Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
tidak terpengaruh


__ADS_3

.


.


.


Adi segera menghubungi Radit dan meminta Radit untuk menghapus Artikel tentangnya lalu memecat Reporter yang membuat Artikel itu tanpa seizinnya.


Anna menunggu Adi sambil tersenyum, pipinya merona melihat bibir Seksi Adi saat berbicara dengan Radit melalui telfon.


"Anna..? kenapa pikiranmu semua negatif hmm? Adi mencintaimu jangan terlalu agresif nanti Adi bosan padamu". batin Anna menggerutu.


"sudah siap daging BBQ nya". Adi memberikan sepotong daging sapi yang sudah ia masak spesial untuk Anna.


Anna bertepuk tangan meriah,


"ayo makan! ". Adi menyiapkan garpu dan pisau untuk Anna lalu duduk di hadapan Anna.


"kamu tidak makan? ". tanya Anna mengerjab sambil memegang pisau serta garpunya hampir saja Anna melupakan suaminya.


"aku ingin melihatmu makan Anna.!". seru Adi mengetuk gemas bibir Anna.


Anna tersenyum malu, "kalau begitu aku makan ya?".


Adi menganggukkan kepala sambil menyandarkan dagunya dengan kedua tangannya memperhatikan Anna makan.


selesai makan, di sofa.


Adi dan Anna tengah duduk berdua menonton TV, Anna menonton sementara Adi sibuk dengan dokumennya, Adi sangat sibuk tapi masih mau menemani Anna supaya tidak kesepian menonton di Ruang Pribadinya.


"Adi..! boleh aku tanya sesuatu? ". tanya Anna serius.


"hmm? tidak perlu meminta izinku sayang". jawab Adi meletakkan berkasnya lalu tangannya terulur mengelus kepala Anna.


"apa impian terbesarmu? ". tanya Anna penasaran.


"Anna". jawab Adi.


"Adi aku serius". sungut Anna malah tidak percaya jawaban Adi yang terlihat tanpa berpikir itu menurutnya hanya gombal saja.


"benar sayang..! impian terbesarku adalah kamu, membahagiakanmu". jawab Adi dengan jujur.


Anna menganga lebar, "benarkah? ". tanya Anna memicingkan matanya curiga.


Adi tertawa pelan dan mencubit pipi Anna, "kamu masih mau disini sayang? sepertinya aku tidak bisa pulang ke Mansion".


"hah?? kamu tidur disini? ". tanya Anna mengedarkan pandangannya melihat isi Ruangan Pribadi Adi.


"iya..! aku buat Ruangan Pribadi ini supaya aku bisa nyaman bekerja dan sekaligus bisa istirahat". jawab Adi tersenyum tampan.


"kalau begitu aku boleh tidur disini juga? ". tanya Anna berbinar.

__ADS_1


Adi tersentak kaget, "kamu yakin mau tidur disini sayang?".


"kenapa? ". tanya Anna dengan polos tidak tau maksud pertanyaan Adi.


Adi menggeleng kepalanya menghilangkan pikiran negatifnya, "nanti kalau kamu suntuk bagaimana?". tanya Adi beralasan.


"emangnya kamu lembur sampai jam berapa Adi? ". tanya Anna.


"mungkin sampai jam 12 malam". jawab Adi.


"kenapa lama sekali? ". tanya Anna.


"sayang..? aku harus bisa membedakan Pekerjaanku sebagai Presdir Asia Group dan Pemilik Mal ANA". jawab Adi meradu keningnya dengan kening Anna.


Anna mengerjabkan matanya, "maafkan aku membuat mu banyak bekerja". cicit Anna.


Adi tertawa pelan, "kalau begitu terima ini sayang". Adi segera mengeluarkan Blackcard miliknya dari dalam dompetnya ke Anna.


Anna mengerutkan keningnya tapi jemari lentiknya menerima pemberian Adi,


"aku tau kamu punya segalanya tapi kalau kamu bersenang-senang dengan uangku, aku pasti sangat bahagia dan semangat bekerja". kata Adi dengan senyuman.


Anna menatap blackcard itu lalu mengulum senyum, "baiklah..! selama 3 hari kamu di Amerika aku akan belanja dengan teman-temanku menggunakan kartu saktimu ini, apa boleh? ".


"boleh..! sangat boleh". jawab Adi tertawa lebar.


.


"mau aku buatkan Kopi? ". tanya Anna menoleh ke Adi yang terlihat begitu serius melihat Ipednya.


"tapi aku tidak mengantuk sayang". jawab Adi.


"aku pengen masak..! aku masak dulu ya? ". Anna melepaskan selimut yang menutupi kaki nya.


Adi menganggukkan kepalanya, "jangan terlalu lelah ya? ".


Anna tertawa, "mana ada masak melelahkan cuma malas iya". dibalas senyuman lembut dan gemas oleh Adi.


Anna pergi ke dapur sementara Adi kembali fokus dengan pekerjaannya, Ia harus bergerak cepat supaya semua pekerjaannya terkendali karna banyak masalah yang akan mengejarnya nanti terutama wanita bernama Layla dan rencana busuk Roben.


Adi harus selesaikan pekerjaannya baru bisa menyentil mereka semua yang berani mengusik ketenangannya,


Adi mendapat notif dari berita Ponselnya lalu Ia membukanya ternyata Papa kandungnya sudah tertangkap oleh Polisi, sebelumnya masih buronan.


"selamat datang dalam siksaan duniaku Pa.. Pa". kata Adi meledek panggilan Ayahnya dan menyeringai lalu meletakkan ponselnya kembali melihat pekerjaannya.


jujur saja Moodnya semakin baik mendapat kabar Papa kandungnya sudah tertangkap polisi, Pria brengs*k yang menduakan Mama kandungnya sampai stres lalu istri keduanya membakar Rumah mereka sampai menewaskan Mamanya, balas dendam yang telah mendarah daging bagi Adi.


sampai sekarang Adi masih bermain-main pada Istri Kedua Papanya itu bersama saudara tiri perempuannya yang sedang menjadi jal*ng demi kelangsungan hidup mereka.


.

__ADS_1


Anna bersenandung memasak di dapur dengan menu spesialnya, Ia tertawa cekikikan mengingat Adi yang sangat romantis berhasil membuatnya berdebar dan tertawa senang.


"begini rasanya dicintai". gumam Anna merentangkan tangannya dengan riang.


beberapa saat kemudian Anna memanggil Adi untuk makan bersama, Adi datang hanya mengenakan kaos lengan pendek dilipat juga celana pendek.


"loh..? kamu udah ganti baju Adi? ". tanya Anna bingung melihat Adi sudah berganti pakaian santai.


"iya sayang..! kamu mau pakai bajuku? ". tanya Adi balik.


"iya..! nanti saja yang penting kita makan dulu". jawab Anna.


mereka makan bersama dengan nikmat sesekali Anna dan Adi saling berpandangan lalu membuang muka, terlihat Adi begitu gemas pada Anna yang malu-malu ditatap dekat oleh Adi.


"aku ingin membungkusmu sayang". gemas Adi menduselkan keningnya di bahu Anna.


"memangnya aku apaan kok dibungkus? ". tanya Anna heran karna dirinya bukan permen atau makanan yang harus dibungkus.


"menggemaskan". jawab Adi.


Anna mendengus pelan tapi rona pipinya tidak bisa disembunyikan hingga Adi semakin gemas dan memeluk Anna dari samping dengan erat.


"aah..?". Anna memekik saat Adi menggigit lehernya.


"makan aja yang benar Adi..! kenapa kamu malah menggigitku? aku bukan makanan". protes Anna menjauhkan wajah Adi dari lehernya.


Adi tertawa lepas melihat wajah masam Anna yang terlihat lucu dimatanya.


.


malam harinya mereka tidur saling berpelukan malah menghangatkan satu sama lain tidak peduli artikel yang sudah dihapus oleh Radit kini bertukar menjadi artikel tentang Layla yang menyebarkan berita palsu.


Layla ingin mencari pamor atau perhatian dengan membuat Artikel dirinya dikatakan punya hubungan dengan Adi, apalagi malam Layla bernyanyi saat pesta terus saja menatap Presdir Asia Group yang dikenal sebagai suami Anna itu.


di sebuah Apartemen,


"kenapa jadi begini?? apa maksudnya?". Layla tak percaya melihat berita tentang dirinya kini berubah negatif.


"kenapa artikelnya berubah? ". teriak Layla tak senang.


Layla segera menghubungi Reporter yang membantunya membuat Artikel tentang hubungannya dengan Aditya Pratama, Layla mengira Adi akan tertarik lalu mengundangnya datang di sebuah hotel apalagi badannya seksi seperti gitar spanyol.


"sialan...! kemana cecunguk ini? ". geram Layla tak menyerah menghubungi Reporternya itu.


"haissshhh...! apa dia lagi kena masalah? ". Layla menebak-nebak sebab tidak pernah ada lelaki yang mengabaikan panggilan telfonnya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2