Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
penipu?


__ADS_3

.


.


.


Anna memasak dengan tenang,


setelah memasak Ia melihat-lihat Apartemen Adi, Ia pergi ke Balkon dan tersenyum cerah melihat pemandangan indah didepannya namun tiba-tiba alisnya bertaut bibirnya yang melengkung indah itu langsung surut.


"suara apa itu? ". gumam Anna.


Anna mendekati pinggir balkon yang tertutup dinding kokoh sebagai pembatas antara Apartemen Adi dengan Apartemen sebelah, kebetulan Balkon Adi dengan Balkon sebelah berdekatan.


Anna membekap mulutnya mendengar desah*n dan pekikan seseorang, Ia sedikit tau bagaimana hubungan dewasa tapi suara seperti itu Ia jelas sangat tau karna pernah tidak sengaja melihat sepasang kekasih berbuat mes*m di Rumah Sakit tempat Ia bekerja dan Anna melihatnya dengan begitu jelas namun tidak menegur mereka melainkan langsung lari.


"aduuh...! kenapa aku malah mendengar seperti itu?". gumam Anna segera berlari memasuki Apartemen dan menutup pintu balkon nya.


Anna menggeleng kepalanya untuk menyadarkan diri, Ia menepuk-nepuk kedua pipinya yang merah merona setelah merasa tenang Anna berkeliling melihat fasilitas Apartemen itu yang sangat lengkap dan memuaskan.


"pantas saja harganya sangat mahal". gumam Anna tersenyum lebar.


"apa aku beli Apartemen disekitar sini aja ya? ". gumam Anna berbinar cerah.


"tapi tunggu..? aku kan punya suami, aku bisa tinggal disini kapanpun aku mau kan? Adi tidak akan melarang". kekeh Anna malah memanfaatkan kekayaan suaminya padahal Anna jauh lebih kaya.


Anna mulai lelah berkeliling melihat ponselnya yang isinya banyak kabar Niandra ditahan polisi karna kasus obat-obatan terlarang.


"apa Adi bisa meretas seperti Kak Nana, dan sikembar? ". gumam Anna menebak-nebak.


"tidak mungkin". Anna lagi-lagi menggeleng kepalanya lalu memilih berangkat ke Perusahaan Asia Group.


setibanya di Perusahaan Asia Group Anna baru menyadari ada pengendara motor mengikutinya,


"siapa mereka? apa pengawal bayangan ku? sepertinya mereka tidak pernah mengendarai motor". gumam Anna tak berpikiran buruk karna tujuannya saat ini menemui Adi.


ternyata sang Suami sudah menunggunya di Ruangan kerja.


"kenapa lama sekali sayang? aku sudah lapar". Adi mendekati Anna dan tersenyum lebar mengambil rantang nasi yang dibawa Anna.


Anna sepertinya sudah biasa dipanggil sayang oleh Adi terkadang Adi memanggilnya Anna tak pernah dipermasalahkan oleh Anna.


"aku hanya melihat-lihat Apartemenmu Adi..! aku suka, tapi aku dengar hal yang tidak pantas tadi apartemen sebelahmu ada yang sedang melakukan hubungan dewasa merusak gendang telingaku saja". oceh Anna.

__ADS_1


"kamu mendengarnya Anna?". tanya Adi kaget


"iya..! kenapa? apa kamu tidak dengar? saat aku berdiri dibalkon aku mendengar suara itu". geram Anna.


"aah..! tetangga ku berhubungan dengan sesama jenis". jawab Adi.


Anna sontak saja terbatuk-batuk padahal tidak ada minum, Ia bisa terbatuk karna tidak percaya suara yang ia dengar ternyata sesama jenis.


"apa maksudmu Adi? aku dengar suara perempuan dan laki-laki". Anna.


"perempuan itu laki-laki, dia memang pandai bersuara seperti perempuan tapi jika kamu dengarkan sampai akhir suaranya akan berubah". jelas Adi sambil membuka rantang nasinya.


Anna membekap mulutnya tak percaya, selama ini Ia hanya dengar dari banyak orang dan film ada manusia yang berhubungan dengan sesama jenis tapi mendengar dan tau secara langsung membuatnya tak percaya ternyata hubungan sesama jenis itu nyata bukan hanya ada di film dan cerita saja.


.


"apa kamu lanjut kerja lagi Anna?". tanya Adi.


Anna menganggukan kepalanya,


"ayo biar aku antar". Adi


"tapi aku bawa mobil". tolak halus Anna.


"aku akan antar". jawab Adi tidak bisa dibantah.


"apa tadi mereka mengikutimu Anna? ". tanya Adi serius.


Anna menurunkan ponselnya dan melihat dari kaca spion, "iya..! tapi kenapa aku tidak merasakan bahaya ya? jadi aku pikir mereka adalah pengawal kakek".


"terkadang bahaya tidak harus diawali dengan firasat buruk sayang, kalau kita waspada itu artinya mereka punya niat terselubung". jelas Adi.


"hah? ". Anna memang merasa waspada tapi tidak merinding ketakutan seperti yang pernah Ia alami menunggu Adi datang menjemputnya.


Adi menepikan mobilnya dan meminta Anna untuk tetap diam didalam mobil, Anna pun dengan patuh tetap dimobil tidak keluar walau penasaran.


"mau apa kalian? ". tanya Adi dengan tenang.


"kami mohon minta bantuan Nona Anna untuk menyembuhkan anak saya Tuan". jawab laki-laki yang dibonceng.


"bawa ke Rumah Sakit". jawab Adi


"tapi kami tidak ada biaya Tuan..! mohon anda izinkan Nona dokter ikut kami". kata Pria yang membawa motor.

__ADS_1


"ckkkk..! naik apa? ". tanya Adi dengan senyuman miringnya.


"naik motor ini, kalau anda mau ikut juga tidak apa Tuan, anak saya butuh pengobatan". Pria yang dibelakang.


"bawa saja ke Rumah Sakit, Istriku mau bekerja". tolak Adi berbalik.


laki-laki yang membawa motor meletakkan tangannya dibahu Adi, Adi segera menepis tangan itu.


"berani kau menyentuh pakaianku". Adi berbalik dengan tajam.


"kami butuh Nona Dokter Tuan, kalau anda sibuk bisa biarkan kami membawanya". kata pria itu dengan raut wajah serius.


"apa kalian tidak mendengarku hah??? bawa ke Rumah Sakit...! kalian tuli? kenapa bersikeras membawa Istrikuu? kalian pikir aku tidak tau niat busuk kalian hahhh? ". maki Adi


kedua pria itu saling pandang heran, mereka hendak berbicara tapi Adi sudah langsung masuk mobil.


"dia tidak mudah ditipu padahal kita sudah menyembunyikan hawa jahat kita". kata Pria yang dibonceng.


"ikuti saja..! target kita punya hati yang lembut, jika kita bisa berakting dengan baik maka mudah bagi kita membawanya". sambung Pria yang didepannya.


"cepat ikuti !!".


pengendara motor itu tetap mengikuti Anna bahkan sampai pengawal bayagan Anna muncul, mereka berdua bersikeras mendatangi Anna dan butuh bantuan Anna.


"jangan dengarkan mereka Nona..! saya akan bawa ke Rumah Sakit jika memang ada anak mereka yang sakit". kata salah satu pengawal bayangan Anna.


Anna hendak berbicara tapi Adi sudah membawa pergi Anna, Anna merasa perkataan Pria itu jujur sepertinya memang ada anak yang terluka tapi Anna juga tidak bisa langsung percaya apalagi Adi sudah memperingatinya sepanjang jalan tadi.


banyak penipuan, Adi mengatakan pada Anna untuk tetap bersabar sementara orang-orang Leonard akan bertindak mencari kebenaran kata-kata yang dilontarkan kedua Pria itu.


"apa menurutmu mereka memang penipu Adi? kenapa aku percaya kalau mereka memang punya anak yang sedang sakit? ". tanya Anna penasaran dengan kecurigaan Adi.


"mungkin anak mereka memang sakit tapi memanfaatkan situasi itu untuk membawamu ikut dengan mereka, aku tidak mau kecolongan Anna..! firasatku jauh lebih kuat dari yang kamu kira". Adi


"kok bisa?". tanya Anna.


"aku sudah biasa menghadapi semua penipu bahkan penipu tadi belum ada apa-apanya dengan para penipu di luar negri". jawab Adi


"di luar negri juga ada penipu?". tanya Anna.


"hmmm! penipu handal yang bisa mengecoh seorang Mayor jendral tentara serta polisi dinegara mereka". jawab Adi masih asik menggenggam tangan sang Istri.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2