
.
.
.
Anna membeku di pelukan Adi,
"bagaimana ini?? dia memang menyukaiku, tapi aku harus bagaimana?". batin Anna yang tidak tau harus bertindak apa.
Anna belum pernah pacaran jadi bagaimana cara orang berpacaran Ia benar-benar tidak tau.
"ja.. jadi?? kapan kamu menyukaiku? ". tanya Anna penasaran namun Ia tergagap mengatakannya karna Ia merasa pertanyaannya terlalu konyol padahal tidak.
"sejak pertemuan pertama kita". jawab Adi.
Anna seketika melepaskan pelukannya dari Adi dan menatap manik mata Adi, "benarkah? mana mungkin".
"aku mencintaimu Anna..! sejak saat itu aku selalu berjuang untuk menjadi Pria yang sukses dan pantas bersanding denganmu, kamu tau kan aku kehilangan Mamaku hari itu tapi Tuhan memberimu untukku supaya aku punya alasan untuk hidup". Adi berkata dengan lirih dan tangannya menggenggam tangan Anna.
Anna terpaku, "a.. aku alasanmu tetap hidup? ".
"iya..! aku melakukan semua ini demimu Anna, aku yakin tidak ada Pria yang mencintaimu sebesar cintaku padamu, itu sebabnya aku berjuang untuk pantas bersamamu". Jelas Adi.
Anna benar-benar terperangah, Ia tidak tidak percaya bahwa Adi selama ini mencintainya, bukan hanya suka tapi sudah Cinta sejak dulu.
"lalu kenapa pura-pura tidak mencintaiku? ". tanya Anna.
"kapan aku pura-pura tidak mencintaimu Anna? aku selalu mengatakannya padamu tapi kamu selalu menganggap perkataanku sebuah candaan, bahkan kamu menanyakan bukti padaku". senyum tampan Adi begitu tulus ke Anna.
Anna gelagapan karna sempat mengira Adi mengerjainya dan tidak percaya perasaan Adi.
"jadi pernikahan ini adalah rencanamu? ". tanya Anna.
"bukan..! aku hanya berniat ingin membuatmu juga mencintaiku, sama seperti aku merasa nyaman didekatmu aku juga ingin kamu nyaman disisiku Anna, tidak ku sangka Tuhan sepertinya mempermudah segala urusanku dengan menjadikanmu Istriku". kata Adi.
Anna menatap Adi dengan seksama, "maafkan aku yang terlalu bodoh tidak menyadari perasaanmu". ucap Anna dengan raut wajah bersalah.
Adi terkekeh lalu melepaskan selimut yang membalut tubuh Anna juga meletakkan ujung selimut itu dikedua tangan Anna. Anna melihatnya tapi hanya diam menggenggam ujung selimut itu tanpa protes lalu Adi menarik tangan Anna dan meletakkannya di pinggangnya setelah itu tangan Adi melingkar di pinggang kecil Anna.
Adi mengecup lama kening Anna, "tidak perlu merasa bersalah Anna..! kamu terlalu polos dan aku suka itu". bisik Adi sedangkan mata Anna terpejam.
bibir Adi mengecup kembali kedua mata Anna, "mata ini yang tidak pernah memandang jijik aku saat wajahku seperti monster, aku sangat menyukainya". kata Adi dengan suara pelan yang berhasil membuat darah Anna mendesir.
__ADS_1
Bibir Adi berpindah mengecup Pipi Anna sebelah kiri dan Kanan dengan mesra, "Cintaku tumbuh setiap hari Anna, pertemuan kita hanya sekali tapi aku selalu mengingatnya setiap hari dan berjuang demi bersamamu sampai aku bisa membangun Mal ANA".
"Mal ANA? apa terkait dengan namaku? ". tanya Anna akhirnya mengeluarkan suara dan mata birunya terbuka menatap mata Adi yang begitu dalam memandangnya.
"Adi dan Anna". jawab Adi.
"Adi dan anNa? kamu ambil bagian Na nya? ". tanya Anna
"hmm? kenapa tidak suka? aku bisa ganti nama Malku kalau kamu tidak suka Anna". tanya Adi.
Anna tertawa kecil, "aku suka". jawab Anna lalu memeluk Adi dengan erat sambil tersenyum bahagia.
Adi mencium sisi kepala Anna, lalu mengecup bahu Anna.
"hangat". bisik Anna dengan manja dan semakin manja memeluk Adi.
Adi tersenyum juga mengeratkan pelukannya.
.
di Ranjang,
Anna gugup saat Adi keluar dari kamar mandi berjalan ke arah Ranjangnya,
"kami baru saja jadian, apa dia akan melakukan itu? apa namanya? hubungan Itu? apa dia akan membuatku hamil? ". batin Anna menebak-nebak.
"jangan pikirkan apapun sayang..! bukankah besok kita akan jalan-jalan? aku tidak mau kamu lelah jadi istirahatlah dipelukanku". gemas Adi mengelus kepala Anna.
Anna seketika tersenyum lebar, Adi merentangkan tangannya tanpa pikir panjang Anna langsung masuk ke pelukan sang suami dan memejamkan mata saat tubuh mereka perlahan tiba di ranjang.
"aku tidak mau terburu-buru sayang, kamu harus tau betapa besarnya cintaku padamu bukan karna aku menginginkan tubuhmu tapi memang aku mencintaimu dengan tulus sayang". batin Adi mencium kening Anna lalu ikut memejamkan mata.
.
ke esokan paginya,
Anna terbangun lalu mengedarkan pandangannya, "dimana Adi?". gumam Anna mencari sosok suaminya.
"apa dia masak? ". tebak Anna lalu turun dari ranjangnya dan berlari ke Kamar Mandi.
setelah selesai berpakaian Anna pergi ke arah Dapur ternyata Adi sekali lagi membuatkan banyak macam sarapan untuk Anna.
"Adii? kenapa bisa sebanyak ini? ". tanya Anna menganga melihat banyaknya menu sarapan tertata rapi diatas meja.
__ADS_1
Adi tersenyum, "kenapa tidak panggil aku Mas atau sayang hmm? ".
Anna kaget lalu tersenyum kikuk, "aku belum terbiasa". cicit Anna.
"tidak apa..! ayo duduk! ". ajak Adi mengulurkan tangannya dan Anna membalas sambutan tangan Adi.
perlakuan Adi sangat manis persis seperti Pria impian Anna yang Romantis, selama ini Anna mengira akan jatuh Cinta pada Pria yang pernah berpacaran dan Romantis ternyata Ia jatuh Cinta pada Pria yang belum pernah berpacaran, Ia menikah dengan Pria yang diam-diam mencintainya juga diam-diam berjuang untuk memantaskan diri bersamanya.
.
"sudah kan? ayo kita jalan-jalan". Adi memasangkan jaket nya ke Tubuh Anna.
"memangnya pakai apa? kok aku pake Jaket? ". tanya Anna dengan tampang polosnya.
"kita naik motor keliling puncak". bisik Adi tersenyum tampan.
Anna juga ikut tersenyum cerah, mendengar kata motor Ia juga ingin naik Motor tapi sayangnya belum pernah.
.
Anna naik motor cros Adi yang sudah dibersihkan, awalnya Anna tidak tau cara naik nya tapi diajari oleh Adi sampai Ia berhasil duduk diatas motor Adi.
"aaah...? begini ya rasanya? haha.. aku suka". tawa lepas Anna yang senang duduk diatas motor.
"kamu belum pernah naik motor Anna? ". tanya Adi memasang tali bawah helm yang dikenakan oleh Anna.
"belum, biasanya aku cuma lihat saja tapi aku tidak pernah naik motor". jawab Anna dengan pekikan khasnya yang senang diatas motor.
Adi tertawa lalu menghidupkan motornya, "peluk aku sayang..! ".
Anna memegang pinggang Adi tapi Adi menarik tangan Anna hingga memeluknya.
"kita jalan". kata Adi lalu menurunkan kaca helmnya.
"aaahhhhh". jerit Anna seketika saat angin pagi menerpa wajahnya.
Anna seperti anak kecil yang bahagia baru diberi mainan baru yang harganya sangat mahal.
baru kali ini Anna merasakan yang namanya begitu bahagia, ternyata memiliki Suami yang mencintainya sangat membahagiakan, mungkin inilah bahagia yang dirasakan Nana saat menikah dengan Arka.
Adi tertawa saat mengendarai motornya, Ia sengaja memelankan laju motornya karna Anna begitu senang hingga melepaskan sebelah tangannya yang melambai-lambai seperti menyapa angin, hawa dingin tidak membuat Anna merasa terganggu.
.
__ADS_1
.
.