
.
.
.
setelah puas berpesta antara keluarga itu saja, mereka kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat, awalnya Keluarga Damanik ingin menginap di hotel saja tapi Leonard mengatakan Mansion Anna terlalu luas untuk tinggal sendiri, kemewahan kamar di setiap kamar yang ada di Mansion Anna setara dengan kamar penginapan VIP di Hotel bintang 5, tidak ada dapur tapi tempat membuat minumannya hangat atau dingin bisa.
Keluarga Damanik pun menginap di Mansion Anna terlebih lagi Sarla begitu bahagia dapat teman baru secantik dan sewangi Rose, mereka berdua sekamar atas permintaan mereka sendiri.
Leonard tidak menyesal menghabiskan uangnya membangun Mansion Anna punya berpuluh-puluh kamar, bahkan Para pelayan, pengawalnya saja punya kamar sendiri-sendiri saking dermawannya Leonard membangun Mansionnya itu.
di Kamar Anna,
Anna tersenyum manis melihat Adi yang begitu gemas memberi botol asi untuk Fiona, Putri kecilnya itu benar-benar mirip Adi maka nya Adi sangat menyayangi Fiona bukan berarti kedua putranya tidak sayang, Adi sangat mencintai ketiga anaknya.
"kenapa sayang? tidurlah..! aku akan menidurkan Fiona terlebih dahulu". senyum lebar Adi ke Anna yang tampak asik memandangnya.
Anna tersenyum, "aku tidak boleh melewatkan moment seksi suamiku saat memberi asi anakku".
Adi segera berpose seksi dengan menunggingkan bok*ngnya membuat Anna tertawa membekap mulutnya, Adi tersenyum hangat melihat Istrinya yang tadi terlihat lelah tertawa bahagia.
"kenapa kamu persis seperti badut Hubby?". tanya Anna terkikik.
"demi Anna-ku, seorang Aditya Pratama rela menjadi badutmu". jawab Adi setengah berbisik takut didengar oleh Fiona.
Anna kembali tertawa tapi menutup mulutnya rapat-rapat supaya tidak mengeluarkan suara tawa yang akan membangunkan anak-anaknya yang sudah bersusah payah ditidurkan oleh Adi.
beberapa puluh menit kemudian, Fiona tertidur pulas dengan mulut terbuka membuat Adi gemas mencium bibir Putri kecilnya itu.
"sudah tidur?". tanya Anna berbisik dan Adi mengangguk dengan senyuman.
Adi perlahan pergi ke Box Bayi lalu meletakkan Fiona di Box nya yang tertera nama Fiona, Box Bayi milik Fiona yang paling cantik dan paling luas tapi masih di kelilingi bantal untuk menjaga postur tidur bayinya yang belum boleh sembarangan saja.
Adi melihat Fauzan dan Fauzi juga tidur begitu lelap, Ia sangat bahagia melihat ketiga bayi nya, ditambah Fiona punya kedua Kakak laki-laki yang akan menjaga Putri kecilnya dimasa depan.
"ada apa?". tanya Anna berbisik.
Adi tersenyum menggeleng kepalanya mendekati Istrinya dan mengecup kening Anna dengan penuh cinta.
__ADS_1
"aku mulai serakah lagi". senyum lebar Adi.
"serakah apanya Hubby? aku belum boleh hamil dan belum bisa". tanya Anna memicing.
Adi mencubit pipi Anna dengan gemas, "kenapa otak Istriku menjadi mesum hmm?". gemas Adi membuat Anna mengerucutkan bibirnya.
"terus apa?". tanya Anna.
"aku tidak sabar menunggu mereka besar". jawab Adi dengan senyuman.
Anna menebarkan senyuman manisnya lalu memeluk Adi dengan erat, "aku juga tidak sabar menunggu waktu itu tiba Hubby, aku ingin putriku Fiona punya Pria yang bisa menjaganya seperti Ren".
"Ren? bukankah mereka bersaudara?". tanya Adi bingung.
"kamu lupa kalau aku dan Kak Nana tidak punya ikatan darah? artinya kalau mereka saling mencintai nanti tidak akan ada petaka diantara mereka". cerocos Anna.
Adi terdiam membuat Anna melepaskan pelukannya dari Adi,
"kenapa? apa kamu tidak suka kalau Fiona punya calon suami seperti Ren?". tanya Anna dengan kesal.
"bukan sayang". jawab Adi.
"karna aku hampir lupa kamu dan Kak Nana tidak punya ikatan darah, hubungan kalian terlalu erat sampai aku tidak bisa melihat celah itu dan aku baru menyadarinya sekarang maka nya aku terdiam". jelas Adi.
Anna menebarkan senyum bahagianya, "Kak Nana memang panutanku, malaikatku, bahkan dia lah yang membuatku bertemu dengan Pria yang sangat baik sepertimu mencintaiku sepenuh hati sehingga aku punya ketiga anak-anakku itu".
Adi tersenyum tampan, "kamu benar sayang..! jika Kak Nana mu tidak ada kota ini menyembuhkanmu mungkin aku juga tidak akan hidup saat itu, hidup kita saling ketergantungan tapi Kak Nana sangat hebat, pantas dia di juluki dewi Penguasa".
"apa kamu sungguh akan mati jika aku tidak bertemu denganmu saat itu di Rumah Sakit?". tanya Anna penasaran.
"hmm.. 3 M mu itu adalah pilarku membangun keberhasilan". jawab Adi dengan penuh cinta menciumi kening Anna.
Anna tersenyum bahagia memeluk sang suami lagi, "jika aku tidak bertemu denganmu Hubby, aku juga belum tentu sebahagia ini".
"hmm.. Kak Nana adalah jembatan kita bertemu sayang, untuk itu aku berjanji akan menghormatinya juga menjaga anak-anaknya seperti anak-anakku sendiri". jawab Adi dengan serius.
Anna memeluk Adi lebih erat, "terimakasih".
"aku juga sayang". balas Adi membuat Anna tertawa kecil.
__ADS_1
mereka pun berbaring di ranjang lalu saling berpelukan mesra satu sama lain, Ketiga bayi-bayi mereka sudah terlelap satu sama lain.
.
di kamar lain,
Sekar terlelap sambil menyus*i Bayinya yang tak lagi menyed*t asinya, Reyhan mengambil alih Baby Robby dari pelukan Sekar dan meletakkannya di samping mereka, Reyhan memasang kembali pakaian Istrinya tak lupa Ia mencium sayang kening Istrinya yang kelelahan sampai tertidur saat memberi asi Putranya.
Reyhan memeluk Baby Robby dan menepuk-nepuknya pelan setelah mengatur bantal untuk bayinya supaya jangan miring, Reyhan memiliki Sekar saja sudah membuatnya bahagia apalagi memiliki keturunan dari wanita yang selama ini di kaguminya.
.
di kamar Caca dan Radit,
mereka berdua juga terlelap karna kelelahan, Radit memeluk Caca dari belakang sambil mengelus perut buncit Istrinya, sungguh mesra.
ketiga sahabat baik itu memiliki Kebahagiannya masing-masing begitu juga dengan Mia dan David di kamar lain.
semua orang terlelap, tapi di kamar lain yaitu Bayu, Pria itu baru saja merasa berbunga-bunga Cintanya di terima dan membuatnya tidak bisa tidur, berbeda dengan Linda yang tidur semakin lelap karna bahagia cintanya berbalas.
"kenapa aku tidak bisa tidur?". gumam Bayu.
Bayu tertawa mengingat mundur beberapa jam yang lalu, Ia tidak bisa berhenti tersenyum mengingat wajah lucu Linda saat ditatap olehnya.
"sepertinya aku harus begadang". Bayu terduduk mengambil ponselnya.
Bayu melihat foto-foto Linda di akun sosmednya, diam-diam Ia memperhatikan gadis itu beberapa minggu ini tapi tak disangka kini Ia telah mendapatkan gadis itu.
"aku tidak sabar bertemu dengannya besok". gumam Bayu berdecak karna sudah merindukan sosok Linda.
"mungkin ini sebabnya Adi dan Radit menggila pada Istri mereka, jatuh Cinta memang berhasil membuat para lelaki menjadi gila". gumam Bayu frustasi sendiri.
"huh...! tenang Bayu.. tenang.. tenangkan dirimu..! huhh..! aduuh.. kenapa makin jantungan sih? mana hari sudah larut malam lagi, dia pasti sedang tidur". rutuk Bayu.
.
.
.
__ADS_1