
.
.
.
semua pengawal bayangan Anna segera putar badan, sambil senyam-senyum mereka membubarkan diri.
"ayo jalan..!". pekik Anna
Adi menghela nafas panjang, Ia harus menjadi kudanya Anna membawa gadis itu masuk ke mobilnya.
selama dalam perjalanan pulang Anna menceritakan semua masalah lelaki yang mendatanginya, namun jujur saja Anna tidak pernah mencintai satupun diantara mereka yang punya maksud tersembunyi.
dikamar, Mansion Anna.
"lalu kenapa kamu bisa mempercayaiku Anna? ". tanya Adi penasaran
Adi berharap Anna mengatakan bahwa Anna menyukai Adi, bukan Cinta setidaknya pernyataan rasa suka saja pasti membuat Adi bahagia.
"entahlah..! saat kamu datang dan meminta nomor rekeningku, kamu sudah mendapat nilai yang berbeda bagiku, kamu berbeda..!". jawab Anna
Adi menganga, "jawaban macam apa itu? kamu memintaku menikahimu bukan masalah kamu suka atau mencintaiku? ".
buughh..!
Anna memukul dada bidang Anna, "dasar bodoh..! kenapa aku jatuh cinta padamu hah? Cinta pada lawan jenis belum pernah terjadi seumur hidupku, jadi jangan terlalu percaya diri ya? ".
"lalu apa? kalau bukan Suka atau Cinta apa? kenapa kamu memintaku menikahimu disaat banyak lelaki yang lebih baik dariku". tanya Adi
"karna caramu menatapku berbeda Adi..! ". jawab Anna
"bagaimana caraku menatapku? ". tanya Adi
"seperti caraku menatap kak Anna..!". jawab Anna
"apa maksudmu? ". tanya Adi tidak mengerti.
"mungkin saja kamu ingin melindungiku, itulah yang aku tangkap saat pertama kali aku menatapmu". jawab Anna dengan senyuman.
Adi membeku ditempat, "benarkah? ".
"aku mungkin polos dan aku juga tidak bisa menjadi gadis yang sempurna seperti Kak Nana, aku masih punya kelemahan dan punya rasa takut bahkan aku tidak bisa melindungi diriku sendiri dengan sempurna, apa aku salah ingin punya seseorang yang bisa melindungiku? ". Anna berbicara dengan serius.
Anna menggaruk keningnya yang terasa gatal, "aku bicara apa sih? haha..! maaf ya? bicaraku mulai ngaco!! ".
Anna berbalik tapi tersentak kaget saat Adi tiba-tiba menariknya hingga tubuhnya bertabrakan dengan tubuh kekar Adi, tangan Adi melilit tubuh kecil Anna.
__ADS_1
mereka berdua saling bertatapan,
"a.. ada apa? ". tanya Anna gugup sambil melihat kesana-kemari.
"bagaimana caraku menatapmu sekarang? ". tanya Adi
Anna menatap manik mata hitam Adi, "apaa? ".
"jawab aku? ". pinta Adi
Anna gelagapan, "a.. aku tidak bisa jika kita bertatapan begitu dekat seperti ini, aku bilang sopanlah padaku Adi?".
"jawab aku Anna! ". pinta Adi dengan nada sensual di telinga Anna.
Anna merinding seketika, Ia memejamkan matanya, sungguh darah Anna mendesir hebat mendengar nada bicara Adi terlebih lagi Pria yang berstatus suaminya itu meniup pelan daun telinganya.
"A.. A.. Adi..? ". gagap Anna
Anna berusaha melepaskan diri dari dekapan erat tubuh Adi,
"bagaimana caraku menatapmu Anna? ". tanya Adi mengulum senyumnya yang sangat tampan.
Anna yang memejamkan mata kini perlahan membuka matanya, mata birunya mengerjab melihat pemandangan indah itu.
DeG!!
"sudahlah..! yang penting kamu percaya aku tidak akan menghianatimu". kata Adi melepaskan tangannya dari pinggang Anna.
Anna berdiam diri belum berbicara sepatah katapun, sedangkan Adi masuk ke Kamar Mandi entah apa yang Ia lakukan didalam sana.
Anna berjalan lemas ke sofa dan terduduk disana dengan wajah bingung, "apa tadi? ". gumam Anna sangat pelan memegang dada nya dimana posisi jantungnya berada.
.
.
pagi-pagi, Anna sudah berangkat ke Rumah Sakit.
Anna memeriksa keadaannya pada dokter spesialis jantung, Gadis itu dengan polosnya mengatakan keluhannya pada Dokter wanita yang ada dihadapannya.
si dokter dengan tenang menanyakan gejalanya hingga mengatakan tidak ada penyakit medis dengan gejala yang Anna katakan, sampai Anna pun tercengang saat Dokter itu mengatakan bahwa gejala Anna adalah penyakit Cinta.
di Ruangan kerja Anna,
"aku sakit Cinta? ". gumam Anna dengan lirih
"tidak mungkin aku jatuh cinta..! hahaha". Anna tertawa pelan namun beberapa menit kemudian Ia terdiam.
__ADS_1
"aku jatuh Cinta? kok bisa? ". gumam Anna tak percaya.
Anna menemui Nana di Mansion Arkatama, Wanita yang menjadi panutan Anna itu sedang dikurung dalam sangkar emas keluarga Arkatama tujuannya untuk menjaga calon anak Nana dan Arka.
"kamu jatuh cinta sayang..! kakak tau itu". jawaban Nana pun sama seperti Dokter bedah jantung katakan.
Anna menjatuhkan rahangnya, "kakak yakin? mungkin saja aku hanya gugup kak..! mana mungkin aku mencintainya".
"awalnya kakak juga merasakan hal sama pada Arka, dia menyebalkan tapi perlakuan lembutnya membuat hati Kakak luluh, jantung kakak berdebar saat kami bertatapan lama". kata Nana dengan senyuman.
"tapi mana mungkin aku jatuh cinta secepat itu kak..! Kakak saja lama jatuh cinta sama bang Arka". elak Anna.
"hati kita berbeda sayang..! hatimu jauh lebih lembut dari hati Kakak, kamu cepat jatuh cinta bukan karna kamu mudah didapatkan tapi hatimu terlalu lembut dan haus akan cinta, semua yang Adi lakukan padamu adalah hal yang kamu impikan selama ini". jelas Nana
"tapi banyak lelaki yang mendekati Anna kak..! mereka jauh lebih romantis dan manis dari Adi, lalu kenapa Aku bisa jatuh cinta pada Pria yang tidak ada romantisnya sama sekali". Elak Anna
Nana terkekeh pelan, Ia menjelaskan bahwa hati Anna sudah percaya pada Aditya Pratama tidak akan mengecewakan Anna, penyebab Anna cepat jatuh cinta pada Adi karna kepercayaan Anna sendiri,
Anna menutup hatinya pada Pria manapun karna tidak percaya tapi saat bersama Adi malah hati Anna berbeda, Cinta itu tumbuh tanpa permisi dan tidak bisa ditebak.
"lalu kamu mau memungkirinya sayang?". tanya Nana
"tapi Kak..? aku belum percaya kalau aku jatuh cinta padanya, rasanya hatiku tidak semudah itu bisa cepat jatuh cinta padanya". Anna merasa belum percaya hal yang Ia rasakan adalah Cinta.
"kalau begitu lalui semua nya sayang..! kakak yakin suatu saat nanti kamu akan menyadarinya, jangan terlalu menyangkalnya karna semakin kamu menyangkalnya perasaanmu akan semakin dalam". gemas Nana menoel-noel sayang puncak hidung Anna.
Anna tersenyum lembut ke Nana, Kakak kesayangannya ini tidak berubah selalu bisa membuat Anna terbebas dari belenggu apapun, tapi walau begitu Anna belum menerima kenyataan jika Ia memang jatuh Cinta pada Adi.
.
Anna berjalan dengan langkah lunglai menuju Mansionnya, pandangannya tak fokus hanya memikirkan semua kata-kata dokter juga perkataan Nana yang mengatakan bahwa Cinta Anna tumbuh karna diawali kepercayaan, Anna mempercayai Adi dan hal itu tidak menutup kemungkinan Anna bisa jatuh Cinta pada Suaminya itu.
"Anna? ". panggil Sekar
Sekar dan Caca saling pandang, "ada apa dengannya? ". tanya Caca
"entahlah..! coba kita datangi". ajak Sekar
Anna memekik kaget saat ditepuk pundaknya oleh Sekar dan Caca, mereka juga ikutan kaget mendengar pekikan Anna.
"woow...! Anna?? sejak kapan kamu bisa melamun hah? ". tanya Sekar takjub.
"ada apa? pasti ada masalah kan? ". Caca bertanya serius karna Ia tau Anna bukan tipikal gadis yang suka melamun.
.
.
__ADS_1
.