ditambah kepanikan di wajah cantiknya itu, segera Adi menjelaskan bahwa bibir mereka tidak akan menempel, Iklan akan di tonton banyak orang bagaimana jika dilihat anak kecil? Adi tidak mau membuat kepolosan anak kecil tercoreng saat melihat iklan mereka berdua,
alasan Adi membuat Leonard tersenyum puas, ditengah besarnya Perasaan Adi masih bisa memikirkan konsekuensi, jika diluar sana pasti banyak yang memanfaatkan situasi tapi Adi benar-benar bijak bisa mengenyampingkan Perasaan demi kebaikan orang banyak.
adegan berakhir saat Anna dan Adi harus berpelukan mesra, ditambah kening mereka menyatu tak lupa hidung mereka harus meradu mesra layaknya sepasang pengantin baru, beberapa kali Anna gagal karna tidak tahan namun akhirnya berhasil.
Anna meminta maaf juga berterimakasih pada kru karyawan, sementara Adi juga sama melepaskan jaket luarnya memasangnya di tubuh Anna.
"kenapa? apa kamu tidak dingin? ". tanya Adi tersenyum tipis.
"apa kamu tidak dingin? ". tanya Anna balik ke Adi.
"aku lelaki, aku harus menjaga kesehatan istriku". jawab Adi dengan senyum tampannya kembali membuat jantung Anna berdebar tatkala wajah Adi begitu dekat dengannya.
__ADS_1
Anna baru sadar kalau Adi adalah Pria yang Romantis, Ia penasaran dari mana Adi belajar Romantis sementara Adi tidak punya pengalaman berpacaran atau bahkan tidak pernah jatuh cinta.
dalam perjalanan pulang,
"apa kamu pernah berpacaran Adi? ". tanya Anna disamping Adi yang serius mengemudi.
"tidak, kenapa? ". tanya Adi balik.
"jatuh cinta? ". tanya Anna
"padamu mungkin". jawab Adi
"padaku mungkin? apa maksudnya? kamu jatuh cinta padaku? ". tanya Anna
Adi terkekeh, "aku tidak pernah berpacaran bukan berarti aku tidak tau menjaga perempuan, aku hanya menganggap kamu malaikatku yang tidak boleh terluka atau sakit, apa itu Cinta? ".
Anna membuang muka, wajahnya merona dengan tatapan polos Adi yang berpura-pura tidak tau apa itu Cinta padahal hati Adi kebalikannya.
"aku hanya menganggap kamu malaikatku yang tidak boleh terluka atau sakit, apa itu Cinta? ". kata-kata Adi terngiang-ngiang memenuhi pemikiran Anna sepanjang perjalanan.
Adi melirik Anna yang diam sedang memikirkan sesuatu membuat sudut bibirnya naik membentuk senyuman terindahnya yang bisa membuat urat malu wanita putus.
sesampainya di Mansion Anna,
Adi membantu Leonard turun dari Mobil, perbuatan Adi tak luput dari tatapan Anna yang bisa melihat bagaimana telatennya Adi menjaga Kakeknya seperti keluarga kandung sendiri,
"biar Sekretaris Im saja yang bantu Kakek nak..! kamu temani Istrimu ya? ". pinta Leonard tersenyum puas menepuk-nepuk pundak Adi.
Sekretaris Im memberi isyarat pada Adi semua akan baik-baik saja.
Adi mengangguk patuh, ia berbalik dan menunggu Anna tiba didekatnya.
"kenapa? ". tanya Anna heran Adi menunggunya.
"Kakek memintaku menunggumu". jawab Adi sambil tersenyum.
Anna diam saja terus berjalan dengan Adi disampingnya,
"kenapa sepi sekali ya? ". gumam Anna mengedarkan pandangannya.
Adi menjawab bahwa orang yang ada di Mansion Anna tengah istirahat dan ada yang izin keluar untuk sekedar berbelanja kebutuhan keseharian.
"kok kamu bisa tau? ". tanya Anna heran.
Adi tidak menjawab hanya tersenyum,
.
.
.
__ADS_1