Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
melihat Baby kembar Nana


__ADS_3

.


.


.


Adi terus meminta maaf hingga Linda semakin takjub saja pada kisah cinta pasangan itu, Adi begitu sabar menghadapi Istrinya yang selalu bertingkah sejak mengandung itu.


"Nonaaa...? kalau lelaki lain pasti sudah menurunkan Nona atau akan bertengkar hebat karna laki-laki tidak mau disalahkan, dimana Nona menemukan Pria seperti Tuan Adi Coba?". batin Linda.


"maaf ya sayang? apa perlu kita putar balik lagi?". tanya Adi menggenggam tangan Anna mengecupnya mesra.


Anna menggeleng kepalanya, "sudah terlalu jauh, aku sabar aja deh". jawab Anna.


Linda kembali menganga, Ia merasa ngeri jika dirinya juga akan hamil tapi suaminya tidak sesabar Adi pasti Linda sudah didepak dari Rumah, membayangkan hal itu saja membuatnya takut.


lebih baik Linda mengidam yang biasa-biasa saja tapi tidak merepotkan suami dari pada ngidam mencari amarah suami, benar-benar menakutkan beruntung Anna mendapatkan suami yang sabarnya minta ampun.


.


setibanya di Mansion Arkatama,


"Mommy?". cengir Anna mendatangi Diah yang tersenyum lebar melihat kedatangannya.


awalnya Diah kaget tapi melihat Anna ditemani Adi membuatnya gemas, Ia menebak pasti Anna ingin melihat baby kembarnya Nana dan Arka.


"bagaimana kabar Mommy?". tanya Anna setelah menyalami Diah.


"baik sayang, bagaimana dengan kandunganmu hmm?". tanya Diah mengelus perut Anna yang sudah besar.


"baik juga Mommy". jawab Anna malu-malu.


"apa masih kuat berjalan sayang? mau diberikan kursi roda? itu punya Kakakmu masih ada dan masih bagus". tanya Diah merangkul bahu Anna ke meja ruang tamu.


"apa perlu kursi roda sayang? aku akan belikan sekarang". tanya Adi juga cemas.


Anna tersenyum lebar, "punya Kak Nana aja Hubby". rengek Anna.


Adi pun mengangguk lalu memegang kaki Istrinya, Ia lupa kalau Anna membawa 3 anaknya kemana-mana sudah pasti kaki Anna akan terasa berat tapi Anna tidak bicara apa-apa sejak tadi pagi malah asik mengomel dan menyalahkannya saja perihal jalan.


.

__ADS_1


Adi mendorong kursi roda Anna yang terlihat sangat bahagia duduk di kursi roda bekas milik Nana, masih sangat bagus saat dikenakan saat mengandung baby kembar Marcel dan Maycelly.


"padahal aku bisa membelikanmu kursi roda ini sayang". kata Adi mengelus kepala Anna.


"aku suka apapun milik Kak Nana, lagian ini masih sangat bagus Hubby". jawab Anna.


"Suaminya?". tanya Adi.


Anna menggeleng kepalanya, "Bang Arka tidak suka". jawabnya cepat membuat Adi lega.


Linda membukakan pintu untuk Anna dan Adi sampai mereka masuk dan terkejut melihat Arka dan Nana tengah bercium*n.


"sedang apa kalian?". tanya Arka terpaksa melepaskan cium*n intensnya dengan sang Istri.


Nana menoleh pun terkejut melihat Anna dengan Adi, Adi menutupi mata Anna padahal bibir Anna tengah mengerucut seolah tidak terima pemandangannya di tutup.


Linda merona saja setelah melihat adegan itu, "Tuhannn... kebaikan apa yang telah aku lakukan? kenapa aku bisa melihat pasangan fenomenal yang sangat terkenal itu, mereka sangat mesra padahal sudah bertahun-tahun juga". batin Linda menangkupkan kedua pipinya sendiri.


"sayang?". Nana bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Anna.


Adi melepaskan tangannya yang menutupi mata Istrinya.


"kenapa kalian datang diwaktu yang tidak tepat?". sambar Arka.


Nana berubah manis pada Anna, "sayangg? ada apa? bukankah kamu sedang hamil besar ya?". goda Nana.


Nana tau Adiknya mengandung 3 anak, sekarang perutnya seperti sedang hamil besar.


Anna nyengir, "kakak..? Mommy memberiku kursi roda kakak, tidak apa kan?".


"tentu saja". jawab Nana mengelus kepala Anna.


"aku pengen lihat Baby Marcel dan Baby Maycelly Kak". jawab Anna manja.


"oh.. iya boleh dong..! kebetulan mereka udah bangun". jawab Nana tersenyum manis.


Nana mengusir suaminya seperti tamu yang tidak diundang, Arka menghentak-hentakkan kakinya membawa Adi dengan cara tidak biasa seperti kakak laki-laki membawa paksa adik laki-lakinya yang mengacaukan kesenangannya,


Linda menganga lebar melihat Adi yang masih bisa tertawa dibawa dengan cara lengan Arka mengapit leher Adi, membawa Adi entah kemana.


"Linda..? kenapa disana?". tanya Anna.

__ADS_1


"Ehh..? iya Nona". jawab Linda tersadar segera menutup pintu kamar dan berjalan ke arah Nana dan Anna.


Linda membantu Anna berdiri dari kursi roda nya, Nana menggendong Maycelly yang mengerjabkan mata bulatnya ke Anna seperti mengenal Anna bayi mungil itu menyeringai lebar mengeluarkan pekikan khasnya.


"hhuuh.. Kak..? kenapa Maycelly mirip dengan Rose dulu coba? kan Anna gemas pengen gendong tapi tidak bisa". gerutu Anna melihat perut besarnya yang akan menyulitkannya menggendong bayi Mungil menggemaskan itu.


Nana tertawa, "tidak apa sayang..! coba di sentuh aja? gadis mungilku ini pasti bahagia".


Anna melakukan apa yang Nana minta hingga Ia histeris, bukan karna stres tapi bahagia sementara Linda menggeleng kepalanya gemas. Linda beruntung bekerja dengan Anna hingga bisa melihat bayi kembar Putri Penguasa itu yang sangat terkenal bisa menakhlukkan seorang Leonard si pemilik Perusahaan raksasa Asia Group.


"kak.. aku pengen gendong". rengek Anna.


Nana membantu Anna menggendong Maycelly sebisanya, Anna menciumi pipi gembul Maycelly yang terdengar riang di ciumi oleh Anna.


"uuh... sayang... ini kakak sayang, kamu kenal sama kakak ya? kenapa lucu banget sih? udah imut, cantik, lucu lagi". celoteh Anna seperti berbicara dengan anaknya sendiri saja.


Nana tersenyum lebar mengelus kepala Putrinya yang bahagia di gendongan Anna, Maycelly hanya melihat Anna sesekali tapi bayi mungil itu seolah sangat mengenal Anna seperti melihat setiap hari saja padahal tidak.


"kamu mau gendong Linda?". tanya Nana ke Linda yang terlihat kagum dengan paras putranya Baby Marcel.


"eh..? tapi saya belum menikah Nyonya". jawab Linda.


"menggendong bayi tidak harus cepat hamil tapi dekat dengan jodoh juga bisa". jawab Nana mengambil Baby Marcel lalu memberikannya ke Linda.


Linda sangat gugup di tatap oleh bayi setampan dan selucu Marcel, bayi itu hanya menatapnya seolah sedang mencoba mengenali Linda.


"ke.. kenapa dedek bayinya tidak menangis digendongan orang asing seperti saya Nyonya?". tanya Linda penasaran.


Nana tertawa pelan, "itu karna aku yang memberikannya padamu, tenang saja anakku sangat cerdas seperti Papa nya". jawab Nana seolah tidak sadar Nana juga cerdas.


Linda kembali menatap baby Marcel yang masih diam menatapnya, Lalu Linda berkata : "hai Tuan Kecil..! nama saya RosLinda, dipanggil Linda saya adalah Pengawal Nona Anna, adik kesayangan Nyonya Nana".


Nana terkekeh melihat Linda terlihat begitu serius memperkenalkan diri pada Baby Marcel.


"nghh". Baby Marcel hanya balas dengan suara khasnya sambil tersenyum kecil di bibir mungilnya itu seolah menyapa Linda.


Linda tercengang lalu dengan gemas Ia mencium kening Baby Marcel yang kian melebarkan senyumnya seperti tau kalau Linda tulus padanya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2