
.
.
.
"apa kamu beli makanan untukku? ". tanya Anna tersenyum lembut mengelus rahang Adi.
"aku akan cari makanan untukmu sayang, kamu mau makan apa? ". tanya Adi dengan serius.
"hmm? nasi soto". jawab Anna.
"aku belikan". Adi mengecup lama kening Anna lalu berlari meninggalkan tempat itu dimana banyak orang yang mematung melihat mereka.
"Operasi berjalan lancar, saya akan menunggu Sarla bangun". kata Anna ke Keluarga Damanik.
keluarga Damanik menangkupkan Kedua tangan mereka ke Anna seolah mengucapkan rasa terimakasih mereka pada dewa sebab mereka semua punya kepercayaan memuja dewa.
para Suster mendorong brankar lalu membawa Sarla ke Ruangan VVIP terbaik, Anna tidak memikirkan biaya sebab Damanik langsung membayar biaya Rumah Sakit dan memberi izin Anna mengoperasi Putri bungsu mereka.
Anna duduk di samping Sarla, Ia akan menunggu Sarla membuka mata.
Translete dari Bahasa Inggris,
"Nona Anna? ". panggil Samta kakak laki-laki Sarla berumur 13 tahun.
"iya". sahut Anna yang memang lancar bahasa inggris.
"apa adik saya akan baik-baik saja? apa suaranya akan kembali? ". tanya Samta berkaca-kaca.
"tentu, aku adalah dokter hebat dan dia adalah gambaran diriku saat kecil". jawab Anna dengan senyuman.
"gambaran kakak dokter? ". tanya Samta tidak mengerti.
"aku punya masalah kehidupan, apa adikmu tidak bisa bicara sejak kecil? ". tanya Anna.
"adik saya tidak bisa bicara saat berumur 5 tahun, keluarga kami sudah membawanya kemana-mana dan tidak ada dokter yang mau mengoperasinya karna dia punya penyakit lain yang sangat berisiko untuknya, berapa kali kami memohon untuk adik saya segera dioperasi tapi mereka bilang jika operasi gagal mereka tidak akan bisa menjadi dokter lagi". jawab Samta.
Anna berkaca-kaca melihat ke arah Sarla, Ia pernah merasakan apa yang Sarla rasakan yaitu tidak ada dokter yang bisa menyembuhkannya tapi Anna bertemu dengan Nana yang seorang dokter kuno, kesabaran Nana berbuah manis dan membuat Anna menjadi gadis periang yang memiliki cita-cita terbesar sebagai dokter.
Anna menerima resiko mengoperasi yang diperkirakan sukses hanya 15% saja sebab penyakit Sarla benar-benar spele tapi sangat berbahaya jika salah kena alat-alat saat membedah. Ia menerimanya karna itu semua lah yang membuat Anna ingin menjadi dokter bedah terbaik, disaat para dokter menyerah pada Pasien maka Anna lah yang akan maju, lalu merubah penilaian semua dokter yang penakut itu demi melindungi reputasi mereka masing-masing.
"kakak dokter? ". Samta memegang bahu Anna yang membuat wanita cantik itu kaget,
__ADS_1
"hmm..? maaf ya? kakak melamun". Anna menghapus air matanya.
"apa adik saya baik-baik saja kak? kenapa kakak dokter menangis? ". tanya Samta penasaran.
Anna menggeleng pelan lalu menjelaskan pada Samta bahwa dirinya juga pernah di posisi Sarla.
saat mereka sibuk berbicara, tiba-tiba Adi datang membawa beberapa bungkus makanan lalu membagi-bagikannya pada keluarga damanik beserta mangkuk dan sendoknya tak lupa juga Air mineralnya.
"sayang ayo makan! ". ajak Adi serius.
"tapi aku harus menunggu Sarla bangun Hubby! ". rengek Anna.
Adi mengomeli Anna tapi tidak membentak, Anna pun pasrah mau makan bersama Adi tapi matanya sibuk melihat Sarla.
Damanik dan Istrinya saling melirik satu sama lain, mereka tidak mengerti bahasa Adi dan Anna tapi yang pasti mereka tau kalau Adi dan Anna adalah pasangan suami istri yang sangat romantis.
.
selesai makan Adi meminta Anna tidur tapi Anna tidak mau, Adi sejak tadi duduk disamping Anna dan memberikan bahunya pada Anna sehingga Anna pasrah mau tidur dibahu Anna sebagai gantinya Adi melihat Sarla sampai membuka mata.
beberapa jam menunggu lama-lama Adi juga ketiduran, namun mereka terbangun dengan kaget saat Samta berteriak memanggil Sarla yang sudah membuka mata.
Anna mengucek matanya, Ia memeriksa keadaan Sarla lalu menguji efek Operasinya berhasil atau tidak dan ternyata benar-benar berhasil.
Anna tersenyum lalu menggunakan bahasa Isyarat kalau Sarla belum boleh mengeluarkan suara sampai Anna mengizinkannya sebab Sarla masih dalam masa pemulihan.
Adi tersenyum lega melihat Operasi berhasil, Samta menangis haru tapi Ia melompat-lompat memeluk Mama nya.
Anna berbicara pada keluarga Damanik walau Operasi sukses tapi mereka tidak boleh membiarkan Sarla berbicara sampai Anna mengizinkan demi kebaikan Sarla.
"aah? ". Anna tiba-tiba memegang kepalanya yang terasa pusing.
"sayang? kenapa? kan aku udah bilang wajahmu tadi pucat". Adi terlihat khawatir memeriksa wajah Anna.
Keluarga Damanik merasa bersalah pada Adi dan Anna terutama Damanik yang sempat menolak kerja sama dengan Adi padahal Istri Adi begitu baik padanya.
Adi meminta Keluarga Damanik menjaga putri bungsu mereka sendiri sebab Adi akan membawa Istrinya ke dokter lain.
.
"bagaimana dok? kenapa Istri saya? kurang sehat bukan? ". tanya Adi khawatir.
"wajar saja Tuan, Istri anda sedang hamil dan anda harus menjaganya jangan sampai kelelahan seperti ini, bayinya masih sangat rawan keguguran". kata dokter dengan ramah.
__ADS_1
Adi terbelalak, "ha..hamil dok? Istri saya hamil? ". tanya Adi.
"iya Tuan, Dokter Anna sedang istirahat". jawab dokter wanita lagi sambil tersenyum.
Adi mengucapkan terimakasih pada dokter itu yang menjadi rekan Anna di Rumah Sakit itu, Anna benar-benar terkenal saat ini karna berhasil mengoperasi Sarla, Ia sudah lama menaruh rasa kagum pada Anna sebagai dokter bedah terbaik.
.
ke esokan harinya,
Anna terbangun dengan raut wajah khawatir, "bagaimana aku bisa ketiduran? kenapa kamu tidak membangunkanku Hubby?? ".
Anna seketika menatap aneh Adi yang tengah tersenyum lebar, "kenapa By? kenapa kamu tersenyum?".
"aku harus pergi memeriksa keadaan Sarla, aku harus lakukan perawatan lanjutan supaya Sarla bisa cepat sembuh..! ". Anna hendak turun dari brankar tapi Adi menahan pinggangnya.
"kamu hamil sayang, aku sudah meminta dokter lain untuk menggantikanmu dan mereka dengan senang hati mau melakukan apapun, lagian siapa yang menolak merawat Putri Damanik kan?". jawab Adi.
"ap.. apa? kamu bilang apa? ". tanya Anna merasa pendengarannya bermasalah.
"kamu hamil sayang". jawab Adi dengan senyuman.
"benar aku hamil? ". tanya Anna berbinar.
"iya, kamu hamil.. kamu hamil anakku sayang, jadi aku mohon jangan terlalu lelah! ". senyum bahagia Adi.
Anna membekap mulutnya namun matanya terlihat berbinar bahagia, Ia segera memeluk Adi dan mereka berpelukan dengan erat.
"baiklah, aku akan jaga kehamilan anak pertama kita". jawab Anna dengan ceria dipelukan Adi.
Adi mencium sayang bahu Anna, mereka bahagia akhirnya diberi kepercayaan oleh yang maha Kuasa.
.
Anna dirangkul oleh Adi ke Ruangan Sarla yang baru saja selesai perawatan dari dokter, Sarla tersenyum cerah pada Anna yang membuatnya bisa bersuara lagi tapi belum bisa bersuara karna Operasi baru saja selesai, Sarla baru bisa berbicara jika Anna mengizinkannya.
"kamu hebat dokter Anna..! Operasinya sukses besar dan tidak ada kesalahan sedikitpun, kami sudah melakukan pemeriksaan ulang".
Anna tersenyum menanggapi dokter itu namun melihat tatapan datar Adi membuat dokter Pria itu segera pamit pergi.
.
.
__ADS_1
.