Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
diperkenalkan


__ADS_3

.


.


.


Keluarga impian yang Anna mimpikan selama ini memang terjadi, tiba-tiba saja Leonard datang dan menggoda mereka semua yang semakin akur saja.


"Papa ini, kan aku jadi malu". Sartika menutupi wajahnya karna selama ini Ia sudah salah jalan.


"Papa udah makan?". tanya Sartika.


"belum, kalian harus menunggu Kakek Leonard ya? kamu juga Sartika tungguin Papa sampai selesai makan". tegas Leonard.


mereka semua dengan senang hati menemani Leonard yang makan, Anna memberi masukan pada Sartika tentang bangunan Panti Asuhan yang sedang dibangun.


"kenapa mewah sekali nak? apa tidak terlalu sulit?". tanya Leonard.


"menurut aku bagus Ma, kakek, kalau kita punya fasilitas mewah pasti anak-anak panti akan bahagia". jawab Mia membayangkan betapa bahagia nya masa kecil anak-anak panti yang tidak punya kasih sayang orangtua bisa bermain enak tanpa memikirkan biaya.


"aku akan menyumbangkan uang untuk Panti Asuhan Tante, aku akan buatkan 1 bangunan khusus bermain ala E-Zone disana". jawab Anna dengan semangat membuat Sartika terperangah.


brakh..


semua mata melihat ke arah Leonard dengan raut wajah tegang, mereka takut dikira memanfaatkan Anna padahal mereka tidak meminta apapun.


"Kakek akan menyumbangkan uang membangun kolam berenang yang tidak dalam dan yang paling dalam akan dipagar sekeliling, hanya anak-anak remaja nya saja yang pandai berenang boleh berenang disana". kata Leonard.


"Papa tidak marah?". tanya Sartika dengan heran.


"kenapa harus marah? kita berbuat baik kan?". tanya Leonard dengan tenang.


"Mia pikir Kakek marah sampai mukul meja gitu". keluh Mia.


"Kakek hanya mencari perhatian biar kalian semua pada melihat Kakek tidak mengabaikan Kakek". jelas Leonard.


Mia dan Anna menggeleng kepalanya lalu Sartika menjatuhkan rahangnya akan tingkah Leonard mencari perhatian dengan membuat situasi menjadi tegang dan menakutkan.

__ADS_1


"kalau begitu aku juga akan menyumbangkan uang untuk membangun kamar anak-anak panti menjadi lebih mewah dan layak di huni". sambar Adi tiba-tiba juga datang mendekati Anna dan mengecup puncak kepala Anna.


"kenapa kalian baik sekali? aku benar-benar tidak bermaksud membuat kalian harus menyumbangkan uang membangun Panti, tidak perlu lah terlalu mewah nanti aku repot mengurus banyak anak-anak panti". omel Sartika.


Sartika membayangkan mengurus anak panti hanya berjumlah 50 orang saja tapi kalau pembahasannya menjadi panti asuhan elit maka anak panti yang diurus Sartika bisa melebihi ratusan, Sartika belum tentu bisa mengatasinya.


"harus lengkap dan banyak anak panti biar Tante tidak ada waktu untuk melamun". kata Anna dengan santai.


Mia tertawa lebar melihat wajah kesal Sartika seperti anak remaja,


Adi mengelus kepala Anna lalu melihat ke arah Mia, "aku punya teman bisnis dia sedang mencari Istri, apa kau mau menerimanya? aku kenal dia Pria yang mapan dan baik, memang dia Lumpuh karna kecelakaan dan dia bilang tidak pilih-pilih wanita karna dia sadar dia tidak punya harga diri untuk memilih".


"hah? lumpuh? ". beo Anna, Mia dan Sartika


Leonard melihat ke arah Adi, "Pria lumpuh? ".


"apa dia baik? ". tanya Mia penasaran.


"hmm..! dia baik tapi karna penghianatan kekasihnya dia mengalami kecelakaan dan lumpuh, tidak ada wanita yang mau mengurusnya walau punya banyak uang apalagi dia tidak Punya Ibu dan Kekasihnya yang selingkuh itu juga meninggalkannya, dia hanya punya Papa yang sibuk bekerja menggantikan dirinya di Perusahaannya". jelas Adi.


"jadi dia menikah untuk dirinya? supaya ada yang mengurusnya?". tanya Sartika.


"aku terima". jawaban Mia membuat semua orang terbelalak kecuali Adi yang terlihat tenang saja.


"sayang? Mama tau kamu ingin menikah tapi apa kamu yakin mau menikah dengan Pria yang kakinya sakit sayang?". tanya Sartika dengan khawatir.


"tidak apa Ma..? sama seperti dia yang tidak memilih perempuan maka Mia juga tidak akan memilih laki-laki, jika ada Pria yang mau menikahi Mia itu sudah sangat baik Ma karna Mama tau sendiri Mia salah pergaulan selama ini dan sudah tidur dengan 2 Pria mantan pacar Mia". Mia berkata dengan penuh penyesalan.


"aku tau kamu salah pergaulan Mia tapi bukan berarti kamu harus menikah dengan Pria lumpuh kan? kalau dia Duda ya tidak masalah tapi kalau masih lajang? apa kamu sanggup? aku hanya tidak mau kamu terluka nanti". bujuk Anna.


"aku jamin dia pria yang baik, asalkan kamu sabar merawatnya maka dia akan mencintaimu walau kamu punya masalalu seperti itu". Adi berkata dengan serius.


"kamu yakin Mia? ". tanya Leonard.


Mia melihat mereka semua satu persatu lalu tersenyum, "Mia sudah banyak berbuat kesalahan Ma, Anna, Kakek, hmm.. jadi tidak ada salahnya belajar lagi supaya Mia menjadi manusia yang lebih baik lagi".


"dengan menikahi Pria lumpuh?". tanya Sartika.

__ADS_1


"iya Mia? pikirkan baik-baik, kamu pikir lelaki hanya dia saja? aku bisa mencarikan Pria lain untukmu yang pasti baik juga". bujuk Anna.


"aku tidak mau Pria sempurna Anna karna aku bukan wanita sempurna". perkataan Mia membuat semua orang terdiam.


.


.


kini Mia dan Anna berbicara berdua di Ruang Tamu,


"kamu yakin Mia? kenapa kamu menerima Pria itu? setidaknya kenali dia selama 1 bulan saja bagaimana hmm? kamu bukan suster kan? kalau dia mau mencari Istri yang bisa merawatnya seharusnya menikahi suster atau dokter saja". gerutu Anna.


Mia terkekeh, "aku mungkin tidak akan menikah kalau menikahi Pria sempurna Anna, tidak apa kok! aku ingin belajar menjadi perempuan yang sabar untuk melatih emosiku yang sering tidak terkendali".


"apa hubungannya dengan emosimu? aah.. iya juga kamu emosian kan Mia? jadi aku rasa kamu tidak akan bisa merawat laki-laki itu, aku yakin kamu akan meledak nanti langsung mencekiknya sampai mampus terus kamu tidak capek lagi mengurusnya". Oceh Anna tanpa jeda.


Mia tertawa lalu menggenggam tangan Anna, "Anna aku berterimakasih padamu sudah memaafkanku, kamu juga sangat baik padaku".


"aku suka tantangan, aku akan belajar mencintai seseorang dengan tulus dengan merawatnya, tidak apa aku menjadi babu untuknya asalkan aku punya kesibukan, aku tidak ingin memilih pasangan Anna karna aku bukan gadis lagi". Mia berkata dengan serius.


"kamu tinggal di singapura tentu saja pergaulan bebas sudah biasa disana, bahkan di Amerika malah hubungan bad*n sudah biasa, kenapa harus malu hmm?". omel Anna.


.


Mia dipertemukan oleh Adi ditemani Anna dan Linda dengan seorang Pria yang memiliki paras cantik, Pria itu duduk diatas kursi roda menatap Mia.


Mia terpesona dengan kecantikan Pria itu, "cantiknya". gumam Mia.


"wajahnya cantik tapi lumpuh semoga saja Mia bisa sabar menghadapi Pria ini". batin Anna yang khawatir Mia tidak bisa sabar dan pada akhirnya pernikahan Mia gagal.


"apa ini dia? ". tanya Pria itu ke Adi.


"iya, dia suka parasmu". jawab Adi dengan datar.


"hanya parasku saja? apa dia bisa sabar menghadapiku? aku sangat merepotkan dan menurutku dia terlalu berlebihan". jawab Pria cantik itu serius.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2