Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
tamu tidak diundang


__ADS_3

.


.


.


Adi menyunggingkan senyum misteriusnya,


"apa dia pikir bisa mengelabuiku? tidak ada dalam kamusku". gumam Adi tersenyum remeh tertuju pada Roben yang menebak Adi adalah orang bodoh hingga bisa dijebak dan terjebak.


di Ruangan Roben,


Roben berteriak dan memaki Adi,


"dasar tidak tau diri..! baru menjadi Presdir sudah sombong dan merasa diatas langit, lihat saja apa yang akan aku lakukan.. aku akan hancurkan kesombonganmu itu, ciiih...! di tempat ini semua orang berpihak padaku, kau hanya orang baru..!".


"aku hanya perlu membuatmu terdepak dan membuat Fendy benar-benar menikahi Anna, Pria itu mudah ku perbudak".


Roben berusaha menenangkan diri dari amarahnya sendiri, perilaku Adi yang tidak sopan dan tidak menghormatinya membuat Roben marah, Ia benci dengan Adi yang angkuh padahal bukan siapa-siapa.


malam harinya,


Roben datang ke Mansion Anna bersama Fendy, entah dimana Otaknya sampai berani membawa Fendy ke Mansion Anna.


awalnya Sekar menolak mengizinkan mereka masuk tapi mendengar perintah Leonard sendiri yang mengizinkan Roben masuk pun terpaksa mengizinkan Om nya Anna masuk bersama calon suami Anna yang dipilihkan oleh Roben.


"Paman..? ". Roben bersikap manis pada Leonard


"hmmm". jawab Leonard


"Kakek? ". senyum lebar Fendy ingin menyalami Leonard tapi Leonard mengangkat tangannya di udara.


Fendy tetap tersenyum walau ditatap sinis oleh Leonard.


"katakan tujuan kalian..!". pinta Leonard langsung tanpa basa-basi.


"Paman..! dia ini calon suaminya Anna". senyum ramah Roben.


"kata siapa? ". tanya Leonard dengan serius.


"kata siapa? tentu saja kata aku Paman..! Fendy sangat baik dan aku yakin Anna akan bahagia dengannya, Fendy sopan dan bisa diandalkan Paman". ujar Roben


Fendy tetap menebarkan senyum ramah walau ditatap tak baik oleh Leonard.


"apa dia menjanjikanmu Cucuku? ". tanya Leonard ke Fendy.

__ADS_1


Fendy melihat ke arah Roben, "benar Kakek..! kata Om Roben kepribadian Fendy sangat cocok dengan keponakan tersayangnya".


"ciih..! kau tidak tau Cucuku sudah menikah? ". tanya Leonard


duarrr...!!


bagai tersambar petir Fendy melihat ke arah Roben,


"apa-apaan Paman? bukankah dia hanya kekasih Anna saja? Anna hanya ingin mencari cara supaya pernikahannya gagal kan? mana mungkin Anna bisa menikah secepat itu padahal aku yakin Anna tidak pernah dekat dengan Pria manapun". Roben tidak percaya bahwa Adi adalah suami Anna.


masalah Cincin pernikahan bisa dimanipulasi, bahkan sepasang kekasih saja punya Cincin yang sama bukan suami Istri, lagian Roben tidak ada di hari pernikahan kilat Adi dan Anna jadi wajar saja Ia tidak percaya.


"mereka suami-istri..! sana fotonya! ". tunjuk Leonard dengan tenang.


Fendy memutar kepalanya melihat arah tunjuk Leonard dan matanya melebar kaget, "d.. dia..? ". gagap Fendy menunjuk kearah suami Anna.


"Presdir Mal ANA". jawab Leonard.


Roben yang melihat foto Anna dan Adi memakai pakaian pengantin nan sederhana terlihat manis, tidak ada kemegahan didalam foto itu.


"itu hanya editan saja kan? paman jangan melucu, Aku tau Anna tidak pernah dekat dengan Pria manapun atau bahkan sekedar berpacaran, bagaimana bisa dia menikah? ". Roben menggeleng tak percaya.


"aku tidak pernah mengatur jodoh cucuku, dia mencintai Adi kenapa aku harus melarangnya?". kata Leonard santai


"dia Bukan Pria yang baik Paman..! dia kasar dan gila di Perusahaan". tuding Roben ke potret wajah Adi.


"Fendy.. ! dia Pria baik dan sopan, aku bisa menjaminnya Paman bukan Pria angkuh dan sombong seperti dia". jawab Roben dengan tenang.


Roben ingin Leonard membelanya, sekeras apapun Anna mempertahankan suaminya jika Leonard tidak merestui pasti Anna dan Adi akan bercerai.


Fendy diam berusaha untuk tetap tenang dan terlihat baik dimata Leonard, sebenarnya Ia kaget saat tau Anna sudah menikah dengan Adi yang pernah di gosipkan berpacaran dengan Anna lewat sosmed.


Adi dan Anna dijuluki best ACouple generasi kedua setelah Nana dan Arka yang kini sudah bahagia bersama anak-anaknya terlebih lagi sekarang Nana tengah mengandung anak keduanya yang diprediksi juga anak kembar.


Adi mendengar pembicaraan Roben dan Ia bisa tau kalau Roben tengah menghasut Leonard untuk membenci nya supaya Adi dan Anna pisah.


"angkuh dan sombong? siapa bilang? ". tanya Adi tiba-tiba datang tersenyum tipis.


semua mata melihat ke arah Adi,


"Adiii??? kau mengambil ponselku..? kemarikan". pekik Anna berlari mengejar Adi kebetulan Adi berdiam diri tanpa bergerak segera Anna melompat ke punggung Adi.


Adi memegang kedua paha Anna supaya Istrinya tidak terjatuh,


"Anna? kita lagi kedatangan tamu". kata Adi

__ADS_1


"hah? tamu siapa? ". Anna mengedarkan pandangannya dan tertegun melihat Leonard, Roben dan Fendy berkumpul di Ruang Tamu.


Fendy tersenyum lebar sangat lebar, Ia tidak peduli Anna janda sekalipun, harta kekayaannya setelah menikahi Anna akan berlipat-lipat ganda hanya lelaki bodoh saja yang menolak perjodohan yang menguntungkan itu.


Anna perlahan merosot ditubuh Adi,


"Anna?? kenalkan ini Fendy..! kalian pernah bertemu kan?". Roben mengenalkan Fendy ke Anna.


Anna merangkul erat lengan Adi, "ini suamiku..! aku sudah menikah".


"dia lelaki tidak benar Anna..! percayalah dengan Paman, Fendy adalah Pria yang sangat cocok untukmu". Roben menjelaskan dengan senyuman.


Adi mendengarkan perdebatan mereka semua, Leonard diam saja ingin melihat bagaimana Adi menyelesaikan masalah Fendy dan Roben.


"kalau Om suka dengan Fendy kenapa bukan Om saja yang menikahinya? ". sambar Anna


"hhmmfft...! ". terdengar oleh semua orang ada suara seseorang menahan tawa.


Sekar yang tertawa segera bersembunyi dengan masuk kekamarnya.


Roben mengepalkan tangannya, "masalahnya Om sudah menikah Anna.. kamu tau sendiri kan? Om sangat mencintai Tantemu, dan juga kami berbeda gender".


"kalau begitu aku tetap dengan pilihanku Om, Om yang mengatur pernikahan itu, Om yang menjanjikannya menjadi suamiku tapi aku tidak pernah mengatakan Iya? jadi Om tidak bisa memaksaku, aku sudah bersuami". Anna bertutur kata tenang dan menghanyutkan tak lupa juga dengan tatapan tajamnya mengarah ke Fendy.


"Anna..? percayalah pada ku..! dilihat dari penampilannya aku jauh lebih baik dari Pria itu, kamu harusnya suka denganku kan? aku Pria romantis seperti idamanmu". Fendy berkata.


Anna menggeleng kepalanya, "bagiku hanya Adi yang paling romantis, perbaiki kata-katamu suamiku jauh lebih tampan darimu saat tersenyum". kata Anna dengan serius.


"sudah..? kalian sudah selesai bicara? ". Adi tiba-tiba mengeluarkan suara.


"kau tidak boleh ikut campur..! Anna itu keponakanku". ancam Roben.


"Anna istriku". jawab Adi tenang.


"kau pikir bisa mengelabuiku? Anna bukan Istrimu, kalian hanya bersandiwara". jawab Roben tak percaya.


"kalian pasti menikah diatas kertas kan? bisa saja kalian hanya bersandiwara supaya pernikahan kita gagal kan Anna? aku Pria yang pintar, aku bisa melihat kamu masih tersegel". Fendy tersenyum menyeringai.


Anna masih tenang, walau hatinya panas ingin mencabik-cabik Fendy yang mengatakan dirinya masih gadis.


"apa pedulimu jika aku dan Anna menikah diatas kertas? kau fikir aku mau melepaskan Istriku ini? mimpi saja kau, Anna milikku dan kau silahkan hengkang kaki disini, jangan pernah mencoba memprovokasi Kakek kami". kata Adi dengan nada datar dan tenangnya.


tak ada raut wajah takut menghiasi wajah tampannya, tidak peduli bagaimanapun masalah yang akan datang menimpa Adi nanti Ia akan hadapi dengan segala kemampuannya, Anna sudah berada dalam genggamannya tidak akan Adi lepaskan meski mati sekalipun.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2