Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
tidak diperhatikan


__ADS_3

.


.


.


Di Perusahaan Asia Group,


"Tuan Muda". Boy memberi tundukan sopannya pada Adi.


"kau sudah kembali? ". Adi tak terkejut melihat Boy sudah menunggunya di dalam Ruangannya.


"benar Tuan..! saya menepati janji dan akan memberikan semua yang saya ketahui". kata Boy masih sopan.


Adi memperhatikan penampilan Boy yang menurutnya memiliki tingkat pendidikan yang tak biasa, "aku mau tanya 1 hal".


"pertanyaan? apa yang ingin Tuan ketahui? ". tanya Boy


Adi menaikkan sudut bibirnya, Ia merasa Boy memang pantas menjadi orang setia atau Orang kepercayaan.


"pendidikan terakhirmu". tanya Adi


"S2 dari Universitas terbaik Bandung". jawab Boy


benar bukan? Boy memang orang berpendidikan tinggi tapi bekerja sebagai OB dan orang setia Nana.


"lalu bagaimana kau bisa bekerja dengan Kak Nana?". tanya Adi


"Nyonya adalah orang yang menyekolahkan saya Tuan, apa itu menjawab rasa penasaran anda? ". Boy


Adi menyunggingkan senyum tipisnya, "aku juga pernah ditolong oleh Anna dan dia selalu mengatakan kalau dia sangat menyayangi Kak Nana dan ingin seperti Kak Nana".


Boy tersenyum menundukkan kepalanya, "anda tidak akan tau bagaimana mulianya hati Nyonya Muda tapi Nona Anna memiliki hati yang murni, kepribadiannya yang ceria menjadi nilai kebahagiaan tersendiri bagi Nyonya Muda saya".


"hmm..!". Adi mengulas senyum


Boy mendekati Adi lalu memberikan buku kecil yang isinya adalah segala alamat mantan pekerja Asia Group, juga tertera nomor Ponselnya.


"semua sudah saya konfirmasi Tuan, mereka masih disana berkat Tuan Leonard yang menjamin mereka". kata Boy


Adi melihat semua catatan dibuku kecil itu, "baiklah..! terimakasih, apa yang kau inginkan? ". tanya Adi puas dengan hasil kerja Boy.


"beri saya izin libur 2 hari Tuan, saya harus pergi ke kampung halaman melihat Nenek saya". jawab Boy


"hanya itu? ". tanya Adi


"benar Tuan Muda, Nyonya Muda mengizinkan saya libur hanya perlu izin dari tempat saya bekerja saja, saya percaya anda bisa menyelesaikan masalah para pekerja Pak Roben". kata Boy


"hmm..! pergilah". senyum tipis Adi


"terimakasih Tuan Muda". ucap Boy dengan hormat lalu pergi meninggalkan Ruangan Adi.


Adi segera meminta Radit masuk ke Ruangannya,


"ada yang harus aku lakukan? ". tanya Radit dengan bahasa teman.

__ADS_1


"datangi alamat ini Radit..! aku ingin bertemu secara rahasia, atur olehmu". titah Adi memberikan sebuah buku kecil ke Radit.


Radit membuka catatan itu satu persatu dan mengangguk-nganggukkan kepala,


"pergilah.! atur pertemuan kami secepatnya". pinta Adi


"baiklah". jawab Radit segera pergi menyimpan buku catatan itu.


Adi berdiri merapikan jasnya lalu berjalan-jalan melihat cara kerja karyawan Asia Group yang memang kacau.


"ckk..! mereka berpihak pada Roben ya? lihat saja akan aku basmi kalian semua". gumam Adi tersenyum tipis sangat tipis tidak ada yang bisa melihat senyuman itu.


"apa kalian punya waktu bergosip? ". sambar Adi


DeG!!


kumpulan para karyawan yang bergosip tadi terpaku seketika,


"kenapa? lanjutkan saja.! aku sudah tau kalian orang-orangnya Om Roben". tusuk Adi lagi membuat masing-masing dari mereka keringat dingin.


"ckk..! dasar tidak profesional..! kalau hanya bergosip orang tidak bersekolah pun bisa melakukannya". decak Adi meninggalkan mereka semua.


sepeninggal Adi diRuangan itu tidak ada yang berani berbicara sepatah katapun, sekarang dalam pikiran mereka bagaimana pekerjaan mereka? sudah pasti tidak aman bukan?


Adi pergi ke Ruangan lain dan hasilnya sama saja, semua tempat hanya tau bergosip saja namun di Ruangan yang sangat terpencil tidak ada tanda-tanda orang yang bergosip,


"apa disini tidak ada pekerja?". batin Adi celingukan.


perlahan Adi masuk dan mengedarkan pandangannya, Ia terkejut mendengar salah satu diantara mereka malah menjeritkan sepatu baru.


Ia mengamati pekerja yang hanya 5 orang itu, tidak ada yang bergosip hanya saja malas-malasan, Ia masih setia mendengarkan alasan mereka semua tidak bekerja.


"aku dengar Kita punya Presdir baru katanya Gila ya?".


"memangnya kenapa? kalau dia Gila? asalkan Perusahaan menjadi lebih baik tidak ada salahnya".


"aku dapat kabar si wanita sombong itu melarikan diri..! hahaha..! aku ingin memberi penghargaan pada Presdir kita yang baru".


"baguslah dia pergi..! semoga saja Presdir baru kita sekarang mau memberi kita pekerjaan".


"aku rasa Presdir sekarang ini terlihat tegas, banyak yang bilang Sekretaris Im sering meneteskan air mata setiap melihat Presdir ini berbicara".


"loh kenapa? ".


"mengingatkannya pada mendiang Presdir dulu".


"presdir dulu? siapa? ".


"siapa lagi..? Papanya Nona Anna lah".


"huufft..! hidup orang kaya raya tidak selalu mulus ya? ".


"hmm..! banyak manusia bermuka dua disekitarnya".


"iya..! bahkan kerabat pun bisa menjadi musuh, pak Roben tidak pantas menjadi Presdir dan aku rasa kalau dia diganti itu bagus".

__ADS_1


"walaupun Presdir baru kita Gila? ".


"biarkan saja kita punya Presdir Gila..! jika Tuan Besar Leonard menunjuknya menjadi Presdir pasti dia adalah yang terbaik".


Adi mendengar pembicaraan mereka pun tersenyum miring, Ia jadi mengerti Ruangan yang paling kecil dan terpelosok ini tidak berpihak pada Roben.


Adi pun memutuskan menemui mereka semua,


5 pekerja yang terabaikan itu tertegun mendengar suara sepatu, mereka yang bermain ponsel memutar kepala lalu menganga lebar melihat paras Adi yang sangat tampan.


belum tau saja mereka saat Adi tersenyum, pasti sudah kleper-kleper mereka seperti ikan tak dapat air.


"a.. anda siapa? ". tanya salah satu dari mereka penasaran.


"Aku? Presdir Gila". jawab Adi tanpa beban.


prang...!


Bugghh..


mereka menjatuhkan Ponsel dan ketar-ketir berlari ke arah Adi, mereka berbaris memanjang hanya berjumlah 5 orang dan itu sangat mudah.


"maafkan kami Tuan Presdir..! kami tidak tau kedatangan anda karna tidak pernah diresmikan".


"tidak apa..! kalian tau aku Gila kan? jadi bekerja lah dengan baik jangan bermain ponsel dijam kerja, kalian digaji jadi jangan bermalas-malasan". tegur Adi.


"kami tidak digaji Tuan". jawab mereka semua serentak.


"tidak digaji?". beo Adi


"benar Tuan..! sejak Pak Roben menjadi Presdir kami pekerja tersudut dan terabaikan benar-benar tidak pernah digaji".


"lalu kenapa kalian bekerja jika tidak digaji?". tanya Adi dengan heran.


mereka dengan senang hati menceritakan semua yang terjadi, berharap Leonard akan kembali memimpin Perusahaan dan semua akan baik-baik saja, mendengar penjelasan mereka Adi mengerti satu hal bahwa mereka semua adalah orang setia leonard yang dicampakkan dan dijebak karna membuat kesalahan di Ruangan Kerja Utama jadi diasingkan karna tidak mau mengundurkan diri.


Brakhhh...!


Adi memukul meja didekatnya membuat kelima pekerja wanita itu terkejut namun masih menunduk.


Adi mengeluarkan Ponselnya dan meminta nomor rekening mereka semua,


"berapa bulan kalian tidak digaji? ". tanya Adi


"10 bulan Tuan". jawab mereka serentak.


"berapa gaji kalian perbulan?". tanya Adi lagi.


"sebelumnya kerja di Ruangan terpencil ini hanya 5 Juta Tuan, terkadang kami mencari pekerjaan lain sebagai sampingan supaya bisa bertahan di tempat ini walau tidak digaji".


gaji di Perusahaan Asia Group bagian Pusat gajinya tinggi diatas 5 Juta, Adi mentransfer 5 karyawan wanita itu dengan gaji 5 juta namun dikali 10 bulan, masing-masing mereka mendapatkan gaji 50 Juta betapa syok dan lemasnya mereka saat ini seperti ketimpa durian runtuh.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2