Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
terharu


__ADS_3

.


.


.


"kenapa sayang? kamu keliatan bahagia". tanya Adi dengan lembut merapikan rambut Anna.


"aku sangat bahagia, aku mendapatkan kuncinya". jawab Anna dengan riang.


Adi menautkan kedua alisnya, "kunci? kunci apa? ". tanya Adi.


"ada deh". jawab Anna dengan bahagia lalu kembali memeluk Adi.


"terserah apa itu sayang, aku senang kalau kamu bahagia seperti ini". Adi mengelus punggung Anna dan tersenyum tampan.


"ekhem..! kalian tidak sadar sedang berada dimana? ini Mal bukan kamar". tegur Radit dengan wajah datarnya.


Anna membuka matanya, Ia terbelalak saat menyadari situasi sedang ramai.


"Aiisssh..! maaf Hubby..! aku... ". Anna melepaskan pelukannya dari Adi.


Adi tertawa lepas melihat wajah malu Anna membuat para wanita yang ada didekat Adi semakin membelalak saja, mereka merasa beruntung bisa melihat senyum dan tawa Adi yang sangat-sangat langka.


"Hubby..! ". Anna memukul dada bidang suaminya dengan wajah merahnya yang malu.


sebenarnya Anna sedang bahagia dan hal pertama yang Ia inginkan adalah berbagi kebahagiaan dengan suaminya namun tanpa diduga Anna tidak sadar bahwa dirinya kini berada di tempat ramai.


beberapa pengunjung Mal yang melihat Anna yang malu malah tertawa dan merasa iri dengan apa yang Anna miliki, seorang pewaris yang sangat kaya juga memiliki Suami yang bisa diandalkan juga kaya raya, dan nilai plus nya adalah Suami tampan yang mencintai Anna.


"aku pergi saja". Anna hendak berbalik tapi Adi menahan pinggang Anna.


"aku sedang melihat perhiasan baru sayang..! kamu bisa bantu aku melihat ada perhiasan yang lecet atau tidak sesuai dengan pandanganmu, aku tidak mau asal jual saja nanti kalau ada kekurangan bisa bahaya untuk nama toko berlianku". kata Adi berubah serius.


Anna mengerjabkan matanya lalu melihat ke arah tatapan Adi, kini Anna sudah merasa lebih baik dan membantu Adi menyeleksi perhiasan yang baru saja datang.


Sari (fans Anna) diam-diam menahan senyum melihat Anna yang polos namun kini terlihat sangat menawan walau tidak berdandan menor saat meneliti perhiasan mereka.


"ini Hubby..! ini lecet deh". tunjuk Anna.


Adi mengambil perhiasan itu lalu menerima kaca pembesar dari Radit, Ia melihatnya dan ternyata memang ada goresan kecil.

__ADS_1


"ini rusak..! kembalikan!". titah Adi ke Radit namun matanya malah menatap kagum pada Anna yang bisa melihat goresan kecil.


"baik Tuan". jawab Radit memberikan barang yang lecet pada pengantar barang khusus dari luar negri untuk dikembalikan lagi ke negara nya supaya diperbaiki lagi yang lecet itu.


"sudah Hubby..! cuma itu saja yang lecet". jawab Anna tersenyum lebar.


"kenapa kamu bisa cepat tau sayang? aku bahkan butuh kaca pembesar untuk melihat yang kamu bilang lecet tadi". tanya Adi kagum pada mata Anna.


"oh.. aku sudah biasa melihat saraf terkecil manusia dan tadi itu belum termasuk kecil bagi mataku". jawab Anna tanpa beban lalu menatap Adi dengan senyuman.


"hebatnya istriku ini ya?". puji Adi.


Anna tertawa kecil, "tentu saja Hubby..! kamu pikir sembarang orang bisa menjadi dokter".


Adi tersenyum lalu berubah serius ke pekerjanya, semua barang-barang yang baru datang bisa diantarkan ke toko dan dijual, Radit pun segera memerintah lagi karyawan lainnya untuk bubar mereka semua yang sempat terpesona dengan ketampanan Adi saat tersenyum.


tinggallah Anna dengan Adi saja di sana namun masih banyak pengunjung yang melihat mereka berdua dengan tatapan gemas dan iri.


"mau makan sayang? ". tanya Adi dan Anna mengangguk semangat.


mereka makan berdua di Ruangan kerja Adi, setelah selesai Adi bertanya apa yang membuat Anna bahagia sampai lupa situasi.


"hmm? kamu melihat nya sayang? berarti kamu melihat barang lelaki itu dong". Adi berubah pias dan cemburu karna Anna melihat inti milik pria lain.


"tidak menarik Hubby..! punyamu lebih... hmm? ". jawab Anna malu-malu.


"benarkah? ". tanya Adi memicingkan matanya.


"iya.! dan juga aku mau bertanya kenapa kamu jarang menyentuhku akhir-akhir ini? ". tanya Anna berkacak pinggang.


"aku meminum pil ini sayang". Adi mengeluarkan obat yang Ia minum dengan resep dokter.


Anna menerima kotak obat itu lalu membaca nama obat itu, ia membekap mulutnya syok.


"Ka.. kamu? ". Anna seorang dokter tentu tau guna obat itu.


"iya..! aku melihatmu pingsan saat itu sampai tidur kelelahan, aku merasa diriku tidak sehat dan sengaja mengkonsumsi obat itu demi kebaikanmu sayang, aku tidak mau kamu kelelahan melayani hasr*tku yang tidak normal". jelas Adi dengan senyuman mengelus kepala Anna.


Anna terenyuh hatinya mendengar penjelasan Adi, Ia menangkup rahang Adi dan mengelusnya lembut.


"aku tidak keberatan hubby..! jangan minum obat ini lagi ya? ". Anna membuang obat itu ke tong sampah membuat Adi kaget saja.

__ADS_1


"kenapa dibuang sayang". protes Adi hendak bangkit mengambil obat itu tapi Anna menahan tangan Adi.


"itu tidak baik hubby..! efeknya akan membuatmu sering lelah karna dia menekan tenagamu yang kuat itu, alangkah baiknya kamu tidak perlu menahannya Hubby..! lampiaskan semuanya maka kamu tidak akan kelelahan". kata Anna dengan lembut.


Adi terdiam, Ia memang merasa sangat lelah akhir-akhir ini tapi tidak diperlihatkan dengan jelas karna Ia berpikir efek kerja kerasnya yang tiada henti itu tapi ternyata penyebabnya efek obat itu.


"la. lalu? ". Adi menatap mata Anna.


"aku ingin cepat punya keturunan Hubby..! anak kembar". jawab Anna dengan kesal.


Adi tersenyum lebar langsung menggendong Anna, Ia berlari tak sabar memasuki Ruangan pribadinya sementara Anna terkekeh, Anna tidak menyangka suaminya sampai meminum pil demi membuatnya baik-baik saja.


Anna dan Adi bercint* berjam-jam, Adi semakin menggila saat Anna yang sedang menggoyangnya, percinta*n mereka selama ini sepertinya tidak sebanding saat Anna lah yang melakukannya, terasa lebih nikm*t dan menggairahkan.


.


"lihatlah sayang..! wajahmu jadi pucat karna melayaniku". Adi mengelus wajah Anna.


Anna tersenyum, "kamu benar-benar sangat kuat Hubby..! aku tidak bisa berkata-kata".


Adi terkekeh mengecup sayang kening Anna, "kita pulang? ".


Anna menganggukkan kepalanya, mereka jalan berdua dimana Adi merangkul pinggang Anna dengan posesif.


Anna tidak peduli jika dirinya kelelahan melayani Adi asalkan jangan sampai Adi meminum obat itu dan berefek pada kesehatan Adi.


di dalam mobil,


"kalau aku berhenti bekerja bagaimana Hubby? apa kamu tidak keberatan menafkahiku? ". tanya Anna tiba-tiba.


Adi yang hendak melajukan mobilnya keluar parkiran seketika menghentikan mobilnya, "kamu mau berhenti bekerja sayang? sungguh?? ".


Anna terkekeh melihat raut wajah Adi, "iya..! aku ingin fokus dengan diriku saja juga demimu, aku yakin kamu bisa menafkahiku kan?".


"ten.. tentu saja..! aku akan menghasilkan banyak uang untukmu sayang". jawab Adi tergagap haru, Ia tidak menyangka Anna rela melepas cita-cita terbesarnya demi dirinya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2