
.
.
"am.. ampuni saya Nona". cicit Flo
"ampun katamu? lalu kenapa kau begitu mudah bicara seperti tadi hmm?? coba katakan sekali lagi biar aku robek mulutmu itu". geram Anna.
"hama seperti kalian akan berbuat kejam tanpa merasa bersalah lalu kesalahan terungkap dan meminta maaf, kau fikir kesalahan kalian itu hanya mencuri? hanya menzholimi? apa perlu aku bahas kesalahan kalian? bahkan pelac*r pun lebih baik dari kalian kau tauu??". maki Anna.
"pelac*r hanya merugikan dirinya sendiri sedangkan kesalahan kalian mengakhiri nyawa orang lain, kalian membunuh orang dan hukuman penjara seumur hidup sangat pantas untuk kalian". lanjut Anna lagi.
"t.. tidak Nona.. jangaaann". isak Flo
Flo merangkak mendekati Anna tapi Anna tanpa merasa bersalah menepis tangan Flo.
"jangan gunakan air mata buayamu itu, kalian tidak merasa bersalah sama sekali dan perbuatan kalian itu tidak termaafkan". desis Anna dengan tajam.
"s.. saya menyesali semuanya Nona, menyesali semuanya". bela Flo yang wajahnya sudah berantakan karna make upnya luntur semua.
"bukan, itu bukan menyesal melainkan takut". jawab Anna dengan sinis.
"Hubby? ". panggil Anna.
"iya sayang". jawab Adi setelah tersadar dari rasa kagumnya.
"kematian bagi mereka terlalu mudah, aku rasa menjebloskan mereka ke penjara adalah hukuman yang terbaik, panggil Polisi Hubby! ". Anna berbicara dengan serius.
"jangan Nona..! hiks.. hiks. saya masih muda bukan saya yang membunuh Nyonya terdahulu, bukan saya tapi Mama dan Papa saya". tangis Flo
"bukan kau? lalu kau tau kan perbuatan kedua orangtuamu? kenapa kau bisa tinggal disini jika kau sudah tau semuanya? bahkan dengan mudahnya kau meminta kami melupakan masa lalu dan hidup dimasa sekarang". kata Anna menusuk.
Flo menangis,
"Hubby! ". pinta Anna
"iya sayang..! aku lapor polisi". jawab Adi merogoh ponselnya dan menekan nomor khas polisi.
"aku akan menyewa pengacara terbaik untuk menghukummu, silahkan saja kalian mencari Pengacara untuk membela kalian, tapi satu hal yang aku pastikan drama persidangan tidak akan ada karna aku yang akan memastikannya". peringatan Anna dengan tegas.
Flo menangis terisak-isak, Ia merangkak ke arah Rida.
"lalu ini apa yang anda lakukan Nona? anda membunuh Mama saya". kata Flo dengan berani karna percuma saja Ia memohon sebab mereka sudah melapor polisi.
__ADS_1
Anna tertawa pelan, "hei..? aku bahkan tidak menyentuh tubuhnya, aku bisa mengatakan kalau aku hanya membela diri, kau fikir hakim bisa menghukumku?".
"dasar iblis..! kalau anda merasa bersalah bawa Mama saya ke Rumah Sakit". teriak Flo.
"aku seorang dokter dan sayatan ditangannya itu tidak akan membunuhnya". jawab Anna dengan enteng menyimpan gunting yang tadi Ia gunakan untuk melukai Rida.
"Mama...? ". isak tangis Flo.
drama yang mereka lakukan sudah selesai, kini Adi menatap takjub Anna jika Adi yang melawan mereka maka kematian lah yang akan Adi berikan tapi Anna malah memberinya hukuman penjara, Adi tidak tau apakah itu pantas atau tidak tapi melihat keberanian Anna dalam menyelesaikan masalah membuatnya kagum. Anna bisa menghukum orang tanpa harus membunuh.
"kamu tidak apa-apa sayang? ". tanya Adi saat Anna berhadapan dengannya.
"aku tidak apa-apa, mereka jangan dibiarkan bebas Hubby". jawab Anna.
"iya, aku tidak akan melepaskan mereka". jawab Adi merapikan rambut Anna.
"maaf ya? aku benar-benar meledak tadi, apa kamu takut padaku? ". tanya Anna dengan serius.
"hmmm, aku takut". jawab Adi sambil tersenyum.
"lalu? ". tanya Anna.
"aku tidak akan mencari masalah dengan Istri galakku ini". jawab Adi mencubit gemas pipi Anna.
"aku masih galak jadi jangan macam-macam! ". peringatan Anna menuding hidung Adi.
"terimakasih sayang". ucap Adi.
"terimakasih apanya? perkataannya tadi benar-benar keterlaluan, aku teringat pada om dan tante dari keluarga Papaku yang membunuh orangtuaku bahkan membuat kakiku lumpuh". kesal Anna.
"iya sayang, aku minta maaf membuatmu datang kesini dan semua jadi begini". ucap Adi
Anna menganggukkan kepalanya di pelukan Adi, sungguh Anna hanya ingin menyenangkan hati Adi begitu juga Adi tanpa diduga masalah seperti ini muncul dan berakhir dengan kekesalan Anna.
"kamu hebat sayang". puji Adi.
"kamu juga hebat by! ". jawab Anna juga.
beberapa menit kemudian mobil polisi terdengar oleh mereka, beberapa Polisi masuk ke Rumah itu dan memberi hormat pada Anna dan Adi.
Adi memberi tau semua kejahatan Ibu Tiri dan Saudara tirinya yang membunuh Ibunya, dan Adi telah memiliki bukti yang akan menjebloskan mereka ke penjara dan tak lupa meminta Polisi memeriksa Flo sebab wanita itu juga ketergantungan obat terlarang dengan menyuntikkan nya di pergelangan tangannya.
dalam sekejab kehancuran telah diterima oleh Rida dan Flo, mereka dihukum dengan penjara seumur hidup, sesuai dengan janji Anna bahwa dirinya memang benar-benar menyewa Pengacara hebat dari Amerika sehingga hakim tidak bisa menunda hukuman saking kuatnya bukti di keluarkan oleh Pengacara Anna.
__ADS_1
kedua wanita jahat itu telah menerima hukuman yang setimpal, mereka mencoba melarikan diri selama beberapa hari di dalam penjara tapi tidak bisa karna mereka berdua dikurung didalam penjara tertutup dan penjagaannya sangat ketat sehingga mereka menyerah lalu meratapi nasib yang mereka terima saat ini.
.
di Apartemen Adi.
"kenapa tiba-tiba ingin kesini sayang? ". tanya Adi melihat kelakuan Istrinya yang ingin memasak di Apartemennya padahal di Perusahaannya juga ada.
"entahlah, aku hanya takut Hubby..!". jawab Anna sambil menyibukkan diri dengan kegiatannya itu di dapur.
"takut apa sayang? ". tanya Adi memeluk Anna dari belakang dengan mesra.
"aku belum juga hamil padahal aku sudah tes dengan tespek tapi belum juga ada". jawab Anna lagi.
Adi mengulum senyum, "kamu ingat apa kata Dokter Heny?".
"iya aku ingat, aku harus menunggu selama 2 bulan bukan? tapi ini sudah 1 bulan". jawab Anna dengan kesal.
"kalau begitu kita masih ada waktu 1 bulan lagi". gemas Adi.
"apa kamu pakai pengaman By? ". tanya Anna tiba-tiba
Adi tertawa, "sejak kapan aku memakai pengaman hmm? bisa saja kamu yang menutup jalurku sayang".
"aku?? apa yang aku tutup? ". kesal Anna.
"kamu minum Pil Kontrapsi". jawab Adi tanpa beban.
Anna membalik tubuhnya ke Adi lalu memukul dada bidang suaminya beruntun dengan kedua tangannya, Adi bukannya marah malah tertawa keras melihat kemarahan Istrinya itu.
"aku tidak minum Pil kontrapsi tapi vitamin". jawab Anna dengan mata melotot.
Adi masih asik dengan tawanya dan kedua tangan Anna masih memukul dada bidang Adi bergantian.
"aku menyalahkanmu kenapa kamu menyalahkanku hah?? ". geram Anna.
"aku setiap jam menanam benih sayang, percayalah pada Tuhan kalau kita juga akan punya anak, siapa tau nanti sekali punya anak langsung 3". jawab Adi dengan senyuman.
Anna terdiam seketika, "3?". beo Anna berbinar.
Adi mengangguk mencubit pipi Anna.
.
__ADS_1
.
.