Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
melampiaskan kemarahan


__ADS_3

.


.


.


Anna hendak berbicara namun terlalu malu menceritakannya pada sang Kakek, tak dipungkiri sebenarnya Anna adalah gadis yang polos belum pernah jatuh Cinta hanya tau cara mengidolakan Nana dan Nana.


apapun yang Anna lakukan pasti karna mengikuti jejak Kakak tersayangnya yang menjadi sosok malaikat penolongnya dari dunia kegelapan tanpa adanya kasih sayang dari Orangtua.


Nana membawa Anna dari dunia kegelapan itu tanpa ragu Nana memberikan Keluarganya untuk melimpahkan kasih sayang pada Anna melalui Keluarga Nana itu.


Papa (Yardan), Mama (Dewi), Mommy (Diah), Kakek (Aman) dan Nenek (Sarah) tidak pernah pilih kasih pada Anna sebagai anak pendatang (anak adopsi), mereka selalu menyamakan Anna dan Nana bahkan Kak Nana nya itu tidak pernah Iri pada Anna yang di sayangi oleh Keluarga Nana, jika orang lain pasti tidak senang karna Anna merebut kasih sayang keluarga Nana tertuju pada Anna yang seharusnya menjadi milik Nana seorang.


tapi Anna benar-benar tidak tau kalau Nana lah yang meminta Keluarganya untuk memberi Cinta pada Anna yang kekurangan kasih sayang, tidak tau arti keluarga.


"tidak jadi Kek..! hehehe.. Anna ke Rumah Sakit ya?". Elak Anna nyengir kuda lalu buru-buru melarikan diri.


Leonard tertawa lebar, "apa Annaku sedang malu? dasar cucuku ini ya? dia sangat lucu".


"Tuan!". sapa Han (Papa nya Sekar).


"Ehh..? Apa Han? ". tanya Leonard


Han berdiri menautkan jemari tangan kasarnya (karna tanah).


"Hmm..? ". Han bingung mau bagaimana cara mengatakan hal yang ingin Ia sampaikan.


"duduklah..!". pinta Leonard


Kehadiran Queen Adena Sasikirana Arundati diKeluarga Leonard memberi perubahan besar bagi Leonard sendiri, Ia menjadi rendah hati dan tau cara melimpahkan kasih sayangnya pada sang Cucunya, tidak seperti dulu hatinya dipenuhi amarah dan kecurigaan terhadap siapapun yang ada didekatnya hingga tanpa Leonard sadari memenjarakan Cucu tunggalnya didalam sangkar emas.


Nana pantas dijadikan Idola serta panutan di dunia zaman sekarang karna hatinya sangat baik dan bersih walau mulutnya Nana berbisa saat pertama kali bertemu dengan Leonard.


"Bunga mawar di taman belakang mati semua Tuan, sa.. saya ingin beli bibit baru yang bagus tapi uang saya tidak cukup". cicit Han


"aah..! gitu ya? siapa yang menyuruhmu beli bibit sendiri? sudah aku bilang jangan gunakan gaji anakmu untuk membeli hal tidak penting Han..! kalau kata Sekar simpan uangnya, maka simpan saja..! jangan dihabiskan oleh keperluan Kebun, kamu lupa Kebun itu milikku?". omel Leonard.


"maafkan saya Tuan". ucap Han menundukkan kepalanya.


Leonard tak habis pikir dengan jalan pikiran Han, Karna Ia tau beberapa hari ini Sekar gajian pasti Han melakukan hal yang tidak Leonard minta.


Han adalah Pria pekerja keras tapi setelah bebas dari penjara Ia suka berkebun, Ia tidak bisa bekerja di Perusahaan lagi karna mantan Napi.

__ADS_1


Jasa-jasa Han begitu besar pada Sekar hingga setiap gajian Sekar selalu memberikan 80% gajinya pada Han, Sekar tidak pernah malu mengakui Han Papanya walau mantan Napi karna dimata Sekar Han adalah Pahlawan nya yang membuatnya sembuh total seperti sekarang, walau cara yang ditempuh Han mendapatkan uang tidaklah benar dengan cara menipu banyak orang termasuk Nana.


Han berusaha menolak gaji Putrinya tapi Sekar bersikeras mengatakan bahwa Papanya harus menabung, Han yang suka berkebun pun rela menghabiskan gaji nya demi kebun yang dirawatnya walau sesekali pakai uang Sekar namun Han selalu menggantinya jika gajian dari hasil kerjanya dengan Leonard.


"ya sudah..! biarkan Sekretaris Im nanti membawa bibit baru ya? kau istirahatlah..! jangan sampai sakit atau Putrimu nanti mengomelimu dari malam sampai pagi". kata Leonard.


"baik Tuan". jawab Han segera pamit undur diri.


Leonard mengedarkan pandangannya,


"aduuh..! kenapa Adi tidak ada hari ini? bagaimana dengan Iklan yang aku katakan? sebenarnya ada masalah apa mereka? kenapa Adi kabur sementara Anna bertanya hal seperti itu? ". oceh Leonard seperti emak-emak tua rempong saja sambil melajukan kursi roda listriknya.


.


.


di Rumah Sakit,


Anna mendengar pembicaraan 7 lelaki berbeda profesi (Perawat lelaki, Dokter muda, dokter bedah lain, Koki) dibalik gudang alat-alat Rumah Sakit seperti alat suntik, dan perlengkapan lainnya.


"jadi Eci memegang anu mu?"


"iya..! aku langsung teganglah jadi kami melakukannya".


"dasar...! ini Rumah Sakit bodoh..! ".


"apa kelemahanmu bro? ".


"aku tidak bisa di pegang itulah".


"kau..? ".


Anna menutup mulutnya syok mendengar pembicaraan orang dewasa itu, Anna menjadi tau titik kelemahan ketujuh lelaki itu tapi Ia tidak tertarik dengan mereka namun pada Suaminya.


"jadi Adi tidak berbohong". gumam Anna dengan lemas.


Anna merosot kebawah, "bagaimana caraku menghadapinya? haisss...! kenapa dia malah menyebutku ikan asin? aku jadi seperti wanita penggoda saja". dumel Anna.


Anna menjadi malu membayangkan peringatan Adi apalagi dengan mudahnya Adi mengatakan Anna memancingnya bahkan menyamakan Anna dengan Ikan Asin, malu nya Anna padahal dirinya tidak bermaksud menggoda Adi.


.


di Perusahaan Asia Group,

__ADS_1


Brakh....!!


syuuuhhh...!! srakkkhhh....!


Adi melempar kasar semua berkas-berkas yang ada dimeja nya hingga membuat semua orang yang berada di Ruangan Rapat menahan nafas karna aura mencekik itu hadir lagi diantara mereka.


Radit berwajah datar dan tenang seolah sudah biasa menghadapi amarah Atasan sekaligus sahabat baiknya itu.


"apa-apaan itu hah? bukankah ini Perusahaan Raksasa?? bagaimana kemampuan kalian lebih rendah dari kemampuan Karyawan MAL Ku hah??". marah Adi.


Adi perlahan meletakkan kedua tangannya diatas meja rapat lalu menarik nafas dalam-dalam, seketika tatapannya berubah menakutkan menatap mereka semua dengan tajam dan nyalang.


"kalian menganggap remeh aku? ". tanya Adi dengan pelan namun suara itu berhasil membuat bulu kuduk semua yang mendengarnya berdiri.


"ayo jawab.! ". bentak Adi memukul meja membuat salah satu wanita di Ruangan rapat menangis seketika.


Adi menatap tajam wanita itu, "singkirkan wanita cengeng itu cepatttt...! ". teriak Adi menggelegar.


segera Radit berlari ke arah wanita itu menyeret wanita itu keluar dari Ruangan rapat.


"apa kalian TULI Hahh?? ". Adi seakan seperti monster menakutkan saat ini.


tidak ada yang berani sekedar mendongakkan kepala menatap Adi, bahkan satupun dari mereka masih tidak ada yang bersuara.


"apa kalian menganggap remeh akuu? ". tanya Adi sekali lagi sambil memukul meja


tangan Adi sudah merah dan berdarah tapi tidak ada juga yang berani bersuara.


"katakaaaannnnn! ". desis Adi dengan marah yang semakin memuncak karna tak kunjung mendapat jawaban.


"tidak Tuan". jawab mereka semua serentak dan suara gemetar terdengar ketakutan,


"lalu kenapa laporan kalian seperti itu? kenapaaaa?? kalian pikir aku tidak tau?". marah Adi menggelegar.


Radit didepan pintu diam saja membiarkan Adi marah-marah, kalau Radit menyela pasti akan kena imbasnya lebih baik Ia diam mendengarkan.


"masalah apa yang membuatnya bisa begitu sensitif? apa dia bertengkar dengan Nona Anna?". batin Radit menebak.


Adi membentak dan marah-marah pada bawahan barunya, wanita yang menangis tadi langsung pulang mengundurkan diri karna tidak berani lagi menghadapi Adi untuk kedepannya yang sangat kejam menurut wanita itu padahal sudah bekerja di Perusahaan Asia Group selama 2 tahun.


tidak ada yang bisa menjilat Aditya Pratama, Pria itu begitu sadis dalam bertutur kata padahal Adi menjadi Pimpinan mereka belum sampai 1 Minggu tapi sudah ada Karyawan yang langsung mengundurkan diri.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2