
.
.
.
selama 2 hari Anna menyibukkan diri dengan bekerja juga berbelanja dengan Sekar dan Caca.
"kamu enggak bosan Anna? keliatannya 2 hari ini kamu suka ngajak shopping". tanya Sekar heran.
"ada masalah Anna? biasanya kamu tidak pernah protes kita bayarnya gantian". tanya Caca juga.
"ohh.. ini Blackcard Adi, dia memintaku untuk memakainya". Anna menunjukkan kartu sakti pemberian suaminya.
Sekar dan Caca menganga, mereka tidak menyangka Anna bahagia nya minta ampun belanja dengan penghasilan suaminya padahal Anna sendiri punya banyak uang.
mereka tidak bisa berkata-kata saat Anna dengan bahagia meloncat kesana-kemari membawa belanjaannya, sungguh penyakit cinta Anna semakin parah dan itu jujur membuat mereka berdua takut untuk menikah.
.
.
di Rumah Sakit, tempat Kerja Anna.
Anna kaget melihat kedatangan Roben bersama Besta,
"Om? Tante? ada apa? ". tanya Anna saat Roben dan Besta sudah masuk ke Ruangan Kerjanya.
"Anna bagaimana keadaanmu sayang? ". tanya Besta menangkup kedua pipi Anna.
Anna tersenyum, "baik Tante..!".
"Anna..? apa kamu memang mencintai Suamimu itu Anna? ". tanya Roben basa-basi.
Anna menoleh ke Roben, "Iya Om..! Anna mencintainya".
Roben dan Besta saling bertatapan satu sama lain,
"apa kamu yakin dia mencintaimu juga? bukan karna hartamu sayang? ". tanya Besta dengan penuh kasih sayang padahal hanya topengnya saja.
Anna sepertinya menyadari pembicaraan mereka, Anna harus berpura-pura menjadi gadis baik dan penurut demi keselamatan serta ketentraman hidupnya.
"apa maksud Tante? bukankah Anna memang kaya? semua orang menyukai harta Anna". tanya Anna dengan pandangan polosnya.
"karna itu Anna, kamu harus menikah dengan Pria pilihan kami, kamu itu terlalu baik dan polos sampai tidak tau cara mencari Pria yang pantas untukmu". Roben bersuara.
Anna diam menatap Roben,
__ADS_1
"kamu tau sayang? artikel tentang Layla? mereka pasti punya hubungan rahasia dan Tante yakin suamimu itu sekarang pasti sedang bermain wanita di luar negri". Besta berusaha mencuci otak Anna.
"aku harus bagaimana? aku tidak mungkin melawan mereka, aku terlalu takut". batin Anna yang trauma hal buruk akan menimpa nya jika tidak mendengarkan perkataan kedua orang serakah itu.
"ma.. maksud Tante? ". tanya Anna berpura-pura terpengaruh.
Besta tersenyum licik, Ia puas Anna sepertinya terpengaruh oleh kata-katanya.
"bukankah dia ke Amerika Anna?". tanya Roben.
"i.. iya..! katanya bekerja". jawab Anna tergagap seperti memikirkan sesuatu.
"sebenarnya tidak sayang..! Tante berpikir Suamimu itu Pria yang misterius lalu Tante mencari tau dengan mengikutinya ke Amerika ternyata benar dia itu suka bermain dengan wanita sayang". Besta berbicara dengan dramatis.
"apa tante punya bukti? ". tanya Anna dengan polos.
"om membawa bukti-buktinya". Roben memberikan amplop coklat lalu Anna membuka nya.
Anna terkejut melihat banyaknya Foto Adi bersama wanita, jika dilihat sekilas memang terlihat seperti punya hubungan khusus tapi Anna masih berpikir tentang wanita itu.
"siapa wanita ini? apa dia terluka? atau...? ". Anna berpikir Adi tidak mungkin menyelingkuhinya malah berpikir wanita itu butuh pertolongan Adi.
"kamu lihat kan sayang? dia keliatan mesra gitu dengan perempuan itu, kenapa kamu mencintai Pria yang tidak jelas asal-usulnya sayang?? kamu harus menikahi Pria yang berasal dari keluarga baik-baik". Besta belum menyerah kembali memanas-manasi hati Anna.
Roben dan Besta saling pandang lalu tersenyum licik satu sama lain, melihat Anna yang memperhatikan bukti-bukti itu membuat mereka yakin kalau Anna sudah terpengaruh oleh foto-foto itu.
"iya ambillah! kami menyayangimu maka nya mencari tau kejahatan Pria itu, dia tidak pantas untukmu Anna". Roben
"apa kalian sering berkomunikasi Anna?". tanya Besta.
"tidak Tan, dia sangat sibuk". jawab Anna sengaja berbohong.
Roben dan Besta semakin menjadi saja memanas-manasi serta menghasut Anna.
Anna yang tidak bisa berpikir jernih memarahi Om dan Tante nya, Roben dan Besta tidak marah malah begitu bahagia berpikir rencana mereka berhasil karna Anna terpancing dan marah-marah karna tidak terima.
Anna mengusir Om dan Tantenya dan meminta mereka supaya memberi Anna waktu memikirkan masalahnya.
brakhhh...!!
Anna menutup pintu Ruangannya lalu berlari mengambil tas dan kunci mobilnya, tak lupa Anna membuka jas dokternya.
.
Roben dan Besta yang melihat mobil Anna keluar dari kawasan Rumah Sakit pun tersenyum puas,
"bagaimana rencanaku ben? bagus kan? ". Besta mengibarkan rambutnya dengan bangga.
__ADS_1
"ya.. bagus..! kita tunggu saja perceraian mereka". Roben tertawa membayangkan Asia Group kembali ke tangannya.
Anna tiba di Mansion Anna dan berlari memasuki kamarnya,
"siapa wanita ini ya? ". gumam Anna penasaran kembali mengotak-ngatik foto-foto itu.
Anna tidak percaya kata-kata Roben dan Besta yang ingin menyingkirkan Adi, Anna berpura-pura bukan berarti tidak tau niat busuk kerabat nya itu tapi ia hanya berusaha mencari aman.
Anna menggigit bibir bawahnya lalu menghubungi nomor kontak suaminya,
"halo Adii? apa kamu sibuk? ". tanya Anna
"sebentar ya sayang? ". Adi meminta Anna menunggunya dan dengan sabar Anna menunggu Adi yang tengah berbicara dengan tamu nya disana dengan bahasa Inggris.
"ada apa sayang? ada masalah? ". tanya Adi
"boleh aku VC? ". tanya Anna.
Adi mematikan panggilannya dan langsung melakukan vidio call dengan Anna.
Adi bertanya masalah Anna lalu dengan jujur Anna menjawab tentang perkataan Roben dan Besta, dan hal itu membuat Aditya mengumpat dalam hati, orang jahat itu tidak ada bosannya mencoba mengusiknya dengan memprovokasi Anna.
Adi melihat foto yang ditunjukkan Anna lalu dengan serius Adi menjelaskan situasinya saat itu karna tidak mau Anna salah faham.
"maaf aku mengganggu jam kerjamu Adi ! aku benar-benar penasaran dengan wanita ini". ucap Anna merasa bersalah begitu tidak sabar menghubungi Adi langsung bertanya kejadiannya.
Adi tersenyum di layar ponsel Anna lalu mengatakan semua baik-baik saja, malah Ia bangga terhadap Anna yang begitu dewasa langsung mencari tau fakta dari pada percaya perkataan orang.
"kamu lagi dimana Adi? ". tanya Anna.
Adi menunjukkan sekitar hingga Anna membekap mulutnya syok betapa banyaknya orang di sana,
"lanjutkan pekerjaanmu Adi! jangan lupa makan ya?". kata Anna lalu mematikan panggilan VC nya.
Anna berdecak sebal, "kenapa dia mengangkat panggilanku didepan banyak orang? apa dia tidak malu?? ".
Anna melihat kembali foto-foto yang diberikan oleh Roben dan Besta.
"ternyata wanita hamil muda yang bersikeras bekerja, untung saja bayinya selamat". senyum tulus Anna setelah mengetahui siapa sosok wanita yang dibantu oleh Adi didalam foto itu.
"maaf Om Tante..! aku bisa memberikan apa saja yang kalian mau tapi kalian tidak bisa membuatku meninggalkan Adi, pernikahanku adalah hidupku, aku yang menjalani semuanya dan aku tidak mau kehidupan pribadiku kalian campuri". gumam Anna membuang foto-foto itu di tong sampah.
.
.
.
__ADS_1