
.
.
.
Drrrt... drrrttt..
"hp mu". tunjuk Bayu.
Adi melihat layar ponselnya dan tanpa sadar tersenyum tampan, teman sekelas Adi dulu tidak menyangka Adi benar-benar setampan itu, senyuman Adi itu sangat mematikan hingga mereka tidak merasa puas melihat senyum Adi itu, rasanya mereka ingin melihat Adi tersenyum berlama-lama.
Bayu pun terkesima akan lubang dikedua pipi Adi, benar-benar sangat tampan lalu matanya melihat ke arah Bunga dan tersenyum sinis,, "dulu aja kami dipermalukan karna jelek, gendut dan aku Culun tapi sekarang giliran udah tampan, kaya dan keren matanya mau keluar memandang Adi". batin Bayu.
Adi berdiri seketika, "kamu disini sayang?". tanya Adi.
"iya Hubby..! aku pengen makan Lobster, sekarang aku ada di Restaurant yang sama denganmu kamu udah siap? temani aku dong". rengek Anna.
"di Ruangan nomor berapa sayang? datanglah ke sini jemput aku ya? kita pergi bersama". Adi.
panggilan terputus,
"kenapa Di?". tanya Bayu.
"oh.. ini Istriku pengen makan Lobster dan ada disini, maaf ya? aku harus menemaninya". kata Adi.
"kenapa harus pergi Adi? disini saja bagaimana?".
"ha? ". Adi menaikkan sebelah alisnya.
"disini banyak kursi kosong dan kamu bisa membawanya kesini kan?". sahut yang lainnya.
"tapi ini angkatan kita kan? Istriku bukan berasal dari sekolah Kita, berasal dari sekolah Dharma". jawab Adi.
"woow..? Dharma?". pekik mereka bersorak.
Dharma adalah sekolah yang sangat terkenal akan biaya bulanannya yang sangat mahal sebab makanannya gratis karna dibayar mahal, semua serba dibayar dan segala fasilitasnya sangatlah elit.
Bunga semakin berasap saja saat ini tapi tidak bisa berbuat apa-apa, Ia harus lebih sabar sebelum memiliki Adi, anehnya Ia tidak merasa bersalah dengan perbuatannya dulu masih bersikeras akan memiliki Adi.
tok.. tok.. tok..
Adi berlari dengan langkah lebar tak lama Linda pun muncul membukakan pintu lalu Anna berjalan memasuki Ruangan itu sambil memegang perut buncitnya seperti sedang hamil 7 bulanan padahal masih 4 bulan.
Anna tersenyum manis menyalami Adi sebagai suaminya lalu Adi mengecup punggung tangan Anna dan kening Anna juga.
"mau makan Lobster sayang?". tanya Adi menundukkan sedikit tubuhnya bertatapan dengan Anna.
__ADS_1
"iya". jawab Anna mengelus perutnya.
Bayu berlari mendekati Anna lalu menunduk hormat, "kenalkan saya Bayu Nona, teman sekelas Tuan Adi dan Tuan Adi menawarkan saya pekerjaan sebagai Asisten kedua nya".
Anna melihat ke arah Bayu, "asisten kedua ya?".
"benar Nona". jawab Bayu.
"kenapa bicaramu Formal sekali? bicara santai saja kan belum bekerja, bukankah Adi baru saja menawarkan pekerjaan padamu? itu artinya kalian belum bekerja kan?". Anna merangkul lengan Adi dengan manja.
"iya A.. Anna". jawab Bayu dengan kikuk.
Bayu melihat ke arah Linda yang memasang wajah datarnya lalu Anna mengenalkan Linda adalah temannya yang cerewet mengatur jam waktu minum obat, susu dan makannya.
"ooh". jawab Bayu mengulurkan tangannya pada Linda dengan ramah dan Linda menyambut dengan wajah datarnya.
"semoga kita akur ya?". kata Bayu dengan ramah dan Linda mengangguk.
"Nona?". Bunga tersenyum manis membuat yang lain melihat ke arah Bunga dengan raut wajah was-was.
Iqbal yang dulu sangat populer di waktu SMA tidak menyangka Adi akan memiliki Istri secantik Anna, paras Anna yang natural dan gaya rambut yang sangat sederhana itu sangat menawan.
Anna memiringkan kepalanya menatap Bunga, Adi merangkul pinggang Anna sambil mengelus perut Anna yang besar.
"Nona kenal saya kan?". tanya Bunga menunjuk wajahnya.
"iya Nona". jawab Bunga dengan bangga.
"ayo aku kenalkan sama mereka sayang..! mereka tadi bilang ingin kenalan dengan anak sekolah Dharma". Ajak Adi mengabaikan Bunga yang sedang malu.
Bayu menahan tawanya sekuat tenaga lalu berbisik ke Linda yang merona saat Bayu berbisik menjelekkan Bunga yang dulu pernah berbuat jahat padanya dan Adi.
"kenalkan ini Istriku Annastasia". Adi memperkenalkan Istrinya dengan senyuman penuh cinta menatap Istrinya.
"haloo?? aku Anna?". lambai tangan Anna dengan ramah.
"ha.. Haloo". jawab mereka semua gugup bercampur malu.
mereka sangat tau barang yang melekat di tubuh Anna adalah barang-barang Brand, sangat mahal bahkan jepit rambut Anna saja seharga 5 Juta, sepatu nya seharga puluhan juta.
"maaf ya aku merebut suamiku dari kalian". ucap Anna sambil menangkupkan tangannya.
"ee.. tidak apa Nona". jawab mereka semua serentak.
"aku sedang hamil anaknya jadi harap wajar kalau aku menyusahkannya, siapa lagi yang aku susahkan bukan? aku tidak mau dia hidup enak saja setelah membuatku segendut ini". kata Anna membuat suasana yang tadinya tegang menjadi ceria, mereka tertawa lepas mendengar perkataan Anna ditambah tatapan horror Anna ke Suaminya yang malah menatap penuh cinta ke Anna.
Anna kembali ramah pada teman-teman Anna, lalu Iqbal bersuara.
__ADS_1
"kenalkan saya Iqbal Nona Anna, kalau Nona mau makan bersama kami yang rendahan ini kami akan sangat merasa terhormat". kata Iqbal.
Anna terkekeh, "kenapa kamu bicara seperti itu hmm? aku tidak mau kalian merendah seolah aku ini anak Putri Raja..hei.. kita ini Republik bukan Kerajaan". canda Anna membuat mereka tersenyum lebar.
"lalu Nona tidak keberatan makan bersama kami?". tanya Iqbal.
"tidak masalah". jawab Anna tersenyum manis.
Anna tersenyum sangat tipis, "yees..! rencanaku berhasil". batin Anna.
Adi membawa Anna duduk disampingnya, teman-teman Adi sengaja berpindah tempat memberi tempat untuk Anna bersama Adi dengan Linda dan Bayu.
Adi memesan Lobster untuk Istrinya, perlakuan Adi pada Anna benar-benar membuat perempuan Iri.
"Apa Nona Anna tau kalau Adi dulu sangat menyukaiku?". tanya Bunga tiba-tiba membuat Lesta penasaran mengapa Bunga bisa berani mencari masalah di tengah perkumpulan mereka saat ini.
"ah benarkah? kamu sangat menyukainya Hubby?". tanya Anna ke Adi.
"aku dulu sangat naif". jawab Adi dengan santai.
"iya.. bukankah kita semua punya Cinta Monyet? aku juga pernah menyukai ketua osisku saat masa SMA, dia sangat tampan dan sholeh tapi sayangnya dia anak Ustad dan aku merasa keluarganya tidak menyukai perempuan sepertiku". curhat Anna.
"siapa dia?". tanya Adi berubah serius seperti sedang cemburu.
Anna tertawa, "kan hanya cinta monyet suamiku". bela Anna mengelus rahang suaminya.
"haha.. iya aku juga dulu menyukai Bunga tapi sekarang tidak lagi". lelaki
"iya benar dulu aku juga suka Iqbal tapi sekarang tidak lagi". perempuan
"nah..? kalian aja faham, kita semua punya cinta monyet kan?". Anna berkata dengan tenang seolah tidak termakan dengan ocehan Bunga yang sedang panas dingin menatap Anna yang bisa membalik keadaan.
"sayangg? siapa Ketua Osismu itu?". tanya Adi dengan nada merengek.
"aku rasa dia menjadi Ustad sekaligus pemilik Pesantren terbesar di Kota Bandung, namanya Ridwan, tenang saja Hubby dia sudah menikah punya Istri juga anak, lagian hanya cinta monyet dan kami tidak pernah berpacaran". jawab Anna dengan lembut ke Adi.
Adi memicingkan matanya, "sungguh?".
"sungguh..! walaupun aku bisa mendapatkan dia dengan mudah tapi aku tidak menyesal melepasnya karna aku sudah punya suami sempurna sepertimu". jawab Anna tersenyum cerah.
Adi seketika tersenyum, "kamu hanya milikku sayang".
"iya aku tau". jawab Anna mengerucutkan bibirnya.
.
.
__ADS_1
.