Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
menunggu


__ADS_3

.


.


.


di Ruangan Rapat,


Radit menatap datar Adi yang tengah senyam-senyum chattingan dengan istrinya, Radit sudah tau dengan siapa sahabat sekaligus Tuannya itu chatingan hanya Anna yang bisa membuat seorang Aditya Pratama menjadi gila.


brakkh...!


Radit memukul meja membuat para pekerja Asia Group terlonjak kaget, Adi pun kaget melihat ke Radit.


"tolong beri kejelasan Tuan Muda..! anda sudah chattingan selama 1 jam 29 menit lewat 19 detik apa kami harus menunggu anda? atau kami pergi saja melanjutkan pekerjaan yang lain? ". tanya Radit dengan senyuman dipaksakan.


Adi berdehem lalu mengirim pesan pada Anna bahwa ia akan rapat dan menjemput Anna 1 jam lagi.


"lanjutkan..! ". titah Adi menyimpan ponselnya.


Radit menarik nafas dalam-dalam lalu meminta Rapat diulangi karna sejak tadi Adi tidak fokus.


.


siang harinya,


Adi tersenyum membawa kendaraannya menuju jalan besar, Ia bersenandung dengan kecepatan sedang dan berhenti di lampu merah.


Adi melirik kesamping dimana ada pengendara bermotor tengah menatap ke arahnya, Adi berdecak karna Ia merasa pengemudi motor disampingnya itu tengah mencoba bermain-main dengannya.


"sepertinya mereka mulai bertindak". gumam Adi


Adi melajukan kendaraannya dan motor itu mengikuti mobil Adi, berapa kali Adi memotong kendaraan lain tetap diikuti oleh Motor itu.


setibanya di persimpangan Adi melihat ada 2 mobil besar sedang melintas di sisi kiri dan kanan sementara Adi dari tengah, Jika Adi lanjut maka Ia hanya mengantar Nyawa.


"ini rencana nya". tebak Adi menyeringai.


Adi memutar setir mobilnya, walau kecepatan mobilnya cukup tinggi tapi Adi seorang aktor pengganti adegan Action berbahaya, Ia mendapatkan banyak uang dari hasil kerja berbahaya nya itu.


mobil Adi berganding dengan mobil besar dari sisi Kanan dan pengendara bermotor sepertinya yang baru tersadar rencananya gagal melaju ke arah mobil Adi,


"aku Aditya tidak akan kalah dari kalian". kata Adi tersenyum puas berhasil lolos dari rencana jahat pengendara motor itu.


ngguuhhh....!


pengendara bermotor itu terus menarik gas motornya mengejar mobil Adi yang lewat jalan lain sampai berhenti di jalan sepi Adi menghentikan mobilnya.


"mau bermain denganku..! tidak peduli kau kaki tangan siapa tapi kau harus mati ditanganku". gumam Adi membuka laci mobilnya mengambil pistol dan mengisinya dengan banyak peluru.

__ADS_1


Adi keluar dari mobilnya sambil menyembunyikan pistolnya dibelakangnya.


pengendara bermotor itu sepertinya makin melajukan motornya akan menabrak Adi, Adi menyeringai sepertinya Ia tidak takut saat motor itu melaju kencang ke arahnya karna Ia punya rencana.


dor... dor.. dor..


Adi menembak ban motor itu saat berjarak 7 meter darinya sampai pecah hingga pengendara motor itu terpelanting dan terseret sepanjang jalan sampai kepalanya yang mengenakan helm terkena batang pohon.


"aaahhh". ringis Pria itu membuka helmnya dengan tangan gemetar mencoba mengeluarkan sesuatu dari saku celananya namun karna kecelakaan yang dibuat Adi malah membuat kesadarannya mulai menghilang sampai pingsan ditempat.


Adi mendekati Pria itu lalu mengambil sesuatu dari saku celana Pria itu yang ternyata sebuah ponsel dan alat suntik.


"Ponselnya? boleh juga". Adi mengambil ponsel itu lalu membawa alat suntik itu untuk dicari tau cairan apa isinya.


"kau selamat karna Istriku sedang menungguku". kata Adi dengan sinis lalu Ia meninggalkan pengendara motor itu lebih mementingkan janjinya dengan Anna.


Adi masuk ke Mobilnya dan meletakkan ponsel Pria tadi di sampingnya untuk menunggu atasan atau orang yang menyuruh pria tadi menelfon lagi pasti bertanya apakah rencana berhasil atau tidak.


setibanya di Rumah Sakit,


"Adi? ". Anna berlari ke arah Adi yang sudah menunggu Anna di Lobi.


Anna mengedarkan pandangannya banyak orang yang memperhatikannya terutama wanita.


"apa aku lama? ". tanya Anna memegang tangan Adi.


"aku harus menunggu Pasien rujukan dari kota sebelah, bisakah kamu menungguku?". tanya Anna memelas.


"baiklah". jawab Adi tangan lainnya mengelus kepala Anna.


"ayo ikut! ". ajak Anna merangkul lengan Adi membawa Adi ke Ruangan Kerjanya dan meminta Adi menonton atau bermain ponsel menunggunya.


"tidak usah khawatirkan aku Anna..! nyawa pasienmu lebih penting, aku akan menunggumu disini". kata Adi mengulum senyum.


"iya..! tenang saja tidak ada CCTV di Ruanganku, kamu bebas mau jungkir balik sekalian asalkan tunggu aku ya? ". pinta Anna.


"iya". jawab Adi mencubit pipi Anna.


Anna tersenyum lalu melihat layar ponselnya, "Pasien rujukannya datang". Anna menunjukkan layar ponselnya ke Adi.


Adi mengangguk, Anna berlari keluar Ruangannya meninggalkan Adi sendirian.


Adi terkekeh pelan lalu berjalan tenang ke Sofa dan menatap layar ponsel Pria tadi, Ia meletakkannya di atas meja.


"kapan dia akan menelfon? ". gumam Adi penasaran mengetuk-ngetuk meja sofa.


.


drrttt.... drrrrt...!!

__ADS_1


Adi mengangkat panggilan suara dari layar ponsel pengendara motor tadi.


"bagaimana? apa rencanamu berhasil? ". tanya suara lelaki diujung telfon.


Adi masih diam sambil menyunggingkan senyum tipisnya yang misterius.


"aku tanya bagaimana rencana nya? apa berhasil? ". bentak suara itu lagi.


"Om? ". akhirnya Adi mengeluarkan suaranya.


"KkKauuu?? kenapa bisa kau yang mengangkat panggilan Nya? dimana dia?? ". panik Roben


"oh...! dia??aku rasa sudah meregang nyawa dijalan, aku sudah bilang kan cari pekerjaan lain dan jangan macam-macam denganku, nyatanya ancamanku dianggap angin lalu saja ya? kau fikir bisa membunuhku hanya dengan trik rendahanmu? bahkan film action yang kau berikan padaku tidak asik sama sekali". Adi


"sialan...!!?? kau membunuhnya?? ". maki Roben.


"tidak..! dia sendiri yang terjatuh". jawab Adi tanpa beban.


"bedeb*h... kau..!". Roben yang marah langsung mematikan panggilannya dengan melempar ponselnya ke dinding sampai hancur.


Adi tertawa pelan menatap layar ponsel pria tadi, "dasar pengecut..! kau sudah aku bebaskan tapi masih mencari masalah, apa anakmu tidak cukup? sepertinya Istrimu perlu disentil juga ya? ". gumam Adi tampak berpikir.


Adi tidak takut dengan rencana pembunuhan yang dilakukan oleh Roben karna Ia seorang aktor pengganti yang sangat hebat, Ia mahir dalam mengendarai mobil bahkan aksinya di film terakhirnya adalah mengendarai Mobil dengan kecepatan tinggi tanpa rem (alias Blong).


Adi mematikan Ponsel itu lalu merestartnya setelah merasa aman dilempar keluar Rumah Sakit mengenai Pohon beringin.


"huh..! bahkan adegan tadi belum pemanasan bagiku". senyum tipis Adi meregangkan leher ke kiri dan kekanan lalu memutar kepalanya seperti sedang melakukan pemanasan.


setelah pemanasan kecil Adi memainkan ponselnya menunggu Anna dan duduk disofa, Ia tidak suka menunggu tapi hanya Anna yang bisa membuat Aditya Pratama mau menunggu kedatangan sang Istri berapa lama pun itu.


.


Anna kembali dengan nafas terengah-engah,


"Adi? ". panggil Anna masuk ke Ruangannya dan mengedarkan pandangannya.


"apa dia sudah pergi? ". gumam Anna menebak.


Anna berjalan masuk ke Ruangannya mencari Adi yang ternyata tertidur disofa.


"dia menungguku? ". senyum Anna kian melebar melihat Adi tertidur dengan wajah tampannya itu.


"Adi sangat tampan, kenapa dia bisa setampan ini? apa dia Operasi Plastik secara menyeluruh? ". batin Anna penasaran.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2