Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
melihat


__ADS_3

.


.


.


dikamar Anna,


"Kakek dan Adi bicara apa sih? tidak lihat ini sekarang jam berapa? ". gerutu Anna dengan kesal.


hari sudah menunjukkan pukul 11.29 malam, tak ada tanda-tanda kemunculan Adi padahal Anna sudah menyiapkan segudang alasan untuk meluruskan kesalahfahaman Adi padanya.


Anna sibuk menggerutu sampai akhirnya Anna melihat Pintu kamarnya terbuka, buru-buru Anna bangkit dan berlari tanpa alas kaki ke arah Adi yang baru saja masuk ke kamarnya melihat kaki mulus Anna tidak mengenakan apapun.


"apa yang kamu bicarakan dengan Kakek? ". tanya Anna basa-basi.


Adi berjalan melewati Anna membuat Anna salah tingkah, Ia berpikir Adi mengira dirinya perempuan tidak benar.


"Adi..? ". panggil Anna


Adi melirik sekilas ke arah Anna,


"apa kamu marah?". tanya Anna dengan hati-hati disertai senyum kikuknya.


Anna bahkan menautkan jemari lentiknya kebelakang, Ia menggoyang tubuhnya ke kiri dan kanan merasa tidak nyaman Adi mengabaikannya.


"bukan..! aku mengantuk saja". jawab Adi berbohong sambil meletakkan semua barang-barangnya.


Anna berlari kecil ke arah Adi lalu dengan cepat menangkap jas kerja Adi,


"apa? ". tanya Adi curiga gelagat Istrinya.


jujur saja Adi benar-benar sangat merindukan gadis bermata biru ini hingga Aditya bisa menggila di Perusahaan Asia Group melampiaskan kemarahannya yang menggebu-gebu karna berpikir Anna akan menilai buruk dirinya.


"aku hanya melakukan tugasku! ". jawab Anna sambil tersenyum.


Adi pun berbalik pergi ke arah lain dan Anna semakin kesal berpikir Adi benar-benar marah padanya.


"apa kamu memang marah? aku tidak bermaksud menjadi Ikan asin". kata Anna


Adi yang mengambil sepasang sendal berbulu cantik dari laci terbawah pun terdiam dengan posisinya.


Anna meletakkan jas Adi disofa lalu mendekati Adi dan ikut berjongkok disamping Adi tanpa peduli apa yang tengah diambil oleh Adi.


"aku masih suci". kata Anna serius.


"hmm? ". Adi menaikkan sebelah alisnya tidak mengerti

__ADS_1


Adi tentu tau Istrinya masih bersih karna tidak ada lelaki yang begitu dekat dengan Anna, tapi tetap saja mendengar perkataan itu berasal dari bibir Istrinya itu membuat jantung Adi berdentum keras,


perkataan Anna seolah mengisyaratkan sesuatu bahwa Anna tidak pernah dijam*h lelaki, sebagai lelaki normal Adi yang memang diam-diam Cinta pada Anna tentu merasa hasratnya yang sudah tidur kembali melambung tinggi tapi berusaha ditekan oleh Adi semampunya.


"aku bukan perempuan murah*n yang bisa merayu lelaki, aku benar-benar minta maaf sudah membuatmu marah dengan menyinggung area sensitifmu". kata Anna dengan raut wajah merasa bersalah.


Adi pura-pura tidak mengerti maksud kata-kata Anna,


"apa maksudmu Anna? kenapa kamu minta maaf? ". tanya Adi heran juga penasaran.


"kamu bilang aku Ikan asin yang diberikan pada Kucing, aku bukan Ikan asin". kesal Anna.


Adi benar-benar terlihat sedang memikirkan kekesalan Anna, woow...! calon Aktor hebat padahal kalau akting bermanja jujur Adi tidak bisa namun akting lainnya mengapa Adi bisa melakukannya? entah apa yang salah dengan Adi.


"kamu terganggu dengan kata-kataku? ". tanya Adi serius.


Anna mengangguk dengan raut wajah masam,


Adi tersenyum tipis lalu meluruskan kaki Anna dan memasangkan sendal berbulu itu dikaki Istrinya sedangkan Anna tidak ada waktu untuk berdebar karna pikirannya penuh dengan Umpan Ikan Asin pada seekor Kucing.


Anna Ikan Asinnya dan Adi seekor kucingnya,


"aku hanya mengatakan kamu harus berhati-hati padaku..! aku lelaki normal, kalau kamu memancingku lalu aku melakukan hubungan itu padamu, kepada siapa kamu mengadu hmm? Kakek? Pengadilan? kak Nana? Bang Arka? tidak ada yang bisa menolongmu". kata Adi dengan senyuman.


Anna menundukkan kepalanya dengan perlahan, apa yang Adi katakan memang benar.


mana ada Seorang Istri mengadukan Suaminya Pengadilan karna memperk*sa Istrinya sendiri, sampai hari kiamatpun tidak akan diterima oleh Pihak Pengadilan keluhan Anna, apalagi Kakeknya malah gembira pasti ingin Cicit, semua sudah terjawab dikepala Anna.


Anna mendongakkan pandangannya, "aku sendiri".


"nah itu tau..! jangan gigit aku lagi ya? ". pinta Adi dan Anna mengangguk patuh.


Adi menggendong Anna yang mengalungkan tangannya dileher Adi, lalu Adi membawa Anna ke ranjang dan menyelimuti Anna.


"tidurlah..! hari sudah larut malam, lain kali kalau jalan didalam Rumah harus pakai alas kaki". peringatan Adi yang wajahnya begitu dekat dengan Anna.


Anna mengangguk patuh sungguh membuat Adi gemas,


"penurutnya Istriku ini, pengen dimakan...haiishh..! apa-apaan pikiran kotorku ini". batin Adi yang malah berdebat.


tak ada protes dari bibir Anna saat Adi mencium keningnya lama, lalu Adi meninggalkan Anna memasuki Kamar mandi tanpa Anna ketahui Adi tengah menahan senyumnya sekuat tenaga, sungguh mengerjai Istrinya sangat menyenangkan.


.


.


pagi-pagi,

__ADS_1


"aah...! ". Anna kaget saat masuk ke kamar mandi ada Adi yang hanya memakai c*lan* dal*m.


Adi pun kaget tapi tidak berteriak,


"kamu membuatku kaget Anna! ". keluh Adi mengelus dadanya dibawah pancuran shower.


Anna memejamkan matanya, "ke.. kenapa kamu tidak mengunci pintu kamar mandinya? ". protes Anna perlahan berbalik meraba-raba sekitar.


"apa kamu tidak dengar suara gemericik air? ". tanya Adi menahan senyumnya.


"haisssh. .! maaf aku belum terbiasa karna aku udah kebelet". jelas Anna


"ya sudah tetaplah seperti itu, sebentar lagi aku siap". pinta Adi membuat gerakan Anna mematung (diam) tak lagi bergerak.


"aah..ah... Ekhem..! ". Anna memperbaiki suaranya yang gugup mendengar dengan jelas gemericik Adi tengah mandi dibawah pancuran shower.


.


"sudah..! ". Adi tiba-tiba di hadapan Anna.


Anna perlahan membuka matanya yang pertama kali dilihatnya adalah tubuh kekar Adi yang begitu seksi,


glek..!


otot-otot Adi benar-benar membuat mata Anna ternodai membuat tangannya terasa gatal ingin meraba tubuh Adi yang begitu terawat sepertinya Adi rajin berolahraga hingga tubuhnya terbentuk seperti para aktor luar negri saja.


pletakkk...!


"awwwhhh..! ". Ringis Anna mengelus keningnya yang dijitak oleh Adi.


"apa isi pikiranmu hah?". ejek Adi yang tau isi otak normalnya semua perempuan.


"aku tidak memikirkan apapun". jawab Anna melihat arah lain dengan wajah merona.


Adi perlahan menundukkan tubuhnya menatap manik mata biru yang indah itu melihat arah lain, bola mata biru Anna tampak berputar kesana-kemari seolah tidak mau bertatapan langsung dengan mata Adi.


"lap ilermu! ". ejek Adi dengan gemas.


Anna seketika mengangkat tangannya mengelap sudut bibirnya dengan jemari lentiknya namun tidak ada apa-apa membuat Mata Anna membulat tak terima ke Adi, Adi tergelak keras meninggalkan Anna yang menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal juga tak terima karna dipermainkan oleh Adi.


"haiishhh...! apa yang aku pikirkan?? dia itu sigendut..! kemana lemak-lemak tubuhnya dulu? ". Anna menampar-nampar kedua pipinya untuk menyadarkan diri.


Anna pun berbalik dan menatap genangan air dimana tadi Anna bisa melihat pose seksi Adi saat mandi.


"berhenti berpikir yang tidak-tidak Anna..!". Anna menunjuk keningnya sendiri dengan kesal padahal pipinya kini memerah karna mengingat hal yang tidak patut Ia pikirkan.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2