Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
membujuk


__ADS_3

.


.


.


"Reunian?". beo Anna


"iya sayang, aku malas datang lagian aku tidak punya teman saat SMA". jawab Adi.


Anna mengangguk pelan, "terserah kamu aja Di, kalau aku tidak melarangmu tapi bagaimana nanti pemikiran wanita ular itu? nanti dia menjelekkanku saat di perkumpulan teman sekolahmu bagaimana? aku tidak mengekangmu kan?".


Adi terdiam memang Bunga mengatakan kalau Anna tidak boleh mengekangnya, Bunga mengomporinya dengan perkataan yang tidak masuk akal.


"benarkah? apa dia berani mengatakan hal seperti itu pada mereka?". tanya Adi bangkit dan berhadapan dengan sang istri.


Anna tersenyum, "dia saja berani menggodamu didepanku, dengan bangga dia mengatakan padaku kalau dia itu Cinta pertamamu".


"lalu?". tanya Adi.


"bukankah sudah jelas? dia pasti akan menjelekkanku pada teman sekolahmu bilang kalau aku ini perempuan yang posesif, terlalu mengekangmu karna takut kehilanganmu apalagi mendatangi sekolah itu bertemu dengannya si Cinta pertamamu itu". omel Anna.


Adi tersenyum melihat wajah kesal Anna, "lalu kamu mau ikut aku sayang?". tanya Adi dengan lembut.


"tapi aku bukan teman sekolahmu kan? kenapa aku harus datang? lagian aku sedang hamil, aku nggak mau lelah disana". kicau Anna.


Adi tertawa pelan lalu menangkup wajah Anna dan menciumi seluruh wajah Istrinya yang sangat menggemaskan itu.


"dia tidak tau, orang lain tidak tau, hanya Aku.. hanya aku yang tau betapa berartinya dirimu bagiku Sayang.. aku selalu meminta pada Tuhan untuk menjagamu sampai aku berhasil, mungkin Tuhan juga merasa bersalah padaku karna mengambil Mamaku dan dia mengabulkan permintaanku". Adi berkata dengan lembut dan tatapannya juga sama.


Anna tersenyum lebar lalu mengecup bibir Adi, "Cintaku tumbuh padamu setelah pernikahan, aku mungkin tidak mencintaimu dari dulu tapi sekarang aku mencintaimu Suamiku, Sang Cinta pertamaku dan Rajaku". kata Anna dengan senyuman.


mereka pun bercium*n dengan penuh kasih, Adi benar saat Ia stres harus mencari Anna yang akan menenangkan pemikirannya.


.


.


ke esokan harinya,


"kamu yakin tidak datang ke acara Reunian sekolahmu By?". tanya Anna kesekian kalinya.


"sayang? aku tidak mau datang". jawab Adi dengan lembut dan sabar mengelus pipi Anna.


"Hubby?". rengek Anna.

__ADS_1


"tidak mau sayang, mereka sangat jahat dan aku tidak punya alasan untuk menemui mereka". jawab Adi dengan lembut.


Anna terus saja membujuk Adi tapi tidak disangka oleh Anna kebencian Adi pada teman sekolahnya dulu sangat besar, biasanya Anna kalau meminta apapun pasti akan dikabulkan tapi sekarang Adi tidak mengabulkan permintaan nya.


"sayaang? aku tidak mau datang kesana sayang, jangan paksa aku ya?". pinta Adi menangkup wajah Anna yang menekuk wajah cantiknya.


"aku tidak mau makan". rajuk Anna dengan serius.


"sayang? jangan begitu dong..! kenapa malah tidak mau makan? anak kita bagaimana?". tanya Adi dengan helaan nafas beratnya.


"kamu harus datang suamiku, balaskan dendammu dulu, buktikan pada mereka kalau kamu adalah Pria yang paling sukses dari mereka bersikap angkuh saja pada mereka, dan balas juga kelakuan si pelakor yang ngaku Cinta Pertamamu itu". kicau Anna tanpa henti.


Adi memang Pria yang sabar, sangat sabar, mungkin jika ada Pria yang paling di muka bumi ini hanya Adi lah sebagai Pria yang paling sabar menghadapi Istrinya seperti saat ini.


"jadi aku harus datang baru kamu mau makan sayang?". tanya Adi dengan pasrah.


Anna mengangguk-ngangguk dengan mata pupple eyesnya yang sangat menggemaskan,


"baiklah". jawab Adi Pasrah dan menuruti permintaan Istrinya yang mengancam tidak mau makan.


"yeesss! ". pekik Anna dengan bahagia.


Adi mengelus kepala Anna, "nanti makan ya? jangan mogok, kasihan anak kita".


Adi tertawa lalu mengecup kening Anna dengan penuh cinta, "aku kerja di Mal ANA ya sayang?".


Anna mengangguk dan menyalami sang suami yang mengecup punggung tangan Anna.


"aku Cinta kamu sayang". ungkap Adi dengan tulus.


"aku juga Cinta Kamu My Husband". balas Anna.


Adi mengelus perut Anna, "aku kerja ya?". izin Adi lagi dan Anna tertawa melambaikan tangannya sambil mengelus perutnya.


"tidak usah turun sayang, lihat aku dibalkon aja ya?". pinta Adi.


"iya suamiku yang posesif". jawab Anna patuh sambil tersenyum ceria.


Adi melangkah pergi namun baru beberapa langkah Ia berbalik lagi dan berlari ke arah Anna mencium bibir Anna melum*tnya lembut, Anna memukul dada bidang suaminya yang nakal itu yang selalu saja mencari celah dimana saja.


.


Anna melambaikan tangannya dari Balkon memandang sang suami yang mengeluarkan tangan dari kaca mobil melambai padanya.


"berjuanglah suamiku, tidak semua orang bisa membalas perbuatan jahat orang lain, tapi kamu suamiku! kamu bisa membalas perbuatan jahat orang lain padamu, itu kesempatan yang langka dan kamu harus menggunakan kesempatan itu dengan baik". gumam Anna dengan senyuman.

__ADS_1


"semangat suamiku...! balas si Pelakor yang ngaku cinta pertamamu itu..! emang seluar biasa apa dia sampai suamiku harus mencintainya yang sudah mempermalukan suamiku saat masa sekolah ha? tidak tau malu". oceh Anna.


.


di Mal ANA,


Radit juga bekerja di Mal ANA, Perusahaan Asia Group baik-baik saja dan bisa dikendalikan oleh Sekretaris Im (orang kepercayaan Leonard).


"apaa?". pekik Radit mendengar keluhan Adi.


"jadi kamu mau datang ke Acara Reunian itu?". tanya Radit melembut sambil tersenyum.


Adi melihat ke Radit dengan mata memicing curiga, "ada apa? kenapa kau keliatannya senang sekali aku datang ke acara itu?". tanya Adi.


"baguslah..! kau akan balas perbuatan Bunga itu kan?". tebak Radit.


"mana mungkin aku balas dendam padanya, aku sudah puas dengan pembalasanku sendiri yang membuat dia sangat menyesali perbuatannya dulu itu". Adi.


Radit tertawa keras, "apa?? dia menyesalinya maksudmu dia tidak akan menggodamu lagi begitu?".


"hmm". jawab Adi.


"heii..! dia muka tembok...! wanita jahat, aku yakin dia akan menjelek-jelekkan istrimu pada teman sekolahmu lalu membangga-banggakan dirinya yang menjadi Cinta Pertamamu, pemikiran wanita serakah seperti itu sudah jelas terpampang nyata di atas kepalanya". oceh Radit.


"aku bunuh saja wanita itu". jawab Adi enteng.


"lalu kau tidak memikirkan anakmu?". ledek Radit.


"aku sudah banyak memberi wanita itu celah untuk berubah dan tidak mengangguku lagi tapi dia mengabaikannya kalau begitu mati lah untuk menyelesaikannya". jawab Adi dengan santai.


"terserahmu saja". sungut Radit.


"cepat selesaikan pekerjaan ini, aku harus datang ke acara Reunian itu kalau tidak aku bisa kena marah Istriku nanti". titah Adi ke Radit.


"iya, dasar Pak Su Bucin". ejek Radit.


"yah.. Pak Su Mami". jawab Adi juga mengejek Radit yang sudah beristri masih anak mami.


Radit mendengus lalu pergi sementara Adi hanya acuh malah kembali bekerja.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2