Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
siapa yang salah?


__ADS_3

.


.


.


"lebih sabar Adi.. lebih sabar.! jangan biarkan amarahmu menguasai ragamu, pikirkan Istri dan anak-anakmu". Adi berbicara sendiri untuk menenangkan pemikirannya yang sedang marah.


Adi tiba di Restaurant yang telah dipesan oleh Sekretaris Im untuknya, Adi disambut ramah oleh para pekerja dan Manager Restaurant tersebut, para pekerja disana mengantarkan Adi ke Ruangan VVIP yang memiliki pemandangan yang sangat indah.


"apa perlu bantuan kami untuk mendesain tempat ini Tuan?". tanya salah satu pekerja lelaki dengan sopan.


"tidak usah..! aku bisa menghiasnya sendiri". tolak Adi.


mereka segera pamit undur diri membiarkan Adi di tempat itu, demi Anna apapun akan dilakukan Adi termasuk membentuk Ruangan itu menjadi lebih indah dan romantis.


hasilnya benar-benar memuaskan, terlihat simpel dan sederhana tapi Adi mengerjakannya selama 2 jam penuh saking telitinya Adi tidak mau ada kesalahan saat menata bunga di meja makannya itu.


.


Anna mendengus melihat paketan bunga yang Ia terima ternyata dari suaminya lalu Linda datang dengan dikawal 5 Pria berbadan besar tengah menjemput Anna.


"aku lelah..! aku mau tidur aja". jawab Anna hendak berbalik.


"Tuan Adi sudah menyiapkan hadiah spesial untuk Nona, dia sampai mengerjakannya sendiri selama berjam-jam demi Nona". kata Linda dengan serius.


"aku tidak memintanya untuk membuat hadiah". sahut Anna dengan nada tidak bersalah.


"Nona setidaknya hargai tindakan Tuan Muda, mengapa Nona menjadi seperti ini? kami tau Nona adalah Wanita yang baik selalu mengutamakan orang lain dibanding perasaan Nona sendiri". kata salah satu Pengawal Pria yang bekerja sudah lama di Mansion Anna.


"aku lelah kenapa kalian memaksa?". tanya Anna dengan kesal.

__ADS_1


"kami tidak akan pergi sebelum Nona berangkat bersama kami". sahut Pengawal lainnya.


"aku tidak mau..! silahkan saja kalian menunggu". kata Anna dengan santai berbalik pergi menuju kamarnya.


sama seperti Anna, Sekar dan Caca malah pergi ke Mal bermain E-zone mengabaikan permintaan suami mereka yang minta janji bertemu, Anna tidak ikut karna kakinya mudah lelah saat ini sebab kandungan Anna juga sudah besar seperti hamil Tua padahal umur kandungan Anna belum sampai 7 bulanan.


"bagaimana ini Lin?". tanya salah satu pengawal Anna utusan Adi.


"harus bagaimana? kita harus membujuknya, kalian tunggulah disini!". pinta Linda dibalas anggukan oleh kelima Pria utusan Adi itu.


Linda memasuki kamar Anna sebab Ia perempuan tidak ada sangkutan atau gosip apapun jika selalu berdekatan dengan Anna.


"Nona..? apa Nona akan terus seperti ini?". tanya Linda duduk ditepi ranjang sementara Anna berbaring dengan mata terpejam tidur menyamping.


Anna masih diam tanpa menjawab pertanyaan Linda.


"Tuan Adi sangat mencintai Nona, apa hanya karna kesalahan kecil hubungan kalian menjadi renggang? bahkan anak-anak pacaran pun tidak akan seperti ini". Linda.


"memangnya apa yang kamu tau Lin? masalahnya itu aku sudah minta izin padanya kalau aku akan tidur bersama kedua sahabatku, kami jarang berkumpul hanya minta satu hari aah.. tidak.. hanya minta waktu 8 jam, tapi mereka malah memisahkan kami semua, apa kamu pikir masalah kecil?? iya...masalah kecil tapi kenapa dia tidak memikirkan hatiku?? dia sudah melukai hatiku Linda.. dan aku tidak bisa melawannya lebih baik aku diam tapi kau bilang apa? masalah kecil? justru karna masalah kecil lah aku geram padanya". marah Anna.


"sebelumnya dia tidak mengizinkanku tidur bersama sahabatku, oke.. aku terima demi kebaikanku juga tapi kemarin kami tinggal satu atap..! satu Rumah, apa dia juga melarang kami bersama?? hanya semalam dan itu bukan berhari-hari, dia bisa melihat ku lalu menyelimutiku kan? lalu apa menurutmu itu lucu saat dia memisahkanku dengan temanku?? aku lebih lama mengenal temanku dari pada dia, aku sudah menghormatinya sebagai Istri yang baik tapi diaa?? dia menganggapku apa? bantal gulingnya?". marah Anna lagi.


"kamu tidak tau apa-apa Linda..! aku benar-benar tidak mood berdebat denganmu..! kalau kau merasa kasihan padanya temui saja dia karna aku mau tidur". kata Anna dengan serius lalu membalik tubuhnya melihat arah lain.


Linda kehabisan kata-kata, Perempuan akan marah besar jika hatinya yang terluka dan kepala mereka tidak akan bisa mendinginkan itu.


Linda terpaksa keluar dari kamar Anna, Anna memejamkan matanya walau tidak bisa tidur tapi ia tidak mau menemui suaminya yang egois itu.


"aku tidak mau menemui nya, biarkan saja dia disana sendiri". gerutu Anna dengan kesal.


Pria memang tidak peka, mereka hanya memikirkan akal dan keuntungan semata saja tanpa memikirkan akibat dari perbuatan spele mereka, padahal Para Lelaki melakukan itu karna Cinta tapi nama nya perempuan pasti ada saja yang mudah membuatnya tersinggung.

__ADS_1


.


Linda menghubungi Adi yang terasa lemas kaki Adi mendengar perkataan Linda tentang semua ucapan Anna tadi tanpa tertinggal sepatah dua katapun.


"benarkah dia bilang begitu?". tanya Adi dengan lemas.


"Iya Tuan, kami tidak bisa membujuknya, tapi kami akan menunggu disini sampai Nona mau berubah pikiran". sahut Linda dengan serius.


"kalau dia tidak mau kesini tidak apa, aku akan menunggu disini saja sampai dia menghubungiku dan memintaku untuk pulang, kalian berjagalah disana dan pastikan dia makan, minum susunya nanti". Adi.


"baik Tuan". jawab Linda.


Adi mematikan panggilannya lalu meletakkan ponselnya di meja makannya, Ia menghela nafas berat.


Adi tidak pernah berpikir menyakiti hati Anna tapi mendengar perkataan Linda memang Adi lah yang tidak sengaja melukai hati Anna, seharusnya Adi bertahan saja semalaman itu walau tidak bisa tidur tapi Ia terlalu egois memikirkan dirinya sendiri saja tanpa memikirkan apa yang Ia lakukan akan menyakiti hati Anna yang memang sensitif dengan hal kecil.


"Anna..? sayang..! setidaknya telfon aku dan minta aku pulang sayang". gumam Adi dengan lirih meraup wajahnya.


Adi mengambil ponselnya dan menghubungi Anna, tidak diangkat sampai berkali-kali dipanggilan yang ke 9 telfon Anna tidak aktif membuat Adi menyesali perbuatannya sehingga Anna mematikan ponselnya karna tidak mau mengangkat panggilannya.


"lalu aku harus berbuat apa?". gumam Adi semakin frustasi saja.


Adi tersentak saat merasakan ponselnya bergetar, Ia segera melihatnya dan ternyata dari Reyhan sambung 3 dengan Radit, mereka saling mencurahkan nasib satu sama lain sebagai lelaki yang sangat menyesal seperti baru saja melakukan kesalahan besar yang tidak bisa diampuni.


memang Anna, Caca maupun Sekar kekanakan marah hanya karna masalah spele tapi mereka juga tidak bisa disalahkan, mereka yang sedang sensitif berusaha menjadi Istri yang baik dengan meminta izin pada suami, mereka tidur 1 kamar sementara suami mereka diluar kamar, asalkan 1 atap bukankah itu sudah permintaan sederhana?


tidak tau yang salah diantara mereka, tapi yang jelas Para suami lah yang merasa paling salah karna menyadari mereka telah bersalah terlalu mengikat Istri sampai kesabaran Istri hilang dan petaka datang pada mereka sebagai lelaki.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2