Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
berkumpul Part. 2


__ADS_3

.


.


.


"aku minta maaf". cengir Linda.


"maaf diterima". jawab mereka sambil tersungut-sungut.


"ayo lanjut makan lagi!". ajak Anna.


jika mereka berlima sudah berkumpul, tidak ada sistem wanita anggun dalam diri mereka masing-masing kalau sudah berkumpul bersama.


"tapi Anna kenapa Triple kembar minta sekolah cepat? apa kamu yang mau?". tanya Mia penasaran.


"tidak mungkin lah aku yang maksa". jawab Anna.


"lalu siapa? Adi?". tanya Sekar


"Kakek?". sambung Caca.


"pasti si Triple kembar yang mau". kekeh Linda.


"masa sih?". tanya Caca, Sekar dan Mia serentak.


Anna mengangguk-nganggukkan kepala menatap mereka satu persatu membuat mereka menganga lebar.


"aku sudah tebak suatu saat mereka akan bosan dengan Mansion kami tapi aku tidak menyangka mereka akan bosan secepat itu". Anna menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"mau bagaimana lagi coba? kalau punya anak jenius yah begitulah". jawab Linda tertawa kecil.


mereka terdiam beberapa saat lalu kembali makan dengan serius, sungguh mereka sangat rindu moment berbagi seperti saat ini, sudah hampir 8 bulanan mereka jarang berkumpul berlima sekaligus.


setelah makan bersama, kelima wanita cantik itu pergi ke Mal ANA membeli segala macam baju dan perlengkapan limited lainnya.


"waaah...? ada Figure gajah?". pekik Linda berlari ke arah suatu toko.


yang lain mengekor dan dengan cepat Linda memeluk Figure gajah putih yang terlihat cantik itu.


"aku baru tau kamu suka Gajah Lin". Anna memasang raut wajah terkejutnya.


"aku kira hanya diriku saja yang tidak tau". Sekar.


"dia masih belum terbuka sama kita". sungut Caca.

__ADS_1


"Gajah? bukan marmut, kucing atau hewan lucu lainnya? kenapa gajah?". cecar Mia heran.


"Aku suka Gajah Putih". jawab Linda.


"bukankah aku pernah memberi kalian oleh-oleh Figure Gajah Putih saat aku kembali dari Thailand?". Linda bertanya sambil tersenyum.


"aahhh... iya". ke empat wanita cantik itu pun akhirnya menyadari hal itu, memang mereka saja yang tidak peka dengan kesenangan Linda.


"mbak bungkuskan ini satu untukku". pinta Linda memberikan Figure gajah putih dengan sopan pada pelayan Toko.


dengan cekatan si Pelayan melayani Linda, setelah itu mereka kembali berbelanja bersama lagi.


"itu baju limited yang aku mau!". pekik Mia berlari memasuki toko baju, seperti biasa yang lain mengekor.


Mia belanja baju Limited itu lalu yang lain hanya membeli satu set pakaian yang menarik dimata masing-masing dan juga bayar sendiri-sendiri.


"rasanya kalau belanja dengan kalian lebih bersemangat". gemas Sekar.


"tentu saja hanya wanita saja yang mengerti kegemaran wanita lain". jawab Caca.


"iya..! kalau sama David mah nggak seru, aku belanja ya sendirian dia nya fokus main ponsel aja". gerutu Mia.


"kalau diomeli pasti jawabnya santai karna matanya lebih baik rusak karna ponsel dari pada rusak ditatap perempuan lain". sambung Mia lagi.


"punya suami sangat cantik memang sulit". kekeh Linda dibalas anggukan setuju oleh yang lain sedangkan Mia mengerucutkan bibirnya.


"Eh?? Mbak Celinne?". pekik Anna dengan takjub.


Celinne menoleh dan tersentak, "eeh..? Anna kan? adiknya Nana?". tanya Celinne mendekati Anna dengan raut wajah terkejut.


"iya Mbak..! bagaimana keadaan Mbak? kak Nana sering cerita tentang Mbak loh". Anna memegang tangan Celinne dan melihat tubuh Celinne.


Celinne tersenyum manis, "Mbak udah punya tabungan jadi pengen beli emas". jawab Celinne.


"tapi ini?". Anna melihat ke seorang anak perempuan cantik yang digandeng oleh Celinne.


"oh.. ini Putriku Arabella". jawab Celinne sambil tersenyum manis mengelus kepala Arabella.


"hai.. Arabella?". sapa Anna dengan senyuman si gadis kecil tersenyum lebar terlihat lucu dengan mata nya yang langsung hilang saat tersenyum.


"kok nggak ngundang-ngundang sih Mbak?". tanya Anna dengan kaget seakan baru menyadari sesuatu.


Celinne tertawa kecil, "tidak apa sih, lagian kami tidak pesta besar karna aku tidak punya uang dan kami juga menikah tidak memakai mahar yang mahal hanya cincin peninggalan Ibunya saja".


"oohh...gitu ya? Haiiiih..? aku lupa". Anna berbalik memperkenalkan Celinne ke teman-temannya.

__ADS_1


Anna membelikan sebuah kalung kecil untuk Arabella tapi berusaha di tolak oleh Celinne namun Anna bersikeras memakaikan kalung itu di leher Arabella.


"jangan mau dilepas ya sayang? anggap saja ini sebagai hadiah ulang tahunmu ya cantik?". ucap Anna dengan gemas mencubit pipi Arabella.


"sekarang memang ulang tahun Abel Kakak cantik". jawab gadis kecil itu dengan tampang lucunya.


"eehh?". seketika teman-teman Anna pun membelikan gelang di kiri-kanan, anting, cincin di tangan Arabella sampai Celinne pusing dengan kebaikan mereka semua.


"kenapa kalian baik sekali sih?". tanya Celinne dengan heran.


"aah.. iya kamu adiknya Nana udah jelas pasti baik kayak Nana ya". senyum malu Celinne.


"ayo Abel, bilang apa ke Kakak-kakak cantik?". tanya Celinne ke Putrinya yang berumur 9 tahun.


"terimakasih kakak-kakak cantik..! ini adalah hadiah terbaik bagi Abel ditahun ini". ucap Arabella dengan senang.


Celinne tersenyum kikuk tapi Anna dan sahabatnya tidak mengejek Celinne yang hidup sederhana, mereka malah mengajak Arabella bermain di E-Zone lantai teratas, Celinne yang tidak bisa menolak terpaksa mengikuti mereka.


Celinne tersenyum lembut dan menghapus air matanya melihat Arabella begitu bahagia bersama Anna dan sahabat-sahabat Anna, dulu Celinne hidup bergelimang harta tapi sekarang Ia hidup sederhana jadi membawa anaknya ke Mal hanya bisa sesekali, jujur saja Celinne bahagia dengan kehidupannya sekarang karna sudah tau cara menghargai uang.


suami Celinne hanya pegawai biasa dengan gaji yang tidak seberapa tapi hati suaminya sangat baik, Celinne tidak mau merepotkan suaminya pun juga ikut buka usaha kecil-kecilan toko kue di Rumah, sekarang Celinne ada uang dan akan membelikan anaknya hadiah yang mahal tapi ternyata rezeki berkata lain saat Anna dan sahabat-sahabatnya itu membelikan semua emas berlian ke tubuh Putri kesayangannya.


"Celinne?". panggil Nana.


Celinne tersentak lalu menoleh kebelakang dan kaget melihat Nana.


"Nana?". Celinne celingukan kesana-kemari seperti seorang maling yang kepergok mencuri saja tingkah Celinne sekarang.


"aku dapat kabar dari Anna langsung kesini, ternyata kamu tidak menganggapku teman ya?". Nana menatap kesal Celinne yang langsung gelagapan.


"bukan begitu Nana..! a.. aku. hanya ingin hidup tenang saja, aku bahagia dengan hidupku sekarang". Celinne tergagap saat menjawab pertanyaan Nana.


Nana menangkup pipi Celinne, "aku senang kamu sudah berkeluarga". ucap Nana dengan tulus.


Celinne tersenyum haru lalu memeluk Nana dengan erat, "ak.. aku tidak punya siapa-siapa lagi begitu juga dengan suamiku, kami bersama karna sama-sama merasa orang terbuang, tapi aku bahagia dengannya".


"aku tau". Nana mengelus-ngelus punggung Celinne.


"aku minta maaf karna terlalu sibuk dan melupakan saudaraku ini, aku tidak melihatmu karna aku yakin kamu bisa dan wanita yang kuat". Nana berkata dengan serius.


Celinne menangis dipelukan Nana, mereka dulu pernah bermusuhan tapi sekarang Nana bisa menganggapnya saudara setelah sadar padahal dulu kejahatan yang Celinne lakukan terhadap Nana seharusnya tidak termaafkan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2