
.
.
.
Rida meminta Flo membuat minuman, Flo yang tidak tau cara membuat minuman pun hanya diam menatap mama nya.
"aah..? pembantu kita sedang cuti ya? haha.. Mama lupa". Rida tertawa pelan.
Flo tersenyum lebar padahal tidak ada pembantu, Ia langsung belajar mengerti siasat mamanya.
"apa kalian mampu membayar pembantu? ". tanya Adi dengan dingin.
Rida tersenyum ramah, "tentu saja Tuan, kalau begitu saya akan buatkan minuman untuk Tuan dan Nona". Rida hendak bangkit.
"aah..? tidak usah, kami hanya ingin melihat kenangan lama suamiku saja". tolak Anna dengan senyuman.
"ke.. kenangan lama? ". beo Rida dan Flo saling pandang satu sama lain.
"kalian tidak mengenalku Ibu tiri? ". tanya Adi dengan nada penuh ejekan.
Rida membelalak begitu juga Flo yang syok melihat Adi,
"si.. siapa kamu? ". tanya Rida tergagap.
tidak ada yang tau bahwa Rida adalah istri kedua karna telah menghabisi nyawa Istri pertama, mereka menguasai Rumah Istri Pertama dan di tata ulang walau pernah kebakaran disini namun bangunannya sangat kokoh.
"Akuu? Aditya Pratama". jawab Adi.
Rida diam mencerna nama itu, memang sama tapi tidak pernah berpikir bahwa mereka adalah orang yang sama.
"apa yang kalian lakukan pada Ibu mertuaku benar-benar keterlaluan, berani-beraninya kalian tinggal disini setelah membunuhnya? apa kalian tidak ada rasa bersalah sedikitpun?". Anna menatap tajam Rida dan Flo.
Rida memucat, Flo berdiri dan berlari sekuat tenaga ke kamarnya lalu mengunci kamarnya dengan pintu ditutup sampai mengeluarkan bunyi yang cukup keras.
"a.. anda tidak mungkin sigendut itu kan? ". tanya Rida tergagap menunjuk gemetar wajah Adi.
"aku sigendut itu, karna Istriku maka nya aku sesukses dan setampan ini. sekarang aku kembali dan akan mengambil Rumah ini". kata Adi dengan senyum miringnya.
Rida melihat ke arah Anna yang tersenyum manis,
__ADS_1
"ibu tiri..! kembalikan Rumah Ibu mertuaku ya? atau aku akan minta polisi mengusir kalian". kata Anna dengan senyum menawannya.
"ka.. kami tinggal dimana? ". tanya Rida setelah diam beberapa saat mencerna kehancurannya.
"itu bukan urusanku, kau sudah cukup menumpang di Rumah mamaku". jawab Adi melipat kakinya dengan angkuh.
"apa buktinya? kau tidak punya surat tanahnya kan? Rumah ini milikku". kata Rida bergetar memberanikan diri.
"Mamaku menyelamatkan surat Rumah ini sampai dia meninggal dunia hanya demi surat itu dan aku menyimpannya sampai saat ini, lebih baik kau pergi sebelum aku usir dengan cara mengenaskan, kau tau betapa berkuasanya aku sekarang kan? ". Adi melirik Anna disampingnya.
"Ibu Tiri, anda dengarkan suamiku ya? silahkan pergi 2 jam lagi karna akan ada seseorang yang menginap di Rumah ini". jawab Anna bergelayut manja di bahu Adi.
Adi menceritakan semua masalah Rumah ini sampai di gadaikan dengan murah karna tidak ada surat kepemilikan, namun sekarang sudah berhasil mereka tebus dengan hasil jual di*i kedua wanita itu.
"jadi kau yang membuat kami bangkrut?". bentak Rida tiba-tiba.
"hmm? kapan aku membuatmu jatuh bangkrut? ". tanya Adi terkekeh.
"kau sangat kejam ya? apa hartamu itu tidak cukup? kenapa mau ambil rumahku juga hah? ". marah Rida yang tidak bisa lagi berpikir jernih saat ini.
"Rumahku? kau mengira ini Rumahmu Ibu Tiri? apa kau tidak ingat apa yang sudah kau lakukan pada ibuku hah?? apa kau fikir aku saja yang kejam? lalu bagaimana denganmu?". Adi berdiri langsung naik darah saat Rida mengakui Rumah ini adalah milik Rida.
Rida gemetar melihat tatapan Adi yang terlihat penuh dendam dan itu terlihat menakutkan, ia berdiri dari sofa nya lalu melangkah mundur.
Flo keluar dari kamar nya dan berlari ke arah Adi, Ia bersujud memohon ampun atas semuanya dan meminta Adi untuk tidak mengusirnya dan Mamanya karna semua sudah masa lalu dan harus dikubur dimasa lalu kini sudah lembaran baru biarlah semua berlalu, perkataan itu membuat Adi semakin naik pitam namun Anna tiba-tiba menarik lengan Flo lalu menamparnya sampai tersungkur dan sudut bibirnya berdarah.
"apa katamu?? coba ulangi? semua sudah berlalu dan harus dikubur dimasa lalu? apa kau bisa mengembalikan nyawa Ibu mertuaku hah?? ". teriak Anna dengan tatapan marah dan tubuh gemetar karna geram tidak suka perkataan wanita itu.
Adi menoleh ke Anna, kemarahannya tadi meredam melihat Anna yang membela Mama nya padahal Anna tidak pernah bertemu dengan Ibu kandungnya.
"sakit ma..! hiks.. hiks". isak tangis Flo merangkak ke Rida.
Rida menangkup kedua pipi anaknya lalu menatap marah ke Anna, "kau menampar anakku hah? hanya karna kau Putri orang kaya raya kau fikir dirimu berkuasa?? ini Rumahku dan ini daerah kekuasaanku". maki Rida.
Adi tertawa membuat Rida dan Flo melihat ke arahnya, "sepertinya kematian adalah yang terbaik untuk kalian ya? ".
Adi melangkah kan kaki ke arah Ibu Tiri dan Saudara tirinya itu tapi Anna menahan lengan Adi dan Adi melihat ke arah Anna.
"aku sudah bilang kan kalau perempuan adalah lawanku, kamu harus menontonku Hubby". pinta Anna dengan serius matanya terlihat merah seperti masih marah.
Adi tertegun dan melangkah mundur melihat Anna yang membalas perbuatan mereka.
__ADS_1
Anna mengangkat lengan bajunya lalu mengambil gunting dari dalam tasnya dan melempar tasnya asal,
"aku akan buat kau sadar apa yang baru saja kau katakan". desis Anna dengan tatapan tak biasa.
Flo menangis mengesot mundur, Rida berdiri saat ia hendak memukul Anna ujung gunting itu kini begitu dekat dengan mata Rida, bergerak saja Rida maka matanya akan buta.
"sekali kau menyentuhku aku akan tancapkan benda ini dimatamu". kata Anna dengan marah.
"coba saja kalau kau berani". tantang Rida gugup karna tau Anna adalah sosok malaikat yang tidak akan tega menyakiti orang.
Anna menurunkan gunting itu lalu menancapkan gunting tajam itu di pergelangan tangan Rida hingga jeritan menggema bahkan Adi pun melotot kaget dengan keberanian Anna melukai nadi Rida.
Rida melotot melihat darah segar mengalir dari pergelangan tangannya.
"wanita gilaaa". teriak Rida ingin memukul Anna lagi dengan tangan lainnya, tapi Anna mengangkat kakinya lalu menendang Rida dengan heelsnya itu sampai tubuh Rida mengenai vas bunga dan pecah.
Rida terluka lagi, luka dari Anna tadi belum sembuh kini malah terkena pecahan vas bunga, kini Rida pingsan karna kepalanya terkena sudut lemari.
Flo berteriak ketakutan,
Anna menatap Flo dengan mata berapi-api,
"kau fikir semua bisa terkubur begitu saja? enak sekali bibir busukmu itu mengatakan kalau itu masa lalu ya? rasa sakit itu kau fikir bisa menyembuhkannya hah?? apa kau bilang?? itu semua masa lalu dan kita harus hidup dimasa depan, kau fikir hati kami semurah itu memaafkan kalian hah?? kematian yang kalian rencanakan apa kalian tidak pernah berpikir bahwa kalian telah menghancurkan kebahagiaan orang lain?".
Anna melampiaskan kemarahannya pada Flo yang mengingatkannya pada Orang yang membunuh Kedua orangtua kandungnya,
"sayang? ". gumam Adi yang tau betapa sakitnya Anna memendam kebencian pada orang yang telah membuat Anna terpisah dari kedua orangtuanya.
"gara-gara hama seperti kalian ada dimuka bumi ini, setiap anak kehilangan orangtuanya, tidak dapat kasih sayang orangtua, rasa sakit itu ada dipikiran kami sebagai korban keserakahan kalian".
Anna sampai menangis berteriak memaki Flo, kata-kata Flo menyinggung luka lama nya yang membuat Anna harus kehilangan Orangtuanya, lumpuh dan penderitaan lainnya.
.
.
.
meledak deh amarah Anna, esok lagi ya? selamat beraktifitas pagi semuanya.
.
__ADS_1
.
.