Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
ungkapan


__ADS_3

.


.


.


Anna kaget saat Adi membuka matanya,


"Anna? kenapa tidak membangunkanku? ". Adi perlahan duduk sambil memijit lehernya yang terasa pegal.


"aku terlalu lama ya?". tanya Anna kini memberanikan diri duduk disamping Adi.


Adi tersenyum mengelus pipi Anna, "bagaimana Pasien rujukanmu? ". tanya Adi.


"aku menyelamatkannya". jawab Anna sambil tersenyum.


Adi melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul 14.36 WIB, "aku sudah mereservasi makan siang kita di Restaurant tapi sepertinya sudah lewat".


"maafkan aku..!". ucap Anna merasa tidak enak.


Adi mengulum senyum tampannya, "apa pekerjaanmu sudah siap?".


"sudah". jawab Anna menundukkan kepalanya.


"Kita ke Puncak bagaimana? ". tanya Adi


"Puncak? ". Anna mendongakkan kepalanya dan menatap mata Adi.


"iya..! beberapa hari lagi aku harus ke Amerika, mungkin aku harus tinggal disana selama 3 hari penuh, aku tidak mungkin membawamu yang sibuk dengan pasienmu". Adi


"jadii?? ". Anna menebak.


Adi mengangguk, "mau ke puncak sekarang? ". tanya Adi.


Anna tersenyum dan menganggukkan kepalanya membuat Adi beryes ria tapi hanya dalam hati saja, diluar wajah Adi terlihat bahagia sebab Anna mau menurutinya.


"Ayo kita berangkat! ". Adi bersemangat langsung bangkit mengulurkan tangannya ke Anna yang menyambut tangannya.


Anna meminta cuti 1 hari untuk esok hari begitu juga Adi yang mengatakan pada Radit untuk mengosongkan jam kerjanya esok.


Radit tentu bersemangat karna Ia bisa libur sehari untuk refresing otaknya yang sudah penuh perlu direstart ulang, jika Adi tidak bekerja maka Radit bisa juga libur kerja tentu mengatakan pada Sekretaris Im yang memberi izin pada 2 pria pekerja keras itu untuk istirahat, Sekretaris Im bisa datang hanya mengamati para pekerja Perusahaan Asia Group sehari esok.


"kita belanja dulu ya?". tanya Adi ke Anna.


Anna tersenyum lebar, Adi mengelus kepala Anna lalu menepikan mobilnya ke Supermarket pinggir jalan dan memarkirkan mobilnya dengan mudah.


"mau beli kebab atau Roti Anna? kamu belum makan kan?". tanya Adi


"aku udah makan nasi goreng buatanmu, aku tidak lapar paling nanti sore atau malam aku terasa lapar". cengir Anna.


"ok..! aku belanja ya? kamu mau dimasakkan apa Anna? ". tanya Adi sambil melepaskan Seatbeltnya.


"hmm? aku boleh ikut belanja? ". tanya Anna


Adi tertawa, "tentu saja".

__ADS_1


mereka belanja seperti pasangan pengantin baru yang sedang bulan madu, Anna beruntung memiliki suami seperti Adi yang mengizinkannya bekerja menjadi dokter sementara Adi mengurus Perusahaan Asia Group, terlebih lagi Adi sangat mencintai Anna.


Anna tertawa lepas saat Adi membeli es cream dan terkena cream di bawah hidungnya seperti kumis berwarna putih.


"Anna? kamu menertawaiku hmm? ". gemas Adi menarik tangan Anna lalu menoelkan es Cream nya ke Anna.


Anna menatap datar Adi lalu menoelkan juga es cream coklatnya sampai bibir Adi menghitam, mereka tertawa saling kejar-kejaran seperti pasangan yang sedang dimabuk cinta, bukannya makan es cream malah kejar-kejaran seperti anak kecil saja.


banyak yang melihat mereka ikut tertawa, gemas dan ada yang memotret Anna bersama Adi.


tidak ada Aditya yang dingin dan kasar saat bersama Anna, Adi seperti anak kecil yang tidak mau kalah berlawanan dengan Anna sehingga Anna merasa terhibur punya teman bertengkar yang sangat asik.


"lihatlah wajahmu Anna..? seperti nenek gayung". decak Adi menoel-noel pipi Anna yang belepotan es cream.


Anna melebarkan matanya, "enak aja aku dibilang nenek gayung kamu itu pocong gayung". tuding Anna.


Adi mengerutkan keningnya, "emangnya ada pocong gayung? ".


"eeh..? salah Kakek cangkul". ralat Anna kesal membuat tawa Adi pecah seketika.


Anna cukup terkesima melihat wajah tampan Adi yang tertawa selepas itu, Jujur saja Anna jarang melihat Adi tertawa selepas ini.


.


.


setibanya di Puncak,


Anna menganga takjub melihat pemandangan itu, sungguh sangat menyejukkan juga hawa dingin mulai menggerogoti tubuhnya.


Anna tersentak saat Adi memeluknya dari belakang, "Adii? ".


Anna tersenyum melihat ke arah depan berusaha lebih tenang saat dipeluk mesra oleh Adi, mereka menatap ke arah pemandangan.


"tempat ini sangat menyejukkan". gumam Anna dengan senyum cerahnya.


"apa kamu tidak pernah kesini? ". tanya Adi.


"aku terlalu sibuk bekerja, kalau libur sama Caca dan Sekar cuma belanja ke Mal, hmm..? kenapa aku tidak kepikiran jalan-jalan ya?". gumam Anna mulai mengeratkan tangannya membalas pelukan Adi yang melilit pinggangnya.


"jadi aku yang pertama mengajakmu jalan kesini? ". tanya Adi dengan senyum menawannya.


"hmm? biasanya aku suka pantai tapi ternyata tempat ini lebih bagus". jawab Anna.


mereka menikmati pemandangan indah itu selama 1 jam-an dengan posisi yang sama, mereka tidak gerah sama sekali karna saling menghangatkan satu sama lain.


"ayo kita masuk..! ". ajak Adi


Anna mengangguk dengan senang.


.


ternyata Adi membeli pakaian di Supermarket untuk menjadi baju ganti mereka di Vila,


Anna keluar kamar setelah membersihkan diri mencari Adi ternyata Ia melihat banyak makanan enak dan terlihat menggiurkan tertata rapi di meja.

__ADS_1


"wahhh?? ". Anna berbinar seketika melihat banyaknya makanan diatas meja seperti berada di Restaurant elit.


"Adi..? kamu bisa masak sebanyak ini?". tanya Anna ceria.


Adi tertawa, "tentu saja..! aku banyak bekerja saat masa kuliah salah satunya menjadi Chef".


"aktor pengganti iya juga? ". tanya Anna takjub banyak sekali kelebihan Adi.


"hmm". jawab Adi.


"demi menggapaimu Anna..! aku bekerja keras untuk membangun Mal ANA menjadi Pria sukses lalu kembali padamu". batin Adi tersenyum tampan dan kedua lesung pipinya terlihat jelas.


"ayo makan..! ". Adi merangkul Anna dan mendudukkan Anna didepannya.


Adi tertawa lebar saat Anna berdoa lalu menerobos makan semuanya tanpa bertingkah anggun dihadapan Adi,


"pelan-pelan Anna..! tidak ada yang merebut makananmu, jangan sampai tersedak". peringatan Adi mulai khawatir melihat Anna makan seperti tidak bernafas saja.


Anna nyengir kuda dengan mulut penuhnya itu, lalu makan dengan pelan dan hati-hati sesekali tersenyum ke Adi yang menatap gemas dirinya.


"hmm?? enaknya". batin Anna benar-benar suka masakan Adi yang terasa asing dilidah Anna tapi Anna sangat suka.


.


.


dibalkon kamar,


Anna tersentak saat Adi menyelimutinya dengan kain tebal dan hangat.


"apa tidak dingin? ". tanya Adi.


"tempat ini sangat dingin seperti berada ditengah salju saja". senyum lebar Anna menoleh ke Adi,


Anna kaget saat Adi menarik tubuhnya dan,


DeG.. DeG.. DeG!!


Anna mendengar degub jantung Adi yang tengah memeluknya.


"kamu dengar Anna? ". tanya Adi dengan lembut.


"a.. apa nya? ". tanya Anna tergagap.


"jantungku". jawab Adi.


"iy.. iya..! kenapa? apa kamu sakit? ". tanya Anna tergagap dengan pertanyaan konyolnya itu yang tidak berani berpikir Adi mencintainya.


"hanya kamu yang bisa membuatku berdebar seperti ini, apa kamu tidak mengerti Anna? ". tanya Adi dengan mata terpejam memeluk Anna.


Anna melebarkan matanya, "ka.. kamu menyukaiku?". tanya Anna sekali lagi berharap telinganya tidak salah dengar.


"bukankah kamu pernah menanyakan bukti? apa ini tidak bisa dijadikan bukti? ". Adi mengelus kepala Anna yang kini ada dibelahan dada bidangnya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2