
.
.
.
"tapi menurut kakak mereka juga tidak salah, kalian tidak melepas mereka untuk tidur di tempat lain tapi kalian juga ada disana beda nya kalian dibatasi pintu saja". Nana.
"mereka pasti merindukan masa-masa remaja mereka saat bersama-sama sebelum menikah, saat ada kesempatan pasti mereka ingin mengenang masa lalu bersama kan?". jelas Nana lagi.
Nana harus sabar menjelaskan masalah perempuan pada ketiga Pria polos itu yang tidak tau cara mengerti perempuan, Nana yang perempuan saja mengerti.
"kamu Adi..? kamu tau apa pentingnya Karirnya itu bagi dia sebagai dokter kan?". tanya Nana ke Adi.
"iya Kak". jawab Adi.
"itu karna kamu juga mengerti Anna, perempuan jika dimengerti pasti Ia rela melepaskan apapun demi Pria terlebih lagi Cintanya begitu tulus". jelas Nana.
"itu artinya Anna rela melepas cita-cita nya demi keluarga dan kamu tau betapa pentingnya karir itu untuknya, tapi tidak ada satupun perempuan yang rela melepas persahabatan mereka demi suami terlebih lagi persahabatan mereka telah dibangun dari nol". Nana.
"kakak yakin mereka hanya ingin berkumpul sejenak sebelum waktunya tiba saat mereka merasa yakin tidak akan ada waktu senggang lagi untuk mereka berkumpul bersama-sama selama beberapa bulan kedepan nanti". Nana.
"dan kamu Radit?". Nana beralih ke Radit,
"Caca sangat keras kepala kamu tau kan? tapi jika dia berperan sebagai Istri kakak yakin dia selalu mengatas namakan dirimu dibanding dirinya sendiri". tanya Nana dibalas anggukan cepat oleh Radit sambil mendengarkan Nana.
"laki-laki mungkin bisa mengalah dengan kasih sayang sama seperti perempuan, kamu sudah menghabiskan waktu selama 6 hari dalam 7 hari lalu satu hari Caca meminta ingin tidur bersama kedua temannya, apa Caca yang sudah menekan keras kepalanya itu salah? dia sudah mengutamakan dirimu dibanding sahabatnya". tanya Nana.
"kamu Reyhan, apa Sekar pernah menolak apapun yang kamu minta? apa dia pernah meminta sesuatu padamu? apa Sekar bersalah tidak mau harta atau apapun? dia menjaga perasaan Mamamu yang lebih posesif dan saat ada celah dia hanya minta waktu beberapa jam kan bersama kedua temannya?". tanya Nana beralih ke Reyhan.
ketiga Pria tampan itu terdiam merenungi setiap kata-kata Nana yang terlontar mengenai relung hati mereka.
"kami egois kak". cicit Reyhan, Adi dan Radit yang akhirnya benar-benar faham dengan kesalahan mereka sebelumnya masih tebak-tebakan saja.
"iya..! Ego kalian yang selalu tidak puas akan sesuatu padahal bukan kalian saja yang punya Ego kami perempuan juga punya rasa Ego sendiri-sendiri, kan kakak sudah bilang perempuan hanya ingin dimengerti, disayang dan dicintai bukan diberi kejutan terus menerus". Nana sekali lagi menjelaskan.
"lalu apa yang harus kami lakukan kak?". tanya Adi.
"kalian harus dengarkan apa yang menjadi permasalahan mereka". jawab Nana.
__ADS_1
Adi, Reyhan dan Radit saling pandang tidak mengerti.
Nana harus super sabar menghadapi sifat ketiga pria yang sudah beristri itu,
Adi yang biasanya selalu mengerti dan mencintai Anna tanpa sadar sudah mengekang Anna terlalu erat sampai Anna kesal dan permasalahan mereka muncul ke permukaan karna kesalahan Adi sendiri.
"permasalahan nya apa?". tanya Nana dengan serius.
"mereka minta tidur bersama". jawab mereka serentak.
"nah.. kalian tau permasalahannya lalu kenapa mencoba memberi kejutan spesial kalau kalian tau permasalahannya hmm?". tanya Nana terkekeh.
"tapi bagaimana cara mengatasinya kak?". tanya Reyhan yang sudah tidak bisa berpikir jernih lagi.
Nana menepuk keningnya mendengar pertanyaan konyol mereka semua,
"kalau permasalahannya hanya tidur bertiga berarti kalian harus izinkan mereka tidur bertiga kan? kalian harus mengalah". jawab Nana dengan senyuman padahal hatinya gemas ingin memukul wajah ketiga Pria itu karna terlalu bodoh akan hal mengerti perempuan.
"oohhhhh". jawab ketiganya serentak membuat Nana semakin kesal saja tapi ditahan, pantas lah Istri mereka geram ternyata suami mereka masih punya pikiran anak-anak.
"terimakasih Kak". ucap mereka bertiga setelah melewati drama yang sangat panjang.
"kenapa sayang?". tanya Arka merangkul pinggang Nana tiba-tiba.
"aku tidak menyangka bukan hanya perempuan yang bisa buat drama tapi para lelaki pun bisa buat drama, bagaimana bisa mereka tidak mengerti arti persahabatan Sekar, Caca dan Anna selama ini? apa mereka pikir istri-istri mereka baru kenal 1 atau 2 bulan lamanya??". cerocos Nana.
"nama nya aja Pria Bucin yang belum pernah jatuh Cinta, mereka pasti tidak punya teman yang sama-sama berjuang dari nol karna mereka itu lelaki yang menggunakan otak demi menjaga harga diri bukan perempuan yang lebih memakai perasaan". jelas Arka.
Nana mengangguk lalu masuk ke kamar menemui anak kembarnya.
.
.
di tempat lain,
"kalian kenapa?". tanya Anna melihat Caca dan Sekar terlihat mengantuk.
"kemarin kami begadang di Mal sampai malam dan beginilah, efek lelah". jawab Sekar mengucek matanya.
__ADS_1
Anna menghela nafas, "kalian juga nggak temui suami kalian ya?".
"aku masih marah pada nya". ketus Sekar.
"apalagi aku, emangnya aku perempuan apaan? tergiur dengan hadiah dan kejutan? hei.. kami bukan pacaran lagi kan? udah ada calon anak nih diantara kami apa kejutan itu penting?? aku hanya minta waktu.. waktu yang entah kapan lagi bisa diatur cobak? nanti kalau Mami udah datang semua semakin rumit lagi". geram Caca.
"uh.. aku juga, punya mertua posesif terkadang sangat menyebalkan juga". keluh Sekar.
"kalian seharusnya senang punya mertua, tapi kenapa kalian malah terlihat tidak bahagia hmm?". tanya Anna heran.
"bagus apa nya? lebih baik aku dikawal oleh 20 orang pengawal dan aku masih bisa mengomel, melawan tapi kalau mertua? hadeeuh..benar-benar Ratu dan tidak bisa dilawan titahnya". oceh Sekar.
"hmm.. bener banget". sungut Caca.
"ada baiknya juga aku tidak punya mertua". gumam Anna pelan.
mereka terdiam beberapa saat,
"apa kita tidak keterlaluan?". tanya Sekar setelah merenungkan semuanya.
"keterlaluan apa ha? dimana letak kesalahan kita? apa salah jika kita tidur bersama cuma 1 malam? aku tidak minta berhari-hari loh.. cuma 1 malam saja itu pun tidak boleh? aku malas berdebat karna aku masih dongkol". jawab Caca.
"sama, aku juga tidak mau memperpanjang masalah tapi bagaimana aku tidak geram coba? masalah cuma tidur 1 malam tapi seakan permintaanku itu begitu berat seperti minta berhari-hari ah bukan malah seperti minta berbulan-bulan". sungut Anna.
mereka terus saja berdebat masalah 2 hari yang lalu padahal jika dipikir-pikir masalahnya sangat spele.
"tapi mereka sudah meminta maaf kan?". Sekar.
"kamu memaafkannya? ya sudah maafkan saja sana". ketus Caca.
Sekar mendengus, "kenapa aku jadi imbas pelototan tajammu he?".
"aku bukan melototimu, aku masih geram saja lebih baik aku diam dan masalah tidak akan rumit". kata Caca dengan kesal.
"sudahlah..? kalian malah berdebat, lebih baik kita makan saja". kesal Anna menengahi mereka semua.
.
.
__ADS_1
.