Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
luar biasanya seorang Ibu


__ADS_3

.


.


.


Acara pun dimulai, Mc Pria dan Wanita terus saja mengoceh didepan sana menyapa semua tamu undangan Istimewa malam ini.


Anna dan Nana malah sibuk dengan dunia mereka yang bercerita tentang Kado-kado tidak diharapkan datang ke Mansion.


"benar kak..! aku tidak tau harus bagaimana lagi menanggapi semua itu, udah jelas aku hanya menolong saja karna aku merasakan sedihnya seorang Ibu, tapi mereka terlalu melebih-lebihkan". kesal Anna.


"kita berada di terpuncak tentu saja menolong orang dibawah sudah seharusnya dilakukan sesama manusia, tapi mereka menilai kita sebagai pahlawan saja". kekeh Nana.


"huhh". Anna membuang nafas.


Anna dan Nana tertegun saat pembawa acara meminta mereka berdua untuk naik ke atas panggung dan menceritakan pengalaman saat memberantas kejahatan, semua yang menangani kasus itu dapat penghargaan dan ada yang sampai naik pangkat.


prok.. prok.. prok..


tepuk tangan para tamu undangan menyambut kedua wanita cantik itu, Anna dan Nana terpaksa jalan bergandengan tangan, kamera menyorot wajah mereka sangat dekat hingga muncul di layar besar membuat para tamu undangan berdecak kagum melihat ke arah layar.


Adi semakin saja kebakaran melihat itu, Ia mengutuk dan merutuki si tukang kamera yang berani merekam Istrinya seperti artis saja padahal Anna bukan artis memang disebut pahlawan, bukan berarti wajah Istrinya harus disorot dekat.


"silahkan Nyonya!". ucap Mc wanita begitu malu melihat kecantikan kedua wanita itu begitu juga si pembawa acara Pria, mereka menyerahkan mic keduanya ke Nana dan Anna


"terimakasih". ucap Nana dan Anna serentak dengan ramah.


"sama-sama Nyonya". jawab mereka sangat sopan juga.


Anna dan Nana bergandengan tangan menghadap ke arah para penonton yang berasal dari pemerintah, kekuasaan tertinggi yang dipilih oleh Rakyat untuk menjadikan mereka semua pemimpin negara.

__ADS_1


"kenapa sayang?". tanya Nana ke Anna yang tangannya basah sebab Nana menggenggam tangan Anna.


"aku gugup kak". cicit Anna dengan tampang imutnya.


Nana mengulum senyum manisnya, "ada kakak".


Anna tersenyum mendengarnya, Nana yang sudah biasa didepan banyak orang pun memberi ucapan salam pada semua undangan yang ada, Nana mengatakan bahwa dirinya beruntung terlibat dalam urusan kenegaraan.


Nana menoleh ke Anna yang melanjutkan perkataan Nana, mereka berdua semakin mengagumkan saat menguasai panggung dengan cepat bisa membuat Presiden dan para menteri tertawa lepas dengan candaan polos Anna bersama Nana, mereka terlihat seperti anak kecil tapi mengapa mereka semua yang ada di Ruangan itu bisa tertawa?


seorang Pria berdiri, "bolehkah saya bertanya Nyonya?".


"silahkan". jawab Nana dan Anna dengan senyuman ramah.


"bisa katakan pada kami semua alasan Nyonya mau ikut dalam kasus yang sulit kami pecahkan sebagai para pejabat penting ini Nyonya? kami dengar Nyonya bukan korban dari anak-anak yang diculik, sungguh kami ingin mendengarnya langsung dari Nyonya yang sangat baik hati".


Anna dan Nana terkekeh, "tidak perlu terlalu sopan Tuan Bio". sungut mereka mengerucutkan bibirnya saat si Pria paruh baya itu berkata sopan pada mereka berdua.


.


"sebenarnya saya seorang Ibu yang merasakannya, bukan karna saya harus menjadi korban baru turun tangan, saya dan para wanita disini mengandung anak-anak selama 9 bulan perjuangan kami tidaklah mudah, kami membesarkannya dengan penuh Cinta dan kasih sayang". Anna


"kami sekolahkan dengan baik supaya bisa mengharumkan nama keluarga kami ataupun negara nanti, tapi impian sebagian wanita hancur saat buah hati mereka disakiti, dihina, dilec*hkan dan diperlakukan seperti bukan manusia". sambung Nana.


mereka sangat kompak menceritakan semuanya hingga suasana menjadi hening, Adi yang tadi panas karna cemburu seketika mematung mendengar perkataan tulus Nana dan Anna, Adi sudah tau alasan mereka karna firasat seorang Ibu tapi mendengar penjelasan Anna dan Nana membuatnya merinding. Adi tidak bisa membayangkan jika anaknya di posisi Ibu-ibu yang kehilangan anak itu, menjadi Ayah saja bisa kehilangan akal saat Fitri tergores apalagi seorang Ibu.


derita, penderitaan seorang Ibu adalah melihat anak yang dibesarkan dengan penuh cinta dan kasih sayang harus di musnahkan secara keji oleh manusia kejam seolah menganggap nyawa anak itu tidak berharga, padahal seorang Ibu mempertaruhkan nyawa saat melahirkan anak yang diperlakukan begitu kejam oleh para penculik itu.


"uang? pekerjaan? bisa dicari bahkan sebagai pengemis pun masih saya hargai dari pada mereka yang rela mengambil jalan pintas menjadi kaya walau harus menghabisi kebahagiaan orang lain, Pengemis tidak merugikan orang lain, Pencuri masih bisa dimaafkan tapi bagi seorang Wanita hanya itu saja yang tidak termaafkan". tegas Anna.


perkataan Anna dan Nana benar-benar seperti belati tajam menusuk para lelaki, sementara wanita hanya menangis jadi merindukan anak masing-masing yang ditinggal.

__ADS_1


"saya harap ibu-ibu disini menjaga harta berlian kalian baik-baik, saya bahkan rela melakukan apa saja demi anak-anak saya termasuk mundur dari pekerjaan saya yang sedang diatas puncak". Anna berkata dengan serius.


"saya juga mengalah menghabiskan waktu dengan anak-anak saya di Rumah dan Pekerjaan kantor hanya sesekali jika Asisten saya datang memberi pekerjaan". Nana.


mereka semua terharu dengan kelembutan hati Nana dan Anna, mereka sangat baik hati tapi jika menyangkut orang tersayang terutama anak? Anna maupun Nana mengeluarkan taring, cakar dan tanduknya menjadi kejam.


.


.


"waah... Saya benar-benar terharu Nyonya". Ucap si MC wanita menghapus air matanya.


Anna dan Nana hanya tersenyum menanggapinya, lalu mereka pun turun dari atas panggung ditatap takjub juga diberi tepuk tangan yang sangat meriah dari tamu yang ada.


ada sebagian tamu undangan yang memiliki anak tapi lebih mementingkan pekerjaan pun berjanji akan mempriotaskan anak, apa yang Nana dan Anna katakan memang benar, semua orangtua bekerja siang malam mencari uang demi membahagiakan anak tapi bagaimana jika anak tiada? hilang? diabaikan? menangis diam-diam di kamar? anak itu butuh kasih sayang dan perlindungan bukan uang yang berlimpah.


mereka semua mendapatkan hidayah dari Anna dan Nana, para lelaki berdecak iri ingin punya Istri seperti mereka berdua dan para penjabat tinggi yang sudah Tua ingin punya menantu seperti Nana dan Anna.


"Mommy benar". batin Ren tersenyum tipis melihat Mommynya dengan bangga.


"hebatnya aku punya Cucu seperti Anna". gumam Leonard dengan bangga.


"Mommy kami". jawab sikembar 3 dengan semangat.


setiap ibu adalah pahlawan bagi anak-anaknya, panutan dan kasih sayang Ibu tidak ada yang bisa menggantikannya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2