
.
.
"kita adakan pesta besar, kalian akan menikah dengan sangat megah". teriak Leonard dengan bangga.
"Kakekk? tapi kata dokter Anna tidak boleh lelah nanti saja kalau bayi kami sudah lahir ya? ". rengek Anna.
Leonard terdiam memikirkannya, "baiklah, kita adakan pesta besar di panti asuhan bagaimana? Kakek akan menyumbangkan banyak uang pada mereka dan meminta doa terbaik mereka untuk calon cicitku".
Anna tertawa pelan,
"Paman bagaimana dengan kami? apa Paman tidak mau mengadakan pesta besar untuk kami? karna Anna menolak bisakah uang pesta besar itu untuk Mia saja?". tanya Mia membuat tawa bahagia Leonard membatu.
Leonard menatap tajam Mia, "berani kau merusak kebahagiaanku? sana pergi..! kembali ke negaramu!". usir Leonard dengan nada membentak.
Mia terlonjak kaget lalu berdiri, "kenapa paman jahat pada Mia Paman? setidaknya aku akan berhenti mengganggu Anna Paman, ini pertama kalinya kan aku meminta pada Paman?".
"apa kau fikir aku tidak tau apa saja yang kau minta pada Cucuku hah?? Rumah, Apartemen, Mobil, Pesawat, hampir setiap tahun masa kuliah Cucuku kau selalu datang dan meminta itu semua". geram Leonard.
Mia tertegun, "Anna kau memberitau Paman? ".
"tidak, aku menggunakan Blackcard milik Kakek jadi saat bertanya aku jawab dengan jujur". jawab Anna.
Brian tidak menyangka Mia sudah minta banyak hal pada Anna, Ia pikir Mia adalah Putri orang kaya karna punya semua itu tapi ternyata hasil memeras Anna.
"Pengawaaalll!! ". teriak Leonard.
dipanggil pengawal, maka puluhan pengawal berlari memasuki Mansion dan berbaris rapi dihadapan Leonard.
"usir tamu tidak diundang ini". titah Leonard.
"baik Tuan". jawab mereka semua serentak.
"Pamann?? tunggu Paman..? Paman sangat kaya bagi Paman uang 5 M tidak akan ada harganya kan? Paman aku janji ini terakhir kalinya aku meminta, Pamannn??". pekik Mia memelas.
Mia dan Brian diseret paksa keluar dari Mansion, mereka menaiki Mobil sampai didepan gerbang lalu mendepak tamu tidak diundang itu keluar pagar.
"jadi kakak bukan orang kaya ya? semua itu hasil memeras kakak cantik itu? ". tanya Brian yang umurnya masih muda tentu bicaranya seperti anak-anak didepan Mia.
"apa kamu mau meninggalkanku? ". tanya Mia.
"hmm? aku mau Kakak cantik itu sih". jawab Brian tanpa beban.
Mia sontak melebarkan matanya, "tapi dia sudah bersuami, kamu tidak dengar dia hamil hmm? Suaminya sangat kejam kamu lihat sendiri kan? ".
"ah iya, aku takut sama suaminya kak". cicit Brian.
Mia mengepalkan tangannya menatap ke balik gerbang, "lihat saja aku akan minta Mama datang terus kamu tidak akan menolakku, bukankah Mama itu adalah Tante kesayanganmu kan? dasar sombong...!! lihat balasanku". batin Mia.
__ADS_1
.
Adi tiba di Mansion Anna, Ia mencari Istrinya yang ternyata sedang banyak makan buah segar disuapi oleh Leonard dan Han terkekeh membawa buah-buahan yang sudah ia potong untuk Anna.
"Kakek..? aku tidak mau lagi". tolak Anna memelas.
"ayo makan cucuku, aku harus menjaga calon cicitku". bujuk Leonard.
Adi yang mendengarnya terkekeh dan semua mata melihat ke arah Adi.
"Hubby?? ". Anna berdiri lalu berjalan cepat ke arah Adi yang berlari mendekati Anna saking takutnya Anna tergelincir.
Anna memeluk Adi dengan erat, "Kakek..? Anna hanya merindukan Ayah dari calon cicit Kakek".
Leonard tertawa begitu juga Han, sementara Adi mencium bahu Anna dengan gemas.
"aku bawa jagung bakar untukmu sayang". kata Adi dengan lembut.
"hah? mana? mana jagung bakarnya? ". tanya Anna melepaskan pelukannya dari Adi lalu melihat kedua tangan Adi tidak membawa apapun.
"mana?". tanya Anna menekuk alisnya.
"ini nona". seorang gadis tomboy membawa jagung bakar untuk Anna.
"siapa dia Hubby? ". tanya Anna.
"Linda? kenapa kamu memperkenalkan diri padaku? kenapa membawa jagung bakar itu untukku? ". tanya Anna.
"dia pengawal baru untukmu yang menemani mu kemanapun Istriku ini pergi". jawab Adi.
Anna melebarkan matanya, "apa pengawal bayangan tidak cukup? ".
"mereka lelaki, aku tanya pada mereka apa mau tukar jenis kelamin tapi mereka tidak ada yang mau jadi aku cari pengawal dari kalangan wanita". jawab Adi.
Anna menjatuhkan rahangnya melihat Linda yang tersenyum ramah,
"tapi Caca? ". tanya Anna.
"sayangg? Caca sudah menikah". jawab Adi mengelus sayang kepala Anna.
"benar nak". sahut Leonard pun menyukai ide Adi memberi pengawal baru untuk Anna.
Adi tersenyum ke Leonard.
"aku sudah menguji kemampuannya sayang". kata Adi ke Anna merangkul pinggang Anna tanpa malu mengecup sayang pelipis Anna.
"aku harus jaga istri dan calon anakku". sambung Adi mengelus perut datar Anna.
Anna tersenyum kikuk ke Linda yang terlihat tidak malu melihat perlakuan suaminya pada Anna, sepertinya Linda sudah tau bagaimana Adi dan Anna jika sudah bersama.
__ADS_1
"ternyata di media dan nyata sama-sama mesra". batin Linda menahan senyum.
"ini jagung bakarnya Nona! ". kata Linda sekali lagi memberikan jagung bakar itu dengan sopan.
Anna menerimanya, "terimakasih". ucap Anna.
"sama-sama Nona". jawab Linda tersenyum tipis.
"ayo sayang..! ayo makan, biarkan Kakek Leonard yang mengurus Pengawalmu". ajak Adi merangkul Anna berjalan ke meja makan.
Han tertawa sementara Leonard menggeleng-geleng kepalanya dijadikan pelarian.
"biar aku saja pak". kata Han dan Leonard menggeleng kepalanya.
"biar aku saja, ini demi cicitku lagian aku harus banyak bergerak". jawab Leonard.
Leonard sendiri yang mengantarkan Linda ke kamarnya yang tidak jauh dari Anna, Linda sampai gugup sebab ini pertama kalinya Ia bertemu dengan Pria terkaya seAsia.
betapa hebatnya Adi bisa menyuruh Pria terhebat ini mengantar Linda ke Kamarnya, Linda jadi berjanji dalam hati untuk menjaga Anna semampunya.
.
"bagaimana sayang? ". tanya Adi melihat Anna terdiam saat pertama menggigit jagung bakarnya.
"enak". jawab Anna tersenyum lebar lalu kembali mengunyahnya dengan lahap.
"aku yang masak". jawab Adi.
Anna seketika tersedak hingga Adi panik berteriak mengambilkan air padahal Air minum ada didepannya, ia mengelus punggung Anna.
Han datang membawa gelas kosong lalu menuangkan air didepan Adi, Adi memberikannya ke Anna dengan raut wajah khawatir.
"maaf sayang..! maaf, aku tidak akan bersuara saat kamu makan". Adi memohon maaf pada Istrinya.
Anna mengelap bibirnya, "kamu yang masak By? kok bisa? ".
Adi menjelaskannya tapi wajahnya masih terlihat khawatir, namun diluar dugaan Anna malah melahap jagung bakar itu membuat Han terkekeh.
"memang saat Istri hamil apapun buatan ayah dari bayi itu pasti enak walau tidak ada rasa". jelas Han.
"enak aja Papa Han, ada rasanya ini..! Papa Han bisa coba". Adi tidak terima dibilang makanannya tidak ada rasanya.
Han kembali tertawa dan memilih pergi meninggalkan pasangan itu,
.
.
.
__ADS_1