Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
bertiga


__ADS_3

.


.


.


"mau apa?? bungkus? buat siapa? ". cecar Sekar.


"Adi". jawab Anna sambil tersenyum.


Sekar menganga sedangkan Caca menggeleng kepalanya pelan sambil tertawa pelan.


"aku bukan istri yang baik untuknya tapi aku berusaha menjadi Istri yang baik untuknya". kata Anna dengan senyuman.


"ya sudah..! bungkus saja, itupun kalau mereka mau. aku dengar Restaurant ini tidak pernah mau membungkus makanannya". Sekar.


Anna meminta pelayan membungkuskan 1 makanan spesial untuk suaminya, mendengar kata Suami langsung salah satu pelayan itu berlari ke dapur memberitau Kokinya.


"apa maksudnya? apa mereka mau membungkuskan makanannya? ". tanya Sekar.


"kamu lupa ini Mal punya siapa? ". ledek Caca.


Sekar menepuk jidatnya, "kok aku bisa lupa, semua orang sudah tau Anna itu Istrinya Adi begitu juga sebaliknya, pantas saja semua pelayan tadi sangat ramah pada kita terutama pada Anna".


"mereka ramah pada semua orang walaupun ada pembeli yang bisu dan lainnya tapi tidak membuat para pekerja disini kehilangan keramah-tamahannya, sepertinya mereka sudah diajarkan dengan baik". Caca.


tidak butuh waktu lama Pelayan tadi membawa kotak makanan spesial untuk Anna, lalu Sekar langsung membayar semua tagihan makanan mereka.


"terimakasih ya? ". ucap Anna sambil tersenyum ramah.


"sama-sama Nona..! terimakasih kembali".


Sekar pun mengucapkan terimakasih sedangkan Caca hanya tersenyum ramah namun tidak membuat mereka kesal malah ketiga gadis cantik itu sangat baik bagi mereka.


Anna menenteng kotak makanan yang dibungkuskan oleh pihak Restaurant mewah dalam Mal tadi.


.


.


di Perusahaan Asia Group,


"kami tunggu di Lobi ya? ". kata Sekar.


"kamu pergi saja Anna..! kami tunggu disini aja". sahut Caca.


"apa kalian tidak bisa ke kantin saja? beli minuman atau apa untuk kalian bersantai, aku mungkin agak lama". pinta Anna.


"ckk..! kalian jangan bobok lah? ". sungut Sekar.


Anna melebarkan matanya, "bukan tidur". bantah Anna.


"sudah-sudah, kami akan tunggu di Kantin ya? ". Caca menarik lengan Sekar yang menggerutu pada Anna telah bersuami sementara mereka belum punya calon suami atau bahkan kekasih saja belum terlihat puncak hidungnya.


Anna menggeleng kepalanya pelan lalu masuk ke dalam lift bersama dengan kedua sahabat dekatnya hanya saja berbeda lantai tujuan.


Anna tiba di Ruangan Adi sambil membawa makanan yang telah ia bawa,

__ADS_1


"Adi?? apa kamu sibuk? ". tanya Anna setelah masuk ke Ruangan Adi.


"Anna? ". suara Adi menggema mendengar panggilan Anna.


"iya ini aku, boleh aku masuk? ". tanya Anna


"kenapa minta izinku? sini masuk! ". Adi


Anna melangkahkan kakinya lebih dekat dengan meja kerja Adi yang mana Ruangannya cukup luas dan bisa ribet kalau mencari sesuatu.


"Adi? aku menyiapkan....? ". Anna tersenyum lebar namun terhenti saat melihat ada 3 pekerja Asia Group diRuangan Adi.


"apa aku mengganggu jam kerja kalian? lebih baik aku keluar saja". Anna kikuk saat melihat Adi masih ada kerjaan.


"tidak apa..! kalian dengarkan? sudah waktunya makan siang, nanti 1 jam lagi kalian kesini". kata Adi.


"baik Tuan..! permisi Nona". ucap ketiga pekerja itu sopan dan ramah pada Anna yang memang calon pemilik Perusahaan tempat mereka bekerja.


.


"loh..? makanan ini? ". Adi seperti mengingat menu makanan yang ditata rapi oleh Koki Mal ANA.


"kamu kenal? tadi aku belanja di Mal mu sama Sekar dan Caca jadi makan disana, aku tidak sempat masak jadi beli saja, apa kamu tidak suka? ". tanya Anna


Adi mengulum senyum tampannya, "kamu memang istri yang sangat pengertian". puji Adi mengelus lembut kepala Anna.


Anna tersenyum menundukkan kepalanya seperti anak remaja sekolah yang baru saja jatuh cinta, pipi Anna merona.


"apa kamu yakin udah makan Anna? ". tanya Adi


"aku siapkan minuman untukmu ya? mau jus apa?". tanya Adi hendak bangkit.


"tidak usah Adi aku udah banyak makan dan minum tadi". Anna menggeleng kepalanya sambil memegang tangan Adi dengan kedua tangannya.


Adi menoleh ke Anna kembali duduk sementara Anna tersadar melepaskan tangannya lagi sambil melihat arah lain. malu sekali dirinya menyentuh Adi duluan pikir Anna.


.


"dimana mereka Anna? ". tanya Adi yang kini menemani Anna ke Kantin mencari kedua sahabat baiknya.


"itu mereka". tunjuk Anna dengan senyum cerah melihat Sekar dan Caca tengah sibuk bermain ponsel dan minum jus.


"ayo aku antar kesana". ajak Adi menggenggam tangan Anna.


Anna menatap tangan mereka yang bertautan mesra, Ia tidak berkomentar malah membiarkan Adi menyentuhnya duluan.


sesampainya di tempat duduk Sekar dan Caca, kedua gadis itu mendongak melihat Anna yang tersenyum cerah pada mereka,


"loh..? kok Adi juga ikut? ". tanya Sekar.


"aku hanya melakukan tugasku, aku ingin melihatnya aman. terimakasih kalian sudah membawanya bersenang-senang". ucap Adi.


Caca menaikkan sebelah alisnya, "kami juga biasanya bersenang-senang kalau lagi libur kerja".


"hmm". jawab Adi menatap Anna seorang.


setelah mengantar Anna ke Sekar dan Caca, Adi masih bersikeras melihat Anna sampai didalam mobil.

__ADS_1


"hati-hati kalian ya? ". pinta Adi


"okeh !". jawab Sekar dan Caca


"byee? ". lambaian tangan Anna membuat Adi ikut melambai dan tersenyum tampan melihat kepergian mobil yang dinaiki oleh mereka bertiga (Anna, Sekar dan Caca).


"manisnya kalian, apa kalian sudah malam pertama?". tanya Sekar dengan mata berbinar


"kenapa kamu semangat sekali bertanya seperti itu?". tanya Caca dengan heran.


"aku ingin punya keponakan kecil". sungut Sekar.


Anna menggeleng kepalanya pelan,


"jadi belum? kok bisa? kalian tadi sudah sangat romantis loh". Sekar


"tidak perlu terburu-buru Sekar..! kamu pikir Anna mau menyerang duluan heh? pasti Anna menunggu Adi yang melakukannya, dipeluk dan dicium Adi aja tadi Anna masih keliatan tegang apalagi berbuat lebih". ledek Caca.


Anna tersenyum malu menangkup kedua pipinya sendiri, "namanya aja aku belum pernah bersentuhan dengan lelaki, aku gugup".


"wajah setampan itu membuatmu gugup Anna? ". gemas Sekar.


"jangan menggodaku Sekar..! kalau kamu keponakan kecil kenapa tidak menikah duluan? ". oceh Anna dengan pipi meronanya.


Sekar tertawa cekikikan melihat pipi Anna yang merah sedangkan Caca menggeleng kepalanya mendengar perdebatan kedua sahabat baiknya itu, Caca memang ingin Anna punya anak untuk Kebahagiaan Leonard yang sangat ingin punya Cicit tapi dari gerakan tubuh Anna yang masih kikuk dan kaku saja masih bisa ditebak Caca bahwa Anna masih harus banyak belajar untuk menjadi Istri yang sempurna untuk Adi.


"tunggu...! ". Caca mengerem mobilnya,


ditengah perjalanan ada pengendara motor menghadang jalan mereka.


"jangan keluar..! ". pinta Caca.


" itu orang yang sama minta Aku ikut dengan mereka, katanya anak mereka sakit". jawab Anna.


"dengar apa kata Adi tadi Caca? kalau ada Pengendara motor yang menghadang atau mengikuti kita harus pergi, Adi bilang mereka hanya ingin membawa Anna". kata Sekar dengan serius.


"iya aku dengar..!". jawab Caca


"apa anak yang sakit itu sudah diantar ke Rumah Sakit? ". tanya Anna


"sudah". jawab Caca dan Sekar serentak.


"itu kata Adi, kalau belum bagaimana?". Anna


"Adi tidak pernah main-main dalam berbicara Anna apalagi menyangkut dirimu". Caca


2 pengendara berboncengan itu mengetuk-ngetuk pintu mobil Anna yang tengah dibawa oleh Caca.


"Nona..? Nona?? keadaan anak saya kembali demam tinggi Nona? bisa bantu kami Nona? ". teriak pria 1 dengan nada cemas dan takut.


"tolong kami Nona". sahut Pria 2.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2